ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Berusaha


__ADS_3

Zion menghampiri Kevin yang sedang tertidur. Dia ingin membuktikan kecurigaannya pada Katrine. Zion menarik rambut Kevin perlahan dan memasukkannya ke dalam plastik kecil yang sudah disiapkannya.


"Aku akan melakukan test DNA antara aku dan Kevin. Semoga dengan ini akan terbongkar semuanya, dan aku bisa pulang"ucap Zion.


Zion keluar dari kamar itu. Dia berjalan keluar dari rumah itu. Sekretaris Yuma sudah menunggu Zion diujung jalan, Zion menghampiri mobilnya Sekretaris Yuma.


"Presdir"ucap Sekretaris Yuma.


"Yuma tolong test DNA kedua sampel rambut ini ke rumah sakit, dan laporkan hasilnya padaku jika sudah selesai"ucap Zion.


"Baik Presdir"ucap Sekretaris Yuma.


"Aku kembali dulu, sampaikan salamku untuk Dianka, bilang padanya secepatnya aku akan pulang"ucap Zion.


"Oke Presdir"ucap Sekretaris Yuma.


Zion berjalan meninggalkan Sekretaris Yuma dan kembali ke rumah Katrine. Baru masuk ke dalam rumah, Katrine langsung menangis menghampiri Zion.


"Zion hik....hik.....hik....."ucap Katrine.


"Ada apa Katrine?"tanya Zion.


"Kevin merengek, dia ingin kita menikah biar kau jadi Papanya Kevin selamanya hik....hik....."ucap Katrine.


"Katrine ini benar-benar licik, memanfaatkan anaknya"batin Zion.


"Katrine dimana Kevin? bukankah tadi dia sedang tidur ya?"ucap Zion.


"Iya awalnya dia tidur, terus terbangun dan menangis meminta kita menikah biar jadi keluarga yang utuh hik....hik....."ucap Katrine.


"Aku mau menemui Kevin dulu"ucap Zion.


Zion berjalan memasuki kamar Kevin. Dia melihat Kevin menangis.


"Papa...hik....hik....."ucap Kevin.


"Kevin kenapa kau menangis?"tanya Zion.


"Aku ingin Papa dan Mama menikah hik...hik...." ucap Kevin.


"Kevin nanti kalau Kevin sudah sembuh baru Papa dan Mama akan menikah"ucap Zion.


"Gak mau....Kevin maunya sekarang"ucap Kevin.


"Kevin gak bisa sekarang, Papa dan Mama harus mengurus persiapannya dulu"ucap Zion.


"Kalau gitu kapan Pa, Kevin mau melihat Papa dan Mama menikah"ucap Kevin.


"Iya, sekarang Kevin tidur dulu ya"ucap Zion.


Zion mengajak Kevin untuk tidur diranjang. Tak lama Kevin tertidur. Zion tak habis pikir Kevin jadi histeris pasti ada yang memprovokasinya. Dia berpikir ini ulah Katrine.


*************


Alex membawa Lara ke suatu tempat. Dia ingin mengenalkan Lara pada ayah angkatnya. Sampai disebuah rumah besar yang megah. Alex dan Lara turun dari mobil masuk ke dalam rumah besar itu. Mereka menemui ayah angkat Alex yang sedang duduk diruang keluarga. Lelaki berusia 60 tahun itu sedang bersantai disofa sambil membaca koran.


"Selamat pagi Pa"ucap Alex.


"Pagi nak"ucap Pak Julius.

__ADS_1


"Pa kenalkan ini Lara, dia istriku"ucap Alex.


"Oh....ini wanita yang kau ceritakan padaku?"tanya Pak Julius.


"Iya Pa"ucap Alex.


"Saya Lara Om, senang bertemu dengan Om"ucap Lara.


"Panggil Papa saja biar lebih akrab"ucap Pak Julius.


"Iya Pa"ucap Lara.


"Betrand ajak Lara berkeliling, biar dia mengenal mengingat kembali keluarga suaminya"ucap Pak Julius.


"Iya Pa"ucap Alex.


Alex mengajak Lara berkeliling dirumah besar itu.


Lara melihat-lihat foto yang terpajang didinding.


"Suamiku itu foto keluargamu?"tanya Lara.


"Iya, itu Papa, Mama dan aku"ucap Alex.


"Lalu dimana Ibumu?"tanya Lara.


"Ibuku sudah meninggal saat jatuhnya pesawat terbang di Pulau Rote"ucap Alex.


"Oh......jadi kau hanya punya ayahmu saja sekarang"ucap Lara.


"Iya"ucap Alex.


"Apa aku dulu mengenal keluargamu?"tanya Lara.


"Iya"ucap Alex.


"Iya sayang, itu sebabnya kita harus segera memiliki bayi biar Papaku tidak kesepian lagi" ucap Alex.


"Iya sayang"ucap Lara.


