
Nona Zelina memeluk dan mencium Gibran lalu memfotonya berdua dengan settingan kamera yang sudah disediakannya. Dia juga mempraktekkan beberapa gerakan seolah sedang bercumbu dengan Gibran. Dengan hasil foto itu dia akan memberikannya pada Lara.
Nona Zelina mengambil hasil foto jepretannya.
"Dengan foto ini Lara akan meninggalkan Gibran dan aku bisa mengambil keuntungan dari situ"ucap Nona Zelina.
Nona Zelina membereskan semua kameranya, dan merobek-robek pakaian miliknya lalu dibuang sembarangan dilantai. Dia juga membuat tanda merah buatan disekujur tubuhnya. Kemudian kembali berbaring disamping Gibran, menunggunya bangun. Tak lama Gibran bangun dan mendapati dirinya tanpa sehelai benang, dia melihat kesampingnya Nona Zelina sedang menangis.
"Hik....hik.....hik........"Nona Zelina pura-pura menangis.
"Apa yang sudah terjadi Nona Zelina?"tanya Gibran.
"Aku memang janda, tapi tidak seharusnya kau merendahkanku hik...hik...."ucap Nona Zelina sambil menangis.
"Apa maksudnya?"tanya Gibran kemudian bangun dan duduk.
"Tadi para penculik itu membawamu masuk ke kamarku, dan kau tiba-tiba memperkosaku hik....hik....."ucap Nona Zelina.
"Tidak mungkin"ucap Gibran sambil memegang dahinya.
"Aku memang janda jadi kau bisa seenaknya memainkanku semaumu, kalau kau tidak percaya tidak apa-apa, biar aku menanggung rasa sakit ini sendirian hik....hik....."ucap Nona Zelina.
Gibran coba mengingat semua yang terjadi sebelum dia tak sadarkan diri.
"Apa benar aku sudah memperkosa Nona Zelina tapi kenapa aku tak ingat apapun, kepalaku juga pusing sekali"batin Gibran.
"Para penculik itu sepertinya sengaja ingin menghancurkan hidupku.....hik....hik....."ucap Nona Zelina.
"..........."Gibran hanya terdiam.
Gibran langsung mengambil pakaiannya yang ada dilantai dan mengenakannya.
"Nona Zelina segera pakai pakaianmu, ayo pergi dari sini"ucap Gibran.
"Pakaianku sudah kau robek, aku harus mengenakan apa?"tanya Nona Zelina.
Gibran melepas kemejanya dan memberikan pada Nona Zelina.
"Terimakasih Gibran"ucap Nona Zelina.
Gibran membelakangi Nona Zelina saat memakai kemeja miliknya. Setelah itu Gibran keluar dari rumah besar itu bersama Nona Zelina dengan mobilnya.
"Gibran soal kejadian tadi, aku tidak akan menuntutmu untuk bertanggungjawab"ucap Nona Zelina.
__ADS_1
"..........."Gibran hanya diam saja.
Gibran mengantar Nona Zelina pulang ke rumahnya lalu dia pulang kembali ke rumahnya.
***********
Katrine membawa Zion ke rumahnya dipinggiran kota. Sampai dirumah yang terlihat sederhana dari luar itu, Zion dan Katrine masuk ke dalam rumah itu. Katrine mengajak Zion masuk ke kamar anaknya. Didalam kamar itu ada seorang anak kecil yang sedang berbaring diranjang, tubuhnya kurus kering dan muka pucat. Katrine membawa Zion menghampiri anak itu.
"Zion ini Kevin, anak kita"ucap Katrine.
"Kevin ini Papamu sayang"ucap Katrine.
"Papa....."ucap Kevin.
Zion hanya terpaku dan terdiam, dia memandang wajah kecil anak itu.
"Zion, Kevin sangat merindukanmu"ucap Katrine.
Kevin bangun dari berbaring lalu duduk, dia meminta Zion memeluknya.
"Papa, aku ingin dipeluk Papa"ucap Kevin.
"Zion ku mohon peluklah Kevin"ucap Katrine.
"Papa, Kevin rindu Papa"ucap Kevin.
"Iya nak"ucap Zion.
