
Sisi sedang duduk santai di sebuah cafe. Dia sedang mengerjakan tugas di laptopnya. Vita yang sedang di cafe itu juga, melihat Sisi adik Chaiden. Vita berjalan mendekati meja Sisi. Dia langsung duduk di meja yang sama dengan Sisi tanpa permisi.
"Sisi lama tak bertemu," ucap Vita.
"Eh Kak Vita, apa kabar?" tanya Sisi. Dia mengenal Vita sebagai mantan calon istri kakaknya. Sisi tetap menghormatinya meskipun Vita sudah tidak menjalin hubungan dengan Chaiden.
"Baik, Sisi kamu ingat kenapa aku putus dengan Chaiden kan?" tanya Vita.
"Iya ingat," jawab Sisi.
"Sisi waktu sebelum kejadian di hotel itu, aku kan sama kamu ya sebelumnya di cafe xxx?" tanya Vita.
"Iya Kak," jawab Sisi.
"Bantu aku jelasin ke Chaiden kalau itu salah paham," ucap Vita.
"Maaf kak, aku sudah jelasin tapi Kak Chaiden tapi dia tidak mau dengar. Lagian Kak Chaiden sekarangkan sudah punya calon istri," ucap Sisi.
"Apa?" Vita kaget mendengar ucapan Sisi. Dia tak menyangka Chaiden akan sejauh itu dengan Mahira.
"Kemarin Kak Chaidenn membawa Kak Mahira ke rumah untuk memperkenalkannya sebagai calon istri kakak," ucap Sisi.
"Jadi dia tidak mendengarkan ancamanku," batin Vita.
"Kak maaf aku harus ke kampus dulu, see you," ucap Sisi.
"See you," sahut Vita.
Sisi meninggalkan Vita sendirian di cafe itu. Vita sangat marah mendengar Mahira sudah menjadi calon istri Chaiden. Mahira tidak mendengarkan ancaman dari Vita.
"Aku harus memberi Mahira pelajaran," ucap Vita.
Vita meninggalkan cafe itu, dan pergi mencari Mahira. Vita menelpon Mahira untuk mengajaknya bertemu di sebuah taman bunga. Mahira setuju dengan ajakan Vita, dia juga ingin bicara dengan Vita, masalah ini harus diselesaikan, Mahira datang ke tempat yang sudah disepakati bersama Vita.
"Vita apa lagi yang mau kamu bicarakan?" tanya Mahira.
"Kemarin aku sudah bilang padamu untuk menjauh dari Chaiden," cetus Vita.
__ADS_1
"Aku tidak akan menjauhi Chsiden, justru aku akan menikah dengannya," ucap Mahira.
"Kalau kamu terus begini aku akan semakin berani ok," ucap Vita.
"Aku tidak takut, aku dan Chaiden saling mencintai, itu sudah cukup untuk kekuatanku," ucap Mahira.
"Awas ya Mahira! tunggu aja balasan dariku, aku akan merebut Chaiden kembali," ancam Vita.
Vita pergi meninggalkan Mahira di taman bunga itu. Dari pertemuan itu Mahira tidak habis pikir kenapa Vita keras kepala padahal hubungannya dengan Chaiden sudah berakhir. Mahira harus menguatkan hatinya menghadapi Vita.
***
Sepulang kerja Mahira dan Almira pergi ke sebuah cafe xxxx. Mahira dan Almira memesan kopi kesukaan mereka. Pelayan mengantarkan pesanan mereka ke mejanya. Almira meminum kopi espreso miliknya duluan. Mahira asyik melihat handphonenya. Dia membaca pesan-pesan romantis dari Chaiden. Maklum hubungan mereka sekarang sudah diketahui keluarga Chaiden. Itu berarti mereka serius menuju jenjang pernikahan. Almira melihat kopi hitam Mahira dan ingin mencoba kopi kakaknya.
"Kak kok kakak senang banget kopi hitam memang enak?" tanya Almira.
