
Rahel bersembunyi didalam bangunan hotel itu.
Dia tidak berani keluar, dia tahu William ada diluar bersama anak buahnya. Dia tidak ingin William menangkapnya gara-gara kejadian kemarin yang memilukan itu.
"Aduh pria cabul itu kenapa gak pulang-pulang, jangan-jangan hotel ini miliknya lagi"ucap Rahel.
"Benar-benar menakutkan, kemana-mana selalu membawa anak buahnya"ucap Rahel.
Rahel memperhatikan William yang sedang memantau proyek pembangunan hotel itu.
"Kalau dia tak pergi secepatnya aku bisa dimarahi mandor nih"ucap Rahel.
Rahel mengintip dari tiang dekat tepi hotel dilantai dua. Tiba-tiba salah seorang temannya mengusilinya dengan mengagetkannya.
"Da........"ucap Seno.
"Aaaaaa........"ucap Rahel terdorong kedepan hingga terjatuh dari lantai dua.
"Aaaaaaaaa........."ucap Rahel.
Bluuuuuuug.................
William menangkap Rahel dengan kedua tangannya. Kini Rahel berada begitu dekat dengan William. Dia dalam bopongan William.
"Hei kau wanita"ucap William.
"Eh....pria cabul, apa kabar? Anda sehat?"tanya Rahel.
William langsung mencium Rahel kembali tapi
Rahel melepas ciuman itu dari William.
"Hei pria cabul jangan asal nyium orang"ucap Rahel.
"Aku tak hanya akan menciummu tapi akan membuatmu merengek semalaman"ucap William.
"Ih....najis"ucap Rahel.
Rahel langsung mengigit pundak William.
"Aw............"ucap William.
Spontan Willliam melepas tangannya dari tubuh Rahel hingga Rahel terjatuh ditanah.
Bluuuuuug...........
"Aw..............."ucap Rahel.
"Wanita kau ini seperti binatang main gigit aja"ucap William.
"Kau tidak melihat aku juga kesakitan, lain lali menolong itu yang ikhlas jangan ada maunya"ucap Rahel.
"Aku tidak berniat menolongmu tapi ingin membuatmu merengek semalaman"ucap William.
"Apa diotakmu gak ada yang lain selain itu"ucap Rahel.
"Hei, semua itu untuk membayar kesalahanmu yang berani sekali padaku"ucap William.
"Bisa gila aku kalau bertemu denganmu lagi"ucap Rahel.
"Pengawal tangkap wanita ini"ucap William.
"Eh.....main pengawal aja, ka....kabuuuuur"ucap Rahel langsung berdiri dan berlari dari tempat itu.
"Hei wanita aku akan menangkapmu"ucap William.
William dan anak buahnya mengejar Rahel kesana sini.
__ADS_1
"Aduh.....dia masih mengejarku, kenapa nasibku apes banget harus bertemu pria cabul itu"ucap Rahel.
Rahel bersembunyi dan mengambil baju ditempat jemuran orang, dia berganti pakaian, melepas topinya, menggerai rambutnya lalu mengambil lipstik dan bedak dijendela kamar orang, dekat jemuran itu.
"Ampun ini dress minim amat kurang bahan apa, penampilanku menor nih kaya mau mangkal dipinggir kali"ucap Rahel.
"Yah sepatu gimana? ah.....nyomot punya orang aja"ucap Rahel.
Rahel mengambil heels dari kamar itu lewat jendela kamar.
"Udah selesai"ucap Rahel.
"Yah kok jadi susah jalan gini"ucap Rahel.
Rahel berjalan keluar dari persembunyiannya.
William berlari bersama anak buahnya mencari Rahel kebetulan dia berpapasan dengan Rahel yang berganti dandanan dan pakaian.
"Cantik sekali wanita itu"ucap William.
"Pengawal tangkap wanita cantik itu bawa ke mobilku"ucap William.
"Oke Bos"ucap Pengawal William.
Pengawal William menangkap Rahel.
"Lah udah nyamar kok masih ditangkep juga, apes banget"batin Rahel.
"Lepasin gue gak"ucap Rahel.
Rahel dibawa masuk ke dalam mobil William.
Saat didalam mobil William langsung memojokkannya.
"Mas saya ini bayarannya mahal jadi tolong jangan minta gratisan"ucap Rahel.
"Tenang aku akan membayarmu berapapun"ucap William.
"Aduh....pintu mobilnya dikunci, gimana caranya kabur"batin Rahel.
