
Alex sedang berada diruangan kerjanya.Dia sedang memikirkan Lara dan juga Dianka.Dia merasa ingin memperbaiki semua kesalahan pada kedua wanita yang dekat dengannya.Alex menyayangi Lara dan Dianka.Dia tak ingin kehilangan keduanya.Apapun yang terjadi Alex akan berusaha membawa Dianka kembali ke pelukannya.Tak lama Martin masuk ke ruangannya.
"Kak Alex,aku punya informasi untukmu"ucap Martin.
"Apa?"tanya Alex singkat.
"Dianka baru saja keluar dari rumah William pergi ke Rumah Sakit Abela"ucap Martin.
"Bagus,kau harus terus pantau pergerakan siapa saja yang keluar dari rumah William.Jika itu Dianka,kau harus lapor padaku"ucap Alex.
"Baik Kak Alex"ucap Martin kemudian keluar dari ruangan kerja Alex.
Alex tersenyum mendengar informasi dari Martin.
Dia segera keluar dari kantor mengendarai mobil pribadinya menuju ke Rumah Sakit Abela.
************
Rumah Sakit Abela
Dianka memeriksakan kandungannya di Dokter kandungan.Dia senang sekali bayi yang dikandungnya sehat dan normal.Dianka berjalan keluar rumah sakit setelah selesai memeriksakan kandungannya.Dia menuju ke basement rumah sakit itu untuk mengambil mobilnya.Baru mau membuka pintu mobilnya,Alex menarik lengannya .
"Alex"ucap Dianka kaget.
"Dianka ikut aku"ucap Alex.
"Alex lepaskan aku,ku mohon"ucap Dianka.
Alex membawa Dianka masuk ke mobilnya dan membawanya ke apartemen miliknya.Dianka tidak tahu apa yang dimau Alex padanya tapi dia melihat mata Alex yang berbeda.Seperti sebuah ketulusan bukan dendam itu yang membuat Dianka yakin mengikutinya sampai apartemen.
Mereka masuk ke dalam apartemen itu.Alex langsung memeluk Dianka.
"Dianka aku rindu padamu"ucap Alex.
"Alex kau kenapa tiba-tiba begini padaku, bukannya aku ini mangsamu"ucap Dianka.
"Lupakan semua itu Dianka,aku ingin memulai hidup yang baru tanpa dendam dihatiku"ucap Alex.
"Benarkah?....kau tak akan membenciku lagi sebagai mangsamu?"tanya Dianka.
"Tidak,Dianka tetaplah disisiku seperti dulu"ucap Alex.
Alex langsung membopong Dianka ke ranjang dikamar itu.Dia membaringkan Dianka diranjang itu.Alex membelai wajah cantiknya.
"Dianka,aku rindu padamu"ucap Alex.
"Alex,apa...."ucap Dianka terhenti ketika Alex mencium bibir cantiknya.
Alex hendak mencium Dianka tapi tangannya menahan bibir Alex.
__ADS_1
"Alex hentikan,kita tidak boleh seperti ini"ucap Dianka.
"Dianka bukannya kita pernah melakukannya,aku rindu bersamamu"ucap Alex.
"Ku mohon jangan Alex"ucap Dianka.
Alex tak menggubris ucapan Dianka,dia mendekap Dianka dengan erat, dan menciuminya.
"Alex lepaskan aku,kau bilang tadi aku bukan mangsamu lagi"ucap Dianka.
Alex langsung menghentikan kegiatannya yang tadi dan menatap wajah Dianka.
"Dianka kau memang bukan mangsamu lagi,tapi aku ingin bersamamu sekarang,aku rindu padamu"ucap Alex.
Dianka melihat tatapan mata Alex yang begitu tulus melihat pada dirinya. Cara bicaranya juga lebih lembut dan hangat. Dianka merasa Alex memang benar-benar ingin berubah. Tapi tetap saja dia dan Alex tak mungkin bersama, apalagi Alex sudah memiliki Lara sebagai istrinya. Dianka tidak mungkin bersama Alex disaat Lara juga bersama Alex.
"Dianka,aku ingin menikahimu"ucap Alex.
"............"Dianka hanya diam.
"Dianka kita akan memulai hidup baru yang indah"ucap Alex.
"Alex,aku tidak bisa"ucap Dianka.
"Kenapa?...apa kau akan memilih William dari pada aku"ucap Alex.
Dianka melepas pelukan Alex dan berdiri disamping ranjang kamar hotel itu.
ucap Dianka.
