
Markas Singa Merah
Seorang lelaki kekar dengan rambut panjang dan wajah sangar duduk disinggasananya. Dia mengenakan setelan jas hitam dan mengenakkan topeng yang menutup matanya. Lelaki itu duduk diantara beberapa anak buahnya yang cukup banyak. Seorang anak buahnya menghampirinya dan menghadap padanya.
"Bos saya sudah menemukan dimana Alex dan keluarganya berada"ucap Ximber.
"Bagus, semua yang ada hubungannya dengan Alex harus ditumpas. Agar kasus ini ditutup dan aku bisa menjalankan bisnisku dengan leluasa"ucap Scorpion.
"Saya juga sudah mendapat informasi penting tentang William dan Dianka"ucap Ximber.
"Apa?"tanya Scorpion.
"William sudah memiliki istri begitupun dengan Dianka, dia menikahi Zion kembaran Alex"ucap Ximber.
"Ambil semua kelemahan mereka bawa padaku, kali ini semua yang ada hubungannya dengan Alex harus dilenyapkan sampai ke akarnya"ucap Scorpion.
"Baik Bos"ucap Ximber.
Scorpion tersenyum licik mendengar informasi dari anak buahnya. Selama ini dialah yang memotori Alex untuk menjalankan bisnis ilegalnya. Tapi Alex telah tertangkap polisi, Scorpion khawatir Alex akan buka mulut dan membahayakan bisnis ilegalnya.
************
Siva menemui Lara disebuah restoran, kini Siva sudah hamil lima bulan sedangkan Lara sudah hamil enam bulan. Mereka bertemu untuk menyelesaikan masalah diantara mereka. Lara dan Siva duduk satu meja. Mereka terlihat canggung dan bingung harus bicara apa dulu. Tapi karena Siva merasa bersalah, dialah yang berbicara duluan.
"Kak Lara saya minta maaf telah membuat hubungan Kak Lara dan Om Gibran menjadi seperti ini"ucap Siva.
"Aku sudah melupakan semua itu Siva dan memulai hidup baruku bersama suamiku yang dulu"ucap Lara.
"Tapi sampai sekarang aku merasa bersalah Kak, Om Gibran tidak bersalah. Akulah yang membuat dia terpaksa menikahiku karena kehamilanku. Akulah yang menjebaknya tidur bersamaku demi uang yang ku butuhkan"ucap Siva.
Lara memegang kedua tangan Siva dan berbicara padanya.
"Siva, aku sudah mengikhlaskan semua yang telah terjadi. Hiduplah bersama Gibran dan dampingi dia. Bahagiakanlah dia, Gibran orang yang sangat baik dan penyayang kau pasti akan nyaman dan bahagia bersamanya"ucap Lara.
"Kakak benar Om Gibran memang sangat baik dan penyayang"ucap Siva.
"Aku juga sudah bahagia sekarang bersama suamiku yang dulu dan anakku, bahkan sekarang aku sedang mengandung anak kedua buah cintaku bersama suami yang dulu"ucap Lara.
"Kalau begitu selamat ya Kak, semoga Kakak selalu bahagia bersamanya"ucap Siva.
"Iya terimakasih"ucap Lara.
Setelah mereka menyelesaikan permasalahan diantara mereka, Lara dan Siva berjalan keluar restoran untuk naik taksi. Tiba-tiba ada mobil berhenti didepan mereka dan membawa mereka masuk ke dalam mobil.
"Lepaskan"ucap Lara dan Siva saat berada didalam mobil itu.
"Diamlah kalau kalian masih ingin hidup"ucap Rex anak buah Scorpion.
"Tidak, lepaskan aku"ucap Lara.
Anak buah Scorpion langsung mengikat Lara dan Siva. Mereka juga menutup mulut Siva menggunakan plaster. Kemudian membawa mereka ke Markas Singa Merah.
************
Dianka hendak pergi menjemput Dafa pulang sekolah. Dia mengendarai mobilnya sendirian. Saat mobilnya melaju dijalanan yang cukup sepi, ada dua mobil menghadang mobilnya. Dianka keluar dari mobil itu. Beberapa orang keluar dari dua mobil itu kemudian mengepung Dianka.
"Dianka menyerahlah"ucap Levi.
"Kalian pasti orang suruhan iyakan"ucap Dianka.
"Iya, bagus kalau kau tahu. Jadi menurutlah dan ikut bersama kami"ucap Levi.
"Aku tidak akan menyerah"ucap Dianka.
"Sebaiknya kau pikirkan kondisimu, lihat perutmu sudah besar kau yakin akan melawan kami"ucap Levi.
"Dia benar, gimana kalau terjadi sesuatu padaku dan bayiku, ini terlaku beresiko apalagi jumlah mereka cukup banyak"batin Dianka.
__ADS_1
Tapi tidak ada salahnya mencoba dan menguji kemampuan yang telah lama tak terpakai. Dianka melawan anak buah Scorpion tapi karena kondisinya yang hamil 6 bulan dia kesulitan bergerak dan kurang gesit, akhirnya Dianka ditangkap anak buah Scorpion.
************
Rahel dan Emak Titin pulang ke rumah lama mereka untuk mengambil beberapa barang yang tertinggal dirumah lama mereka. Saat mereka turun dari mobil milik William, beberapa orang dari mobil yang berhenti disamping mobilnya langsung menangkap Rahel.
"Lepaskan"ucap Rahel.
"Diamlah, ikut kami"ucap Horis.
"Tidak, lepaskan aku"ucap Rahel.
