ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Menikahimu


__ADS_3

Dianka sudah bersiap mengenakan gaun pengantin,dia begitu cantik dan anggun jadi pengantin hari ini.Penata rias menyempurnakan riasannya .Dia hanya diam dan termenung,hari ini akan jadi hari bersejarah dalam hidupnya.Dia akan dinikahi William,laki-laki yang begitu mencintainya.Tapi dalam pikirannya selalu merindukan Alex.Begitu banyak hal yang sudah dilewatinya bersama Alex hingga membuatnya sulit melupakan Alex.


Setelah selesai dirias,Dianka dijemput para pengawal William untuk pergi ke gedung pernikahan.William sudah menunggu disana.


Sementara Dianka memilih dirias dirumah besar milik William.Dianka masuk ke dalam mobil pengantin.Jantungnya berdetak tak karuan.Ini keputusan besar yang diambil olehnya.Dia akan menghabiskan seluruh hidupnya bersama William.


Air matanya berlinang mengingat masa kecilnya bersama Alex.Dia rindu masa-masa itu,masa dimana tak ada dendam dan pembalasan.Hanya ada cinta dan kasih sayang.Hari-hari yang menyenangkan untuknya bersama Alex saat itu.


Mobil terus melaju ke suatu tempat.Tiba-tiba mobilnya dikepung oleh tiga mobil.Mobil yang dinaiki Dianka berhenti karena didepannya ada mobil yang menutup jalannya.Dianka keluar dari dalam mobil.Dia melihat seorang mengenakan baju serba hitam yang bersimbol kalajengkin dilengannya,dia bersama beberapa anak buahnya yang semuanya laki-laki.Supir pribadi dan pengawal William dibunuh ditempat.Tinggal Dianka berdiri menghadap seseorang itu.Dia adalah Ketua dari gengster Kalajengking.


"Tom Snike"ucap Dianka.


"Lama tak bertemu Dianka,masih ingat luka dimataku yang kau tusuk pisau"ucap Tom.


"............"Dianka hanya diam.


"Sepertinya hari ini kau akan jadi pengantin,cantik


tapi aku akan menjadikanmu pengantin berdarah yang mengenaskan"ucap Tom.


"Dia bawa beberapa anak buahnya.Aku tak bawa pistol,apa yang harus ku lakukan.Bisa mati aku jika melawannya sendiri"ucap Dianka dalam hatinya.


"Anak buahku tangkap Dianka"ucap Tom.


Empat Anak buah Tom mengepung Dianka. Mereka mengeluarkan pistol yang diarahkan ke kepala Dianka.


"Melawan mati,menyerahpun pasti mati"ucap Dianka dalam hatinya.


"Lebih baik mati dengan terhormat dari pada mati ditangan Tom"ucap Dianka dalam hatinya.


Dianka mengambil resiko,dengan gerakan secepat kilat dia menendang semua tangan anak buah Tom hingga pistol mereka terjatuh.


Praaaaang...


Pistol itu terjatuh semua jatuh ke jalan.Dianka langsung segera mengambil dua pistol sekaligus.


Dan menembaki anak buah Tom yang mengepungnya.


Dor...dor...dor...dor...


Bruuuuug...


Keempat pengawal itu terjatuh ke jalan.


Dianka merobek gaun pengantin bagian bawahnya.


Sreeeeeeeeeeek...


Suara gaun itu sobek,Dianka langsung berlari menjauh dari tempat itu.


"Kejar Dia jangan biarkan dia hidup"ucap Tom.


Dor...dor...dor...


Suara pistol itu terdengar kencang.Anak buah Tom menembaki Dianka sepanjang dia berlari.Dianka terus berusaha menghindar sambil memberi balasan.


Dor...dor...dor...


Suara pistol milik Dianka menembaki anak buah Tom yang terus mengejarnya.Tapi sayang kaki kiri Dianka terkena pistol.


Dor...


Suara pisto dari anak buah Tom mengenai kaki kiri Dianka.


"Aw..."ucap Dianka.


Dianka berjalan semakin lambat karena kesakitan.Dan akhirnya tak mampu berdiri lagi.

__ADS_1


Dia duduk dijalan itu,anak buah Tom menghampirinya.


"Aku lebih baik mati dari pada tertangkap oleh Tom"ucap Dianka.


Dianka mengarahkan pistolnya ke keningnya.


"Selamat tinggal Alex,maafkan aku William"ucap Dianka.


Dor...


"Hah..."Dianka kaget dan melempar pistolnya ditangannya.


Dor...dor...dor...


Anak buah Tom tumbang semua tertembak pistol.Seseoarang dari belakang Dianka menembaki anak buah Tom.


"Alex"ucap Dianka.


Alex menghampiri Dianka dan mengangkat tubuhnya untuk berdiri.


"Alex pergilah dari sini,Tom ada disini,dia memburuku.Aku yakin dia juga akan memburumu"ucap Dianka.


"Dianka kenapa kau tadi mau mengakhiri hidupmu,kau tahu aku takkan mengizinkannya" ucap Alex.


"Dua musuh bebuyutanku sekaligus ada disini"


ucap Tom yang baru datang menghampiri Alex dan Dianka.


