
Pagi itu satya bangun dalam keadaan yang sangat segar.Setelah mandi dan berpakaian,ia berkaca didepan cermin,membetulkan letak dasinya.Hari itu ia memakai setelan jas berwarna grei,rambutnya diolesi gel agar terlihat basah manambah ketampanan wajahnya.Siapapun yang melihatnya pasti akan terbius oleh pesonanya.
Hari ini ia akan mengunjungi pembangunan proyeknya terlebih dahulu,sebelum menemui ruby.Ia diantar oleh sopir yang sudah disiapkan untuknya selama disana.Setelah bertemu dengan manager dan kepala pembangunan dikantor cabang membahas kelanjutan proyeknya,iapun menyuruh sopir tersebut membawanya kesekolah tempat ruby mengajar.
Jam sudah menunjukkan pukul 13.05 saat satya tiba didepan sebuah gedung yang didepannya tertulis "SMP Perjuangan",ia menolak ajakan makan siang dari manager dikantor cabangnya karena ia tidak ingin menemui ruby saat istirahat yang sudah pasti akan banyak orang yang melihatnya.Dan ternyata benar dugaannya,ia datang diwaktu yang tepat saat sekolah itu terlihat hening karena semua penduduknya sedang berkutat dengan buku-buku pelajaran didalam kelas.
Satya menyuruh sopir yang mengantarnya turun untuk menemui pak satpam.Ia hanya menunggu didalam mobil.
"Selamat siang pak",ucap pak sopir pada satpam yang berjaga dipos itu,sesaat setelah turun dari mobil.
"Selamat siang juga pak,ada yang bisa saya bantu?",balas satpam tersebut sambil berdiri memasang topinya.
"Tuan saya ingin bertemu ibu ruby,apa bisa bapak memanggilkannya kemari?"
"Ibu ruby wali kelas 8.1?",tanya satpam tersebut.
"Iya,ibu ruby yang itu",pak sopir asal menjawab saja,ia juga tidak tahu kelas berapa yang diajar oleh bu ruby,mudah-mudahan saja jawaban asalnya benar agar dia tidak mengewakan tuannya.
"Baiklah,bapak tunggu disini,saya akan kekelas bu ruby dulu",sahutnya kemudian berlalu menuju kelas 8.1,
Beberapa menit berselang satpam itu kembali bersama seorang wanita berhijab yang sangat cantik,ia terlihat sangat anggun dalam balutan pakaian dinasnya,ia melempar senyum kepada sopir yang sedang menunggu dipos,senyumnya sangat manis membuat sopir satya tertegun saat ruby sampai didekatnya.
"Assalamualaikum,bapak mencari saya?",tanya ruby membuat sopir itu kaget padahal suaranya terdengar sangat halus.
"Waalaikumsalam,iya saya mencari nona,tuan saya ingin bertemu dengan anda",jawabnya saat mendapatkan kesadarannya kembali.
"Tuan?siapa tuan bapak yang ingin bertemu dengan saya?",ruby mengerutkan keningnya karena ia tidak merasa mengenal sopir itu.
"Nona bisa ikut saya sebentar kemobil?"
__ADS_1
"Mobil?,ada apa ini sebenarnya?,ruby merasa heran dengan permintaan sopir tersebut.
"Nona akan segera tau saat berada didalam mobil",ucapnya kemudian.
Rubypun akhirnya mengikuti sopir tersebut berjalan ketempat dimana mobilnya ditepikan.Sopir itupun membukakan pintu mobil dan mempersilahkan ruby naik,ia membelalakkan matanya saat berada didalam mobil.Ruby seketika meraih handle pintu hendak keluar dari mobil,tapi ternyata pintunya sudah dikunci dan sopir sudah duduk dibelakang kemudi berniat menjalakan mobilnya.
"Kamu jangan coba-coba keluar dari sini,atau kamu akan tau apa yang bisa saya lakukan untuk memaksa kamu",kata satya yang duduk disamping ruby membuatnya bergidik.
"Apa mau anda?,saya sudah pernah bilang kita tidak akan punya urusan lagi kedepannya',sahut ruby ingin melawan satya.
"Saya cuma ingin bertanya sesuatu sama kamu,dan saya harap kamu jawab dengan jujur,apa kamu Hamil?",satya terlihat sangat serius.
Ruby terperanjat mendengar pertanyaan satya,tapi ia berusaha terlihat tenang,
"Saya hamil atau tidak apa urusannya dengan anda?",bibirnya sedikit bergetar menjawab pertanyaan itu.
"Anda tidak berhak tau dengan kehidupan saya,saya tidak mengenal anda sama sekali",perlahan ruby bisa kembali menguasai dirinya.
