
Lara bangun dari tidurnya, dia mencium bau masakan yang sangat harum. Ternyata Alex sedang memasak untuk Lara didapur apartemennya. Selesai memasak Alex menghampiri Lara.
"Sayang, ayo bangun dan mandi"ucap Alex.
"Aku tidak mau mandi"ucap Lara.
Alex langsung mendekati Lara dan membopongnya.
"Mas kau mau apa?"tanya Lara.
"Aku akan mengantarkanmu ke toilet untuk mandi"ucap Alex.
"Tapi Mas"ucap Lara.
"Diamlah dan menurut padaku"ucap Alex.
Alex masuk ke toilet itu dengan membopong Lara. Dia menunggu istrinya mandi diluar toilet. Saat Lara membuka pintu, Alex kembali membopongnya.
"Alex aku bisa sendiri"ucap Lara.
"Biar aku memanjakanmu"ucap Alex.
"........"Lara hanya diam.
"Seandainya saja dari dulu kau seperti ini Mas" batin Lara.
Alex menunrunkan Lara didepan lemari, dia memilihkan baju untuk istrinya. Pilihannya jatuh pada dress berwarna biru muda. Pikirnya Lara akan cantik mengenakan dress itu.
"Nih sayang, pakai dress ini" ucap Alex.
Lara menerima dress itu lalu memakaianya. Dia tak peduli dengan suka atau tidak. Yang penting sekarang fokusnya hanya untuk membuat Alex jatuh cinta padanya.
"Kau mau sarapan?"tanya Alex.
__ADS_1
"Aku tidak lapar"ucap Lara.
"Aku sudah masak sarapan untukmu"ucap Alex.
Alex menarik lengan Lara lalu mengajaknya ke ruang makan untuk sarapan. Dia meletakkan piring dan lauk pauk dipiring Lara.
"Makanlah dan habiskan"ucap Alex.
"Mungkin benar kata Ricard, aku harus bisa menyingkirkan urusan pribadiku dan fokus pada misiku"ucap Lara dalam hatinya.
Lara memakan sarapan yang dibuat oleh Alex.
Mereka sarapan bersama dimeja makan itu.
Lalu selalu selesai makan, mereka berbincang.
"Alex, aku ini mangsamu tapi kenapa tiba-tiba kau baik padaku?"tanya Lara.
"Haruskah aku menjawabnya?"tanya Alex.
"Kalau begitu, kemarilah dan cium aku, baru aku akan menjawab pertanyaanmu"ucap Alex.
Lara berjalan menghampiri suaminya. Alex langsung menarik Lara dipangkuannya. Lara duduk dipangkuan Alex dan tatap muka dengannya. Alex langsung mencium istrinya. Dia senang Lara jadi penurut dan mulai menerimanya. Dia tak tahu padahal Lara sengaja membuatnya jatuh cinta.
"Sayang, diamlah disisiku sampai kapanpun"ucap Alex seusai mencium Lara.
"Aku akan diam disisimu sampai kau masuk penjara Alex" batin Lara.
"Bukannya kemarin kau ingin membunuhku"ucap Lara.
"Aku tak akan membunuhmu kedepan, jadilah milikku"ucap Alex.
"Lalu bagaimana dengan dendammu?"tanya Lara.
__ADS_1
"........."Alex hanya diam.
"Kenapa diam? bukannya seharusnya kau balas dendam denganku"ucap Lara.
"Lara jangan bicarakan hal itu lagi, mulai sekarang kau harus bersamaku"ucap Alex.
Lara hanya tersenyum sinis. Dia tak menyangka Alex begitu mudah masuk ke dalam perangkapnya. Alex yang sekarang begitu hangat dan perhatian pada Lara.
***********
Alex kembali ke perusahas miliknya. Dia masuk ke ruangan kerjanya. Martin masuk ke ruangan kerja Alex. Dia ingin memberitahu sesuatu yang penting untuk Alex. Dia duduk berhadapan didepan meja Alex.
"Kak Alex, ada informasi yang akan kusampaikan padamu"ucap Martin.
"Informasi apa Martin?"tanya Alex.
"Istri Giorgio"ucap Martin
"Istri Giorgio, bukannya dia sudah mati"?"tanya Alex.
"Belum, selama ini dia bersembunyi diluar negeri.
Dan sekarang dia sudah kembali"ucap Martin.
"Apa? jadi dia masih hidup. Tangkap dia Martin dan serahkan padaku secepatnya"ucap Alex.
"Baik Kak"ucap Martin.
"Jangan sampai informasi ini bocor pada Lara" ucap Alex.
"Beres"ucap Martin.
Martin keluar dari ruangan kerja Alex. Alex sedang memikirkan hubungannya denga Lara dan dendamnya terhadap Giorgio.
__ADS_1
"Aku terjebak dalam cinta dan dendam. Aku mulai menyayangi Lara yang notabennya adalah mangsaku"ucap Alex.
Alex harus memilih antara dendam atau cinta. Tapi perasaannya tidak bisa berbohong kalau dia mulai menyayangi Lara.