
Gibran berdiri didekat kolam renang diluar villa itu. Dia memikirkan Lara dan ibunya. Gosip yang menyebar luas ini pasti membuat Lara kepikiran dan bersedih. Gibran mengkhawatirkan istri tercintanya itu. Dia mengambil handphone disaku bajunya dan menelpon Lara.
"Hallo sayang"ucap Gibran.
"Hallo"ucap Lara.
"Kau harus sabar dan kuat menghadapi permasalahan ini, aku yakin semua pasti akan berakhir dengan baik. Setelah aku kembali nanti, aku akan mencari tahu siapa pelaku penyebaran foto itu"ucap Gibran.
"Kau tidak marah denganku karena gosip itu?"tanya Lara.
"Kenapa aku harus marah sayang, aku percaya sepenuhnya padamu, itu hanya gosip murahan yang dibuat orang yang tak bertanggungjawab" ucap Gibran.
"Makasih sayang, tadinya aku pikir kau akan marah. Bahkan aku berencana untuk menjelaskan semuanya yang terjadi padamu"ucap Lara.
"Sayang kau tak perlu khawatir, aku baik-baik saja dengan pemberitaan itu. Justru aku yang mengkhawatirkanmu, kau harus semangat ya sayang, I Love You"ucap Gibran.
"I Love You Too"ucap Lara.
"Aku kangen"ucap Gibran.
"Aku juga kangen, pengen cepet bertemu denganmu"ucap Lara.
"Aku akan ambil cuti setelah pekerjaanku selesai, biar kita bisa berduaan seharian"ucap Gibran.
"Benarkah kita akan berduaan seharian?"tanya Lara.
"Ya, kita menginap dihotel biar Mahira tidak mengganggu keromantisan kita nanti"jawab Gibran.
"Siapa yang mengajarimu cara seperti itu?"tanya Lara.
"Ada deh, yang penting kita cuma berdua aja" ucap Gibran.
"Yasudah ya sayang, aku mengantuk"ucap Lara.
"Oke, tidur yang nyenyak, mimpiin aku sayang" ucap Gibran.
"Tentu sayang"ucap Lara.
Mereka akhirnya mengakhiri pembicaraan ditelpon. Lara langsung tidur, begitupun dengan Gibran, dia kembali ke ruang keluarga di villa itu. Gibran berbaring disofa sambil memikirkan Lara, dia ingin segera pulang agar bisa mendampingi Lara disaat seperti ini.
************
Ibu Terry berpikir sudah saatnya dia harus memberitahu Dianka rahasia yang selama ini dia simpan. Sebagai istri Zion, Dianka harus tahu asal usul Zion yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahfahaman dikemudian hari.
"Dulu saat masih muda seusiamu, Mama belum kunjung memiliki anak, Mama dan Papa sampai melakukan segala cara agar kami memiliki keturunan, tapi semuanya tidak membuahkan hasil. Kami putus asa dan pasrah, kami berpikir akan menghabiskan hidup berdua saja. Sampai kami bertahun-tahun tinggal diluar negeri. Tapi pada suatu hari kami pulang ke Negera ini untuk mengunjungi Kakak kandung Mama. Saat itu dia sedang melahirkan dua bayi kembar laki-laki. Karena Kakaknya Mama kasihan melihat Mama yang belum memiliki keturunan, dia memberikan satu bayi laki-lakinya pada Mama. Dia ingin Mama merawat satu bayi laki-lakinya agar Mama nantinya bisa memiliki keturunan. Setelah itu kami membawa bayi laki-laki itu kembali ke luar negeri bersama kami hingga sekarang tumbuh menjadi Zion yang sudah besar bahkan sudah menjadi pimpinan perusahaan besar. Tapi saat Mama ingin mengunjungi keluarga Kakaknya Mama, mereka sudah tidak ada. Ada bilang mereka sudah meninggal. Mama belum sempat mempertemukan Zion dengan keluarga kandungnya"ucap Ibu Terry.
"Apa mungkin Alex dan Zion adalah saudara kembar? pantas mereka mirip, sangat mirip. Hanya saja sifatnya berbeda"ucap Dianka dalam hatinya.