Lama-lama Kevin tertidur dipelukan Zion. Kemudian Zion membaringkan Kevin diranjang.
Dia dan Katrine keluar dari kamar itu. Kemudian mereka duduk di sofa ruangan tengah.
"Katrine, Kevin sakit apa?"tanya Zion.
"Gagal ginjal"ucap Katrine.
"Apa?....anak sekecil itu sudah menderita gagal ginjal"ucap Zion.
"Iya, Kevin sudah mengalami gagal ginjal dari masih bayi. Setelah aku melahirkan Kevin, aku menyusulmu ke negara ini tapi aku belum menemukanmu. Aku susah payah membesarkan Kevin dengan bekerja serabutan dinegara ini. Aku berpikir mungkin suatu saat akan bertemu denganmu Zion"ucap Katrine.
"Katrine, aku akan membawa Kevin ke rumah sakit, dia harus mendapatkan perawatan yang tepat, agar cepat sembuh"ucap Zion.
"Zion, Kevin tidak hanya membutuhkan perawatan tapi dia membutuhkanmu untuk semangat hidupnya, ku mohon jangan tinggalkan kami lagi Zion"ucap Katrine.
__ADS_1
"............."Zion hanya terdiam.
"Kenapa kau diam?......apa karena kau sudah memiliki Dianka. Aku dan Kevin tak berarti untukmu lagi, apa anak kandungmu tidak berharga untukmu, lebih berharga anak angkatmu"ucap Katrine.
"Katrine, semua ini datang tiba-tiba, kau kembali hadir dalam hidupku, disaat aku sudah mencintai Dianka"ucap Zion.
"Aku sudah tahu maksudmu, kau lebih memilih dia daripada aku dan Kevin, pergilah, kami tidak membutuhkanmu Zion, pergilah hik....hik...hik.."ucap Katrine sambil menangis.
"Katrine......"ucap Zion.
Katrine berdiri dan mengusir Zion dari rumahnya.
"Pergilah....hik....hik....."ucap Katrine.
Zion langsung memeluk Katrine yang menangis.
"Maafkan aku Katrine, aku akan disini sampai Kevin sembuh"ucap Zion.
"Terimakasih Zion"ucap Katrine.
"Maafkan aku Zion, aku tak akan melepaskanmu dari tanganku lagi"batin Katrine.
************
Dianka menemui Sekretaris Yuma diapartemen miliknya. Dia berharap Yuma tahu banyak tentang hubungan Zion dan Katrine. Dianka masuk ke apatemen Yuma, dia duduk disofa ruang tamu apatemen itu bersama Yuma. Kemudian Dianka mulai bicara pada Yuma.
"Sekretaris Yuma apa kau mengenal Katrine?" tanya Dianka.
"Katrine?....dari mana kau tahu Katrine, Dianka?" tanya Yuma.
"Kemarin dia datang ke rumah kami"ucap Dianka.
"Setahuku Katrine mantan pacar Zion, dulu mereka sangat dekat. Mereka sudah bertahun-tahun pacaran bahkan berencana menikah, tapi entah kenapa tiba-tiba Katrine memutuskan hubungannya dengan Zion, dan meninggalkan Zion begitu saja. Saat itu Zion sangat terpukul sampai dia pergi ke negara ini untuk melupakan Katrine dan memulai bisnis baru disini"ucap Yuma.
"Apa benar Katrine memiliki anak dengan Zion?" tanya Dianka.
"Seingatku tidak, mereka hanya pacaran dan tidak memiliki anak, saat Katrine putus dengan Zion, dia tidak memberi tahu kalau sedang hamil"ucap Yuma.
"Tapi Katrine bilang kalau dia dan Zion punya anak bahkan Zion meninggalkanku bersama Katrine"ucap Dianka.
"Dianka tenanglah, aku yakin Zion akan menyelesaikan masalah ini, dia tidak bodoh, dia akan segera kembali padamu"ucap Yuma.
"Iya semoga ucapanmu benar"ucap Dianka.
__ADS_1
Dianka berharap Zion akan segera kembali padanya. Dia tidak bisa hidup tanpa Zion disisinya, meskipun sering bertengkar tapi Dianka mencintai Zion dan ingin selalu bersamanya.