ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Mulai Terungkap


__ADS_3

Zion menemani Kevin bermain dikamar. Meskipun Zion tidak yakin kalau Kevin anaknya. Tapi dia kasihan melihat kondisi Kevin yang memprihatinkan. Zion tak tega melihat anak sekecil itu sudah menderita penyakit yang berat.


"Kevin apa kau mau sembuh?"tanya Zion.


"Mau Pa, tapi umur Kevin tak lama lagi"ucap Kevin.


"Kevin pasti sembuh, kau harus semangat"ucap Zion.


"Kevin cuma mau main sama Papa"ucap Kevin.


"Kita berobat ke rumah sakit, biar Kevin sembuh ya"ucap Zion.


"Gak mau, Kevin gak mau disuntik, sakit Papa" ucap Kevin.


Zion langsung mengusap rambut Kevin dengan tangan kanannya. Dia melihat kaki dan tangan Kevin bengkak, nafasnya juga sesak. Zion kasihan melihat kondisi Kevin. Meskipun begitu Kevin masih memaksakan diri untuk bermain dengan Zion. Tak lama handphone milik Zion berdering. Zion berjalan keluar dari rumah untuk mengangkat panggilan dihandphonenya.


"Hallo"ucap Zion.


"Hallo Bos"ucap Ken anak buah Zion.


"Apa ada informasi yang ingin kau sampaikan?" tanya Zion.


"Ada Bos"ucap Ken.


"Katakan"ucap Zion.


"Sebelum Katrine menemui Bos tujuh tahun lalu, dia sempat bertemu Gerry sahabatnya. Katrine dan Gerry sepertinya memiliki hubungan yang lebih dari sahabat. Tapi setelah pertemuan itu, Katrine tak pernah lagi menemui Gerry. Katrine hamil dan membesarkan anaknya sendiri. Baru dua tahun ini dia pindah ke negara ini. Kemungkinan dia mencari Bos"ucap Ken.


"Gerry?.....aku kenal dia. Tolong selidiki hubungan Katrine dan Gerry"ucap Zion.


"Baik Bos"ucap Ken.


.


Zion menutup telponnya. Dia yakin akan segera mengetahui kebenaran dari semua ini. Zion menghampiri Kevin. Dia ingin tahu apa Kevin anaknya atau tidak. Zion mengusap rambut Kevin, dia hendak mencabut rambutnya untuk tes DNA tapi Katrine keburu masuk ke kamar itu.


"Zion ayo makan, aku sudah masak"ucap Katrine.


"Iya"ucap Zion.


Zion keluar dari kamar itu bersama Katrine. Mereka menuju ke ruang makan dirumah itu.


Katrine masak banyak menu untuk Zion. Dimeja itu dipenuhi berbagai macam menu makanan. Zion duduk dan mulai makan.


"Gimana masakanku?"tanya Katrine.


"Enak"ucap Zion singkat.


"Aku akan memasakkanmu setiap hari asal kau jadi suamiku"ucap Katrine.


"Tidak perlu repot-repot, istriku Dianka sangat pandai memasak"ucap Zion.


"Bisakah saat kita berdua tidak membahas Dianka, kenapa harus Dianka terus Zion?"ucap Katrine.


"Dia istriku Katrine dan aku sangat mencintainya. Tentunya aku akan terus mengingatnya dan memanggil namanya"ucap Zion.


"Zion ku mohon kembalilah padaku seperti dulu"ucap Katrine.


"Kau yang sudah meninggalkanku dan sekarang kau minta aku kembali"ucap Zion.

__ADS_1


"Aku tahu aku salah Zion tapi aku masih mencintaimu sampai sekarang tak pernah berubah"ucap Katrine.


"Katrine, aku disini karena kasihan pada Kevin, jadi jangan melewati batasmu"ucap Zion.


Zion berdiri dan meninggalkan Katrine dari ruang makan itu.


"Zion....maafkan aku, ku mohon hik.... hik......."ucap Katrine sambil menangis.


**********


William menemui Alex palsu dikamarnya. Dia ingin menyusun rencana baru untuk menjerat Dianka masuk ke dalam pelukannya.


"Bos"ucap Alex palsu itu.


"Aku punya tugas untukmu"ucap William.


"Tugas apa Bos?"tanya Alex palsu.


"Dekati Dafa anak Dianka, buat dia lengket padamu"ucap William.


"Baik Bos"ucap Alex palsu.


William keluar dari ruangan itu. Dia masuk ke kamarnya. Dikamar itu dipenuhi foto Dianka.