"Siapa namamu? kau cantik sekali, mulus lagi aku suka"ucap William.
"Aku Miss Cantik"ucap Rahel.
"Secantik namanya"ucap William.
"Mas biasanya aku gak biasa melakukannya didalam mobil gak nyaman"ucap Rahel.
"Masih gadis aku tambah semangat"ucap William.
"Aduh .....pria cabul ini bisa-bisa....."batin Rahel.
Rahel membayangkan apa yang akan terjadi.
"Aw.....lepaskan sakit......"ucap Rahel.
"Diamlah cantik aku belum puas"ucap William.
"Lepaskan aku, kau tega mengambil kehormatanku hik....hik....."ucap Rahel.
"Kau sudah jadi milikku jadi diamlah dan nikmatilah"ucap William.
Rahel tersadar dari lamunan panjangnya.
"Gak, pasti akhirnya begitu"batin Rahel.
"Sayang....gimana kalau kita ke hotel aja biar tambah hot, disini sempit"ucap Rahel.
__ADS_1
"Benar juga, dihotel bisa sampai pagi"ucap William.
"Apa?...sampai pagi, pria cabul ini membahayakan sekali, kabuuur udah jalan yang paling aman"batin Rahel.
William kembali duduk dan merangkul Rahel ke pangkuannya.
"Aduh.....kenapa dia memangkuku gimana mau kabur...."batin Rahel.
"Cantik mau jadi peliharaanku?"tanya William.
"Apa? peliharaan? memangnya aku ini binatang apa"batin Rahel.
"Terdengar menggelikan kalau aku jadi peliharaanmu sayang"ucap Rahel.
"Aku akan memberimu rumah, mobil, dan uang banyak"ucap William.
"Sayang aku ini ingin jadi milikmu seutuhnya jadi kau harus menikahiku"ucap Rahel mengeles.
"Kalau itu aku tidak bisa"ucap William.
"Memangnya kenapa?"tanya Rahel.
"Hanya ada satu orang yang akan jadi istriku, dia wanita yang paling berharga dalam hidupku" ucap William.
"Pria cabul seperti dia punya seseorang yang dicintai, aku tak percaya"batin Rahel.
Mobil terus melaju hingga sampai disebuah hotel. William dan Rahel keluar dari dalam mobil.
Saatnya bagi Rahel untuk kabur, dia mendorong William dan berlari meninggalkan tempat itu.
"Tangkap Si Cantik itu"ucap William.
"Baik Bos"ucap Pengawal William.
Rahel berlari secepat mungkin, ketika ada taksi lewat, dia langsung menyetopnya dan masuk ke dalam taksi.
"Pak buruan jalan"ucap Rahel.
"Baik Non"ucap Supir taksi.
"Akhirnya gue bebas juga dari cengkraman pria cabul itu"ucap Rahel.
Rahel pulang ke rumahnya. Tak disangka Emaknya sudah menunggunya diruang tamu sambil tertidur.
"Mak....mak....bangun"ucap Rahel.
"Kamu dah pul......."ucap Emak Titin kaget melihat Rahel mengenakan dress.
"Kenapa Mak?"tanya Rahel.
"Nah ini baru cewek....mak jamin kamu laku gak jomblo lagi"ucap Emak Titin.
"Cewek? oh....ini aku tadi aku terpaksa memakai dress ini Mak"ucap Rahel.
"Udah besok-besok begini aja, dijamin cowok satu RT ngantri semua didepan rumah Emak buat ngapelin kamu"ucap Emak Titin.
"Gak ah Mak, malu, lagian risih pakai kaya beginian tar disangkanya jablay"ucap Rahel.
"Nah pemikiran yang kaya gini makanya gak laku-laku, malu tuh kamu belum nikah-nikah. Emak malu ditanyain sama tetangga kamu kapan nikah"ucap Emak Titin.
"Bilang aja belum ada jodohnya Mak"ucap Rahel.
"Yah begini nih Emak jadi senewen, dikasih tahu gak paham"ucap Emak Titin.
"Udah ah Mak, ngantuk, capek, bau keringet mau mandi"ucap Rahel.
"Terus aja begitu, perawan tua baru tahu rasa"ucap Emak Titin.
__ADS_1
Rahel masa bodoh dengan ucapan Emaknya. Dia belum pernah pacaran ataupun suka pada seseorang jadi agak aneh kalau harus nikah.
Apalagi selama ini dia tulang punggung keluarga, mana punya waktu ngurusin masalah percintaan