ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Generation 2 : Part 9


__ADS_3

Mahira mengenakan gaun berwarna pink fanta. Dia sedang bersolek di depan cermin dibantu fashion stylist. Tak lama Almira masuk ke kamar Mahira untuk melihat kakaknya berdandan.


"Wah, kakak cantik sekali," ucap Almira.


"Makasih adik kecil, tapi kakak masih belum pede, kakak gugup sebentar lagi bertemu keluarga Chaiden," ucap Mahira.


"Kakakku yang cantik tak perlu gugup, kakak sudah tampil sempurna malam ini," ucap Almira.


Almira menenangkan Mahira yang gugup karena ini pertama kalinya dia akan bertemu keluarga Chaiden. Dia tahu hari ini hari bahagia yang sudah dinantikan kakaknya. Meskipun ada perasaan sedih dihatinya tapi melihat Mahira bahagia, Amira ikut senang.


Pelayan masuk ke kamar Mahira, dia memberitahu Chaiden sudah di bawah. Almira menemani kakaknya turun ke bawah. Chaiden terpesona dengan kecantikan Mahira. Dia tersenyum memandang calon istrinya itu.


"Mahira kamu cantik sekali malam ini," ucap Chaiden.


Mahira hanya tersenyum malu-malu mendengar ucapan Chaiden, kemudian Chaiden pamit pada keluarga Mahira untuk membawanya ke kediamannya. Alex dan Lara memberikan izin mereka. Setelah itu mereka berdua berangkat bersama.


                              ***


Chaiden dan Almira sudah sampai di kediaman keluarga Chaiden. Ibu dan Sisi sudah menunggu di ruang tamu. Mereka langsung berkenalan satu sama lain.


"Ibu, ini Mahira calon menantu Ibu," ucap Chaiden.


"Cantik sekali ..., hai Mahira saya ibunya Chaiden," ucap Ibu Rika sambil menyalami Mahira.


"Senang bertemu dengan Ibu," ucap Mahira.


"Oya Mahira ini Sisi adikku," ucap Chaiden.


"Hai Sisi, senang bertemu denganmu," ucap Mahira.


"Aku juga senang bertemu Kak Mahira," ucap Sisi.


Setelah berkenalan satu sama lain. Mereka pergi ke ruang makan. Mereka makan bersama di meja makan sambil berbincang-bintang.


"Mahira, Ibu ingin mengenal keluargamu karena selama ini Chaiden tidak pernah menceritakan pada Ibu kalau dia sudah punya pacar," ucap Ibu Rika.


"Ayah saya bernama Alex, Ibu saya bernama Lara. Saya memiliki adik kandung bernama Havara dan adik tiri bernama Almira," ucap Mahira.


"Oooo ..., senang mengenal keluargamu Mahira," ucap Ibu Rika.


Mereka terus berbincang dari masalah keluarga, pekerjaan, keseharian dan lain-lain. Ibu Chaiden dan Sisi sangat welcome. Mereka senang bertemu Mahira. Setelah makan Chaiden mengajak Mahira berjalan-jalan di sekitar kediamannya. Chaiden mengajak Mahira ke taman bunga di kediamannya.


"Mahira bagaimana perasaanmu bertemu keluargaku?" tanya Chaiden.


"Aku senang bertemu keluargamu, mereka semua baik," ucap Mahira.

__ADS_1


"Ibuku itu sangat penyabar dan penyayang, dan Sisi itu sangat manja tapi dia ramah pada siapapun hanya saja dia tidak suka ada orang yang memiliki barang sama dengannya," ucap Chaiden.


"Ayahmu sudah meninggal?" tanya Mahira.


"Ayahku meninggal karena terkena serangan jantung," ucap Chaiden.


"Aku yakin ayahmu sudah tenang di sana, dan kau harus mendoakannya," ucap Mahira.


"Iya," jawab Chaiden.


Chaiden menceritakan semua yang dia ketahui tentang keluarganya. Tak lama Mahira meminta pada Chaiden untuk diantarkan ke toilet. Chaiden mengantarkan Mahira ke toilet tamu di kediamannya. Saat Mahira masuk ke dalam toilet itu, Mahira langsung terpeleset.


"Aduh ...," ucap Mahira terjatuh ke lantai toilet itu.


"Mahira ada apa?" tanya Chaiden.