"Enak, kalau biasa minum," jawab Mahira sambil tetap melihat handphonenya.
"Aku boleh coba dikit ya?" tanya Almira.
"Oke," jawab Mahira yang masih sibuk melihat handphonenya.
"Kak memang warna dan baunya begini ya? gak jadi deh kakak aja yang minum," ucap Almira.
"Memang begitu kopi hitam, sini biar ku minum," ucap Sakira.
Mahira mengambil kopi hitam itu dari tangan Almira. Dia memegang gelas kopi itu dan mendekatkan ke arah bibirnya.Saat hendak diminum, Almira langsung melarangnya.
"Tunggu kak! jangan diminum dulu!" ucap Almira.
"Memang kenapa?" tanya Mahira.
"Aku memang tidak pernah minum kopi hitam, tapi ini warna dan baunya sedikit berbeda dari biasanya," jawab Almira.
Almira langsung mengambil kopi hitam itu. Dan meminta pelayan untuk membungkusnya. Mahira bingung dengan tingkah Almira. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Almira dengan kopi itu.
Setelah pelayan memberikan kopi hitam yang sudah dibungkus, Almira mengajak Mahira pergi ke suatu tempat.
__ADS_1
"Kita mau kemana Almira?" tanya Mahira.
"Pergi ke laboratorium, untuk menguji kopi hitam ini," jawab Almira.
"Ngapain?" tanya Mahira.
"Nanti kakak lihat saja," jawab Almira.
Almira dan Mahira sudah sampai ditempat itu. Kebetulan ternyata Almira punya kenalan di laboratorium itu. Almira meminta temannya secara khusus untuk uji Sempel kopi hitam itu. Temannya langsung menguji sempel kopi hitam itu.
Setelah pengujian itu selesai. Temannya Almira memberi tahu kalau kopi itu sudah mengandung sianida dosis sedang. Almira dan Mahira kaget mendengar itu. Mereka tidak menyangka kopi itu sudah diracuni oleh seseorang yang tidak mereka ketahui.
"Kak kita harus lapor ke polisi," ucap Almira.
"Jangan!" ucap Sakira.
"Kenapa jangan?" tanya Almira.
"Yang penting aku tidak apa-apa, kalau kita lapor polisi nanti terjadi pemberitaan macam-macam di media sosial dan itu akan berdampak pada perusahaan keluarga kita," jawab Mahira.
"Ya tapi ini bahaya kalau didiamkan, coba tadi kalau kakak minum, apa yang akan terjadi pada kakak?" tanya Almira.
"Iya ..., tapi sekarangkan kakak baik-baik saja, ayo pulang kakak capek," jawab Mahira.
Mahira dan Almirapun pulang ke kediaman Keluarga Aliando. Mahira langsung ke kamarnya karena merasa capek. Dia mandi dan berganti pakaian lalu berbaring di ranjang kesayangannya. Saat dia sedang nyaman berbaring di ranjang terdengar suara handphone berbunyi. Mahira langsung mengecek handphonenya dia mengira itu pesan dari Chaiden, tapi ternyata itu pesan dari Mr.X seseorang yang tidak ada no teleponnya di handphone Mahira.
Isi pesan Mr.X
Sudah menerima hadiah dariku?
Ini baru permulaan dari permainan.
Kamu beruntung masih bisa selamat.
Awas berani lapor polisi!tanggung akibatnya.
Welcome the jungle.
__ADS_1
Next hadiah lain akan menyusul.
Itu isi pesan dari Mr.X, Mahira tidak tahu siapa memberi pesan padanya. Mahira baru ingat kopi hitam yang mengandung sianida itu hadiah yang dimaksud oleh Mr.X, Dia langsung ketakutan. Mahira tidak tahu harus cerita pada siapa. Dia takut Mr.X akan melukai orang-orang yang disayanginya. Mahira menangis dikamarnya sendirian.