Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Pertemuan


__ADS_3

RUMAH DOKTER NATA


Pagi itu Ruby terlihat lebih cepat bersiap untuk kerumah sakit,setelah menidurkan baby Gyan,ia pun keluar dari kamar menuju meja makan,dokter Anna sudah ada disana.


"Kamu cantik banget hari ini By",kata dokter Anna saat Ruby sudah duduk didekatnya.


"Ah kak Anna bisa aja,emang cantiknya cuma hari ini aja yah?",tanya Ruby mengulas senyumnya.


"Tiap hari juga cantik By,tapi hari ini lebih cantik,kayak ada janjian mau ketemuan aja",lagi-lagi Ruby menarik kedua ujung bibirnya.


"Paling juga ketemu sama kak Nata",mereka berdua pun tertawa sama-sama.


Ruby sama sekali tidak tahu kalau ternyata seseorang sudah menunggunya dirumah sakit,seseorang yang sudah menanti lama untuk bertemu dengannya.


Sehabis sarapan ia pun langsung pergi kerumah sakit bersama dokter Anna diantar oleh dokter Aditya,Ruby membawakan bekal makanan untuk dokter Nata juga.


Tidak lama berselang mereka sampai dirumah sakit,tidak ada sama sekali perasaan yang aneh dihati Ruby bahwa ia akan bertemu dengan orang yang dihindarinya selama ini.Ia menyusuri rumah sakit bersama dokter Anna dengan santai,sedangkan dokter Aditya berbelok keruangan yang akan ditempatinya nanti saat sudah masuk kerja.


Sampai didepan ICU,ia melihat seorang pria yang memakai jas kantor sedang tertidur menunduk kelantai sambil menyilangkan tangannya,baru saja Ruby akan melewatinya,tiba-tiba pria itu mengangkat wajahnya,dan


prengggggggggg...bekal makanan yang dipegang Ruby jatuh kelantai,dokter Anna juga terkejut melihat Satya ada disana,ketakutannya membuat ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata.


"Ma...ma...mas Satya?",mata dan mulut Ruby membulat sempurna,


"Ruby?Anna?",Satya merasa heran melihat Anna bersama Ruby,ia ingat waktu menelfon dokter Anna,wanita itu bilang tidak tahu apa-apa tentang kepergian Ruby.Satya ingin sekali memeluk Ruby,tapi langkahnya terhenti saat ia melihat Ruby memundurkan kakinya selangkah kebelakang.


"Mas kenapa bisa...",belum sempat Ruby menyelesaikan kata-katanya,dokter Nata datang dari arah belakang,

__ADS_1


"Kamu udah lama,By?",tanya dokter Nata yang pandangannya kemudian tertuju pada tempat bekal didepan kaki Satya.


"Baru aja kak",jawab Ruby dengan suara terbata-bata,ia lalu menunduk hendak memungut tempat bekal itu,tapi secara bersamaan Satya juga berniat mengambilnya,tangan mereka pun bersentuhan,darah Ruby terasa berdesir kencang,jantungnya seolah mau melompat keluar,ia sampai sulit bernafas menahan gemuruh hatinya.


"Kapan kamu datang Sat?",tanya dokter Anna.


"Semalam,kalian kog kayaknya heran sekali melihat aku datang,bukankah Rendra anak aku juga,sudah sepantasnya aku berada disini sekarang",sahut Satya menoleh sepintas pada Ruby,dokter Anna dan dokter Nata saling menghela nafas berat.


"Iya kamu benar Sat,Rendra anak kamu juga",ucap dokter Nata.


"Mas Satya,kita sepertinya harus bicara berdua",Ruby akhirnya bicara juga pada Satya.


Sebelum Satya menjawab Ruby,Nendra yang baru datang dari bawah langsung menghambur kearah Ruby,Ruby membalas pelukan itu dengan sangat erat.


"Bunda kenapa ninggalin Nendra sangat lama sama adik Rendra,apa bunda sudah tidak sayang lagi sama aku?",Ruby sudah tidak bisa berkata-kata lagi,air matanya sudah mengalir deras,ia hanya semakin mempererat pelukannya.


"Kak Sultan makasih udah bawa Nendra",kata Ruby menoleh kearah jaksa Sultan yang sejak tadi berdiri didekat mereka.


