
"Mas Sultan pulang aja dulu,biar aku lagi yang jagain Rendra",kata Ruby saat ia sudah berada di kamar rawat Rendra.Satya sudah memindahkan Rendra kesebuah ruangan khusus yang ditangani oleh dokter spesialis terbaik,mereka hanya tinggal menunggu keajaiban karena mereka sudah melakukan yang terbaik untuk Rendra.
"Baiklah By",jawab jaksa Sultan lalu berdiri dari sofa,ia kemudian berbalik seperti sedang mengingat sesuatu,
"Ada yang kelupaan mas?",tanya Ruby saat melihat jaksa Sultan sepertinya ingin bicara sesuatu padanya.
"Sebelumnya aku minta maaf By kalau aku ikut campur dengan masalah pribadimu,aku cuma ingin ngasi sedikit masukan sebagai seorang kakak,aku melihat tuan muda Satya sangat menyayangi Rendra,dia juga sangat memperhatikan kalian saat ini,aku harap kamu bisa memberinya kesempatan sekali lagi,jangan lepas dia By",Ruby hanya tersenyum tipis,ia tidak menyangka mantan suaminya akan berkata seperti itu,ia mulai sangsi dengan keraguannya selama ini pada hubungannya dengan Satya.Jaksa Sultan pun keluar dari ruangan itu setelah membalas senyuman Ruby.
Ditempat lain disebuah kamar hotel Satya terlihat sibuk menenangkan baby Gyan yang sejak tadi menangis terus,Lila dan Rendra sedang kesupermarket yang berada disamping lobby hotel.
"Sayang diam yah,entar papa beliin mobil-mobil segede badan Gyan tapi diam dulu",Satya mengayun ayun baby Gyan dalam gendongannya tapi baby Gyan terus saja menangis.Satya tiba-tiba merasakan seperti ada sesuatu yang hangat mengenai perutnya,Satya memegang dan mencium tangannya,
"Oh god,kamu ngompol yah,gimana ini,Lila belum balik lagi",Satya bingung,ia belum pernah sekalipun mengganti diapers baby.
Ia hendak menelfon Lila tapi ia mengurungkan niatnya saat melihat ponsel Lila ternyata ada diatas nakas.Ia menarik nafas berat.Ia kemudian membuka youtube diponselnya dan mencari video cara mengganti diapers,ia memegang ponselnya ditangan kiri sementara tangan kanannya masih terus mengayun ayun baby Gyan yang belum juga berhenti menangis.setelah melihat video ia lalu mempraktekkannya,ia membolak balik tubuh baby Gyan membuat baby Gyan semakin histeris,akhirnya setelah berjuang keras menenangkan baby Gyan ia berhenti juga menangis setelah memakai diapers baru.Satya menarik nafas lega.
"Baru setengah hari bunda nitip kamu,papa rasanya habis digebukin sepuluh bodyguard",Satya menyandarkan badannya disofa sambil terus memangku baby Gyan.baby Gyan tertawa kearah Satya,ia sepertinya merasa senang karena sudah berhasil mengencingi jas papanya yang harganya mencapai ratusan juta.
"Kamu seneng yah udah ngerjain papa,ketawa aja terus",kata Satya melihat baby Gyan lagi-lagi tertawa kearahnya.Ia belum juga mengganti jas yang dipakainya karena takut meninggalkan baby Gyan sendiri.
Tidak lama kemudian terlihat Nendra dari balik pintu,menyusul Lila dibelakangnya,
"Maaf tuan muda saya lama karena den Nendra tadi pengen mampir makan es krim",kata Lila.
__ADS_1
"Iya gak papa kog Lil,saya bisa mengatasi baby Gyan",balas Satya menyembunyikan kebingungannya tadi,ia tidak ingin Lila tau kalau ia tidak bisa mengurus anaknya sendiri,Lila tersenyum mendengarnya.
"Oya Lil boleh titip baby Gyan dulu,saya mau ganti baju,kayaknya ribet kalau pake jas sambil jagain baby",kata Satya,ia tidak memberitahu Lila bahwa baby Gyan sudah ngompol di jas yang dipakainya,Lila pun langsung mengambil baby Gyan dari gendongan Satya.
"Jas tuan kenapa?",tanya Lila melihat jas tuannya sudah basah setengahnya.
