
Zion sedang joging pagi didaerah sekitaran rumah Katrine. Dia sengaja joging sendirian sambil memikirkan cara untuk meninggalkan Katrine. Zion ingin segera kembali bersama Dianka tapi dia harus membuktikan semua kebenarannya. Tak lama handphonenya berdering, Zion langsung mengangkat panggilan itu.
"Hallo Ken"ucap Zion.
"Hallo Bos, saya punya informasi penting"ucap Ken.
"Apa itu informasi tentang Gerry? cepat katakan!" ucap Zion.
"Ternyata Katrine selama berpacaran dengan Bos, jalan juga dengan Gerry. Hubungan mereka bukan sekedar sahabat tapi teman bermalam juga Bos. Saat Katrine meminta berpisah dengan Bos, saat itu dia sedang hamil, entah itu anak Bos atau anak Gerry"ucap Ken.
"Bagus Ken, kau memang bisa diandalkan"ucap Zion.
"Ada tugas lagi tidak Bos?"tanya Ken.
"Ada, selidiki siapa yang membawa Katrine hingga bisa menemuiku"ucap Alex.
"Oke Bos, saya akan mencari informasi kembali" ucap Ken.
Zion menutup telponnya, sekarang dia mulai menemukan titik terang dari permasalahannya.
Kebohongan Katrine akan segera terungkap. Tinggal menunggu hasil Test DNA.
"Sebentar lagi aku akan kembali, aku rindu Dianka dan Dafa"ucap Zion.
Zion kembali melanjutkan joging paginya. Dia optimis akan segera kembali bersama Dianka dan Dafa.
***********
Esok harinya Gibran mengantarkan Siva ke rumah kecil miliknya. Siva diperbolehkan menempati rumah itu. Sampai dirumah itu Gibran mengantar Siva masuk ke dalam rumah itu.
"Siva mulai sekarang kau tinggal disini"ucap Gibran.
"Terimakasih Om, Siva jadi merepotkan Om lagi" ucap Siva.
"Gak kok, justru aku senang bisa membantumu" ucap Gibran.
Gibran membantu Siva beres-beres rumah itu dan membersihkannya. Setelah selesai Gibran pulang ke rumahnya.
************
Sepulang sekolah Siva berjualan kue basah menelusuri jalanan. Semenjak Gibran melarangnya menjual diri lagi, dia kembali ke pekerjaan lamanya berjualan kue basah sepulang sekolah. Semenjak kedua orangtuanya meninggal Siva memilih berjualan kue basah, dulu ini pekerjaan Ibunya sekarang Siva meneruskan.
"Kue....kue.....kue......."ucap Siva sambil membawa kue basah.
"Siva"ucap Doni.
"Doni"ucap Siva.
"Kamu bikin malu aku ya jualan kue lagi"ucap Doni.
"Terus aku harus kerja apa supaya dapet duit?"tanya Siva.
"Kerja yang bagusan dikit apa, kamu tuh pacarnya seorang Doni jangan bikin malu aku"ucap Doni.
"Tapi Doni aku butuh duit untuk biaya sehari-hari, hanya pekerjaan ini yang aku bisa"ucap Siva.
"Kamu ya ngeyel kalau aku kasih tahu, sini dagangannya"ucap Doni merebut dagangan milik Siva.
"Jangan Doni....ini daganganku"ucap Siva.
Doni menarik dagangan Siva dan membuangnya ke jalan lalu mendorong Siva sampai terjatuh.
Bruuuuuuug.........
"Aw..............."Siva kesakitan jatuh dijalan.
"Rasain, makanya dengerin ucapanku"ucap Doni.
__ADS_1
Gibran yang lewat dijalan itu melihat Siva duduk dijalan. Dia menghentikan mobilnya dan turun dari mobil menghampiri Siva. Kemudian dia membantu Siva bangun.
"Makasih Om"ucap Siva.
"Kamu gak apa-apa Siva?"tanya Gibran.
"Gak papa Om"ucap Siva.
"Hei kau ngapain ikut campur urusanku"ucap Doni.
"Siva siapa dia?"tanya Gibran.
"Aku ini pacarnya Siva, jadi kau tidak usah ikut campur"ucap Doni.
"Apa benar dia pacarmu?"tanya Gibran.
"Iya Om"ucap Siva.
"Tuh aku bilang apa, Siva pacarku"ucap Doni.
"Lalu apa yang kau lakukan pada Siva, kalau kau memang pacarnya?"tanya Gibran.
"Aku hanya tidak suka pacarku jualan kue basah udah kaya orang miskin aja"ucap Doni.
"Seharusnya kau malu dengan dirimu sendiri, membantu Siva tidak tapi malah menyusahkan dia"ucap Gibran.
