ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Mirip Alex


__ADS_3

Dafa menunggu Dianka berangkat mencari kerja. Setelah Dianka keluar rumah, Dafa membereskan barang bawaannya ke dalam ransel miliknya. Dia ingin menemui Predir dari perusahaan besar itu. Dafa keluar dari rumahnya, dia naik bus dan turun didepan perusahaan besar itu. Dafa kembali menanyakan pada resepsionis.


"Kakak cantik, Presdir dari perusahaan ini apa sudah datang?"tanya Dafa.


"Sudah, memang kau mau apa anak kecil?"tanya Mita.


"Aku ingin menemuinya kakak cantik"ucap Dafa.


"Tidak sembarangan orang bisa bertemu dengannya, jadi maaf ya"ucap Mita.


Dafa kembali menunggu dikursi tunggu. Saat siang hari dia melihat Zion bersama Sekretaris Yuma keluar dari lobi. Dafa mengikuti mereka keluar lobi. Zion dan Sekretaris Yuma naik mobil, Dafa naik ojeg mengikuti mobil itu. Sampai disebuah rumah besar. Dafa turun dan membayar tukang ojeg itu. Dia melihat rumah besar dan megah. Dafa ingin masuk ke dalam tapi pagarnya tertutup. Dia mengelilingi pagar itu dan mencari tempat untuk memanjat pagar itu. Dafa memanjat pagar itu dan masuk ke halaman rumah besar itu. Dia menempel selebaran itu dimobil milik Zion. Seorang pengawal Zion menangkap Dafa yang menempel selebaran itu dimobil Zion. Dia membawa Dafa masuk ke dalam rumah menghadap Zion.


"Bos, anak ini menempel selebaran dimobil milik Bos"ucap Pengawal itu memegang tangan Dafa.


"Lepaskan aku, nanti Bundaku akan menghajarmu .Bundaku jago menghajar orang, kalau kamu menyakitiku, Bunda bisa mematahkan tanganmu"ucap Dafa pada pengawal yang mencengkram tangannya.


"Hei anak kecil, kenapa kau terus membuntutiku sampai ke rumahku?"tanya Zion.


"Aku cuma mau kau baca selebaran yang ku berikan itu saja"ucap Dafa.


"Kalau aku tidak mau memang kenapa?"tanya Zion.


"Bundaku cantik, pintar memasak, baik dan pandai bela diri. Kau tak akan menyesal menikahinya"jawab Dafa.


"Kau ini, menawarkan Bundamu padaku. Memang kenapa harus aku yang menikahi Bundamu?" tanya Zion.


"Habis kau tampan, keren dan kaya, pasti bisa membuat Bunda bahagia"jawab Dafa.


"Anak kecil, semua wanita juga ingin jadi istriku karena hal itu. Kau ini yakin sekali aku akan suka pada Bundamu"ucap Zion.


"Namaku Dafa, panggil aku dengan namaku"ucap Dafa.


"Oh namamu Dafa. Kau berani juga untuk usiamu sekecil ini"ucap Zion.


"Aku tidak takut kalian semua, Bundaku akan datang kalau kalian berani menyakitiku"ucap Dafa.


"Benarkah? apa Bundamu akan datang membebaskanmu dari tanganku"ucap Zion.


"Kau tak percaya lihat nanti, Bundaku bisa mematahkan tangan siapa saja"ucap Dafa.


"Bawa anak kecil ini ke kamar tamu"ucap Zion.


"Baik Bos"ucap Pengawal itu.


Pengawal Zion membawa Dafa ke kamar tamu. Sementara Zion duduk sambil membaca koran. Sekretaris Yuma datang menghampirinya yang sedang duduk santai.


"Zion kau menangkap anak kecil itu?"tanya Yuma.


"Habis dia sudah berbuat salah, aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran"ucap Zion.


"Tapi Zion dia masih kecil, dan kurasa anak itu hanya ingin kau membaca selebaran yang dibawanya"ucap Yuma.


"Aku ingin tahu, seberapa hebat Ibu anak kecil itu sampai anak kecil itu berani membanggakan Ibunya padaku"ucap Zion.


"Maksudmu, kau akan menunggu sampai Ibu anak kecil itu datang kemari?"tanya Yuma.


Zion hanya tersenyum mendengar pertanyaan Yuma. Dia ingin melihat kehebatan Ibunya Dafa. Zion akan menanti kedatangannya untuk mencari Dafa.


**********


Dianka bertemu teman sejawatnya dicafe tempat dia bernyanyi. Hari ini temannya tiba-tiba mengajaknya bertemu dadakan. Dianka tidak tahu apa yang diinginkan temannya itu. Mereka duduk dicafe dan mulai berbincang.


