
Pagi itu Rania membuka mata saat matahari mulai meninggi,ia meraba kasur disampingnya ternyata sudah kosong.Satya sudah tidak ada disana.Rania ingat semalam ia bercinta dengan Satya tapi tidak seperti biasanya,Satya yang aktif,semalam lebih banyak menerima permainan Rania.
"Ada apa dengan Satya,apa banyak masalah dikantornya?,tapi aku rasa kalau masalah uang,bahkan beberapa kantor cabang tutup pun,dia gak akan bangkrut",Rania bertanya pada dirinya sendiri tapi ia sama sekali tidak curiga Satya akan menghianatinya karena ia tau Satya sangat mencintainya.
Setelah mandi dan bersiap-siap ia lalu turun kebawah,menuju meja makan untuk sarapan pagi,
"Tuan Satya udah lama berangkatnya bi?",tanyanya pada bi ijah yang masih terlihat sibuk didapur.
"Iya nyonya muda,pagi-pagi sekali tuan sudah berangkat,ia juga tidak sarapan padahal bibi udah nyiapin dimeja makan",jawa bi ijah.
"ooooo,mungkin ia sarapan dikantor bi,oya bi aku mau keluar dulu,mungkin agak sore pulangnya,entar bi ijah masak cumi goreng kecap yah,gak tau kenapa mas Satya mau banget makan itu,disuru pesan online saja dia gak mau,mau aku yang buatin katanya padahal dia tau aku gak bisa masak,ada-ada saja",Rania menggeleng gelengkan kepalanya.
"Baik nyonya muda",jawab bi ijah menyunggingkan senyum.Rania kemudian berjalan menuju garasi mengambil mobilnya dan melajukannya ditengah padatnya jalanan kota M,ia sudah janjian sama Aya untuk melakukan perawatan disalon langganannya setelah pulang dari berlibur kemaren.
Di APARTEMEN RUBY
Ruby yang pagi itu sedang sibuk memasak didapur,tiba-tiba berhenti saat mendengar suara salam dari pintu,
"Assalamualaikum",
"Waalaikumsalam,mas Satya???,mas kog pagi-pagi sekali kesini?",tanya Ruby terlihat heran melihat kedatangan Satya.
"Boleh aku numpang sarapan disini?",balas Satya tidak menjawab pertanyaan Ruby.
"Boleh mas,kebetulan aku lagi masak cumi goreng kecap,yang kemaren malam gak jadi dimasak",Ruby tidak ingin bertanya lagi pada Satya,mungkin saja Satya memang hanya ingin mampir.
"Rendra sayang,mau papa beliin mobil-mobil besar gak yang ada lampu-lampu diatasnya",tanya Satya setelah duduk dimeja makan disamping Rendra,Ruby hanya tersenyum menatap mereka sambil menata makanan dimeja.
"Mau pa mau",jawab Rendra dengan suara khas anak-anak yang belum terlalu jelas.
"Kalau begitu Rendra harus makan yang banyak sekarang",ucap Satya sambil mengelus elus kepala Rendra.
__ADS_1
"Iya pa",
"Sini bunda suapin sayang,biar papa makan duluan yah",kata Ruby lalu menggeser kursi Rendra kedekatnya.
Mereka pun sarapan bersama.Satya memang sengaja berangkat pagi-pagi sekali dari rumah agar bisa mampir keapartemen Ruby sebelum kekantor.Ia merasa mendapatkan kehangatan keluarga bersama Ruby yang tidak ia dapatkan bersama Rania karena Rania terlalu sibuk dengan teman-temannya,tapi ia tidak ingin mempermasalahkan hal itu karena ia sangat mencintainya.
"Makasih yah By sarapannya",ucap Satya saat hendak keluar dari apartemen Ruby,ia lalu mengecup perut Ruby dan merasakan gerakan calon anaknya.
"Dia bergerak lagi By,jagoan papa mau ikut ngantor yah,apa udah mau gantiin papa jadi CEO dikantor?",Satya berjongkok didepan perut Ruby sambil mengajak calon anakya bicara,Ruby hanya tersenyum melihat itu.
"Yah udah papa pergi dulu yah,kamu sehat-sehat didalam,nanti kita ketemu saat kamu udah keluar dari perut bunda karena sekarang bunda gak ngizinin papa nengokin kamu",Muka Ruby langsung memerah seperti kepiting rebus mendengar kata Satya,ia menjadi salah tingkah,untungnya Satya cepat mengerti keadaan itu,
"Aku pamit yah By",ucapnya sambil mengecup pelan kening Ruby,Ruby sudah terbiasa dengan hal itu.