"Dianka mengapa begitu sulit mendapatkanmu, aku sangat mencintaimu, kenapa kau lebih memilih Zion"ucap William.


William mengusap foto Dianka, dia begitu terobsesi pada Dianka. Rasa cintanya begitu besar pada Dianka sampai dia merencanakan ini itu untuk mendapatkan Dianka.


***********


Lara memasak didapur untuk Alex. Entah kenapa dia memasak semua masakan yang disukai Alex. Tiba-tiba Alex menghampiri Lara. Dia memeluk Lara dari belakang tubuhnya.


"Panti asuhan?"tanya Lara.


"Iya, aku memiliki beberapa anak yatim piatu dipanti asuhan milikku"ucap Alex.


"Pasti banyak anak kecil ya"ucap Lara.


"Iya, banyak anak kecil"ucap Alex.


"Aku mau ikut"ucap Lara.


"Oke sayang"ucap Alex.


"Aku memasak masakan kesukaanmu"ucap Lara.


"Kau ingat masakan kesukaanku, bagus"ucap Alex.


"Kau mau makan?"tanya Lara.


"Mau, aku lapar sayang"ucap Alex.


"Duduklah disana, aku akan menyiapkannya dimeja"ucap Lara.


Alex langsung mencium kening Lara.


Cup


"Aku menunggumu sayang"ucap Alex.

__ADS_1


Alex berjalan menuju ruang makan dan duduk menunggu Lara. Semua makanan segera disajikan Lara untuk Alex. Mereka makan bersama diruang makan itu.


************


Dianka bolak balik diranjangnya. Dia begitu merindukan Zion. Rasanya ada yang hilang saat Zion tak ada disampingnya.


"Lelaki menyebalkan itu membuatku merindukannya"ucap Dianka.


Dianka keluar dari kamarnya, baru membuka pintu, Zion berdiri tepat dipintu kamar itu.


"Zion"ucap Dianka langsung memeluknya.


"Kangen ya"ucap Zion.


"Siapa yang kangen? aku hanya merasa sepi gak ada teman berantem"ucap Dianka.


"Jadi cuma mau berantem"ucap Zion.


"Gak begitu"ucap Dianka.


"Bos pulang kok gak disambut ciuman, mau gajimu ku potong?"ucap Zion.


"Ih....kau mulai menyebalkan lagi, pasti disana kau genit pada Katrinekan"ucap Dianka.


"Iya dong, kita mengenang kemesraan dimasa lalu yang indah"ucap Zion.


"Oh....jadi kau bermesraan dengan Katrine, tidur diluar malam ini, aku gak mau tidur denganmu" ucap Dianka.


"Yakin, kau pasti merindukan belaianku"ucap Zion.


"Kau ini Zion"ucap Dianka.


Zion langsung membopong Dianka ke ranjang dikamarnya. Zion langsung meluapkan setiap kerinduannya pada Dianka. Mereka melakukan hal romantis itu dengan penuh cinta dan kemesraan. Dianka sampai berkali-kali mengeluarkan suara indahnya saat Zion meluapkan Cintanya. Setelah berkali-kali melakukannya, mereka menyudahinya. Zion dan Dianka berbaring diranjang sambil berpelukan.


"Zion, kemarin aku bertemu CEO dari Perusahaan Three Star Group namanya Betrand Antonio"ucap Dianka.


"Oh....Betrand Antonio"ucap Zion.


"Kau mengenalnya?"tanya Dianka.


"Kenal sih tidak, tapi dia itu anak konglomerat dikota ini"ucap Zion.


"Orangnya ramah"ucap Dianka.


"Kau harus berhati-hati, dia itu tampan, awas jangan tergoda dengannya"ucap Zion.


"Boleh juga untuk cadangan kalau kau tidak balik ke rumah"ucap Dianka.


"Sayang kau sudah jadi Bos diperusahaanku masih juga ingin menjadi Bos ditempat lain"ucap Zion.


"Biar aku semakin kaya sayang"ucap Dianka.


"Aku akan menghukummu kalau kau berani genit dengan Betrand"ucap Zion.


"Gak takut tuh"ucap Dianka.


"Kalau begitu aku akan menghukummu sekarang"ucap Zion.


"Zion.....ampun.....aku lelah"ucap Dianka.

__ADS_1


Zion kembali melakukan hal romantis bersama Dianka. Hukuman manis itu menjadi kebersamaan untuk mereka berdua.


__ADS_2