
Setelah mengobati luka Dianka, Zion mengajak Dianka dan Dafa pergi ke tempat Zion memarkirkan mobilnya. Zion menawari Dafa untuk digendong. Dafa langsung gembira dan naik ke gendongan Zion. Dianka merasa memiliki orang yang peduli padanya, Zion seperti memberinya harapan akan sebuah keluarga.
"Papa kapan-kapan kita pergi jalan-jalan bersama lagi ya"ucap Dafa.
"Pekan depan kalau Papa libur kita pergi jalan-jalan"ucap Zion.
"Asyik......"ucap Dafa.
"Zion apa tidak berat menggendong Dafa seperti itu?"tanya Dianka.
"Bahkan jika aku menggendongmu juga kuat" ucap Zion.
Dianka hanya tersenyum malu, perasaannya jadi menghangat, pipinya pun merah.
"Dianka, Dafa tertidur ya?"tanya Zion.
"Iya, dia sudah tertidur dipunggungmu"ucap Dianka.
"Dianka, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan kalian"ucap Zion.
"Zion, banyak hal yang sudah terjadi padaku, semua itu membuatku sulit untuk melupakannya begitu saja, beri aku juga waktu untuk bisa membuka hati untukmu"ucap Dianka.
"Apa perlu aku menggajimu untuk menerimaku, kalau terus ditunda kita akan bertengkar lagi, terus kau menolakku lagi dan lagi"ucap Zion.
"Kau itu tidak sabaran ya, memang kalau menikah, kau mau apa denganku?"tanya Dianka.
"Aku ini lelaki normal, aku ingin melakukan hal yang romantis tentunya denganmu"ucap Zion kesal.
"Hih, aku pikir kau ingin membantuku memasak, mencuci piring, membereskan kamar dan merapikan bajumu sendiri gitu"ucap Dianka dengan enteng.
"Kau pikir aku ini pembantu, oh....jangan-jangan kau mau menerimaku untuk menjadikanku pembantu ya"ucap Zion.
"Lalu untuk apa aku menerimamu selain untuk itu"ucap Dianka.
"Kau ini, aku sudah coba romantis tapi kau malah begini"ucap Zion marah.
"Kau marah, baiklah lupakan ucapanku tadi, gimana kalau aku masakin masakan kesukaanmu"ucap Dianka.
"Kau menyogokku, kalau begitu aku minta dipijat malam ini"ucap Zion.
__ADS_1
"Gak mau, kau pasti minta dipijat sampai tertidurkan"ucap Dianka.
"Kalau gak mau, aku akan marah terus"ucap Zion.
"Hih, pintar sekali"ucap Dianka kesal.
Mereka terus berdebat sepanjang jalan menuju tempat Zion memarkirkan mobilnya. Sepertinya tiada hari tanpa bertengkar untuk Zion dan Dianka.
************
Lara dan Mahira sedang berada diruangan bermain anak dirumahnya. Sambil menemani Mahira makan kue yang dibelinya, dia duduk disofa sambil memainkan handphone miliknya.
Tak sengaja dia melihat foto yang beredar dimedia sosial tentang dirinya dan Carlos. Bahkan diketerangan difoto itu mereka digosipkan pacaran diam-diam. Lara langsung kesal dengan adanya pemberitaan yang tak mendasar itu.
"Siapa yang menyebarkan foto seperti itu, inikan saat tadi aku bertemu Carlos ditoko kue. Kenapa jadi gosip seperti ini"ucap Lara.
Lara mencoba melihat ditelevisi, ternyata semua stasiun televisi juga memberitakan kabar kedekatannya dengan Carlos. Lara mendengus saat semua berita itu menyudutkannya. Ibu Yuliana masuk ke ruangan bermain dan menanyakan kabar berita yang tersebar luas itu.
"Lara, tadi ada kabar gosip tentangmu dan artis papan atas itu, kalau gak salah namanya Car....."ucap Ibu Yuliana sambil mengingat nama artis papan atas itu.
"Carlos Bu"ucap Lara.
"Ya benar Carlos maksudnya, Lara bukannya itu foto yang diambil ditoko kue?"tanya Ibu Yuliana.
