
Satya disambut ibu dan bapak Lila saat sudah berada didepan rumah,Lila sudah memberi tahu orangtuanya tentang kedatangan tuan mudanya dan kejadian yang terjadi diluar tadi.
"Tuan muda mau minum apa?",tanya ibu Lila saat Satya sudah duduk diruang tamu,disusul dokter Nata dan dokter Anna.
"Apa yang ada saja bu",jawabnya singkat,tanpa menoleh sedikitpun kearah dokter Nata.
"Aku sekarang benar-benar harus mengakui kekuasaanmu Sat,hanya dalam waktu tiga kali dua puluh empat jam kamu sudah tau keberadaan kami",dokter Nata memulai pembicaraan dengan Satya.
"Cih,apa yang membuat kamu begitu antusias dengan rencana Grandma mengirim Ruby kemari?",Satya hanya menyeringai tipis melihat dokter Nata diam saja.
"Saya akan pulang malam ini juga membawa Ruby",lanjut Satya,Ruby yang mendengar bahwa Satya akan membawanya pulang, langsung keluar dari kamar,ruang tamu dirumah Lila memang sangat sempit sehingga pembicaraan diruang tamu akan terdengar sampai dikamar.
"Saya tidak mau pulang,kalau mas mau pulang,pulanglah sendiri,biarkan saya tetap disini",ucap Ruby,ia masih sakit hati dengan ucapan Satya tadi yang mengatai dirinya perempuan murahan.
"Kamu istri saya,sudah seharusnya kamu menuruti kata-kata saya",dokter Nata yang tadi hanya diam,akhirnya bersuara,
"Kalau adik ipar belum mau pulang,gak usah dipaksa Sat,kamu tenang saja,aku juga sudah mau pulang besok",dokter Nata terlihat mengalah sama Satya,ia sadar bagaimanapun Ruby adalah istrinya.
"Sebaiknya tuan muda nginap disini dulu semalam,tuan muda pasti sangat lelah,tapi maaf,disini cuma ada dua kamar,tuan bisa satu kamar dengan dokter Nata",kata ibu Lila yang baru saja muncul membawa minuman dan beberapa cemilan.
"Jangan bu,biar Anna yang pindah kekamar saya,saya bisa tidur diluar,biar saja Satya satu kamar dengan adik ipar",ucap dokter Nata yang sukses membuat mata Ruby membulat,ia belum pernah tidur sekamar dengan Satya sejak menikah bahkan diranjang king sizenya,apalagi disini ukuran ranjangnya lebih kecil bagaimana ia bisa berbagi dengannya,tapi ia terlihat diam saja,tidak berniat untuk membantah.
Setelah makan malam seperti biasanya mereka akan bersantai dibalai-balai depan sambil sesekali bercanda.Candra yang paling sering membuat tertawa,tapi malam ini Ruby tidak terlihat ada disana,ia lebih memilih masuk kekamar,Satya yang belum berniat bicara dengan dokter Nata mengikuti Ruby kekamar.
"Kenapa kamu bisa sedekat itu dengan Nata?",tanya Satya memecah keheningan,ingin sekali ia menyentuh perut Ruby yang semakin membuncit,tapi ia gengsi untuk meminta maaf pada Ruby atas kata-kata kasarnya tadi.
Ruby yang ditanya hanya diam saja tidak melihat kearah Satya,akhirnya Satyapun membaringkan tubuhnya keranjang sambil kedua tangannya bertumpu dibelakang kepalanya.
__ADS_1
"Apa mas Satya benar-benar akan tidur disini?",tanya Ruby melihat Satya sudah memejamkan matanya.
"Iya,apa ada masalah?",jawab Satya santai.
Ruby lalu berdiri hendak keluar kamar tanpa menjawab Satya,ia berniat kekamar Lila dan akan tidur disana,ia tidak bisa tidur dengan Satya,kata-kata Satya sangat menyakiti hatinya.Satya bangun dan menahan tangan Ruby,
"Kamu mau kemana?",tanyanya yang sudah berada sangat dekat dengan Ruby.
"Saya tidak bisa tidur disini mas,tolong jangan halangi saya",Ruby menghempaskan tangan Satya,tapi sebelum bisa memegang gagang pintu Satya kembali menarik tangan Ruby dan menyudutkannya ketembok,matanya menatap tajam mata Ruby,lalu ia mencium bibir Ruby penuh gairah,Ruby tidak bisa melepaskan diri karena Satya telah mengunci badannya,ia seolah ikut terhanyut dengan permainan Satya,ia tersadar saat Satya mengakhiri aksinya,ia mengutuki dirinya sendiri yang sudah menikmati ciuman Satya,Satya hanya tersenyum tipis.