"Iya,mas hati-hati dijalan",balasnya,ia baru menutup pintu apartemennya saat Satya sudah memasuki Lift.
Baru saja ia akan masuk kedalam kamar,handphonenya dimeja ruang tamu berdering,
"Aku baru habis sarapan bu,grandma apa kabar,aku belum sempat-sempat kerumah utama",katanya pada sipenelfon yang ternyata adalah ibu Rita.
"Grandma baik sayang,dia sekarang lagi kekantor Cabang sama Wina,oya kamu siap-siap sekarang,sebentar lagi Ibu jemput kesana,Ibu mau kesalon sama Candra,kamu bisa sekalian ikut ambil perawatan kulit untuk ibu hamil",
"Baiklah bu",Ruby sebenarnya gak terlalu ingin kesalon tapi ia tidak ingin menolak ajakan Ibu mertuanya.
Tidak lama setelah Ruby bersiap handphonenya kembali berdering,
"Ibu sudah ada dibawah sayang,Ibu tunggu dibawah yah",
"Iya bu",Ruby pun turun kebawah setelah pamit pada Lila dan Rendra,Rendra yang tadinya nangis mau ikut,bisa ditenangkan Lila dengan bujukan mereka akan main ditaman sebentar.
"Ye tambah cantik aja By,eike iri deh sama ye,wajahnya glowing meski tidak perawatan disalon mahal",kata Candra menoleh kebelakang saat Ruby sudah duduk dikursi penumpang disamping ibu mertuanya.
__ADS_1
"Kamu bisa aja Can",balas Ruby tersenyum simpul menambah kecantikan wajahnya.
"Candra benar sayang,kamu makin hari makin cantik",sahut ibu mertuanya membuat Ruby tersipu malu,
"Makasih bu".
Sebelum mereka masuk kedalam salon,mereka berpapasan dengan Rania dipintu masuk,
"Ibu???",Rania terlihat kaget melihat ibu mertuanya disana.
"Ibu apa kabar?maaf bu,aku belum sempat nengokin kerumah utama,Grandma baik-baik saja bu?",tanyanya menyapa Ibu Rita.
"Belum sempat atau memang gak mau menyempatkan diri",sahut Candra yang terlihat sinis pada Rania,Rania hanya tersenyum kecut.
"Iya Nia Grandma baik-baik saja,kamu apa kabar?",Ibu Rita bertanya balik,ia memang selalu bersikap baik sama siapa saja termasuk pada Rania,bagaimanapun Rania adalah menantu pertamanya dan ia juga pernah dekat dengannya.
"Aku juga baik-baik saja bu",jawab Rania menoleh kearah Ruby yang sejak tadi berdiri disamping ibu mertuanya,ia memperhatikan perut buncit Ruby.
"Dia siapa bu?",tanyanya melihat seorang perempuan cantik berhijab didekat ibu mertuanya,membuat Ibu Rita terlihat kaget.
"Dia....dia menantu teman arisan ibu,kebetulan dia juga mau kemari untuk perawatan kulit jadi sekalian saja bareng sama ibu",Ibu Rita tidak tau harus menjawab apa,pertemuannya yang tiba-tiba dengan Rania membuatnya tidak punya persiapan kata-kata,ia juga tidak tega memberitahukan Rania kebenarannya,biarlah ia tahu sendiri dari Satya.
"Rania",ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Ruby.
"Ruby",balas Ruby dengan tangan gemetar tapi Rania sepertinya tidak memperhatikan itu,
"Kamu cantik sekali,udah berapa bulan kandungannya?",tanya Rania lagi.
"Makasih mba,mba juga cantik,udah masuk enam bulan mba",jawab Ruby pelan,ia juga mengagumi kecantikan Rania yang selama ini cuma ia lihat dari foto-foto disosmednya,ternyata aslinya jauh lebih cantik.Ruby memang kadang-kadang membuka sosmed Rania tapi ia tidak berniat untuk menambahkannya kedalam pertemanannya.
"Kalau begitu,kami masuk duluan yah Nia,kalau ada waktu main-mainlah kerumah utama",kata bu Rita sambil mencium pipi kanan dan kiri Rania.Hal yang sama dilakukan juga oleh Ruby,ada gemuruh besar didadanya saat kulit Rania bertemu dengan kulitnya.Ia merasa sangat bersalah pada wanita didepannya,yang saat ini bersikap baik padanya tanpa ia tau kalau ternyata ia adalah istri kedua suaminya.
__ADS_1
😍🤩Hi readers kesayangan,bangun tidur author langsung up loh buat kalian,jadi jangan lupa tetap kasi dukungan yah buat author abal-abal ini supaya cerita ini tetap berlanjut😘🤗