"Karena Carlos artis papan atas tentu sedikit gosip tentangnya cepat menyebar luas dan dibesar-besarkan"ucap Ibu Yuliana.
"Aku juga berpikir seperti itu Bu, entah bagaimana ini, semua orang pasti menuduhku selingkuh dari Gibran dan melakukan hubungan terlarang dengan Carlos"ucap Lara.
"Tenang Lara, Ibu dan Gibran tak mungkin terhasut gosip murahan seperti ini, semangat ya nak semua ini pasti akan baik-baik saja dan berlalu begitu saja"ucap Ibu Yuliana.
"Terimakasih Bu"ucap Lara.
Lara senang Ibu Yuliana tak terhasut gosip murahan itu. Bahkan Ibu Yulianan memberi dukungan untuknya. Tinggal Lara menjelaskan pada Gibran nantinya mengenai gosip yang menyebar luas ini.
***********
Gibran sedang menonton televisi diruang keluarga divilla itu. Nona Zelina keluar dari kamarnya dan duduk disofa untuk menonton televisi bersama Gibran. Dia duduk sofa diseberang Gibran. Gibran hanya fokus ke televisi tanpa menghiraukan Nona Zelina yang dari tadi memperhatikannya.
"Apa kau mau makan, biar ku masakan?"tanya Nona Zelina.
__ADS_1
"Tidak perlu, tugasku disini hanya menjagamu jadi kau tak perlu memperlakukanku seperti tamu. Anggap aku bodyguard mu jadi kau tak perlu mengurusiku, pikirkan saja diri Anda dan keperluan Anda sendiri"ucap Gibran.
"Dia begitu dingin, aku semakin penasaran"ucap Nona Zelina dalam hatinya.
Nona Zelina dan Gibran melihat berita gosip artis yang memberitakan kabar kedekatan antara Carlos dan Lara. Seketika Gibran kaget saat melihat foto Lara berpelukan dengan Carlos.
Dia hanya terdiam tanpa berkata apapun melihat berita gosip itu.
"Bukannya itu istri Anda? kok bisa dikabarkan memiliki kedekatan khusus dengan Carlos, artis papan atas itu"ucap Nona Zelina.
"Maaf sepertinya Anda tak perlu mengurusi urusan pribadi saya"ucap Gibran.
"Saya tidak bermaksud mengurusi urusan pribadi Anda, tapi gosip seperti ini bisa mempengaruhi psikologis kita juga, apalagi berita ini diberitakan diseluruh media, baik televisi, surat kabar atau media online lainnya"ucap Nona Zelina.
"Terimakasih untuk perhatiannya, saya mau keluar sebentar mencari udara segar"ucap Gibran.
Gibran berdiri lalu meninggalkan Nona Zelina keluar dari dalam villa itu.
"Kok bisa dia tenang saja dengan gosip yang cukup panas seperti ini, benar-benar lelaki idaman, aku jadi semakin terpesona olehnya" ucap Nona Zelina.
Nona Zelina mulai menyukai Gibran dengan semua sikapnya. Dia merasa Gibran lelaki baik hati yang dia cari selama ini.
***********
Dianka tidak melihat Ibu Terry disekitar rumahnya. Dia mencari Ibu Terry ke kamarnya. Dianka dipersilahkan masuk ke kamar Ibu Terry. Dia melihat Ibu Terry memegangi kakinya. Dianka menghampirinya dan menanyakan keadaannya.
"Ibu kenapa?"tanya Dianka.
"Kakiku keseleo tadi saat naik tangga"ucap Ibu Terry.
"Biar Dianka pijat ya Bu?"tanya Dianka.
"Memang kau bisa memijat?"tanya Ibu Terry.
"Bisa Bu"ucap Dianka.
"Lakukan kalau kau bisa, tapi pelan-pelan"ucap Ibu Terry.
Dianka mengangguk lalu meminjat laki Ibu Terry. Dengan telaten Dianka memijatnya sampai kaki Ibu Terry enakkan. Ibu Terry senang melihat menantunya itu peduli padanya.
__ADS_1
"Dianka kau itu istri Zion, kau harus tahu rahasia yang ibu simpan selama ini tentang Zion"ucap Ibu Terry.
"Rahasia?"ucap Dianka kebingungan.