
Dianka sudah menyediakan semua makanan dimeja makan.Kemudian Dianka menyapu semua sudut dirumah itu.Dia juga mengepel dilantai atas ,Lara keluar dari kamar dan menghampiri Dianka yang sedang mengepel lantai itu.Lara menendang ember air yang buat mengepel lantai.
Dug........byuuuuur................
Airnya tumpah dilantai,Dianka melihat ke arah Lara yang sengaja menumpahkan air diember itu.
"Nyonya kenapa kau menumpahkan airnya?"tanya Dianka.
"Aku tak sengaja habis kau meletakkannya disembarang tempat,maaf ya Dianka.Tolong cepat keringkan nanti licin.Aku lapar ingin segera turun ke bawah"ucap Lara.
"Baik Nyonya"ucap Dianka.
Lara tersenyum melihat Dianka membersihkan lantai yang basah itu.
"Dianka,kau dan Alex telah membuat hidupku hancur.Kalian berdua harus mendapatkan bayaran atas semua yang telah kau berikan padaku"ucap Lara dalam hatinya.
Lara meninggalkan Dianka,dia kembali ke kamarnya.Air itu tumpah ke lantai sampai basah semua,Dianka mengambil sedikit demi sedikit airnya memakai kain pel.Dia tak sengaja hampir terpeleset dan berusaha berpegangan pembatas tralis dilantai atas.Demi menahan tubuhnya agar tak terjatuh,kakinya sampai terkilir.
"Aw.........kakiku terkilir"ucap Dianka kesakitan.
Dianka kemudian duduk sebentar dibawah pembatas tralis itu.
"Sakit sekali rasanya terkilir,kakiku jadi susah digerakkan dan sakit"ucap Dianka.
Alex keluar dari kamarnya,melihat Dianka duduk dibawah pembatas tralis dan memegangi kaki kanannya.Dia berjalan menghampiri Dianka.
Alex langsung duduk didepan Dianka.
"Dianka kau kenapa?"tanya Alex.
"Kakiku terkilir Alex"ucap Dianka.
"Sini aku pijat"ucap Alex mengambil kaki Dianka.
Alex memijat kaki Dianka yang terkilir.
"Aw........sakit Alex"ucap Dianka kesakitan.
"Aku akan memijatnya perlahan Dianka"ucap Alex.
"Kita ke rumah sakit ya"ucap Alex.
Dianka langsung menolak,dia tidak mau Alex akan tahu kalau dia hamil.Dianka takut bayinya akan dalam bahaya jika musuh-musuh Alex tau.
"Tidak usah Alex,sebentar lagi juga sembuh"ucap Dianka.
"Dianka kenapa alat pel ada disini?"tanya Alex.
"Itu....itu aku bosan jadi ingin mengepel untuk mengisi waktu luang ku"ucap Dianka.
"Biar pelayan yang meneruskannya"ucap Alex.
__ADS_1
"Sayang tolong aku,ada yang ingin aku tanyakan"
ucap Lara yang baru datang.
"Mau tanya apa sayang?"tanya Alex.
Lara langsung menarik tangan Alex,mengajaknya masuk ke kamar.Dianka meneruskan mengepel dengan satu kakinya yang diseret karena terkilir.
*********
William sangat marah dikamarnya karena Dianka hilang.Dia merasa rencananya untuk menikahi Dianka gagal total.Berkali-kali dia meninju tembok dikamarnya dengan tangannya sendiri sampai berdarah.
"Dianka,kau ada dimana sekarang cantik"ucap William.
William kemudian keluar dari kamarnya menemui Kron yang sudah menunggunya diruang kerjanya.
William duduk dikursi kerjanya untuk mendengar laporan dari Kron.
"Bos,Gengster Kalajengking yang telah melukai pengawal kita"ucap Kron.
"Gengster Kalajengking"ucap William.
"Iya Bos,mereka punya dendam pribadi pada Dianka.Tom Snike nama ketua gengster itu.
Matanya cacat karena ditusuk pisau oleh Dianka
saat menyelamatkan Alex dari cengkramannya"
"Wanitaku memang hebat dan pemberani,aku suka dia melakukan itu pada Tom Snike.Hanya saja dimana Dianka sekarang,Kron?"tanya William.
"Aku hanya menemukan mayat pengawal kita dan mobil yang kosong"ucap Kron.
"Apa Dianka ditangan Gengster Kalajengking?" tanya William.
"Aku belum tahu Bos,berbahaya masuk ke markas mereka tanpa persiapan dan kekuatan yang sebanding"ucap Kron.
"Aku tidak mau tahu Kron,cari tahu dimana keberadaan Dianka sekarang"ucap William.
"Baik Bos"ucap Kron kemudian keluar dari ruangan kerja William.
William mencemaskan Dianka.Dia tahu Gengster Kalajengking sangat sadis dan kejam.Dia menyesal tidak menjaga Dianka dengan baik.
