
Sebulan sudah berlalu sejak pertemuan Rania dan Ruby,dan sampai saat ini Rania belum tau siapa sebenarnya Ruby.Sudah sebulan juga Satya akan pergi kekantor lebih pagi,ia lebih banyak sarapan diapartemen Ruby.Walaupun selama sebulan ini ia tidak pernah nginap diapartemen Ruby,tapi ia akan pulang lebih cepat dari kantor untuk mampir ke apartemen Ruby,dan akan pulang setelah memastikan Ruby sudah makan dan meminum susunya.Rania sebenarnya sudah bertanya-tanya sendiri dengan sikap Satya akhir-akhir ini tapi ia sama sekali tidak mendapat petunjuk apa-apa,dan ia sangat yakin Satya sangat mencintainya.
Siang itu Rania bermaksud mengajak Satya untuk makan siang,ditengah perjalanan menuju ke kantor Grup Biantara,ia mendapat telfon dari Delon.
"Halo Nia,kamu lagi dimana sekarang?",tanya Delon.
"Aku lagi dijalan nih Lon,mau kekantor mas Satya ngajakin makan siang",jawab Rania.
"Kebetulan kalau gitu,aku sama beberapa temen mau makan siang bareng hari ini sambil membicarakan masalah reuni angkatan kita nanti,kamu bisa datang gak,aku masukin kamu jadi panitia reuni",
"Baiklah lon,entar aku akan kesana sama mas Satya,kamu shareloc aja tempatnya",
"Oke Nia,sampai ketemu disana",ucap delon lalu mematikan telfon.
KANTOR BIANTARA GRUP
"Hi eliana apa kabar,mas Satya ada didalam?",sapa Rania saat melewati meja Eliana,
"Kabar baik Nyonya muda,tuan muda ada dida.....lam",Belum selesai Eliana menjawab,Rania sudah melenggang masuk keruangan suaminya,Eliana menggerutu dalam hati,ini yang membuat ia kurang respek sama istri bosnya itu,karena sikapnya yang terlihat angkuh.
"Honey,kamu kog gak bilang-bilang mau datang",tanya Satya saat melihat Rania muncul dari balik pintu ruangannya.
"Apa mau kesini saja aku harus buat janji dulu sama suamiku sendiri?tanya Rania sambil berjalan kearah suaminya.
"Bukan begitu honey,tapi kan kalau kamu ngasi tau aku bisa nyuruh eliana siapin kamu minum sebelum datang",jawab Satya.
"Gak perlu honey,aku kesini juga mau ngajakin kamu keluar makan siang,kebetulan teman angkatan kita dikampus mau bahas masalah reuni direstoran steak dekat sini",ucap Rania yang sudah bersandar dimeja kerja Satya sambil mempermainkan dasi yang dikenakan Satya.
"Oh begitu,tapi kamu kesana duluan aja honey,aku selesaikan kerjaan aku dulu karena mau dipake meeting entar habis makan siang",ucap Satya.
"Oke honey,kalau gitu aku duluan yah",ucap Rania sambil mengecup bibir Satya.
__ADS_1
"Oya honey,kog udah beberapa hari aku gak liat Bagas",tanyanya lagi sebelum keluar dari ruangan Satya.
"Bagas lagi kesingapura honey,bantuin perusahaan papa disana,karena akhir-akhir ini penyakit jantung papa sering kambuh,jawab Satya.
"kamu kog baru bilang sama aku honey,papa juga kan papa mertua aku",
"Maaf honey,aku lupa,aku terlalu sibuk ngurus perusahaan tanpa Bagas",
"Terus ibu sekarang ada disingapura?",tanya Rania lagi.
"Ibu disana dua minggu,tapi kemaren udah balik,katanya ada sedikit urusan disini",jawab Satya,ia tau urusan ibunya balik adalah untuk melakukan prosesi tujuh bulanan Ruby,tapi ia tidak mungkin memberi tahu Rania.
"Oh yah udah,aku duluan yah honey",Raniapun berlalu keluar,ia hanya menyunggingkan senyum pada Eliana tanpa berniat menyapanya.
APARTEMEN RUBY
"Lil,aku kog mau banget makan steak yah",kata Ruby pada Lila yang sedang menemani Rendra bermain mobil-mobilan.
"Kalau gitu kita kesana yuk Lil",
"Non pake aplikasi gofood aja,atau non bisa telfon tuan Satya",
"Gak enak lil kalau gak makan ditempatnya,kita naik taxi online aja,gak usah hubungi mas Satya,nanti malah ganggu kerjaannya",
"Kamu siap-siap ya Lil sma Rendra,aku mau pesan taxi online dulu",
"Baiklah non",sahut Lila pasrah.
