ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Kau Mangsa Ku Dianka


__ADS_3

Alex ada dirumah besar itu saat Dianka sampai.


Wajah Dianka terlihat pucat, bibirnya membiru dan jalannya sempoyongan. Alex begitu senang melihat Dianka lemah tak berdaya karena hukuman darinya.


Dianka akhirnya pingsan, Alex langsung membawanya ke kamarnya. Dia mengganti baju Dianka yang basah kuyup. Setelah Dianka terbangun dia mulai mual tak tertahan. Dianka langsung berlari ke toilet dan muntah-muntah.


Hoooeekk...Hoooeekk...


Dianka terus muntah sampai dia lemas. Alex masuk ke toilet dan memijat leher belakang Dianka.


"Dianka kau kenapa? mukamu pucat dan kau muntah cairan asam lambung,apa kau sedang sakit?"tanya Alex.


"Haruskah aku bilang pada Alex kalau aku sedang mengandung anaknya? bagaimana jika nanti malah membahayakan anak ini? aku takut Alex akan menyakiti anak ini. Musuh Alex banyak, jika mereka tahu Alex punya anak bisa jadi mereka akan menargetkan anaknya juga. Sepertinya aku harus menyembunyikan kehamilanku sampai ada tempat aman untuk aku dan anak ini"ucap Dianka dalam hatinya.


"Tidak apa-apa, mungkin aku hanya masuk angin"


ucap Dianka.


"Cepatlah mandi dan ikut denganku sarapan"


ucap Alex.


"Ya nanti aku menyusul"ucap Dianka.


"Alex, aku tidak bisa menebak isi hatimu terkadang kau hangat padaku, terkadang kau kejam padaku. Seandainya kau tahu aku sangat mencintaimu dari dulu. Tapi kau tak pernah mengetahui perasaanku. Dan aku hanya bisa memendam perasaan ini karena dendammu padaku. Apa suatu hari nanti kita bisa hidup bersama dengan anak kita? bagaimana dengan Lara yang telah kau sakiti? jika aku harus memilih aku akan meninggalkanmu untuk Lara,


bagaimanapun gara-gara kita ditukar Lara menjadi menanggung penderitaan yang seharusnya untukku"ucap Dianka sambil melihat ke kaca didepannya.


Dianka menyelesaikan mandinya kemudian keluar dari toilet hanya memakai handuk. Dia berjalan menuju ranjang itu, tapi dia melihat bajunya semalam sudah robek berkeping-keping.


"Aku harus pakai baju apa?"ucap Dianka kebingungan.


Alex menghampirinya dan memeluknya dari belakang tubuhnya.


"Dianka tubuhmu sangat harum, aku suka mangsa yang serbaguna sepertimu"ucap Alex.


"Kau mau apa lagi dariku Alex, semalam kau melelangku besok kau mau apakan lagi aku?"tanya Dianka.

__ADS_1


"Kau adalah peliharaanku Dianka, jadi tugasmu hanya mengikuti kemauanku"ucap Alex.


"Aku malas berdebat, berikan aku baju, atau kau sengaja membiarkanku seperti ini"ucap Dianka.


"Dengarkan aku Dianka, jangan berani lepas dari genggamanku, tanggung akibatnya jika kau melanggarnya"ucap Alex.


"Aku ini mangsamu, jadi kau tak perlu takut aku akan melarikan diri, aku lelah dengan semua dendam ini. Kalau kesalahan ayahku harus ku tanggung, baik aku terima semuanya tapi jangan kau balas lagi pada siapapun kelak dikemudian hari, biar dendam ini berhenti padaku saja jangan keturunanku kelak" ucap Dianka.


"Aku akan membuatmu menjadi budak ku seumur hidupmu dan menjadikanmu boneka yang aku mainkan sesuka hatiku ingin memainkannya seperti apa?"ucap Alex.


"Benar tebakanku, kau ingin menjadikan aku bonekamu. Kau memang kejam tapi aku tidak takut, ingat itu"ucap Dianka.


"Kau memang mangsa yang sulit ditaklukan Dianka, pantas William begitu menginginkanmu.