"Oh ini,tadi kena air waktu saya mau minum",katanya beralasan pada Lila,tapi Lila sepertinya tau yang sudah terjadi,ia mengulas senyum tipis saat Satya berlalu keluar.
Saat Satya hendak membuka pintu kamarnya ia berpapasan dengan jaksa Sultan yang juga membuka pintu kamarnya,melihat tampilannya yang sudah rapi,ia sepertinya akan keluar,
"Tuan Sultan sudah lama pulang?",tanya Satya.
"Iya tuan muda,saya cuma pulang ganti pakaian,saya akan kembali kerumah sakit sekarang,kasian Ruby sendiri",jawab Sultan.
"Tuan Sultan istirahat saja dulu,biar saya yang kerumah sakit nemenin Ruby",ucap Satya lagi.
"Oya tuan Sultan,kita sekarang sudah satu keluarga,akan terasa lebih dekat kalau kita saling memanggil nama saja",ucap Satya.
"Saya tidak enak tuan muda,siapalah saya ini dibanding anda",kata Sultan merendah.
"Dalam satu keluarga itu tidak memandang jabatan tuan Sultan",kata Satya tersenyum.
"Baiklah kalau itu keinginan anda tuan mu...maksud saya Satya",balas Sultan.
__ADS_1
"Nah begitu lebih enak,Sultan",Satya menepuk bahu Sultan lalu mereka sama-sama memasuki kamar masing-masing.
Setelah mengganti jas nya dengan setelan jas baru,Satyapun merapikan rambutnya,kemudian ia turun keparkiran mengambil mobil yang sudah disewanya selama berada di Jerman.
Ia membelah jalanan kota Jerman menuju kerumah sakit yang tidak terlalu jauh dari hotel yang ditempatinya.Ia mampir sebentar kerestoran cepat saji untuk membelikan Ruby makanan,tidak memakan waktu lama iapun sampai kerumah sakit.
Satya berjalan elegan menuju kamar rawat Rendra sambil membawa kantongan makanan ditangnnya tapi itu tidak mengurangi pesonanya,mata para petugas yang berada direceptionis masih melototinya seolah ingin loncat keluar melihat makhluk setampan Satya berjalan didepan mereka,tapi Satya sama sekali tidak memperhatikan mereka sampai ia berada didepan kamar Rendra.Ia membuka knop pintu dan melihat ada dokter Nata didalam,
"Udah lama Nat?",tanya Satya setelah masuk kedalam kamar,ia mendahului dokter Nata menyapanya.Ia menyimpan kotak makanan tadi dimeja.
"Belum begitu lama Sat,aku tadi menelfon Ruby,dia bilang lagi ada dirumah sakit jadi aku kesini bawain makan siang",jawab dokter Nata,Satya hanya memajukan sedikit bibir bawahnya.
"Mas Satya kog bisa kesini,apa baby Gyan gak rewel?",tanya Ruby.
"Gak kog,dia lagi tidur,Nendra dikamar Sultan,jadi Lila bisa sendiri jagain baby Gyan",balas Satya,Ruby hanya tersenyum tipis sambil membulatkan mulutnya membentuk huruf O.
"Sat,aku sepertinya mau pamit dulu,masih ada pasien yang harus aku periksa sebelum pulang",kata dokter Nata,ia sebenarnya hanya ingin menghindari Satya saat bersama Ruby.
"Buru-buru amat Nat,aku tersinggung loh,aku baru datang,kamu sudah mau pergi",balas Satya.
"Ayolah Sat,kamu tau sendiri kan gimana kerjaan aku,pasien gak boleh dibuat menunggu",balas dokter Nata masih beralasan.
"Oke,kapan-kapan kita ngopi bareng lagi yah Nat",ucap Satya lagi sebelum dokter Nata berlalu dari sana,dokter Nata hanya menganggukkan kepalanya lalu keluar dari kamar itu.
__ADS_1
❣️❤️Maaf yah readers kesayangan author lagi ada acara jadi lambat up nya,jangan lupa ninggalin jejak yah,tunggu entar malam lagi😘🤗
***Happy new year author ucapkan buat semua readers kesayanganku,semoga tahun ini kita semua semakin menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun kemaren🤗🤗