"Dianka, aku punya job menyanyi diacara perkumpulan orang kaya malam ini. Ini job dengan bayaran besar tapi aku ada urusan pribadi. Bisakah kau menggantikanku menyanyi malam ini?"tanya Riri.


"Gimana ya? aku sudah janji pada Dafa tidak akan bernyanyi lagi"jawab Dianka.


"Tapi ini bayarannya besar loh Dianka, bukannya kau butuh uang untuk biaya masuk TK Dafa ya?"tanya Riri.


"Iya sih, tapi?"jawab Dianka sambil berpikir.


"Udah ambil aja, sayang kalau aku cancel"ucap Riri.

__ADS_1


"Oke, aku mau menggantikanmu. Ini yang terakhir aku bernyanyi"ucap Dianka.


"Nah gitu, realistis. Lagi pula nyanyi dirumah besar kok tidak disembarang tempat. Banyak orang kaya lagi siapa tahu ada yang naksir kamu. Secara kamu cantik dan seksi, lelaki manapun pasti tergoda melihatmu"ucap Riri.


"Apaan sih Riri, aku kesana hanya untuk bernyanyi gak mau mikirin yang lain"ucap Dianka.


"Memang kamu gak mau nyariin Dafa seorang ayah gitu?"tanya Riri.


"Itulah yang jadi masalah yang ku pikirkan akhir-akhir ini Riri, Dafa selalu menyebar selebaran untuk mencarikanku suami"ucap Dianka.


"Berarti dia ingin kau menikah Dianka, aku rasa dia rindu sosok seorang ayah. Dianka udah nanti sekalian nyari jodoh aja. Banyak pria kaya nanti disana, kau harus bisa mendapatkan salah satu diantara mereka biar hidupmu dan Dafa gak kesusahan lagi"ucap Riri.


"Aku gak mau sembarangan milih suami Riri, biarbagaimanapun aku ini sudah punya anak. Aku harus mencari suami yang bisa menerimaku dan Dafa apa adanya"ucap Dianka.


"Benar juga sih, semoga kau menemukan lelaki yang bisa membahagiakanmu dan Dafa ya"ucap Riri.


Dianka hanya tersenyum dengan ucapan Riri. Dia ingin bisa membuat Dafa bahagia dan mendapatkan sosok ayah yang baik untuknya.


********


Dianka sudah berdandan cantik dan memakai dress yang indah. Dia naik taksi menuju ke rumah besar itu. Sampai dirumah besar itu, dia melihat banyak lelaki berkumpul dan menunggunya bernyanyi. Para lelaki itu melihat Dianka yang begitu cantik dan mempesona. Dia mulai bernyanyi. Suaranya yang merdu membuat yang mendengarnya begitu menikmati lagu yang dinyanyikannya.


"Lihat penyanyi itu, cantik dan seksi, suaranya merdu lagi"ucap Darwin.


"Cantik, bisa dibooking gak ya. Bikin ngiler ngelihat dia"ucap Roy.


"Zion kau tak tergoda melihatnya?"tanya Darwin.


"Udah gak perawan, gue suka yang masih perawan"ucap Zion.


"Yang udah gak perawan lebih berpengalaman diranjang. Memang kau tak penasaran"ucap Roy.


"Kalau bisa dibooking gue mau dia, cantik banget seksi lagi"ucap Boni.


Zion memandang ke arah Dianka yang sedang bernyanyi. Dia berdiri dan berjalan mencari Yuma.


"Yuma, tolong booking penyanyi itu untukku"ucap Zion.


"Kau ingin dia, Zion? biasanya kau mau yang perawan"ucap Yuma.


"Oke Bos"ucap Yuma.


Zion meninggalkan Yuma dan berkumpul kembali bersama teman-temannya. Sementara itu Dianka pergi ke toilet. Dia melihat Dafa ada dirumah besar itu.


"Dafa"ucap Dianka.


"Bunda"ucap Dafa menghampiri Dianka.


"Kamu kok ada disini, pantas dari tadi Bunda nyariin kamu gak ketemu"ucap Dianka.


"Bunda aku ditawan disini"ucap Dafa.


"Apa?....siapa yang berani menawanmu biar Bunda hajar"ucap Dianka.


"Bunda dia pemilik rumah ini, dia punya banyak pengawal, Bunda harus hati-hati"ucap Dafa.


"Hei anak kecil, ayo kesini"ucap Pengawal itu.


Dafa menghampiri pengawal itu dan ikut bersamanya. Dianka tercengang melihat Dafa bisa berada dirumah besar itu.


"Kenapa anakku bisa disini. Kalau sekarang aku melawan pengawalnya begitu banyak, dan aku tidak bawa senjata apapun"ucap Dianka dalam hatinya.


Yuma datang menghampiri Dianka yang masih berdiri dan melamun.


"Nona bisakah kita bicara?"tanya Yuma.


