
Ibu Terry sudah bersiap-siap berangkat naik pesawat. Dia berpelukan dengan Zion dan Dianka terlebih dahulu. Dia juga memeluk Dafa. Ibu Terry akan kembali ke luar negeri. Dia sudah tenang karena Zion sudah memiliki istri dan anak.
"Zion kau harus menjaga istri dan anakmu, pokonya kalian harus selalu bersama oke"ucap Ibu Terry.
"Oke Ma, jangan khawatir, aku akan menjaga istri dan anakku, iyakan sayang"ucap Zion sambil memeluk Dianka dari samping.
"Ha..ha...iya"ucap Dianka.
"Akhirnya sandiwara ini selesai, lihat saja setelah ini Zion tanganmu yang jelalatan itu akan kena balasan yang setimpal"ucap Dianka dalam hatinya.
"Mama ingin memfotomu, Dianka dan Dafa untuk kenang-kenangan"ucap Ibu Terry.
"Baik Ma, ayo sayang kita berpose mesra bertiga" ucap Zion.
"Ha...ha....iya"ucap Dianka.
Zion memeluk Dianka sambil mencium pipinya sementara Dafa berdiri didepan mereka berdua. Ibu Terry memfoto mereka.
Cekrek....cekrek.........
"Nah begini baru bagus fotonya kalian keluarga yang harmonis kelihatannya"ucap Ibu Terry.
"Hei Zion lepaskan bibirmu dari pipiku, kau mau aku memplaster bibirmu biar gak macam-macam lagi"bisik Dianka.
Zion melepas ciumannya dari pipi Dianka.
"Sayang, kita ini suami istri didepan mamaku, keromantisan ini harus dilakukan supaya akting kita natural"bisik Zion.
"Kalau begitu mama berangkat dulu, jaga diri kalian ya. Mama pasti kangen kalian"ucap Ibu Terry.
"Salam untuk Papa ya Ma"ucap Zion.
"Oke beres"ucap Ibu Terry.
"Nenek hati-hati dijalan"ucap Dafa.
"Iya sayang, nenek pasti kangen sama Dafa"ucap Ibu Terry sambil memeluk kembali Dafa.
Setelah itu Ibu Terry naik pesawat kembali ke luar negeri. Zion, Dianka dan Dafa kembali ke rumah besar milik Zion. Dafa langsung naik ke lantai atas untuk bermain diruang bermain. Sementara Dianka dan Zion masih dilantai bawah.
"Zion kau mau menikah dengankukan?"tanya Dianka.
"Iya dong sayang"ucap Zion mendekati Dianka.
"Kalau begitu buktikan cintamu padaku"ucap Dianka.
"Mau dikamar atau dihotel sayang?"tanya Zion.
"Itu biasa, aku punya yang luar biasa"ucap Dianka.
Zion akhirnya harus membersihkan toilet dikamarnya. Mukanya cemberut sambil menggosok lantai toilet itu. Dianka hanya duduk dikursi memantaunya bekerja.
"Hei, yang bersih ya menggosoknya, kalau gak nanti licin dan bau"ucap Dianka.
__ADS_1
"Ini mah bukan luar biasa, tapi mengenaskan. Kenapa juga aku yang jadi babunya, harus menggosok toilet ini"ucap Zion.
"Oh kau mengeluh, ingat buktikan cintamu padaku"ucap Dianka.
"Baru kali ini membuktikan cinta pakai membersihkan toilet segala"ucap Zion.
"Hei jangan banyak omong, setiap detikmu aku beri penilaian, jadi lakukan kalau mau aku menerimamu"ucap Dianka sambil duduk dan membaca majalah.
Selesai membersikan toilet, Zion mengepel lantai rumahnya, Dianka berbaring disofa sambil memainkan handphone.
"Yang bersih, terus pel seluruh ruangan harus sampai mengkilap jangan ada kotoran sedikitpun"ucap Dianka.
"Kau benar-benar jadi majikan yang kejam, kau senang aku seperti ini. Benar-benar, kalau tahu aku akan seperti ini lebih baik kita menikah dulu, malam pertamaan dulu baru jadi babu. Paling tidak udah enak duluan"ucap Zion.
"Babu dilarang banyak omong ya, disini hanya majikan yang boleh banyak omong"ucap Dianka.
"Heeeeeh"ucap Zion.
Zion mengepel seluruh ruangan dirumahnya. Lalu dia ke dapur untuk memasak makan siang.
"Potong sayur yang benar, masakannya harus enak jangan hambar oke"ucap Dianka.
"Lihat saja masakanku pasti enak, kau akan terpukau dengan rasanya, Chef Zion gitu"ucap Zion.
Baru masak sebentar, masakannya gosong semua.
"Ini yang dibilang Chef, masakannya hitam pekat mas, ayo dimakan sayang mubazir kalau dibuang"ucap Dianka.
"Makan ayo sayang"ucap Dianka.