"Terserah kamu mau bilang apa tapi sekali lagi saya minta tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur,apa itu ANAK saya?",tanyanya kemudian menekankan kata Anak pada kalimatnya.
"Hahaha,anak anda?,ini anak saya,anak saya tidak ada kaitannya dengan anda",ruby menyeringai dan tertawa yang dibuat-buat.
"Apa anda bisa berfikir begitu karena kita pernah melakukannya dan akan lansung jadi saat kita melakukannya hanya sekali?",ruby menghentikan tawa getirnya.
"Jadi apa kamu pernah melakukannya dengan oranglain setelah melakukannya dengan saya?",satya mulai kesal terhadap ruby.
Plakkk...
Sebuah tamparan mendarat dipipi kiri satya,satya mengelus elus pipinya yang terlihat memerah,baru kali ini ada wanita yang berani menamparnya.
__ADS_1
"Saya tidak serendah seperti yang anda fikirkan",bibir dan tangan ruby ikut bergetar setelah menampar satya.
"Iya ini anak anda,tapi saya tidak berharap anda mengakui anak ini,tolong menjauh dari saya,jangan pernah mengusik hidup saya bersama anak saya",bulir bulir bening terlihat berjatuhan dipipi putih ruby,sedari tadi ia menahannya akhirnya tumpah juga.
Satya tidak tau harus berkata apalagi pada ruby,ia menelan salivanya berat mendengar permintaan ruby.
"Saya tau saya sudah sangat bersalah sama kamu,tapi saya benar-benar minta maaf,itu diluar kendali saya,dan sekarang saya ingin mempertanggung jawabkan apa yang sudah saya lakukan,tolong hargai niat baik saya",ucap satya sedikit memohon.
"Tanggung jawab dalam bentuk apa?,anda tenang saja saya masih bisa menghidupi anak saya,anda tidak perlu repot-repot ikut andil,dengan tidak mengusik hidup saya lagi,itu sudah sangat membantu saya",ucap ruby.
"Saya tau sekarang kamu sedang tidak baik-baik saja,perut kamu semakin membesar dan orang diluar sana akan semakin mencibir kamu,saya tidak mau saat anak saya lahir,dia akan diejek dan ikut dicibir karena tidak memiliki ayah,saya mohon tolong kamu mempertimbangkan semua itu",satya masih memohon sambil meraih tangan ruby dan menggenggamnya erat,ruby lansung menarik tangannya.
Aliran darah ruby seolah berhenti,jantungnya berdetak lebih kencang saat tangan satya menyentuh tangannya.Ia membenarkan apa yang dikatakan satya tapi ia juga tidak mau terlibat terlalu jauh dengan laki-laki yang sama sekali tidak dikenalnya.Ia terus diam memandang keluar lewat kaca mobil.
"Saya akan menikahi kamu untuk memberi status pada anak yang sedang kamu kandung sekarang,tapi maaf pernikahan kita tidak akan terdaftar dicatatan sipil karena saya sudah memiliki seorang istri dan saya sangat mencintai istri saya",lanjut satya lagi.
Seperti luka menganga yang disiram dengan alkohol,begitulah rasanya perasaan ruby mendengar penuturan satya,air matanya yang tadi sudah terhenti,tiba-tiba saja kembali mengalir deras.Laki-laki disampingnya ini begitu tidak punya hati.Setelah apa yang terjadi padanya dengan entengnya ia bicara seperti itu.
'Apa maksudnya nikah sirih?kenapa tidak lansung bilang begitu saja untuk memperjelas,tidak usah dibuat bertele-tele ucapannya.Ya ALLAH tolong beritahu saya,apa yang harus saya lakukan?",batin ruby dalam hati.
"Besok pagi saya akan membawamu kekota M bersama anak kamu,kita akan menikah disana,semuanya akan diurus sama asisten saya disana",melihat ruby diam saja,satya melanjutkan perkataannya.
"Apa-apaan ini,dia fikir dia siapa,seenaknya saja mengatur atur hidup saya",ruby masih berbicara dengan dirinya sendiri.
Karena perbincangan mereka yang banyak menguras hati dan fikiran,mereka tidak menyadari kalau mobil saat ini sudah terparkir didepan sebuah restoran yang terlihat sepi didaerah itu.
❤️❣️Author amatir ini datang lagi cinta,jangan lupa tetap ninggalin jejak yah untuk bikin author semakin semangat buat up next babnya❤️❣️
**Kadang cinta itu datang dari sebuah awal yang pahit,kita tidak pernah tau perasaan itu akan mulai hadir saat kita saling mengenal lebih jauh🤩🤗
__ADS_1