Chaiden melihat Mahira sudah terjatuh di toilet itu. Chaiden menggendong Mahira dan membawanya keluar dari toilet.


"Ada apa Chaiden? kenapa Mahira digendong?" tanya Ibu Rika.


"Kak ada apa?" tanya Sisi baru datang.


"Tadi Mahira terpeleset di toilet Bu," ucap Chaiden.


"Aduh ...., sakit Chaiden," ucap Mahira.


"Sakit ya?" tanya Chaiden.


"Bawa Mahira ke rumah sakit aja Chaiden," ucap Ibu Rika memberi saran.


"Iya kak, ayo biar ku antar," ucap Sisi.


"Oke," jawab Chaiden.


Mereka mengantarkan Mahira kerumah sakit. Sampai dirumah sakit Mahira diperiksa oleh Dokter. Kaki Mahira mengalami cidera kata dokter itu. Dokter menyarankan untuk dirawat. Tapi Mahira ingin dirawat di rumah saja. Dokter meresepkan obat untuk Mahira. Untung cidera kaki Mahira tidak berat jadi bisa dirawat di rumah saja.


Setelah dari rumah sakit Mahira minta diantarkan pulang. Chaiden mengantarkan Mahira pulang ke rumahnya. Chaiden juga meminta maaf pada keluarga Mahira tentang kejadian ini.


                              *******


Mendengar kakaknya cidera Almira langsung menuju kamar Mahira. Almira ingin tahu penjelasan lengkapnya kenapa kakaknya bisa cidera.


"Kakak bagaimana keadaanmu?" tanya Almira.


"Sudah baikkan," jawab Mahira.

__ADS_1


"Kak kok bisa terjatuh memang kenapa?" tanya Almira.


"Tadinya kakak mau ke toilet, eh kakak terpeleset langsung jatuh," ucap Mahira.


"Mungkin lantainya licin ya?" tanya Almira.


"Mungkin," jawab Mahira.


Mereka terus mengobrol, Mahira juga menceritakan pertemuannya dengan keluarga Chaiden pada Almira. Mahira terlihat sangat bahagia bisa bertemu keluarga Chaiden. Apalagi Ibu dan adik Chaiden sangat baik.


Pagi harinya Mahira tidak bekerja hari itu karena kakinya masih sakit. Dia menghabiskan waktunya di ranjangnya. Mahira meminta pelayan membereskan baju dan heels yang dia pakai semalam. Saat pelayan mengambil heelsnya, pelayan merasa ada yang aneh dengan heels milik Mahira. Pelayan itu menanyakan pada Mahira.


"Nona apa heels ini baru?" tanya pelayan itu.


"Ya masih baru, kemarin aku membelinya," jawab Mahira.


"Tapi ini sudah rusak satu, ada bagian yang sedikit copot di bagian bawah heelsnya," ucap pelayan itu sambil menunjukkan pada Mahira.


"Iya ya, jangan-jangan aku terpeleset karena ini," ucap Mahira.


Mahira menyuruh pelayannya meninggalkan kamarnya. Dia bingung padahal heels itu baru dibelinya dan baru dipakai satu kali. Apa ini hanya kebetulan atau ada sesuatu. Pikiran Mahira dipenuhi tanda tanya.


****


Setelah pulang bekerja Almira menyempatkan pergi ke kamar Mahira untuk melihat kondisi kakaknya.


"Kak, sudah tidur?" tanya Almira.


"Belum," jawab Mahira.


"Kenapa kakak kok murung?" tanya Almira.


"Almira ternyata kemarin kakak terpeleset karena heels kakak ada yang rusak satu," jawab Mahira.


"Masa sih kak? bukannya heels itu baru ya?" ucap Almira.


"Iya, tapi tadi pelayan menemukan heels kakak ada yang copot sedikit divbagian bawahnya," ucap Mahira.


"Mungkin itu copot karena kakak terpeleset," ucap Almira.


"Iya mungkin ya," ucap Mahira


"Aku rasa lantai toilet itu licin jadi kakak terpeleset," ucap Almira.


Mahira masih ragu,dia merasa ada yang tidak beres dengan heels miliknya. Tapi kenapa bisa seperti itu dia tidak tahu. Dia tidak tahu kenapa Almira malah menyangka itu karena lantai toilet yang licin.

__ADS_1


__ADS_2