"Tom,kau masih mengincarku setelah kau luka parah dan sekarang cacat seperti itu"ucap Alex.


"Kalianlah yang membuatku cacat"ucap Tom.


"Alex, Tom membawa anak buahnya cukup banyak,apa kita bisa melawannya?"tanya Dianka.


"Ambil pistol ini,aku tahu kemampuanmu.Kita habisi semua anak buah Tom"ucap Alex sambil memberi pistol pada Dianka.


"Habisi mereka berdua jangan tersisa"ucap Tom.


Anak buah Tom mulai menembaki Alex dan Dianka.Mereka berusaha menghindar tapi semakin sulit apalagi Dianka terluka kakinya.


"Dianka kita masuk ke perkebunan itu"ucap Alex.


Dianka mengangguk,mereka berlari sambil berpegangan menuju ke perkebunan ditepi jalan.Alex tertembak tangan kirinya oleh anak buah Tom.


Dor...


"Aw..."ucap Alex kesakitan.


"Alex kau tak apa?"tanya Dianka.


"Kita harus tetap berlari Dianka"ucap Alex.


Mereka berlari ke perkebunan itu sambil menembaki anak buah Tom.Satu persatu anak buah Tom tumbang juga, tinggal Alex dan Dianka yang masuk jauh ke dalam perkebunan itu.Mereka berjalan menelusuri sungai hingga berjam-jam lamanya.


"Dianka naiklah ke punggungku,kakimu terluka" ucap Alex.


"Tapi tanganmu  juga terluka Alex"ucap Dianka.


"Aku masih bisa menahannya,ayo naiklah"ucap Alex sambil berjongkok didepan Dianka.


Dianka naik ke punggung Alex,dia mengingat masa kecilnya saat berada dipunggung Alex.


Dianka kelelahan sampai tertidur dipunggung Alex.


Dianka membuka matanya,dia melihat Alex didepan matanya.Dia bangun dan duduk menghadap Alex.


"Alex kita dimana?"tanya Dianka.

__ADS_1


"Dirumah seorang penduduk desa"ucap Alex.


"Kita harus pergi dari sini,Tom pasti akan mencari kita"ucap Dianka.


"Tenang,kita sudah sangat jauh dari kejaran Tom.


Ini desa yang jauh dari kota.Dan akses masuk kesini tidak bisa dilalui mobil biasa"ucap Alex.


Dianka memegang perutnya,seharian berlari dan berjalan jauh membuatnya lapar.


"Kau lapar?"tanya Alex.


"Iya,aku sangat lapar"ucap Dianka.


Alex mengambil makanan dimeja dekat ranjang bambu itu.


"Makanlah,aku akan menyuapimu"ucap Alex.


Alex menyuapi Dianka makan sampai habis. Setelah itu Dianka memperhatikan luka dikakinya yang sudah diobati begitupun luka ditangan Alex.


Selesai makan,Alex menarik lengan Dianka mengajaknya keluar dari rumah itu.Dianka mengikutinya berjalan menuju ke sebuah rumah Kepala Dusun di desa itu.


"Alex kita mau apa?"tanya Dianka.


"Menikah..,Kepala Dusun itu bisa menikahkan kita Dianka"ucap Alex.


"Tapi..."ucap Dianka.


Alex langsung membawa Dianka bertemu Kepala Dusun itu dan mereka dinikahkan dirumah Kepala Dusun itu.


Setelah mereka menikah,Alex membawa Dianka ke rumah yang tadi.Dia membopong Dianka sampai rumah itu.


"Alex turunkan aku"ucap Dianka.


"Malam ini malam pertama kita Dianka,jadi bersikap manislah padaku"ucap Alex.


Dianka hanya diam,Alex membawanya ke kamar itu.Dia membaring kan Dianka diranjang.


"Dianka,sekarang kau adalah milikku.Jadi lakukan ini dengan penuh cinta"ucap Alex.


Dianka berkali-kali menelan ludahnya.Alex mulai mencium bibir cantiknya.Kali ini Dianka membalas ciuman Alex.Mereka sahut menyahut melakukan tahapan demi tahapan pemanasan itu.Alex begitu senang Dianka mau melakukan ini dengan cinta. Alex melakukan ke tahap yang lebih dalam. Dianka merasa nyaman karena Alex begitu lembut memberi cinta padanya.


Mereka berkali-kali melakukannya hingga kelelahan.Alex dan Dianka berbaring diranjang dengan berpelukan.Akan tetapi Dianka baru ingat William.


"William"ucap Dianka.


Dia melepas pelukan Alex dan hendak berdiri.


"Dianka,kau mau kemana?"tanya Alex.


"William pasti mencariku"ucap Dianka.


Alex berdiri dan menghampiri Dianka.


"Kau sekarang sudah jadi istriku Dianka,kenapa kau harus bersama William"ucap Alex.


"Tapi aku..."ucap Dianka.


"Dianka besok kita akan pulang ke rumahku,jadi sekarang tidurlah.William akan jadi urusanku" ucap Alex.


Alex menarik Dianka kembali tidur bersamanya.


Dianka hanya diam dan memikirkan William.


Dia lupa kalau William menunggunya mungkin,


karena bersama Alex,dia lupa semuanya.

__ADS_1


__ADS_2