
Setelah kepergian dokter Nata,tinggallah Ruby dan Satya dikamar itu menjaga Rendra.Ruby terlihat canggung untuk memulai pembicaraan dengan Satya.
"By,malam ini kamu nginep disini?",tanya Satya memecah keheningan diruangan itu.
"Kayaknya enggak mas,baby Gyan beberapa malam ini agak rewel,aku mau minta tolong sama kak Sultan aja buat gantiin aku lagi malam ini",balas Ruby.
"By,boleh gak aku bantuin kamu jagain baby Gyan?",tanya Satya lagi.
"Maksud mas?",Ruby terlihat mengerutkan keningnya.
"Maksud aku begini,aku mau liat baby Gyan ngapain aja kalau malam,maksudnya aku mau bantuin kamu ngurus dia",bicara Satya sangat berbelit-belit,ia tidak menemukan kata-kata yang pas untuk dirinya bisa nginap dikamar Ruby.
"Apa maksud mas,mas ingin nginap dikamar aku?",tanya Ruby.
"I...Iya By tapi aku bisa tidur disofa kog,kamu tenang aja aku tidak akan ngapa-ngapain kamu",ucap Satya terbata-bata,ia takut membuat Ruby salah faham.Ruby diam saja,ia tidak menjawab pertanyaan Satya.
"Oya By,tadi aku mampir direstoran cepat saji beliin kamu makanan tapi sepertinya Nata sudah lebih dulu bawain kamu,aku kasi aja makannanya sama suster diluar yah",kata Satya.
"Gak usah mas,entar aku makan,tadi juga cuma makan sedikit",Entah kenapa Ruby tidak ingin menolak niat baik Satya kali ini,Satya tersenyum simpul mendengar jawaban Ruby.
"Mas sendiri sudah makan?",tanya Ruby balik.
"Belum By",jawab Satya pelan,ia bahkan lupa makan siang saking semangatnya mau buru-buru kerumah sakit.
"Ya udah kita makan sama-sama yah",ajak Ruby,Satya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Rubypun berjalan kearah sofa yang diduduki oleh Satya,ia membuka satu kotak makanan yang sudah ada didepannya,yang satunya lagi diberikan pada Satya,mereka pun makan bersama tanpa ada yang mengeluarkan suara.Ruby hanya mampu menghabiskan setengah dari makanan itu.
"Loh kog gak dihabisin By",tanya Satya melihat Ruby sudah berjalan kearah lemari pendingin untuk mengambil softdrink.
"Aku udah kenyang mas",jawab Ruby,ia membuka lemari pendingin dan membulatkan matanya melihat isi didalammya ternyata tersisa satu softdrink.
"Bagaimana ini,kalau aku kasi mas Satya aku gak minum dong,kalau aku yang minum masa mas Satya gak minum",kata Ruby tanpa mengeluarkan bunyi suara,hanya mulutnya yang terlihat komat kamit.
"Kenapa By?",tanya Satya melihat Ruby sedang bingung didepan lemari pendingin.
"softdrinknya sisa satu mas,air mineralnya juga habis",jawab Ruby.
"Yah udah kamu minum aja duluan baru kasi aku sisanya",balas Satya santai.
"Apa mas mau minum dari bekas aku?",tanya Ruby.
"Sampe menua?",Ruby seolah tidak percaya dengan ucapan Satya.
"Iya,kenapa?kamu gak mau menua bersamaku?",tanya Satya lagi.Ruby lagi-lagi diam tidak ingin menjawab pertanyaan Satya.Ia lalu meneguk softdrink ditangannya dan menyerahkan sisanya pada Satya.
"Kenapa gak dijawab By?",Satya memperjelas pertanyaannya pada Ruby.
"Aku mau kekamar mandi dulu mas",Ruby mengalihkan pertanyaan Satya,Satya hanya menarik nafas berat.
Didalam kamar mandi,Ruby menyandarkan tubuhnya pada pintu,ia lagi-lagi berbicara pada dirinya sendiri,
__ADS_1
"Apa benar aku akan menua bersama mas Satya?kenapa hatiku senang mendengarnya meski aku tau ini salah karena tidak sepantasnya aku berharap lebih dari suami wanita lain,ya Tuhan tolong bantu aku mengendalikan perasaan ini,tolong beritau aku apa yang harus aku lakukan",Ruby menutup matanya saat bulir-bulir bening kembali jatuh dipipi putihnya.