Tidak lama taxi online yang Ruby pesan pun tiba bersamaan dengan keluarnya Ruby dari pintu utama apartemennya.mereka pun berangkat menuju restoran yang disebutkan Lila tadi.
RESTORAN STEAK
__ADS_1
"Hi,kalian udah lama?",sapa Rania pada teman-temannya yang terdiri dari beberapa orang termasuk Aya dan Delon,mereka mengambil tempat dimeja panjang tepat disamping pintu masuk restoran jadi mereka bisa melihat siapa saja yang baru datang kesana.
"Belum kog,mas Satya mana Nia?",tanya Aya melihat Rania hanya datang sendiri
"Mas Satya akan menyusul sebentar lagi,ada kerjaan yang harus ia selesaikan sebelum makan siang",jawab Rania.
"Oh,kalau begitu kita pesan aja yah makanannya sambil nunggu mas Satya datang",sahut Aya.
Sementara Aya dan Rania memesan makanan,terlihat seorang wanita cantik dengan hijabnya yang berwarna mocca sedang berjalan memasuki restoran itu,Delon yang merasa mengenalnya langsung menyapanya,
"Hei By,kita ketemu lagi,suami kamu kemana,kog gak pernah ikut kamu keluar?",tanya Delon pada Ruby yang langsung menghentikan langkahnya mendengar sapaan Delon,ia sedikit terkejut,lebih terkejut lagi saat ia melihat Rania ada bersama Delon.Ia rasanya ingin terbang saat itu juga.
"Eh Ruby??,kamu kenal juga lon sama Ruby?",tanya Rania pada Delon.
"Iya dong Ni,Ruby kan istri Nata,sahabat suami kamu",
"Istri dokter Nata?",
"Iya dokter Nata,sebulan yang lalu aku ketemu dia disupermarket sama Satya,kata Satya Nata lagi keluar kota jadi ia diminta nemenin istrinya belanja",
"Satya??supermarket??",Nia seolah merasa tidak berpijak pada tempatnya saat ini,ada apa sebenarnya dengan semua ini,Satya tidak pernah belanja kesupermarket dengannya lalu kenapa ia bisa berbaik hati mengantar istri Nata.Istri Nata?kapan Nata menikah,kenapa ia tidak diundang kepernikahan Nata.Lalu kenapa saat ia ketemu Ruby dan ibu Rita sebulan lalu disalon,ibu mertuanya itu bilang Ruby menantu teman arisannya,kalau memang ia istrinya Nata kenapa gak langsung bilang saja terus terang,apa hubungannya dengannya kenapa mesti disembunyikan.Pertanyaan-pertanyaan itu seolah berputar memenuhi kepalanya.Ia tidak bergeming ditempatnya,pandangannya menjadi kabur,tapi ia bisa menguasai kembali dirinya saat melihat Satya memasuki restoran.Satya tidak memperhatikan Ruby yang tengah mematung didekat meja Delon karena ia sedang menelfon.
"pa-pa",ucap Rendra dengan suara khas anak-anaknya saat melihat Satya,ia lalu berlari kedalam pelukan Satya,Satya sontak terkejut dan langsung menjatuhkan handphonenya.
"papa???",Rania tidak tau entah ia bertanya sama siapa tapi kata itu yang keluar dari mulutnya.Pandangannya benar-benar sudah gelap,ia seketika menjatuhkan kepalanya disamping Aya,Rania pingsang.
"Honey...Honey...Honey kamu kenapa?,Satya langsung berlari kedekat Rania sambil menggoyang goyangkan tubuhnya,ia tidak lagi memperhatikan Ruby yang sedang berdiri disitu.Ia lalu menggendong Rania keluar menuju mobilnya berniat membawa Rania kerumah sakit.Semua orang yang berada ditempat itu hanya bisa melongo tidak mengerti apa yang sudah terjadi.
"Tunggu mas Satya,aku ikut",kata Aya saat melihat Satya sudah keluar membawa Rania,menyusul Delon dibelakangnya.
Ruby yang sejak tadi hanya mematung ditempatnya ikut keluar menunggu taxi online yang sudah dipesannya,air matanya sudah tidak terkira lagi berapa banyak yang sudah keluar,ia tidak jadi makan steak yang menjadi tujuannya datang kerestoran itu.
__ADS_1
😍🤩Author hanya akan up dua bab sehari yah,jangan lupa like, vote dan koment untuk kelanjutan cerita ini,maaf kalau banyak tipo,author penulis pemula😘😘