"Rasanya pahit sayang"ucap Zion memakan masakannya yang gosong.
Dianka tertawa puas melihat Zion memakan masakannya yang gosong. Setelah seharian bekerja keras akhirnya Zion menyelesaikan pekerjaannya. Dia sampai tepar diranjang kamarnya karena kelelahan. Dianka masuk kamar dan menghampiri Zion yang berbaring diranjang.
"Zion kau capek?"tanya Dianka.
"Hem......."ucap Zion.
"Ayo kita menikah"ucap Dianka.
"Benarkah? kalau begitu ayo kita daftarkan pernikahan kita sekarang"ucap Zion langsung bangun dari berbaring diranjangnya.
Dianka mengangguk, Zion senang sekali akhirnya Dianka mau menikah dengannya beneran. Dia terus tersenyum memandang wajah Dianka.
**********
William sedang berada dirumah sakit miliknya.
Dia melihat seseorang laki-laki yang sedang berbaring diranjang rumah sakit itu. William terus memandanginya, seorang Dokter menghampirinya. Dokter itu memberitahukan perkembangan laki-laki itu.
"Sebentar lagi dia akan pulih Bos"ucap Dokter itu.
"Bagus, dia memang harus pulih secepatnya. Aku membutuhkannya untuk sesuatu hal"ucap William.
__ADS_1
"Mungkin ingatannya tak akan kembali seperti dulu lagi, kerusakan diotaknya cukup banyak" ucap Dokter itu.
"Yang terpenting dia bisa pulih secepatnya"ucap William.
"Oke Bos"ucap Dokter itu.
William tersenyum mendengar perkembangan laki-laki yang berbaring diruangan perawatan itu.
***********
Gibran pergi ke toko kue tempat Lara dan Carlos waktu itu bertemu. Dia meminta pihak toko kue memberi rekaman CCTV pada hari dimana Lara dan Carlos datang ke toko kue itu. Akhirnya pemilik toko kue memberikan rekaman CCTV itu. Gibran langsung melihat rekaman CCTV itu dan secepatnya menemukan orang yang memfoto Lara dan Carlos. Sore harinya Gibran langsung menemui orang yang memfoto Lara dan Carlos dirumahnya.
"Nona, kedatangan saya kemari agar Nona mengakui kesalahan anda yang telah menyebar luaskan foto istri saya bersama seorang artis terkenal"ucap Gibran.
"Kok Kakak menuduh saya"ucap Cika.
"Saya tidak asal bicara, ada bukti rekaman CCTV di toko kue itu, apa perlu saya laporkan anda ke kantor polisi, kebetulan saya juga seorang polisi. Kasus seperti anda ini termasuk pencemaran nama baik, anda bisa masuk penjara karena ini"ucap Gibran.
"Jangan....,ampun, saya tidak mau dipenjara Kak" ucap Cika.
"Kalau begitu segera klarifikasi dimedia sosial bahwa yang anda sebarkan itu tidak benar, dan anda saat itu hanya asal foto disaat istri saya jatuh ke tubuh Carlos karena tak sengaja terdorong orang dibelakangnya. Akui juga tulisan yang anda tulis itu semuanya kebohongan semata untuk popularitas karena pada kenyataannya itu tidak benar. Ingat jika kau tidak segera klarifikasi maka aku akan melaporkan kasus ini ke kantor polisi"ucap Gibran.
"Baik Kak, saya akan klarifikasi segera"ucap Cika.
Gibran meninggalkan Cika, akhirnya dia bisa menemukan pelaku penyebaran foto itu.
Gibran langsung pulang ke rumah untuk memberi tahu pada Lara. Saat sampai dirumah, Gibran melihat Lara sedang menyiram bunga ditaman samping rumahnya.
"Sayangku yang cantik jelita sedang apa?"tanya Gibran.
"Sedang menyiram bunga sayang"ucap Lara.
"Aku punya kabar baik untukmu"ucap Gibran.
"Kabar apa?"tanya Lara.
"Pelaku penyebaran foto itu sudah ketemu"ucap Gibran.
"Oya sayang, terus gimana?"tanya Lara.
"Dia akan klarifikasi atas kebohongan yang dia sebarkan"ucap Gibran.
"Syukurlah kalau begitu, aku lelah juga terus-menerus dikejar-kejar wartawan"ucap Lara.
Gibran mendekati Lara dan memeluknya.
"Sabar ya sayang, semuanya pasti berakhir, hidup kita akan tenang dan damai lagi"ucap Gibran.
"Terimakasih ya sayang, kalau ada dirimu semuanya pasti beres, kau selalu punya solusi untukku"ucap Lara.
"Iya sayang"ucap Gibran.
Merekapun berpelukan erat saling menumpahkan kasih sayang diantara mereka. Lara senang selalu berada didekat Gibran yang selalu membuatnya aman dan nyaman.
__ADS_1