
Dua Tahun Kemudian
Alex pulang ke rumah besarnya. Dia langsung masuk ke rumah membawa coklat, permen dan seikat bunga. Didalam rumah Lara sedang memasak untuk makan malam. Alex langsung mencium Lara dari belakang.
Cup
"Sayang kau sudah pulang"ucap Lara.
"Iya dong sayang, cepat pulang biar cepat bertemu denganmu"ucap Alex.
Lara berbalik badan melihat Alex memberinya seikat bunga mawar.
"Sayang makasih, aku suka"ucap Lara menerima bunga mawar itu.
"Pa, Mama aja yang dikasih bunga"ucap Mahira yang baru masuk ke dapur.
"Gak dong, Papa punya coklat untuk Mahira"ucap Alex memberikan coklat pada Mahira.
"Makasih Pa"ucap Mahira menerima coklat pemberian Alex.
"Cium Papa dong"ucap Alex.
Cup
Mahira mencium pipi Alex.
"Papa dede mau permen..."ucap Havara berlari ke arah Alex.
"Ini permen untuk Ara"ucap Alex memberikan permen itu untuk Ara.
"Makasih Papa"ucap Havara menerima permen itu.
"Iya sayang"ucap Alex.
"Papa....."ucap Mahira dan Havara.
Mahira dan Havara memeluk Alex dengan erat.
"Sayang mandi dulu sana, bau asem"ucap Lara.
"Ara main dikamar kakak yuk"ucap Mahira.
"Ayo"ucap Havara.
Mahira dan Havara meninggalkan dapur pergi ke kamar Mahira. Tinggal Alex dan Lara didapur.
"Sayang mandi bareng yuk"ucap Alex.
"Gak mau"ucap Lara.
Alex langsung membopong Lara.
"Sayang....."ucap Lara.
"Kangen mandi bareng lagi"ucap Alex.
Lara tersenyum sambil mengalungkan tangannya dileher Alex. Sepanjang jalan naik ke kamar mereka, Alex mencium Lara. Dia merajut cinta dan kasih sayang yang begitu mendalam. Dendam yang dulu dipendam menghilang tak berbekas tinggal rasa cinta dan sayang yang tersisa. Alex dan Lara begitu bahagia sekarang, mereka memiliki dua putri yang cantik-cantik. Mereka akan membesarkan dan menjaga buah cinta mereka dengan penuh kasih sayang.
**************
Dianka duduk ditepi lapangan melihat Zion sedang bermain bola bersama Dafa dan Rafael.
Mereka asyik bermain bola dilapangan. Dianka memfoto mereka untuk diabadikan.
"Sayang jangan disitu terus, sini main bola bareng"ucap Zion.
"Gak ah capek"ucap Dianka.
"Wanitaku yang kuat, kau tidak boleh malas nanti gendut"ucap Zion.
__ADS_1
"Sayang......."ucap Dianka berteriak.
"Wah salah ngomong, pasti marah nih, kabur ah"batin Zion lari berlari saat melihat Dianka marah.
Dianka turun kelapangan mengejar Zion.
"Sayang jangan lari, tadi kau bilang aku apa?"ucap Dianka mengejar Zion.
"Ampun sayang, tadi aku salah ngomong kamu gendut"ucap Zion.
"Sayang awas ya"ucap Dianka mengejar Zion.
"Aku cuma bercanda sayang, kamu seksi beneran"ucap Zion masih berlari dikejar Dianka.
"Ayo Bunda tangkap Papa"ucap Dafa.
"Papa...Papa....lari....."ucap Rafael.
Zion berhenti dan berbalik badan memeluk Dianka.
"Sayang cantikku, aku bercanda"ucap Zion.
"Sayang"ucap Dianka memeluk Zion.
"Papa....."ucap Dafa dan Rafael mendekati mereka.
Zion memeluk Dianka, Dafa dan Rafael bersama-sama. Mereka begitu bahagia dengan keluarga kecil mereka. Kini hidup mereka dipenuhi kebahagiaan. Air mata yang dulu harus dirasakan Dianka kini berubah senyuman. Dia memiliki keluarga kecilnya sendiri tanpa harus berbagi. Kebahagiaannya kini sepenuhnya miliknya.
************
William mengajak keluarganya berlibur dipulau pribadi miliknya. Pulau itu dekat pantai yang begitu indah. William duduk memangku Rahel dipangkuannya sambil melihat Emak Titin bermain pasir bersama Excel.
"Sayang gak papa gitu kita berduaan disini"ucap Rahel sambil menyandarkan tubuhnya di dada William.
"Emak bilang kita berduaan terus aja biar cepet punya dede bayi"ucap William.
"Iya, biar Excel punya adik"ucap William.
"Sayang kamu bisa aja"ucap Rahel.
"Lagipula kita dah lama gak romantisan, aku sibuk dikantor"ucap William.
"Kalau gitu ayo"ucap Rahel.
"Beneran, siap nih"ucap William.