Ruby kemudian membuka handle pintu,Satya tidak menahannya lagi,ia membiarkan Ruby meninggalkannya sendiri dikamar,ia sudah sangat lelah ingin segera beristirahat.
Dokter Nata yang malam itu akan tidur diruang tamu sejak tadi mendengar apa yang terjadi dikamar Ruby,ia hanya meremas wajahnya kasar,dan saat melihat Ruby keluar dari kamar,ia menghentikannya,
"Kamu mau kemana?",tanyanya sangat pelan agar tidak terdengar oleh Satya.
"Kenapa kamu tidak tidur dengan Satya saja,dikamar Lila ada Anna",
"Saya bisa tidur dibawah,asal tidak satu kamar dengan mas Satya",lanjut Ruby masih dengan suara berbisik,kemudian berlalu kekamar Lila.
"Andai saja aku lebih dulu mengenalmu Rub,kita mungkin akan bahagia sekarang",kata dokter Nata dalam hati,iapun akhirnya tertidur disamping Candra.
Keesokan harinya saat semua sudah berkumpul dibalai-balai untuk sarapan pagi,Satya sekalian memberi tahu niatnya membawa Ruby pulang hari ini,
"Mas,sudah saya bilang saya belum mau pulang",Ruby semakin kesal pada Satya.
"Sat,kalau adik ipar belum mau pulang,biarkan saja dulu ia tinggal,lagian disini kan ada Anna,Lila dan Candra",ucap dokter Nata menambahkan.Belum sempat Satya menjawab tiba-tiba handphonenya berdering,
__ADS_1
"Iya Gas,ada apa?",tanyanya pada sipenelfon yang ternyata Bagas.
"Investor dari Korea ingin bertemu tuan muda hari ini juga,kalau tuan muda tidak datang ia akan memberikan proyek ini pada perusahaan lain",sahut Bagas diseberang telfon.
"Baik,atur pertemuan saya sebentar siang,dari bandara saya akan langsung kesana",ucap Satya lagi,lalu mematikan telfon.
"Oke,kalau kamu belum mau pulang,saya akan menjemputmu disini minggu depan,dan kamu Nat,kita akan pulang sama-sama hari ini,saya harap kamu tidak lagi terlalu ikut campur dengan urusan saya,meskipun itu Grandma dan ibu yang minta",Ruby tidak menjawab lagi perkataan Satya tapi dalam hatinya berkata bahkan saat Satya menjemput minggu depanpun ia tidak akan pulang,hatinya sudah terlalu sakit saat ja belum memulai tinggal bersama Satya.
Dokter Nata yang mendengar peringatan Satya hanya menaikkan satu alisnya,ia membawa Ruby pergi bukan karena disuru oleh Grandma atau bu Rita tapi karena inisiatifnya sendiri mengikuti kata hatinya,ia sudah menyimpan perasaan saat pertama kali melihat Ruby,yang awalnya cuma sekedar rasa prihatin,berubah menjadi perasaan ingin melindungi.
"Saya harus berangkat sekarang,siang ini saya ada meeting",kata Satya setelah selesai sarapan.
"Anna,tolong jaga Ruby dan kandungannya baik-baik",lanjutnya lagi.
"Kamu tenang saja,aku memang dikirim kesini untuk menjaga adik ipar",jawab dokter Anna tersenyum manis.
"Apa kamu belum mau pulang?",tanya Satya saat ia sudah berdiri tapi dokter Nata masih duduk ditempatnya.
"Pesawatku berangkat sebentar siang,terlalu kepagian kalau aku kebandara sekarang",sahut dokter Nata.
"Kamu bisa ikut dengan saya pulang sekarang",
"Tidak usah repot-repot Sat,lagian masih ada yang harus aku bicarakan dengan Anna",
"Baik,tapi ingat kamu harus menjaga batasanmu dengan Ruby,Ruby wanita BERSUAMI",ucap Satya sambil berlalu setelah sebelumnya pamit dengan kedua orangtua Lila.
🤩🤩Hai,cerita ini masih panjang yah,author gak bikin Satya kelamaan nyari Ruby dulu,mereka kan baru nikah dan belum pernah tinggal serumah,biarkanlah mereka tinggal bersama-sama sebentar,nanti kita ilangin Ruby lama yah sampai Satya dibuat gila mencarinya kemana-mana.hihihi.oya dokter Nata nanti berkorban lebih banyak loh buat Ruby,makanya tetap keep follow up nya yah😎
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya yah😘🤗