"Bisa"ucap Dianka spontan saat tersadar dari lamunannya.


Yuma mengajak Dianka bicara disebuah kamar tamu.


"Nona, Bosku ingin membookingmu malam ini. Apa kau bersedia?"tanya Yuma.

__ADS_1


"Apa?memangnya aku ini wanita murahan, tapi tunggu siapa tahu Bosnya pemilik rumah ini. Akukan harus membebaskan Dafa dari tempat ini. Sebaiknya aku tanya dulu yang jelas"ucap Dianka dalam hatinya.


"Oya apa dia pemilik rumah ini?"tanya Dianka.


"Iya Bosku pemilik rumah ini"ucap Yuma.


"Oke, aku bersedia dibooking"ucap Dianka.


Acara selesai malam itu. Semua tamu pulang kerumah mereka. Dianka diantar Yuma masuk ke kamar Zion. Dikamar itu Zion sudah menunggunya. Dianka kaget saat melihat Zion yang begitu mirip dengan Alex.


"Alex"ucap Dianka.


Zion menghampiri Dianka yang masih tercengang melihatnya begitu mirip dengan Alex.


"Biasanya aku tak pernah menghampiri wanita sepertimu, tapi kali ini aku menurunkan egoku"ucap Zion.


Zion membelai pipi Dianka, sementara Dianka masih bengong melihat Zion.


"Kau benar-benar cantik, baru kali ini aku mau dengan wanita yang tidak perawan"ucap Zion.


"........"Dianka masih diam.


Zion memeluk Dianka dan mulai mencium bibir cantiknya. Dianka merasakan kehangatan yang sama saat bersama Alex. Dia menikmati ciuman yang diberikan Zion. Seketika dia tersadar, laki-laki yang menciumnya bukan Alex.


"Dia memang mirip Alex, tapi dia bukan Alex. Aku harus bangun dari mimpiku, Alex sudah meninggal Dianka"ucap Dianka dalam hatinya.


Dianka melepas ciuman itu, dia mendorong tubuh Zion menjauh darinya.


"Aku bukan wanita murahan, tolong jangan perlakukan aku seperti ini"ucap Dianka.


"Lalu kenapa kau mau ku booking malam ini?"tanya Zion.


"Kau menawan anakku, lepaskan dia"ucap Dianka.


"Kau Ibunya Dafa?"tanya Zion.


"Iya, bebaskan anakku, kalau tidak aku bisa mematahkan semua tulangmu"ucap Dianka.


"Benar kata Dafa, kau berani ternyata, tapi malam ini aku sudah membookingmu jadi kau harus puaskan aku dulu"ucap Zion.


Dianka marah mendengar kata-kata dari Zion. Dia langsung memukul Zion hingga mukanya berdarah. Dianka langsung keluar dari kamar itu, Zion mengejarnnya. Dianka mencari Dafa tapi dihadang para pengawal Zion.


"Tangkap wanita itu"ucap Zion menyuruh pengawalnya menangkap Dianka.


Dianka langsung menghajar satu per satu pengawal Zion hingga bertumbangan.


Prooook....prooook....prooook......


Zion bertepuk tangan melihat Dianka berhasil menghajar semua pengawal Zion yang mengepungnya.


"Ternyata kau hebat juga, betul kata Dafa"ucap Zion.


"Lepaskan anakku,aku akan mengampunimu jika kau melepas anakku sekarang"ucap Dianka.


"Kau ingin anakmu, kau harus jadi orangku"ucap Zion.


"Aku tidak mau jadi pesuruhmu"ucap Dianka.


Dianka langsung menghajar Zion. Mereka saling melawan satu sama lain. Tapi ternyata Zion lebih kuat darinya. Dianka terjatuh dilantai lalu Zion menghampirinya.


"Aku tidak akan melukaimu, asalkan kau jadi orangku. Kau juga bisa bertemu dengan anakmu"ucap Zion.


"Aku tidak mau jadi orangmu"ucap Dianka.


Zion membawa Dianka ke sel Bawah tanah dirumahnya lalu mengikatnya.


"Aku akan memberimu waktu berpikir ulang, besok aku akan bicara denganmu lagi. Jadi pikirkan baik-baik"ucap Zion.


Zion meninggalkan Dianka disel bawah tanah itu dalam keadaan terikat. Dianka hanya merenung dan berpikir.


"Apa Dafa juga ditawan sepertiku? Zion itu bukan orang sembarangan. Dia kuat sekali, aku takut dia melakukan sesuatu pada Dafa. Apa aku mengikuti kemauannya saja biar Dafa aman"ucap Dianka.

__ADS_1


Dianka tak menyangka dia bisa dikalahkan Zion. Dia merasa Zion bukan orang sembarangan. Dianka berpikir ingin mengikuti kemauan Zion demi Dafa anaknya.


"


__ADS_2