"Dianka maaf ya Mama jadi cerita hal ini padamu, Zion belum tahu semua ini, Mama bingung bagaimana caranya memberitahu pada Zion. Sementara keluarga kandungnya sudah tidak ada. Pasti dia akan sangat terluka dan kecewa"ucap Ibu Terry.
"Ma biar bagaimanapun Zion harus tahu semua ini, jangan sampai nanti terjadi kesalahfahaman antara Mama dan Zion nantinya"ucap Dianka.
"Dianka, Mama tidak berani menyampaikan hal ini pada Zion, bisakah kau yang memberitahunya?"tanya Ibu Terry.
__ADS_1
"Baiklah, nanti Dianka akan coba memberitahu
hal ini padanya"jawab Dianka.
Setelah bicara dengan Ibu Terry, Dianka kembali ke kamar Zion. Dia melihat Zion sedang asyik menonton televisi.
"Hei, mukamu itu kok ditekuk lagi, apa kau pura-pura supaya tidak jadi memijatku"ucap Zion.
Dianka hanya diam dan duduk disamping Zion.
Dia menyandarkan kepalanya dibahu Zion.
"Zion, aku punya sebuah dongeng. Apa kau mau mendengarkannya?"tanya Dianka.
"Memangnya aku anak kecil yang kau bacakan dongeng sebelum tidur, jangan-jangan kau ingin mengelabuhi ku supaya aku cepat tertidur dan kau tak perlu memijatku"ucap Zion.
"Zion bisakah kau serius sebentar saja"ucap Dianka.
"Oke, cepatlah kau mendongengkanku, tapi biarkan aku tidur dipangkuanku"ucap Zion.
"Hih"ucap Dianka kesal.
Zion tersenyum karena dia bisa tidur dipangkuan Dianka. Dia merasakan kenyamanan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat berbaring dipangkuang Dianka.
"Zion jangan tidur dengarkan aku"ucap Dianka.
"Iya sayang mulailah"ucap Zion.
"Pada suatu hari ada seorang raja dan ratu, mereka tidak memiliki keturunan. Mereka mencoba berbagai cara agar bisa memiliki keturunan tapi tetap saja belum dikaruniai keturunan. Pada suatu hari sang raja dan ratu pergi mengunjungi saudaranya. Saudaranya itu baru saja melahirkan bayi kembar laki-laki. Karena sang ratu belum memiliki seorang anak, saudaranya kasihan padanya dan memberikan satu dari bayi kembar laki-lakinya pada sang ratu.
"Apa?....bayi laki-laki itu aku. Kau pintar sekali bercanda sayang"ucap Zion yang nyaman dipangkuan Dianka.
"Aku tidak sedang bercanda, tapi dongeng yang ku ceritakan itu adalah kisah hidupmu"ucap Dianka.
"Ha...ha... sayang aku sudah tahu semua itu"ucap Zion.
"Apa?....kau sudah tahu semuanya dari siapa? Mamamu bilang dia belum menceritakan hal ini padamu"ucap Dianka.
Zion bangun dari pengakuan Dianka dan menatapnya.
"Banyak hal yang kau tidak ketahui dariku, kelak kau akan tahu kalau suamimu ini lelaki yang hebat"ucap Zion.
"Zion apa kau juga tahu kalau kau punya saudara kembar yang mungkin dia adalah Alex"ucap Dianka.
"Alex memang saudara kembarku, aku sudah menyelidikinya saat pertama datang dinegara ini. Banyak orang mengiraku Alex, akhirnya aku mencari tahu tentangnya dan pada akhirnya aku tahu kalau aku dan dia kembar"ucap Zion.
"Zion apa kau juga tahu kalau keluargamu dibunuh ayahku, Giorgio?"tanya Dianka.
"Aku tahu, tapi aku tidak tahu kalau putrinya Giorgio itu dirimu, maka dari itu kau harus jadi istriku sebagai ganti kesalahan ayahmu pada keluargaku. Kau harus memuaskan aku diranjang, dimeja makan dan dimanapun. Kau harus melayaniku seumur hidupmu karena aku mungkin sudah tak menggajimu lagi"ucap Zion.
"Kau kejam sekali, kau pikir aku ini binatang yang harus patuh padamu"ucap Dianka.
