
Operasi Ruby telah selesai,dia melahirkan seorang anak laki-laki yang dari garis-garis wajahnya terlihat sangat tampan dan sangat mirip dengan Satya,tapi belum begitu jelas karena ia yang lahir prematur,badannya sangat kecil dan kulitnya masih sedikit keriput.Bayi Ruby lalu dimasukkan kedalam kotak inkubator didalam sebuah ruang khusus sampai ia bisa beradaptasi dengan dunia luar.Sedangkan Ruby sampai jam kedelapan setelah melahirkan,ia belum sadar juga.Dokter Anna mulai terlihat gelisah,
"Kamu udah dimana sekarang Nat,aku takut banget Ruby kenapa-kenapa,apa aku hubungi Satya saja yah,ah tapi Nata menyuruhku tidak menghubungi Satya dan aku sudah janji,ya ALLAH tolong selamatkan Ruby,Nat cepetan datang",kata dokter Anna pada dirinya sendiri.
Ia sudah menyiapkan kamar VIP untuk perawatan Ruby atas permintaan dokter Nata,Lila dan Rendra sejak tadi berada disana menunggu kabar dari dokter Anna,
"Lil,Ruby belum sadar,aku akan menunggu dokter Nata disini,biar dia yang memutuskan apa yang harus dilakukan",kata dokter Anna saat menelfon Lila.
"Iya dok,lakukan yang terbaik untuk non Ruby",balas Lila yang terlihat sangat sedih.
"Apa keluarga Biantara ada yang menghubungimu?",tanya dokter Anna.
"Aku sudah mematikan telfonku sesudah berbicara dengan dokter Nata tadi dok",jawab Lila,membuat dokter Anna menarik nafas dalam.
"Ya sudah Lil,kita ikuti saja dulu kata Nata,mungkin ini untuk kebaikan Ruby,oya gimana Rendra?",tanya dokter Anna lagi.
"Rendra sudah tidur dok",
"Ya sudah Lil,kamu istirahat juga,Nata akan tiba besok pagi",dokter Anna menyuruh Lila istirahat,sementara ia sendiri masih terus terjaga.
"Loh,kog dokter Anna masih disini,apa masih ada operasi?",tanya dokter jaga malam itu pada dokter Anna.
"Gak ada dok",jawab dokter Anna.
"Kog gak pulang?apa dokter mau nginap?",tanyanya lagi.
"Iya dok,ada yang harus aku selesaikan",dokter Anna tidak ingin menceritakan pada siapapun dirumah sakit itu tentang Ruby,ia hanya mengaku sebagai keluarga dari Ruby,untungnya Ruby menikah dibawah tangan dengan Satya jadi tidak ada yang mengenalinya.Biarlah dokter Nata yang berurusan dengan dokter kepala saat datang nanti.
Setelah subuh dokter Anna baru bisa memejamkan matanya,setelah sebelumnya ia melihat keadaan bayi Ruby yang belum memiliki nama itu.Ia tidur dikursi kerjanya sambil menelungkupkan wajahnya pada meja didepannya,ia terbangun saat terdengar suara menyebut namanya,
"Anna,Anna,bangun Na",kata suara yang sudah berada disamping dokter Anna,dan dia adalah dokter Nata.Dokter Anna membuka matanya perlahan,
__ADS_1
"Nat,akhirnya kamu datang juga",ucapnya merasa lega melihat laki-laki dihadapnnya sekarang.
"Maafin aku Na,sudah menyusahkanmu",ucap dokter Nata.
"Gak usah mikirin itu Nat,yang harus kita fikirin sekarang Ruby,Ruby belum sadar juga Nat sejak kemarin",dokter Nata terlihat sangat shock.
"Apa Na,apa maksud kamu?",tanya dokter Nata dengan suara bergetar.
"Ruby kehilangan banyak darah dimeja operasi,aku sudah memberinya transfusi darah sebanyak tiga kantung tapi sampai sekarang ia belum sadar juga Nat",jawab Ruby menunduk.Dokter Nata meremas wajahnya kasar.
"Kita harus gimana sekarang Nat?",tanya dokter Anna.
"Aku akan membawa Ruby ke Jerman",jawab dokter Nata pasti.
"Kamu jangan gila Nat,dokter kepala tidak akan mengizinkanmu",dokter Anna kaget dengan ucapan dokter Nata.
"Aku akan cari cara Na supaya aku bisa membawa Ruby ke Jerman malam ini",ucapnya lagi membuat dokter Anna membulatkan matanya.
"Terserah kamu saja Nat,aku pusing",kata dokter Anna sambil berlalu kekamar mandi diruangannya.Dokter Nata pun duduk disofa tamu dalam ruangan dokter Anna.