Tapi aku takkan melepaskanmu pada William begitu saja. Selamanya kau adalah mangsaku"


ucap Alex.


"Mangsa, terdengar lucu. Ketika pemangsa dan mangsanya memiliki sebuah hubungan yang rumit seperti ini. Aku bahkan tak tahu kapan hubungan seperti ini berakhir"ucap Dianka.


"Dianka, awalnya aku ingin menjadikanmu mangsaku untuk ku siksa tapi ternyata kau cukup tangguh, aku harus menyiksamu lebih sering dan lebih banyak lagi, agar ketangguhan itu hancur dan tak tersisa hingga tinggal air mata ketakutanmu yang tersisa.


"Aku sudah membelikanmu baju khusus untukmu. Kau pakai dan layani semua kebutuhanku"ucap Alex.


Alex melepas pelukannya dan menunggu Dianka disofa kamar hotel itu.Dianka mengambil pakaian


yang dibelikan Alex tadi.


"Ini baju pembantu, dia ingin aku jadi pembantunya, masa bodoh aku ikuti saja kemauannya Ibuku ada ditangannya, kalau aku macam-macam pasti Ibuku dalam bahaya"ucap Dianka dalam hatinya.


Dianka memakai baju itu,lalu menghampiri Alex


Dia berdiri didepan Alex menunggu perintah darinya.


"Dianka suapi aku cepat"ucap Alex.


"Baik sesuai maumu"ucap Dianka.

__ADS_1


"Mulai sekarang panggil aku Tuan"ucap Alex.


"Ya Tuan,kau puas mendengarnya"ucap Dianka.


Dianka menyuapi Alex makan sementara dia lapar belum makan.


"Apa Alex akan memberiku makan tidak? aku lapar sekali"ucap Dianka dalam hatinya.


"Kau lapar Dianka, tenang aku akan memberimu makanan khusus untukmu"ucap Alex.


Selesai makan Alex mencampur semua makanan jadi satu, diberi saus, sambal, kecap, mayonase


dan garam, diaduk jadi satu dan diletakkan dimangkuk lalu diberikan pada Dianka.


"Makanlah itu makananmu"ucap Alex.


"Itu makanan yang tidak jelas dicampur-campur segala hal, tidak makan lapar tapi kalau makan pasti rasanya aneh"ucap Dianka dalam hatinya.


Dianka mengambil mangkuk itu dan mulai memakan makanan itu. Dia berusaha memakan makanan itu karena lapar.


"Bagus, peliharaan memang seperti ini makanannya setiap hari. Jadi biasakan dari mulai sekarang"ucap Alex.


"Ini enak, bahkan aku menghabiskannya jadi Tuan senang peliharaanmu tak banyak mengeluh pada majikannya bukan"ucap Dianka.


"Bagus, peliharaan yang mudah diurus.Sekarang ikut aku"ucap Alex.


Alex menarik lengan Dianka membawanya keluar dari hotel itu. Alex dan Dianka naik ke mobil pribadinya. Mereka pergi ke sebuah rumah besar.


Rumah besar itu rumah milik Alex yang ditujukan untuk memelihara Dianka. Alex menarik lagi lengan Dianka turun dari mobilnya menuju ke rumah besar itu.


Alex membanting Dianka sampai terjatuh dengan posisi duduk dilantai, untung saja kali ini Alex tak begitu kuat membantingnya jadi Dianka tidak kesakitan saat jatuh dilantai. Dianka duduk bersimpuh dilantai, Alex mendekatinya dan berbicara padanya.


"Dianka mulai sekarang kau tinggal disini jadi peliharaanku, setiap hari aku akan mengunjungimu, jadi bersiaplah"ucap Alex.


"Ya tentu Tuan, aku pasti bersiap untuk bertemu denganmu lagi"ucap Dianka.


"Mulutmu mulai manis, aku pasti kesini lagi untuk membuatmu merengek meminta ampun"ucap Alex.

__ADS_1


Alex berdiri dan meninggalkan Dianka dirumah besar itu lalu mengunci rumah besar itu. Dianka tidak bisa keluar dari rumah besar itu.


__ADS_2