"Lepaskan anak Emak"ucap Emak Titin.
Anak buah Scorpion mendorong Emak Titin hingga terjatuh.
Bruuuug............
"Aw.........tolong lepaskan anak Emak"ucap Emak Titin.
Supir mobil William turun dari mobil dan berusaha menyelamatkan Rahel tapi kalah jumlah dan malah babak belur. Emak Titin hanya bisa melihat Rahel dibawa masuk ke dalam mobil itu.
**********
Alex sedang bekerja diperusahaan miliknya. Dia mengecek semua data-data yang masuk dilaptopnya. Saat dia sedang sibuk bekerja, suara handphonenya berdering. Panggilan itu berasal nomor tidak dikenal, Alex langsung mengangkat telponnya.
"Hallo"ucap Alex.
"Alex kau masih ingat aku"ucap Scorpion.
"Scorpion"ucap Alex.
"Bagus, ingatanmu tajam"ucap Scorpion.
"Apa maumu?"tanya Alex.
"Baik, jangan berani menyentuh istriku seujung rambutpun"ucap Alex.
"Oke, segera antarkan nyawamu padaku"ucap Scorpion.
Alex langsung menutup telponnya. Dia bergegas keluar dari perusahaannya menuju ke Markas Singa Merah.
************
Gibran mencoba menelpon Siva tapi tak nomornya tidak aktif. Dia tahu Siva tadi pamit mau menemui Lara tapi sampai siang hari belum kunjung pulang. Gibran mengkhawatirkan Siva apalagi dia sedang mengandung. Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke telponnya.
Pesan dari MR.X
Jika kau mau istrimu kembali
Datanglah ke alamat ini xxxxxxx
Ingat, datanglah sendiri
Jangan lapor polisi
Gibran yakin ini bukan pesan kaleng. Dia pergi ke restoran tempat Lara dan Siva bertemu untuk memastikan kebenaran pesan itu. Setelah melihat CCTV dijalan dekat restoran, dia melihat Lara dan Siva memang dibawa beberapa orang masuk ke mobil. Gibran yakin mereka pasti orang suruhan yang sengaja menculik Lara dan Siva. Akhirnya Gibran memutuskan untuk pergi ke alamat dipesan itu.
*************
Karena mendapat telpon dari pihak sekolah Dafa. Zion pergi ke sekolah Dafa untuk menjemputnya. Seharusnya Dianka yang menjemput Dafa tapi karena Dianka tak ada kabar jadi Zion yang menjemput Dafa. Sampai dirumah besarnya, ZionĀ bertanya pada para pelayan mengenai keberadaan Dianka tapi mereka hanya menjawab kalau Dianka tadi keluar mau menjemput Dafa.
Zion meminta Ken mencari mobil Dianka. Akhirnya Zion mendapatkan kabar dari Ken.
"Hallo Bos"ucap Ken.
"Hallo Ken, gimana?"tanya Zion.
__ADS_1
"Mobilnya ada Bos, tapi Dianka tak ada"ucap Ken.
"Kau sudah mencari Dianka didaerah sekitar mobilnya yang terparkir?"tanya Zion.
"Sudah Bos, tapi Dianka tak ada, posisi mobilnya juga terparkir tak beraturan, bahkan pintu mobilnya masih terbuka"ucap Ken.
"Oke, lanjutkan pencarianmu Ken"ucap Zion.
"Oke Bos"ucap Ken.
Zion menutup telponnya, tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke handphonenya dari nomor yang tidak dikenal.
"Hallo"ucap Zion.
"Kau ingin istrimu?"tanya Scorpion.
"Siapa kau?"tanya Zion balik.
"Nanti kau akan tahu, yang jelas istrimu ada ditanganku"ucap Scorpion.
"Lepaskan istriku"ucap Zion.
"Datanglah ke markasku"ucap Scorpion.
"Oke"ucap Zion.
"Jangan berani lapor polisi, kalau tidak kau tidak akan bertemu istrimu lagi"ucap Scorpion.
Setelah menutup telponnya, Zion mendapatkan pesan alamat yang harus ditujunya. Tanpa berpikir panjang Zion pergi ke alamat itu.
**********
Emak Titin mendatangi William ke perusahaannya. Diruang kerja William, dia memberitahu kejadian tadi pada William. Begitupun dengan supir mobilnya juga memberitahu William ciri-ciri orang yang membawa Rahel.
"Apa mereka orangnya Scorpion?"ucap William.
"Nak Willy selamatkan Rahel anak Emak hik...hik
....."ucap Emak Titin.
"Mak percayalah aku akan menyelamatkan Rahel secepatnya"ucap William.
Tak lama handphonenya berdering, William langsung mengangkat telpon miliknya itu.
"Hallo Scorpion"ucap William.
"Pintar juga, kau tahu aku menelponmu"ucap Scorpion.
"Dimana istriku?"tanya William.
"Dia ada ditanganku, datanglah padaku"ucap Scorpion.
"Oke, tapi jangan berani menyakiti istriku"ucap William.
"Aku menunggumu"ucap Scorpion.
Scorpion menutup telpon itu. Wajah William langsung terlihat marah, dia bahkan mengepal tangannya. Emak Titin menghampiri William yang berdiri didepan meja kerjanya.
"Nak Williy gimana dengan Rahel?"tanya Emak Titin.
"Mak tunggu dirumah, aku harus pergi dulu"ucap William.
"Hati-hati nak"ucap Emak Titin.
"Iya Mak"ucap William.
William meninggalkan perusahaan menuju ke Markas Singa Merah.
__ADS_1