"Hei aku tidak bilang kau binatang. Kau itu istriku yang harus setia dan mengabdikan hidupmu hanya untukku"ucap Zion.
__ADS_1
"Zion, apa kau tidak dendam padaku?"tanya Dianka.
"Untuk apa?...ayahmu yang melakukan kejahatannya bukan dirimu. Jadi kenapa kau harus menanggung kesalahan ayahmu. Kau sudah sangat menderita karena dendam yang dibawa Alex, masa aku menambahinya. Justru aku ingin merubah dendam menjadi sebuah hubungan cinta diantara kita, biarkan masa lalu tetap jadi masa lalu. Dan sekarang kita sambut masa depan"ucap Dianka.
"Aku mau menikah denganmu Zion"ucap Dianka.
"Apa?....kau mau menikah denganku?"tanya Zion kembali.
"Iya, aku mau menikah denganmu"ucap Dianka.
Zion langsung menggendong Dianka didepan.
"Terimakasih Dianka, aku mencintaimu"ucap Zion.
"Zion turunkan aku, kau membuatku takut"ucap Dianka.
"Katakan cinta dulu padaku, baru kuturunkan" ucap Zion.
"Aku mencintaimu, kau puas. Turunkan aku!"ucap Dianka.
Zion menurunkan Dianka dan memegang pipinya.
"Dianka besok kita mengurus semua persiapan pernikahan kita"ucap Zion.
"Zion apa kau yakin menikah dengan janda satu anak sepertiku"tanya Dianka.
"Alex dan aku saudara kembarkan jadi kau dan Dafa adalah tanggungjawabku sekarang, lagi pula dari pertama kita bertemu aku sudah tertarik padamu, kau cantik dan seksi, anakmu juga lucu dan pintar, aku suka"ucap Zion.
"Terimakasih Zion, kau memberiku kehangatan sebuah keluarga"ucap Dianka.
"Aku akan memberimu kehangatan sebuah keluarga setiap hari Dianka"ucap Zion.
Zion sangat bahagia akhirnya Dianka mau menerima lamarannya. Mereka begitu bahagia dengan cinta yang tumbuh dihatinya. Meskipun mereka sering bertengkar tapi sesungguhnya mereka saling peduli satu sama lain.
************
Lara bangun pagi kemudian keluar dari rumah besarnya untuk joging menelusuri jalan diarea perumahannya. Saat sedang joging, banyak ibu-ibu yang menggosipkannya. Lara tetap berjalan dan berusaha tidak peduli dengan gosip itu. Ternyata sudah banyak orang yang tahu gosip tentang Carlos dan dirinya.
"Lihat istrinya Gibran, gak tahunya selingkuh dibelakangnya"ucap Ibu Siti.
"Kasihan Gibran, diakan anak yang baik, rajin dan pinter lagi. Eh istrinya kelakuannya begitu"ucap Ibu Marni.
"Kurang apa coba Gibran, iyakan ibu-ibu"ucap Ibu Eneng.
"Coba dulu Gibran mau sama anak saya, gak mungkin nasibnya seperti sekarang dikhianati istrinya"ucap Ibu Lili.
"Gedek deh punya menantu tukang selingkuh, heran Ibu Yuliana kok santai aja"ucap Ibu Darmi.
"Aku rasa nih cewek pakai pelet kali, biar Gibran dan ibunya nurut"ucap Ibu Siti.
"Selingkuhnya itu loh ibu-ibu, masa sama artis papan atas, maruk banget. Ya tahu sendiri Carlos itu ganteng dan kaya. Udah punya Gibran mau punya Carlos juga. Bener-bener cewek uler"ucap Ibu Eneng.
"Betul"ucap Semua ibu-ibu itu.
__ADS_1
"Udah, ibu-ibu semua mau gosip apa beli sayur nih"ucap Tukang sayur.
Ibu-ibu itu menggosipkan Lara sambil membeli sayuran pada tukang sayur. Sementara Lara terus berjalan tanpa menyapa atau menegur tetangganya itu. Dia tahu percuma menjelaskan, gosip itu sudah dibumbui sedemikian rupa sehingga terlihat seperti fakta.