ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Dianka Berkorban


__ADS_3

Dianka sengaja membuat Alex tertidur karena kelelahan melakukan hal romantis itu. Dia ingin pergi ke Markas Gengster Kalanjengking bersama Martin. Dianka tak ingin banyak korban lagi. Dia segera memakai kostum anti peluru dan benda tajam, dia membawa berbagai alat tempur seperti pistol, senapan, pedang, granat, bom, shuriken beracun, gas tidur, knuckle, nunchaku, dan racun yang mematikan. Dianka ingin mengakhiri semuanya termasuk melenyapkan Tom Snike dengan tangannya sendiri.


"Alex maaf, ini mungkin pertemuan terakhir kita.


Jika masih berjodoh mungkin kita masih bisa bertemu kembali tapi kalau tidak, aku harap kau bahagia bersama Lara"ucap Dianka.


Dianka turun melewati jendela kacanya dengan tali. Martin sudah menunggunya diluar. Dianka masuk ke dalam mobil yang dibawa Martin.


Mobil itu melaju menuju ke markas itu.


"Dianka kau yakin akan melakukan ini, ingat resikonya, Tom Snike bukan lawan yang mudah" ucap Martin.


"Jika dibiarkan Alex dan Lara bisa saja dibunuh Tom"ucap Dianka.


"Lalu bagaimana dengan dirimu?"tanya Martin.


"Martin jika aku nanti mati, sampaikan maafkan pada Alex dan Lara"ucap Dianka.


"Dianka kenapa kau berkata seperti itu?"tanya Martin.


"Itu karena aku tak yakin masih hidup apa tidak setelah aku melawan Tom"ucap Dianka.


"Dianka dari dulu kau selalu berkorban untuk Alex, kau begitu mencintainya ya?"tanya Martin.


"Itu karena kami telah bersama sejak kecil, banyak hal yang telah ku lalui dengan Alex"ucap Dianka.


"Lalu kenapa kau mau menikah dengan Alex yang sudah beristri?"tanya Martin.


"Karena hanya dengan cara itu aku bisa menjaga Alex dari musuh-musuhnya, aku hanya ingin Alex berubah dan lebih baik lagi. Aku merasa ada yang mengincar Alex entah siapa, aku hanya berusaha melindunginya"ucap Dianka.


"Jika aku jadi Alex, aku beruntung dicintai sampai seperti itu"ucap Martin.


Dianka hanya diam dan memandang ke arah luar kaca mobil. Dia memantapkan hatinya untuk melawan Tom sendirian. Jika dia mati, dia sudah siap.


Sampai disebuah hutan belantara, Markas Gengster Kalajengkin itu berada, Dianka turun bersama Martin.


"Aku dan para pengawal akan memberimu jalan untuk masuk, kami akan membantumu sampai pos 2"ucap Martin.


"Itu juga sudah cukup"ucap Dianka.


"Dianka berhati-hatilah, jangan sampai tertangkap atau terbunuh"ucap Martin.

__ADS_1


Dianka dan Martin beserta para pengawal mengeluarkan senapan. Mereka berjalan ke pos pertama. Anak buah gengster itu sudah bersiap diatas pohon untuk menembak Dianka dan pasukannya.


Dianka tahu diatas pohon sudah banyak yang ingin menyambutnya. Dengan sigap dia menembaki mereka duluan.


Door...dor...dor...


Beberapa anak buah Tom berjatuhan dari pohon.


Martin dan para pengawal Alex juga menembaki mereka. Setelah semua anak buah Tom tumbang, Dianka menuju pos 2. Disana anak buah Tom sudah berada diatas pos keamanan mereka yang berada diatas tembok pagar yang mengelilingi markas itu.


"Martin mereka Diatas"ucap Dianka.


"Kau benar, biar aku dan yang lain menghadapi anak buah Tom dipos 2. Kau lanjut ke pos 3"ucap


Martin.


