
Lara pulang ke rumah, dia langsung menuju ke kamarnya. Lara memikirkan saran dari Carlos untuk membicarakan masalahnya baik-baik. Tak lama Gibran masuk ke kamar dan menghampiri Lara. Dia duduk disamping Lara.
"Sayang apa kau masih marah padaku?....aku minta maaf sayang"ucap Gibran.
"Gibran kenapa kau bisa berdua dengan Nona Zelina?....apa benar kalian sudah melakukan itu dengan Nona Zelina?"tanya Lara.
"Melakukan apa sayang?"tanya Gibran.
"Nih....."ucap Lara menunjukkan foto dihandphone miliknya.
"Itu....itu memang benar, tapi dengarkan aku dulu sayang"ucap Gibran.
"Jadi ini benar, Gibran apa kau mencintai Nona Zelina?"tanya Lara.
"Sayang aku tidak mencintai Nona Zelina, kejadian itupun aku tidak tahu pastinya"ucap Gibran.
"Apa maksudmu?"tanya Lara.
"Kau ingat saat kita memetik strawberry, saat itu aku mendapat telpon dari kantor. Aku mendapat tugas untuk menyelamatkan Nona Zelina dari penculikan tapi saat aku sampai tempat itu, ada seseorang membekapku dari belakang, aku pingsan dan saat aku terbangun, aku sudah satu ranjang dengan Nona Zelina"ucap Gibran.
Lara langsung memeluk Gibran dengan erat.
"Sayang aku sedang menyelidiki masalah ini" ucap Gibran.
"Maafkan aku sayang, aku hampir saja tidak mempercayaimu"ucap Lara.
"Gak apa-apa sayang, aku tahu itu"ucap Gibran.
"Gibran terus kenapa tadi kau memeluk Nona Zelina dikantor polisi?"tanya Lara.
"Tadi Nona Zelina hampir terjatuh aku hanya menolongnya itu saja sayang tidak ada apapun diantara kami"ucap Gibran.
"Aku jadi malu sudah berburuk sangka padamu dari tadi"ucap Lara.
"Kalau begitu kau harus menebus kesalahanmu padaku"ucap Gibran.
"Menebus kesalahanku?......dengan apa?"tanya Lara.
Gibran mengajak Lara melakukan hal romantis itu. Mereka saling memadu kasih, meluapkan segala emosi yang terpendam. Siang itu begitu syahdu. Mereka menikmati setiap detik kebersamaan itu.
*********
Siang itu Dianka sedang makan disebuah cafe. Dia makan sendirian dimeja itu. Tiba-tiba William menghampiri Dianka dan duduk didepannya. Dianka mengacuhkannya dengan tetap makan makanannya. Tapi William menarik lengannya Dianka yang sedang menyendok makanannya itu, dan memasukkan ke mulutnya.
"Em...enak juga makanannya, coba kita sering makan berdua seperti ini pasti menyenangkan" ucap William.
__ADS_1
"Apa maumu? William ku mohon jangan temui aku lagi, sekarang aku ini istrinya Zion"ucap Dianka.
"Benarkah?....kau yakin Zion menganggapmu istrinya?....sementara dia sedang berduaan dengan mantan kekasihnya dulu"ucap William.
"Bukan urusanmu, dan juga dari mana kau tahu itu? atau ini rencanamu, kau sengaja ingin memisahkan aku dengan Zion, seperti kau membawa Alex kembali dalam hidupku"ucap Dianka.
"Dianka mauku sederhana, aku cuma ingin kau kembali padaku"ucap William.
"William, aku tidak bisa mencintaimu, dan cinta tidak bisa dipaksakan. Aku hanya mencintai Zion sekarang, jadi ku mohon lupakan aku dan carilah wanita lain yang lebih baik dariku"ucap Dianka.
"Dianka sampai aku matipun, aku akan tetap mencintaimu"ucap William.
"William aku tahu kau orang yang baik, kita bisa bersahabat dan tetap bertemu seperti seorang sahabat"ucap Dianka.
"Dianka aku hanya ingin kau jadi istriku menemani setiap hariku"ucap William.
