
RUMAH UTAMA
Pagi itu setelah sarapan sendiri tanpa Satya yang masih tidur diruang kerjanya,Rania membuka rak-rak buku kecil disudut kamarnya,ia berniat membaca sebuah buku untuk mengisi waktu luangnya,saat ia menarik buku tersebut,ada sebuah amplop surat yang ikut jatuh,diluar amlpop tersebut tertulis*Untuk Mba Rania*.Rania penasaran siapa yang sudah menulis surat untuknya,tidak mungkin Satya,ia lalu berjalan kearah tempat tidur,ia membuka amplop itu perlahan sesudah mengatur posisi duduk diatas ranjangnya.Surat itu ditulis oleh Ruby sewaktu ia beberapa hari nginap dirumah utama sebelum kepergiannya ke desa Lila.
Mba Rania yang saya hormati,
"Kalau mba Rania menemukan surat ini,berarti Mba sudah kembali kerumah utama saat saya sudah tidak ada disana.Sebelumnya saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya pada mba Rania jika saya sudah menoreh luka dihati Mba,bukan saya yang memaksa masuk dalam kehidupan mas Satya,bukan pula mas Satya yang dengan sengaja menarik saya datang ketengah-tengah kalian,tapi Takdir yang mengantar saya pada suatu keadaan yang tidak mengizinkan saya untuk memilih.Saya hanya seorang wanita rapuh yang sedang mengobati luka akibat penghianatan seorang suami,yang kemudian malah dipertemukan dengan luka baru saat luka lama saja belum sembuh,dan luka baru ini akan menimbulkan komplikasi kalau tidak segera diobati,kalau mba Rania ada diposisi saya saat itu,apa yang akan Mba lakukan???
Mba Rania yang sudah saya anggap kakak,
"Sebelum saya melangkahkan kaki masuk kedalam keluarga Biantara,saya sempat bersitegang dengan hati yang berusaha menahan kaki untuk melangkah,tapi kemudian fikiran saya kembali mendebat,bagaimana dengan anak yang saya kandung ini,apa dia dan Rendra akan sama-sama hidup tanpa sosok seorang ayah?,sementara ayahnya sudah memberi penawaran untuk bertanggung jawab.Rendra anak kedua saya dari suami pertama Mba,dan sekarang Rendra ikut dengan saya.Setelah semalaman tidak bisa tidur memikirkan nasib anak yang bahkan belum lahir kedunia,akhirnya saya memantapkan hati ini untuk mengikuti mas Satya walaupun saya tau,saya dan Mba akan sama-sama merasakan sakit,ternyata benar adanya,baru saja saya menjadi bagian dari keluarga ini,saya sudah harus meninggalkannya.Saat saya menulis surat ini mungkin mba Rania belum tau tentang saya tapi saya sudah tau banyak tentang Mba,saya tidak ingin berlama-lama menyakiti hati sesama perempuan,saya janji mba,setelah anak ini lahir,saya tidak akan mempunyai hubungan apapun dengan keluarga Biantara,biarlah anak ini hanya jadi sekedar penghubung silaturrahmi saya dengan papanya dan juga Mba yang kelak akan jadi ibunya juga,ini anak mas Satya mba,bagian dari keluarga Biantara".
Salam Hormat Saya
__ADS_1
Siti Ruby Alya Pramana
Tangan Rania bergetar menyimpan surat itu diatas nakas,air matanya bercucuran memenuhi permukaan wajahnya yang putih,ia sesegukan,tidak bisa lagi menahan sesak dadanya,ternyata Ruby selama ini sangat memperdulikan perasaannya,sementara ia???,ia mengabaikan Ruby saat hamil tua dengan melarang Satya menemuinya,
"Ya ALLAH,perempuan seperti apa aku ini,yang tega menyakiti sesama wanita dalam keadaan hamil,maafkan aku By,maafkan aku,andai ada satu kesempatan Tuhan mempertemukan kita,aku akan memperbaiki semuanya...",ucap Rania sambil terus meneteskan air matanya.
Rania menarik nafas berat,ia menghapus sisa air mata yang masih ada dipipinya,ia kemudian berdiri dan berjalan keluar kamar menuju ruang kerja Satya,sesampainya disana Rania melihat Satya masih tidur beesandar pada kursi kerjanya sambil menselonjorkan kakinya.
"ya Tuhan,apakah seberat ini beban mas Satya sampai wajahnya terlihat sangat berantakan sekarang",Rania bergumam sangat pelan,dipandanginya wajah Satya lekat-lekat,wajah yang saat ini sudah dipenuhi dengan bulu-bulu halus yang tumbuh disekitar dagu dan dibawah hidungnya.ia lagi-lagi menarik nafas berat,andai saja ia bisa memberikan anak pada Satya,mungkin Satya tidak akan frustasi seperti ini,air matanya kembali jatuh dipipinya,didekatinya Satya,lalu dielusnya dengan lembut bahu Satya,
"Mas,sudah pagi,aku bikinin kopi yah",Satya menggeliatkan badannya dan membuka matanya perlahan tapi ia sama sekali tidak membalas ucapan Rania,ia hanya memperbaiki posisi duduknya.
__ADS_1
"Atau mas mau mandi dulu,baru sekalian aku bawain sarapan?",tanya Rania lagi,tapi Satya belum juga menjawab kata-kata Rania.
"Mas,maafin aku,dulu melarang mas menemui Ruby,tapi sekarang kalau mas Satya ingin mencari Ruby,silahkan mas,aku juga akan membantu mencarinya,mudah-mudahan secepatnya kita menemukan dia",kata Rania menahan air mata yang ingin jatuh lagi dari matanya.Satya memandang Rania dengan tatapan yang sulit diartikan,ia kaget dengan sikap Rania yang tiba-tiba berubah,tapi ia belum juga mengeluarkan satu katapun.
"Ruby wanita baik mas,aku yang salah tidak memperdulikan perasaan dari sudut pandangnya,aku sekarang sadar kalau ia memang tidak punya niat sedikitpun untuk merebut mas dari aku,temukan dia mas,aku yakin ia dan anak mas Satya sedang baik-baik saja",air mata Rania akhirnya lolos juga,Satya yang sedari tadi memberikan pandangan yang penuh dengan pertanyaan akhirnya memeluk Rania perlahan,
"Aku tidak tau Nia,disini siapa yang salah,aku hanya tidak bisa memaafkan diriku sendiri yang tidak bisa menentukan sikap disaat yang sangat penting,aku tidak tau sekarang apa masih akan dipertemukan dengan Ruby dan anakku,aku terlalu berdosa pada mereka",kata Satya penuh dengan nada penyesalan.
"Kamu jangan menyalahkan diri sendiri mas,aku juga tidak tau disini siapa yang salah,tapi kita jangan berada dititik itu terus,kita harus bangkit memperbaiki diri mas",Rania mencoba meyakinkan Satya.
Begitu benar-benar renggang hubungan Rania dan Satya selama kepergian Ruby,dan bahkan sekarang mereka sudah tidak memanggil dengan panggilan sayang lagi,panggilan mereka sekarang seolah memberi jarak yang membuat Rania sakit,tapi ia sudah bertekad untuk menghadapi semuanya dengan sabar karena apa yang ia hadapi sekarang tidak sebanding dengan apa yang sudah dialami Ruby.
❣️❤️ Hi readears jangan buru-buru memvonis yah,tunggu aja kelanjutan ceritanya,kasi semangat terus dong buat author,dengan ngasi like,vote dan koment supaya author tambah sering up nya🤗
***Salam rindu author untuk readers kesayangan😘🤗
__ADS_1