"Aku adalah seorang janda beranak dua yang menikah dengan mas Satya,aku tidak bisa membayangkan kalau harus pisah dengan mas Satya lalu kemudian menikah lagi dengan statusku yang sudah beranak tiga,aku hanya seorang wanita biasa,tidak pernah terfikir sebelumnya akan melalui hal seperti ini,aku tidak ingin lagi menikah untuk yang ketiga kalinya",Ruby masih terus meratapi nasibnya.
"By are you oke?",tanya Satya mengetuk pintu kamar mandi,ia khawatir karena Ruby sudah lama sekali didalam.
"Iya mas,bentar lagi aku keluar",jawab Ruby sambil mengusap air matanya.
Setelah membasuh wajahnya dengan air dan melapnya dengan tisyu,Rubypun keluar dari kamar mandi,tapi saat Ruby mencoba menghindari Satya,matanya dan mata Satya malah bertemu,Satya tau Ruby habis menangis lagi.
"By,beritau aku apa yang harus aku lakukan untuk tidak membuatmu menangis lagi?",Kali ini Satya terlihat sangat serius,Ruby menarik nafas dalam-dalam,kemudian ia perlahan berbicara,
"Aku juga saat ini sangat bingung mas,aku tidak tau apa yang harus kita lakukan tanpa harus saling menyakiti,kita bukan lagi anak kecil yang harus melulu berbicara tentang cinta,saat ini kita sudah berada pada fase saling berkomitmen,aku tau cinta itu penting tapi kalau untuk mempertahankan cinta itu akan menyakiti cinta yang lain,lalu apa artinya ada cinta",sampai disitu Ruby berhenti,ia kembali menarik nafas dalam-dalam,kemudian ia kembali melanjutkan.
"Aku tidak perlu menanyakan lagi bagaimana perasaan mas pada mba Rania karena aku sudah tau jawabannya",
"Tapi bagaimana kalau jawabannya tidak sesuai dengan apa yang ada difikiranmu,karena cinta yang dulu ada sekarang sudah terbagi pada wanita lain?",tanya Satya sangat pelan,Ruby menatap tajam kearahnya.
"Semudah itu mas bilang cinta disaat mas sudah sangat mengabaikan wanita itu,dan segampang itu mas membagi cinta yang dulu sangat mengakar dihati mas",suara Ruby terdengar agak meninggi.
"Iya,aku tau aku sudah salah karena terlambat menyadari semuanya,aku hampir gila saat tau kamu menghilang dari kota M,dan apa aku juga salah kalau perasaanku pada Rania sekarang terbagi?,aku sudah berusaha By,aku berusaha melawan hatiku agar tidak terbawa arus masuk kedalam hatimu tapi aku tidak bisa karena arus itu terlalu deras,aku tidak bisa mengendalikannya",Satya menundukkan kepalanya,ia mengusap sudut matanya menahan bulir bening jatuh dari sana.Ruby tidak bisa lagi berkata apa-apa.
Satya mendekat kearah Ruby,ia tidak bisa lagi menahan untuk memeluk Ruby,Ruby kaget mendapat perlakuan tiba-tiba dari Satya,ia berusaha untuk melepaskan diri tapi Satya semakin mempererat pelukannya,Ruby tidak bisa melawan badan kekar Satya.
"Tolong jangan dilepas By,sebentar saja,aku sangat merindukanmu,aku sudah lama ingin merasakan lagi pelukanmu",ucap Satya memohon,Ruby akhirnya pasrah menerima perlakuan Satya,meski ia tidak membalas pelukan itu tapi ia membiarkan saja Satya memeluknya.Air matanya terus mengalir,ia merasakan kesedihan yang teramat dalam,bagaimana tidak,karena saat sesuatu yang sangat diharapakan itu ada didepan mata dan sudah menawarkan dirinya tapi tidak bisa kita miliki karena ternyata dibelakangnya ada tali yang mengikat erat ditubuhnya.
__ADS_1
❤️❣️Jangan lupa ninggalin jejak yah Readers Kesayangancuuu🤗
***Maaf yah hari ini author lambat up karena lagi banyak kerjaan😘