Rahel mengangguk, William langsung membopong Rahel berlari masuk villa mereka.
"Willy....Willy......rajin kalau suruh bikin adik baru" ucap Emak Titin.
"Daddy dan Mami kemana?"tanya Excel.
"Excel mau punya dede?"tanya Emak Titin.
"Mau....."ucap Excel.
"Daddy dan Mami lagi jemput dede"ucap Emak Titin.
"Oh...nanti dede main ma Excel ya"ucap Excel.
"Iya sayang"ucap Emak Titin.
William dan Rahel menikmati bulan madu kedua mereka. Untung Emak Titin sangat pengertian. Dia tahu William dan Rahel memerlukan waktu bersama untuk menambah anggota baru dikeluarga kecil mereka. Kini William sudah menemukan kebahagiaannya yang selama ini dicarinya, Rahel adalah cinta sejatinya yang akan menemaninya seumur hidupnya.
**********
Gibran dan Siva sedang menanam jagung dilahan perkebunan milik Gibran. Macam-macam tanaman ditanam dilahan perkebunan itu. Gibran bersama Siva yang sedang mengandung anak kedua mereka menanam biji jagung ditanah itu. Zakira putri kecil mereka juga asyik menanam biji jagung ditemani Ibu Yuliana.
"Istriku capek nggak?"tanya Gibran.
__ADS_1
"Gak sayang"ucap Siva.
Gibran menuntun Siva berjalan-jalan dilahan perkebunan mereka.
"Istriku kau mau buah jeruk?"tanya Gibran.
"Mau suamiku"ucap Siva.
Gibran memetikkan Siva buah jeruk untuknya lalu memberikan padanya. Siva langsung memakan buah jeruk yang diberikan Gibran.
"Gimana istriku? manis nggak?"tanya Gibran.
"Manis banget suamiku, mau lagi"ucap Siva.
"Tunggu, aku kupaskan dulu ya"ucap Gibran.
"Iya"ucap Siva.
Gibran mengupas buah jeruk untuk Siva. Dari arah depan Zakira yang berusia dua tahun lebih itu, berjalan menghampiri Gibran dan Siva.
"Ayah....Ibu...mau jeruk"ucap Zakira.
"Sini sayang"ucap Gibran dan Siva.
Gibran memberikan jeruk yang dikupasnya untuk putri kecilnya.
"Manis"ucap Zakira.
Gibran langsung menggendong Zakira dan merangkul Siva disampingnya.
"Lihat ladang ini begitu indah"uca Gibran.
"Iya suamiku, pemandangannya indah dan sejuk" ucap Siva.
"Za mau main disini"ucap Zakira.
"Iya sayang"ucap Gibran dan Siva.
Gibran dan Siva mencium Zakira. Mereka begitu menyayangi putri sulung mereka. Tak lama lagi mereka akan menyambut anggota baru dikeluarga kecil mereka. Kini Gibran memiliki anak kandungnya sendiri dan keluarga kecilnya yang sesungguhnya. Kebahagiaannya kini benar-benar nyata. Dia berjanji akan menjaga dan melindungi keluarga kecilnya itu.
*************
Nona Zelina mabuk disebuah club malam. Dia hampir diperkosa beberapa lelaki diclub malam itu, untung ditolong Carlos. Nona Zelina dibawa ke rumah Carlos. Kemudian Carlos membawanya ke kamar tamu, saat Carlos membaringkan Nona Zelina diranjang, Nona Zelina mengajaknya bercinta.
"Nona aku mau bercinta denganmu tapi kita menikah dulu"ucap Carlos.
"Kenapa harus menikah? aku memberimu secara cuma-cuma"ucap Nona Zelina.
"Aku ingin menghargai kehormatanmu dengan harga tertinggi yaitu sebuah pernikahan"ucap Carlos.
Nona Zelina meneteskan air mata, dia merasa sangat terharu, ada seorang lelaki yang mau menghargai kehormatannya dengan sebuah pernikahan.
Akhirnya keesokkan harinya Carlos menikahi Nona Zelina. Mereka menikah dadakan dengan acara pernihakan yang cukup meriah.
Malam harinya Carlos dan Nona Zelina menghabiskan malam penuh cinta itu bersama.
Nona Zelina yang seorang janda ternyata masih perawan.
"Sayang kau masih gadis"ucap Carlos.
Nona Zelina memegang kedua pipi Carlos yang terlihat tampan itu.
"Aku tak pernah disentuh suamiku, dia sibuk berselingkuh dengan istri orang"ucap Nona Zelina.
"Aku beruntung jadi orang pertama yang memilikimu"ucap Carlos.
"Aku juga beruntung jadi milikmu"ucap Nona Zelina.
Mereka terus memadu kasih hingga lelah. Ini kali pertama untuk mereka merasakan indahnya cinta. Nona Zelina akhirnya menemukan belahan jiwanya pada diri Carlos begitupun Carlos menemukan belahan jiwanya.
__ADS_1