**********
Gibran baru saja sampai dirumah besarnya. Rumah itu sangat besar dan megah.Ayah Gibran seorang Komandan Polisi yang telah meninggal 10 tahun yang lalu.Dia tinggal bersama Ibunya.Ibu Gibran bernama Yuliana.Semenjak ayahnya meninggal Ibu Yuliana kesepian dirumah,apalagi Gibran belum memiliki istri.Gibran mengikuti ayahnya menjadi seorang polisi.Tapi walau begitu Gibran punya usaha sampingan bergerak dibidang pertanian dan perkebunan.Kecintaannya pada alam membuatnya menyukai hal yang berhubungan dengan pertanian dan perkebunan.
Gibran masuk ke dalam rumah besar itu.Ibunya menyambut kepulangan Gibran.Dia mengajak Gibran duduk diruang keluarga untuk berbincang.
"Gibran kapan kamu punya istri nak.Ibu lelah menantimu membawa menantu ke rumah ini.
Apa lagi yang kamu cari nak?semua hasil kerja kerasmu hanya jadi pajangan jika kau tak memiliki keluarga.Apa susahnya mencari seorang wanita yang baik untuk dijadikan istrimu"ucap Ibu Yuliana.
__ADS_1
"Bu,aku janji nanti setelah misiku selesai,aku akan membawa pulang seorang menantu untuk Ibu"ucap Gibran.
"Ibu harap tidak lama,sampai kapan ibumu ini menanti.Ibu ingin melihat cucu ibu berlari kesana kesini dirumah ini"ucap Ibu Yuliana.
Gibran langsung memeluk ibunya,dia begitu menyayangi ibunya.Bagi Gibran,ibunya adalah orang yang paling dia sayangi.Gibran tahu ibunya ingin agar dia segera menikah,tapi misinya belum selesai.
*********
Lara dan Alex makan siang diruang tamu. Sementara Dianka berada dikamar pembantu untuk beristirahat karena kakinya terkilir.Dia kesulitan menggerakkan kakinya.Alex menanyakan keberadaan Dianka pada Lara.
"Sayang dimana Dianka?dia belum makan"ucap Alex.
"Kau begitu peduli padanya Alex,apa karena dia istri muda kau begitu menyayanginya"ucap Lara.
"Bukan begitu sayang.Dianka tadi kakinya terkilir aku khawatir dia kesulitan berjalan kesini untuk makan bersama kita"ucap Alex.
"Alex kau yakin sekali aku akan makan semeja dengan maduku"ucap Lara.
"Sayang bisakah kau rukun dengan Dianka.Kalian adalah kedua istriku yang ku sayangi,jadi ku
mohon jangan bertengkar dengannya.Aku akan membahagiakan kalian berdua.Kita akan membuat rumah ini dipenuhi tawa dan anak-anak kita yang lucu-lucu"ucap Alex.
"Alex,kau ingin aku dan Dianka jadi satu keluarga dan punya anak untukmu?Alex kau jadikan mangsamu jadi keluargamu kini,lucu"ucap Lara.
"Sayang,ayolah lupakan masa lalu,kita sambut masa depan agar kita bahagia bersama-sama.Aku,kau dan Dianka jadi sebuah keluarga"ucap Alex.
"Terserah kau saja Alex"ucap Lara.
Lara hanya ingin bertahan dirumah itu sampai bisa membalaskan semuanya.Dia tak bisa membiarkan Alex bebas begitu saja setelah semua yang dilakukannya.
Dianka keluar dari kamarnya dengan perlahan-lahan.Kakinya masih sakit belum bisa berjalan seperti semula.Dia lapar ingin makan setelah seharian bekerja.Baru dia membuka tudung saji dimeja makan itu ternyata sudah kosong tak ada makanan satupun.Dia masuk ke dapur untuk mengambil makanan dikulkas.Baru dia mau membuka kulkas,Lara menegurnya.
"Dianka,kau mau apa?"tanya Lara.
"Aku hanya ingin mengambil makanan"ucap Dianka.
"Dianka,kalau kau ingin makan,petik sendiri buah mangga dihalaman rumah,jangan mengambil makanan dikulkas.Salah kau sendiri tadi kenapa tak makan siang bersama"ucap Lara.
"Baik,aku akan memetik buah mangga saja"ucap Dianka.
Dianka keluar dari dapur itu menuju ke halaman rumah untuk memetik buah mangga.Dia melihat banyak buah mangga yang matang dipohon.Dianka coba mencari tongkat atau stager tapi tidak ada.Dianka coba memanjat dengan kakinya yang masih sakit.
"Aw..............."ucap Dianka kesakitan saat memanjat pohon mangga itu.
"Aku kesulitan memanjatnya karena kakiku sakit"
ucap Dianka.
Dia terus berusaha naik dan menahan kakinya yang sakit.Sampai diatas pohon,Dianka memetik buah mangga yang matang.Dia langsung memakannya karena lapar.
"Mangganya manis juga,besar-besar lagi.Perutku jadi kenyang"ucap Dianka.
__ADS_1
Selesai makan buah mangga Dianka turun dari pohon mangga itu.Dia kembali ke dalam rumah lagi.