Alex mengantar Lara ke kamar lamanya dirumah itu. Setelah Lara tertidur diranjang, Alex keluar dari kamar itu dan menemui Papanya.


"Alex itu istrimu yang dulu kau sakiti?"tanya Pak Julius.


"Iya Pa, itulah kesalahan terbesarku dimasa lalu" ucap Alex.


"Tidak apa-apa kau tidak usah berpikir seperti itu, selama tujuh tahun ini kau sudah berusaha menebus semua kesalahanmu dan memperbaiki sikapmu"ucap Pak Julius.


"Aku takut suatu saat ingatannya kembali dan membenciku, bagaimanapun dulu aku sudah menyakitinya Pa"ucap Alex.


"Alex setiap orang pernah melakukan kesalahan tapi bagaimana kita memperbaikinya dan tidak mengulangi kesalahan itu lagi"ucap Pak Julius.


"Iya Pa"ucap Alex.


"Papa yakin suatu hari nanti Lara akan menerimamu dan memaafkanmu dengan tulus" ucap Pak Julius.


"Terimakasih ya Pa, sudah memberiku identitas baru sehingga aku bisa hidup dengan diriku yang baru"ucap Alex.


"Iya nak, oya apa kau sudah bertemu Dianka danĀ  Dafa?"tanya Pak Julius.

__ADS_1


"Susah Pa, Dianka sudah menikah dengan Zion dan mereka sudah hidup bahagia"ucap Alex.


"Zion kembaranmu itu?"tanya Pak Julius.


"Iya Pa"ucap Alex.


"Dunia ini memang seperti daun kelor, istrimu menikah dengan saudara kembarmu, jodoh memang tak ada yang tahu"ucap Pak Julius.


"Lalu apa rencanamu ke depan?"tanya Pak Julius.


"Menjaga kedua istriku dari ancaman orang itu, aku yakin dia akan berusaha menyakiti kedua istri dan kedua anakku, sudah cukup selama ini aku tunduk padanya. Aku tidak ingin istri dan anakku jadi korban"ucap Alex.


"Ya, kau memang harus melindungi mereka dari ancaman terbesarmu itu"ucap Pak Julius.


Hal yang selalu ditakutkan Alex, ancaman terbesarnya akan datang mengancam kedua istri dan kedua anaknya. Dia tahu ini karena kesalahan dimasa lalunya. Alex harus bersiap saat ancaman besar itu akan datang.


************


Gibran menemui Siva di rumah sakit. Dia masuk ke dalam rumah sakit untuk melunasi semua pembayaran biaya operasi adiknya Siva. Gibran membayar semua tagihan itu. Siva yang bersamanya menyaksikan proses pembayaran tagihan itu sampai menangis saat adiknya bisa segera dioperasi.


"Om terimakasih ya sudah membayarkan semua tagihannya, Siva gak tahu harus bayar pakai apa" ucap Siva.


"Sama-sama, tapi ingat Siva, jangan pernah menjual dirimu lagi, oke"ucap Gibran.


"Iya Om"ucap Siva.


"Apa kau sudah makan?"tanya Gibran.


"Belum"ucap Siva.


"Kalau begitu ikutlah makan di cafe bersamaku" ucap Gibran.


"Apa saya tidak merepotkan Om lagi, saya jadi tidak enak"ucap Siva.


"Tidak, ayo"ucap Gibran.


"Iya"ucap Siva.


Gibran dan Siva pergi ke sebuah cafe dekat rumah sakit itu. Mereka makan siang di cafe itu.


"Siva gimana? apa makanannya enak?"tanya Gibran.


"Enak"ucap Siva.


"Siva kemana orangtuamu, kenapa kau sampai harus menjual diri?"tanya Gibran.


"Orangtuaku sudah meninggal Om, aku hanya tinggal bersama adikku"ucap Siva.


"Jadi kau yatim piatu, maafkan aku ya sudah mengingatkanmu lagi pada orangtuamu"ucap Gibran.


"Tidak apa-apa, lagi pula orangtuaku sudah tiada sejak lama"ucap Siva.


"Lalu kau tinggal dimana?"tanya Gibran.


"Untuk saat ini aku tinggal dirumah sakit, karena biaya berobat adikku yang sangat mahal, aku tidak punya uang lagi untuk menyewa kontrakan. Beberapa hari lalu kontrakan kami jatuh tempo dan aku tidak bisa membayarnya"ucap Siva.


"Siva bagaimana kalau kau tinggal dirumah lama milikku, aku memiliki rumah yang masih kosong, jika kau mau, kau bisa tinggal disana"ucap Gibran.


"Saya jadi merepotkan Om terus, maaf"ucap Siva.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, saya senang bisa membantumu" ucap Gibran.


Gibran membawa Siva ke rumah lamanya. Rumah itu tidak terlalu besar tapi cukup nyaman. Siva dan adiknya akan tinggal sementara waktu sampai mereka memiliki uang untuk menyewa kontakkan


__ADS_2