"Terimakasih Martin"ucap Dianka.


Dianka berjalan menuju pos 3 tapi dia masih juga ditembaki, Dianka berjalan sambil menembaki orang yang menembaknya.


Dooooor.......dooooor.........dooooor..........


"Kalau aku salah langkah bisa terpotong tubuhku" ucap Dianka.


Dianka bergerak memasuki celah-celah kecil dari sinar laser pemotong itu, Dianka berusaha melemaskan tubuhnya akan bisa memasuki tiap celah dan akhirnya berhasil. Dia langsung segera masuk markas utama. Dia memasang bom didalam ruangan menuju pintu keluar. Lalu Dianka menuruni tangga memasuki markas utama. Baru masuk sudah disambut banyak pistol mengelilinginya.


"Dianka kau datang sendiri"ucap Tom.


"Tom mari kita akhiri semuanya, jangan ganggu hidup Alex dan Lara. Kalau kau ingin membunuh, bunuhlah aku saja. Aku yang menyebabkanmu cacat"ucap Dianka.


"Rela berkorban demi orang lain sepertinya itu sudah dua kali kau lakukan tapi sayang Alex tak menghargai itu"ucap Tom.


Dianka langsung mengarahkan pistol ke arah Tom.


"Sebelum kau menembakku, anak buahku sudah menembakmu"ucap Tom.


"Kalau begitu gimana kalau kita mati sama-sama menarik bukan, aku menembakmu dan anak buahmu menembakku"ucap Dianka.


"Kaulah yang akan mati duluan Dianka"ucap Tom.


"Oya, buktikan"ucap Dianka.

__ADS_1


Dianka mengeluarkan shuriken beracun langsung melemparnya memutar ke seluruh pengawal Tom yang mengerumuninya.


Creb....creb.....creb....creb........


Semua anak buah yang mengerumuni Dianka tumbang tinggal Dianka dan Tom, Dianka mengarahkan pistol ke arah Tom.


"Kau mau melenyapkan ku yang benar saja"ucap Tom.


Anak buah Tom keluar lagi dan lebih banyak dari sebelumnya.


"Ternyata Tom memiliki banyak anak buah sekarang, salah langkah mati aku disini"ucap Dianka.


"Anak buahku lenyapkan Dianka"ucap Tom.


Dianka memakai masker gas respirator danĀ  mengeluarkan granat yang berisi asap untuk menghindari mereka. Dia melempar granat itu seketika muncul asap dan dia mulai mengeluarkan pedangnya dan menggunakan pedangnya untuk menumbangkan satu persatu anak buah Tom dalam kepungan asap.


Sreeet...streeeet...streeeet...


Semua anak buah Tom tumbang, tinggal Tom dan Dianka dan beberapa lagi anak buah yang tersisa. Dianka sudah sangat kelelahan apalagi dia sedang hamil.


"Dianka aku akan membunuhmu"ucap Tom.


Akhirnya Dianka dan Tom saling melawan satu sama lain, dengan pukulan dan tendangan mereka saling melawan dan menghindar.


"Aku harus bertahan sedikit lagi, bom akan meledak"ucap Dianka.


Dianka terus melawan Tom, ketika Dianka tumbang, Tom hendak menembak Dianka.


"Dianka ini akhir hidupmu"ucap Tom.


"Oya,...satu,...,dua...,ti..ga...selamat tinggal Alex"ucap Dianka.


Blaaar....................


Bunyi bom itu meledak dan semua hancur dan terbakar.


Martin yang menunggu Dianka dipos satu kaget melihat ledakan itu.


"Dianka tak ku sangka kau melakukan bom bunuh diri untuk mengakhiri semuanya"ucap Martin.


Martin langsung menundukkan kepalanya. Dia tak menyangka Dianka akan berkorban lagi. Kali ini lebih menakkutkan dari sebelumnya

__ADS_1


__ADS_2