"Dianka kita sudah bersama sejak lama,apa itu tidak berarti untukmu?"tanya Alex.
"Biarkan masa lalu tetap jadi masa lalu,dan melangkah untuk masa depan baru"ucap Dianka.
Dianka melangkah meninggalkan Alex keluar kamar itu.
"Aku mencintaimu Dianka"ucap Alex.
Langkah Dianka terhenti mendengar pernyataan cinta dari Alex.Dia langsung meneteskan air matanya.
"Aku tahu kau juga mencintaiku Dianka"ucap Alex.
"Aku memang mencintaimu Alex dari dulu tak pernah berubah.Tapi sekarang aku ingin kita menjalani hidup kita masing-masing.Kau bersama Lara dan aku bersama William"ucap Dianka.
Dianka melangkah keluar setelah berbicara pada Alex.Dia memilih mengakhiri semuanya dengan Alex.Walaupun dihatinya ada cinta untuk Alex yang tak pernah akan bisa hilang.
************
Alex pulang ke rumah,dia masuk ke ruang kerjanya.Alex duduk dikursi sambil memandang ke arah jendela kaca yang mengarah ke taman.
__ADS_1
Dia memikirkan Lara dan Dianka,seandainya bisa dia ingin hidup bersama mereka dan bahagia sampai dia tua nanti.
"Aku tak bisa melepas diantara kalian,aku ingin kita bisa hidup bersama,memiliki keturunan dan menjadikan rumah ini hangat dipenuhi suara tawa anak-anak kita"ucap Alex.
"Apa aku egois jika ingin memiliki kalian berdua disisiku? Aku mencintai Lara dan Dianka. Aku tak ingin kehilangan salah satu diantara mereka"ucap Alex.
Lara masuk ke ruang kerja Alex membawa kopi untuk Alex.Dia meletakkan kopi itu dimeja dan memeluk Alex yang sedang duduk menghadap jendela kaca itu dari belakang.
"Alex kenapa apa yang kau pikirkan?"tanya Lara.
"Aku sedang memikirkanmu sayang"ucap Alex.
"Dari pada kau hanya memikirkanku,bagaimana jika kau mengajariku pekerjaan dikantormu.Aku ingin bekerja biar tak bosan"ucap Lara.
"Kau ingin bekerja,baiklah,aku akan mengajarimu pekerjaanku jadi kamu bisa jadi Sekretarisku sayang"ucap Alex.
"Kau memang baik sayang"ucap Lara.
Alex membalikkan kursinya dan mulai membuka laptop dimeja kerjanya.
"Sayang duduklah dipangkuanku,aku akan mengajarimu pekerjaanku"ucap Alex.
"Awal yang bagus,kau memang harus mengajariku semuanya Alex hingga aku tahu dimana kelemahanmu dan pada waktunya kau akan jatuh ke dalam perangkapku"ucap Lara dalam hatinya.
"Oke sayang"ucap Lara.
Lara duduk dipangkuan Alex,belajar pekerjaan yang dikerjakan Alex diperusahaannya.Dia memperhatikan setiap hal dan menghafalkan berbagai hal termasuk sandi untuk membuka laptop milik Alex.
***************
Dianka mandi ditoilet dikamarnya.Dia memperhatikan semua bekas cinta yang ditinggalkan Alex disekujur tubuhnya.Tubuhnya dibasuh air untuk menghilangkan aroma tubuh Alex yang masih tertinggal ditubuhnya.Dia tak mau membuat William marah nantinya.Selesai mandi Dianka menutupi bekas cinta dileher dan dadanya dengan menggunakan BB cream dan memakai kaos berkerah menutupi lehernya.
Baru dia mau berbaring diranjang,William masuk ke kamarnya.
"Sayang kau sudah mandi,bau tubuhmu sangat harum sayang,membuat gairah ditubuhku bangkit"ucap William.
"Kau sudah pulang William?"tanya Dianka.
"Iya dong sayang,aku tak sabar ingin cepat bertemu denganmu"ucap William.
William dan Dianka duduk diranjang kamar itu.
Tangan Dianka diciumi William dengan penuh cinta.Seakan dia begitu mencintai Dianka.
"Dianka kau mau tahu siapa Willy dimasa lalumu?"tanya William.
"Iya akau ingin tahu"ucap Dianka.
"Dengarkan aku baik-baik"ucap William.
__ADS_1
"Aku akan mendengarkanmu"ucap Dianka.