"Aku minta tolong sama kamu Na,untuk menghubungi perusahaan jet pribadi,kamu kan punya sepupu disana,aku akan menyewanya ke Jerman",dokter Nata memang tidak sekaya tuan muda Satya yang memiliki jet pribadi tapi ia juga bisa menyewa bahkan beberapa jet pribadi.Papa dokter Nata adalah mantan dokter kepala dirumah sakit terbesar dikota M yang sekarang ditempatinya kerja bersama dokter Anna.
"Tapi Nat,siapa dokter yang akan bertanggung jawab selama diperjalanan?",tanya dokter Anna.
"Aku sendiri yang akan bertanggung jawab,Na",jawab dokter Nata.
"Tapi kamu lagi cuti sekolah sekarang Nat,kamu dokter OF dari rumah sakit ini",dokter Anna benar-benar bingung mendengar kata-kata dokter Nata.
"Aku akan memohon pada dokter kepala Na",doakan saja aku berhasil membujuknya",
"Terserah kamu sajalah",dokter Anna tidak tau harus bicara apalagi.Dokter Nata pun keluar dari ruangan dokter Anna menuju ruang perawatan Ruby,ia menahan bulir-bulir air matanya jatuh melihat kondisi Ruby saat ini.Setelah lama menatap wanita didepannya,ia pun berjalan menyusuri rumah sakit menuju ruangan khusus perawatan bayi prematur.
__ADS_1
Ia melihat seorang bayi yang sangat kecil diruangan itu sedang tertidur lelap,wajah bayi itu sangat mirip dengan Satya,dokter Nata menghela nafas pelan,ia berkata pada dirinya sendiri,
"Satya,anakmu sangat lucu dan kamu sama sekali tidak memperdulikannya sekarang,maafkan aku Sat,aku akan membawanya pergi jauh,kamu tidak akan melihatnya lagi",setetes air matanya jatuh.
Setelah melihat keadaan Ruby dan bayinya,ia pun berlalu hendak keruangan dokter kepala,sebelum masuk keruangan itu ia menarik nafas terlebih dahulu,
"Assalamualaikum dok",sapanya pada dokter kepala setelah berada didalam.
"Waalaikumsalam dokter Dinata,silahkan duduk",ucap dokter kepala,ia sangat tahu kredibilitas dokter Nata selama bekerja dirumah sakit ini.
"Makasih dok",balas dokter Nata.
"Ada keperluan apa dokter Nata datang kemari",tanya dokter kepala setelah dokter Nata duduk didepannya.
"Ada sesuatu yang penting ingin saya bicarakan sama dokter dan saya sangat mengharapkan bantuan dokter kepala",ucap dokter Nata memohon.
"Apa itu,dokter Nata,kalau saya bisa membantu kenapa tidak",balas dokter kepala.
"Saya punya sahabat yang dirawat disini dok,tapi dia sedang koma setelah melahirkan,saya bermaksud membawanya ke Jerman malam ini",dokter Nata terlihat tegang.
"Apa?tidak semudah it membawa pasien begitu saja dokter Nata,dokter siapa yang bertanggung jawab pada pasien itu?",tanya dokter kepala.
"Dokter Anna,dok",
"Tapi saya akan mengambil alih tugasnya,saya yang akan bertanggung jawab selama di perjalanan,dok",
"Tapi dokter Nata saat ini tidak tercatat sebagai dokter dirumah sakit ini,perjalanan ini sangat beresiko",dokter kepala memperingatkan dokter Nata.
"Saya mohon dok tolong bantu saya",dokter Nata berdiri dan membungkukkan badanya pada dokter kepala,ia tidak mengangkat angkat kepalanya sampai ia mendengar dokter kepala berucap,
"Baiklah,urus semua prosedurnya hari ini juga,hubungi dokter kenalan kamu dirumah sakit Jerman",dokter kepala menghela nafas berat,ia sebenarnya berat membantu dokter Nata tapi mengingat dokter Arghany yang begitu banyak berjasa selama dirumah sakit ini adalah papa dokter Nata,ia pun menyetujui permintaan dokter Nata.
__ADS_1
Hari itu dokter Nata sangat sibuk mengurus keberangkatannya ke Jerman bersama Ruby,dibantu dokter Anna dan beberapa dokter lainnya.
🤩😍Hi readers kesayangan up lagi yah,seperti yang kemarin author bilang sehari cuma akan UP DUA BAB,bab selanjutnya tunggu entar lagu yah,jangan lupa tetep kasi semangat pada author dengan like,vote dan koment🤗