"Iya By,aku ikut seneng,Nendra akhirnya bisa ketemu kamu lagi,dia sudah lama merengek minta ketemu sama kamu tapi nomor ponselmu udah lama gak nyambung",balas jaksa Sultan,Ruby hanya tersenyum kecil,ia memeluk Nendra lagi.


"Oya By,aku mau ketempat Adit dulu,dia udah nelfon dari tadi",kata dokter Nata.


"Aku ikut Nat,sekalian liat-liat rumah sakit ini",dokter Anna menimpali,tapi sebenarnya ia hanya ingin meloloskan diri dari Satya,sekalian juga memberi waktu berdua dengan Ruby.


"Iya kak,tapi kak Anna kenapa mau ikut juga?",Ruby terlihat mengerutka kening.


"Adit tadi ngajakin aku keliling-keliling rumah sakit,gak enak nolaknya By",dokter Anna berbohong pada Ruby.

__ADS_1


"Oh gitu yah kak,tapi entar pulang jgn lupa telfon aku",ucap Ruby lagi.


"Oke",jawab dokter Anna singkat kemudian ia berlalu sama dokter Nata setelah mereka pamit pada semua yang ada disitu.


"Aku masuk duluan liat Rendra yah kak",kata Ruby pada jaksa Sultan.


"Nendra sayang bunda masuk dulu yah,entar bunda ajak makan yah kalau udah liat adik Rendra",Ruby beralih pada Nendra tapi ia mengabaikan Satya yang juga ada disitu,ia kemudian masuk kedalam ruangan ICU.


"Rendra sayang,diluar ada papa,temen Rendra suka main mobil-mobil waktu diapartemen,bunda gak tau harus ngapain sekarang,tolong beritahu bunda Ren",Ruby berkata sangat pelan sambil terisak,ia memeluk kepala Rendra yang sama sekali tidak merasakan ada ransangan.


"Bunda gak bisa sama-sama papa lagi karena papa punya mba Rania,bunda gak mungkin menyakiti hati sesama wanita,bunda bingung Ren,tapi bagaimana kalau papa mengambil adik Gyan dari kita,tidak...tidak...,papa gak boleh tau kalau ada adik Gyan,bunda akan bilang sama papa kalau adik Gyan gak selamat,biarkan papa pergi jauh dari kita,dan tidak pernah menemui kita lagi",lanjut Ruby,ia memang selama ini suka bercerita sama Rendra tentang semua perasaannya,meski ia tau Rendra sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakannya tapi hatinya serasa sedikit lega bisa berbagi sama Rendra.


Setelah Ruby merasa keadaan hatinya sudah lebih baik,iapun keluar dari ruangan itu,


"Kak Sultan bisa jaga Rendra sebentar?,aku mau keluar dulu",tanya Ruby pada jaksa Sultan setelah ia berada diluar ruangan.


"Aku kesini memang buat jagain Rendra By,kamu tenang saja,kamu urus saja dulu urusanmu",balas jaksa Sultan,seolah mengerti dengan permasalahan yang sedang dihadapi Ruby dan Satya.


"Makasih kak,aku bawa Nendra aja yah,sekalian ngajakin dia makan dulu",ucap Ruby lagi,jaksa Sultan hanya menganggukkan kepala dan tersenyum tipis.


Ruby menoleh pada Satya tanpa berkata apa-apa tapi Satya sudah mengerti maksud tatapan Ruby,


"Tuan Sultan,aku mau keluar dulu,Bagas sudah booking hotel untuk kita nginep entar,aku akan kirin e-vouchernya ke nomor anda",kata Satya sebelum berlalu mengikuti Ruby dan Nendra.


"Terima kasih banyak tuan muda",ucap jaksa Sultan sambil membukkukkan badannya,Satya menganggukkan kepalanya,


"Tidak usah sungkan tuan,kita sudah satu keluarga",Satya mengulas senyum,lalu ia pergi menyusul Ruby.

__ADS_1


❣️❤️Hi reders kesayangan,author amatir datang lagi,jangan bosan-bosan yah ngasi LIKE,KOMENT dan VOTE,syukur-syukur dipavioritin juga😘🤗


__ADS_2