"William kau sudah tahu jawabannya dari dulu, aku tidak bisa mencintaimu, bahkan aku pernah berusaha untuk mencintaimu, tapi itu tidak berhasil"ucap Dianka.
"Dianka beri aku kesempatan dan bukalah hatimu untukku"ucap William.
"William, hatiku sudah terisi oleh Zion, aku tidak bisa mencintai orang lain lagi"ucap Dianka.
"Aku tak peduli, aku akan merebutmu dari Zion apapun caranya"ucap William.
"Dianka kau harus kembali padaku"ucap William.
Dianka berjalan keluar dari Cafe itu dan tak sengaja bertemu dengan Martin.
"Dianka......"ucap Martin.
"Martin"ucap Dianka.
"Kau masih hidup"ucap Martin.
"Iya Martin"ucap Dianka.
"Ikutlah bersamaku ada yang ingin ku bicarakan" ucapĀ Martin.
Martin membawa Dianka ke suatu tempat. Dianka kaget saat Martin membawanya ke sebuah villa dipinggiran kota. Mereka masuk ke villa itu. Martin mengajak Dianka duduk diruang tamu villa itu dan berbincang padanya.
"Dianka Alex masih hidup"ucap Martin.
"Aku sudah tahu, Alex memang masih hidup, William membawanya"ucap Dianka.
"William?.....ini bukan Alex yang itu"ucap Martin.
__ADS_1
"Apa maksudmu Martin, Alex yang bersama William?"ucap Dianka.
"Itu bukan Alex"ucap Martin.
"Maksudmu yang bersama William itu bukan Alex?"tanya Dianka.
"Iya, bisa dipastikan seperti itu"ucap Martin.
"Lalu Alex yang kau maksud?"tanya Dianka.
"Alex ada disuatu tempat, dia tidak jadi dihukum mati"ucap Martin.
"Tapi bagaimana bisa?"tanya Dianka.
"Bisnis ilegal yang dilakukan Alex bukan sepenuhnya perbuatannya, ada dalang dibalik itu semua, Alex hanya menjalankan tugasnya, tapi ada yang memonitornya selama ini. Kemungkinan Alex hanya kambing hitam saja, entah apa yang membuat Alex mau jadi kambing hitamnya"ucap Martin.
"Martin maksudmu, ada seseorang yang lebih berkuasa dari Alex?"tanya Dianka.
"Iya, sepertinya Alex tidak jadi dihukum mati dan seolah didepan umum dia telah dihukum mati untuk mencari tahu siapa dalang dari bisnis ilegal yang sesungguhnya. Bisa dibilang Alex saksi yang sekarang dilindungi"ucap Martin.
"Lalu dimana Alex sekarang Martin?"tanya Dianka.
"Aku tidak tahu, aku pernah melihatnya sekali tapi itu sudah lama, dia dibawa ke dalam mobil milik polisi entah kemana, aku kehilangan jejaknya"ucap Martin.
"Lalu siapa orang yang mirip Alex dan mengaku Alex?"tanya Dianka.
"Kemungkinan itu rencana William, dia itu terobsesi padamu Dianka, dia akan melakukan apapun untuk membuatmu kembali padanya"ucap Martin.
"Begitu ya"ucap Dianka.
"Dianka kau harus berhati-hati dengan William, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu" ucap Martin.
"Iya kau benar, oya Martin jika kau sudah mendapat kabar tentang Alex, beri tahu aku"ucap Dianka.
"Oke"ucap Martin.
"Terimakasih atas informasinya"ucap Dianka.
"Sama-sama"ucap Martin.
Dianka keluar dari villa itu, dia meninggalkan villa itu. Dianka mengendarai mobilnya sambil memikirkan informasi yang diberikan Martin padanya.
"Kalau Alex bukan dalang bisnis ilegal itu, berarti perubahan sikap Alex selama ini ada hubungannya dengan dengan siapa dalang dibalik bisnis ilegal itu. Itu sebabnya saat aku kembali dari Pusat Pelatihan Pembunuh Bayaran Alex sudah berubah, bahkan aku jadi tak mengenalnya"ucap Dianka.
Dianka terus mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.
__ADS_1