"Apa kau bilang, kau pikir aku takut padamu"ucap Doni sambil mengepal tangannya menonjok Gibran tapi ditahan tangan Gibran.
"Kekuatan bukan untuk dipamerkan"ucap Gibran.
Gibran gantian melawan Doni hingga menjatuhkannya dijalan.
Bruuuuuug...........
"Aw................"Dino kesakitan.
"Apa masih kurang, laki-laki tidak seharusnya kasar pada perempuan"ucap Gibran.
Dino berdiri lalu berjalan meninggalkan tempat itu.
Gibran menghampiri Siva yang sedang memunguti kue-kue basahnya yang jatuh dijalan. Dia membantu Siva memunguti kue basah itu. Lalu mereka duduk ditepi jalan itu.
"Makasih Om"ucap Siva.
"Kau berjualan kue basah?"tanya Gibran.
"Iya Om"ucap Siva.
"Boleh aku mencobanya satu?"tanya Gibran.
"Boleh tapi kuenya kotor, Siva buatkan lagi ya"ucap Siva.
"Gak usah, ini juga masih bisa dimakan, terbungkus daun"ucap Gibran.
Gibran memakan kue basah buatan Siva itu.
"Enak Siva, kau pandai juga membuat kue basah" ucap Gibran.
"Terimakasih Om sudah memuji, Siva belajar membuat kue basah dari Ibu Siva dulu"ucap Siva.
"Siva apa kau menyukai lelaki tadi?"tanya Gibran.
"Iya Om"ucap Siva.
"Tapi dia kasar padamu dan juga dia tak pantas untukmu. Seharusnya dia menjagamu dan membantu, ini malah menyakitimu"ucap Gibran.
"Om benar, mungkin besok lebih baik aku minta putus saja"ucap Siva.
__ADS_1
"Siva ayo pulang ku antar"ucap Gibran.
"Oke"ucap Siva.
************
Dianka bermain dengan Dafa diruang bermain dilantai atas dekat kamar Dafa. Dianka menunggu telpon dari Zion. Dia begitu merindukan kehadiran Zion.
"Bunda, Papa Zion kapan pulang?"tanya Dafa sambil memainkan mainannya.
"Sebentar lagi Dafa sayang"ucap Dianka.
"Kangen sama Papa Zion"ucap Dafa.
"Bunda juga kangen sama Papa Zion"ucap Dianka.
"Bunda jangan berantem lagi sama Papa Zion jadi Papa Zion gak pergi lagi"ucap Dafa.
"Iya Dafa sayang"ucap Dianka.
Tak lama bunyi handphonenya berdering, telpon dariĀ Zion. Dianka langsung video call dengan Zion.
"Hallo sayang"ucap Zion.
"Hallo juga sayang"ucap Dianka.
"Aku kangen sama kamu"ucap Zion.
"Aku dan Dafa juga merindukanmu"ucap Dianka.
"Sebentar lagi aku akan segera kembali"ucap Zion.
"Aku disini menunggumu"ucap Dianka.
Dafa menghampiri Dianka dan berbicara pada Zion.
"Papa Zion, Dafa kangen"ucap Dafa.
"Papa juga kangen padamu"ucap Zion.
"Cepet pulang Pa"ucap Dafa.
"Iya, Papa akan pulang dan bermain lagi dengan Dafa"ucap Zion.
"Asyik......."ucap Dafa.
Selesai bicara dengan Zion, Dafa kembali bermain.
"Zion jaga dirimu baik-baik disana"ucap Dianka.
"Iya sayang"ucap Zion.
Setelah itu Dianka menutup telponnya. Paling tidak rindunya terobati. Dia bisa melihat dan mendengarkan suara Zion, jadi kerinduannya sedikit berkurang.
************
Rahel bekerja disebuah proyek pembangunan hotel. Dia mengangkat semen-semen itu bersama rekannya. Dia satu-satunya kuli bangunan wanita ditempat itu. Tapi jangan salah, tenaganya tak kalah dari seorang lelaki.
"Rahel kau angkat keramik itu ke lantai tiga"ucap Mandor.
"Baik Bos"ucap Rahel.
Rahel mengangkat keramik-keramik itu ke lantai tiga. Meski lelah tapi dia tetap semangat bekerja.
Tak lama ada sekelompok orang berpenampilan rapi memantau pembangunan hotel itu. Satu dari beberapa orang berpenampilan rapi itu, Rahel mengenalnya.
"Dia itukan lelaki cabul itu"ucap Rahel.
__ADS_1
"Aku harus menghindarinya, dia bawa pengawal lagi"ucap Rahel.
"Aku tidak mau punya masalah dengan lelaki cabul itu"ucap Rahel.