ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Kau Akan Mencintaiku


__ADS_3

Lara sedang makan siang disuapi Lara. Dia senang Lara mau perhatian padanya. Lara terlihat cuek dan acuh saat menyuapi Alex. Walaupun begitu dia bersungguh-sungguh menyuapinya. Alex memanfaatkan situasi ini untuk mencari perhatian Lara.


"Sayang aku haus dari tadi makan terus"ucap Alex.


"Ku pikir orang sepertimu tak perlu minum, atau kau mau minum air bensin supaya cepat sembuh"ucap Lara.


"Sayangku kau kejam sekali mau memberiku minum air bensin"ucap Alex.


"Aku yang kejam atau kau yang kejam?"tanya Lara.


"Baiklah, aku tak mau berdebat dengan sayangku"


ucap Alex.


Lara mengambilkan Alex minum dibotol air mineral yang berada dimeja dekat ranjangnya.


"Ini minumnya, minumlah sendiri"ucap Lara.


"Kakiku sakit, bisakah sayang mendekatkan airnya padaku"ucap Alex.


"Pemangsa sepertimu bisa merasa sakit?"tanya Lara.


"Aku sakit bila sayang terus marah padaku"ucap Alex.


Lara mendekati Alex untuk memberikan botol air mineral itu,tapi Alex menariknya dan memeluk Lara.Lara coba melawan tapi Alex tetap memeluknya erat.


"Sayang diamlah sebentar,aku rindu memelukmu seperti ini"ucap Alex.


"..............."Lara hanya diam.


Alex menciumi pundak Lara dengan penuh kelembutan.Alex menarik Lara naik ke ranjangnya,dia langsung membaringkan Lara diranjangnya.Lara tahu yang akan dilakukan Alex padanya.


"Alex ini ruangan rumah sakit,apa kau tak punya malu melakukan ini disini?"tanya Lara.


"Aku ingin kita bersama malam ini sayang"ucap Alex.


Alex langsung melakukan hal romantis itu pada Lara.Mereka begitu menikmati kebersamaannya itu.Lara tak tahu tubuhnya merasakan kehangatan yang diberikan Alex.Dia sangat takut akan berubah dan malah terjebak dalam kehangatan itu.Alex tak terus mengulang-ulang hal romantis itu sampai membuat Lara kelelahan dan ketiduran diranjang itu.


"Sayang,lama-lama kau akan mencintaiku dengan cara ini,aku akan berusaha membahagiakanmu,


maafkan semua kesalahanku padamu sebelumnya"ucap Alex membisikkan kata-kata itu ditelinga Lara.


Alex langsung memakaikan Lara pakaiannya dan tidur bersamanya diranjang itu.Dia senang Lara mau bersamanya malam ini.


************


Dianka bisa menikmati udara sejuk kembali sejak Jack melepas rantai ditangan dan kakinya.Dia melihat berbagai burung bersiul dipohon besar depan jendela kaca itu.Dari bawah pohon Jack memetik gitar yang dibawahnya dan bernyanyi untuk Dianka.


"Jack sangat romantis dan baik,tidak seperti Alex yang kasar dan kejam"ucap Dianka.

__ADS_1


Selesai bernyanyi Jack naik ke atas pohon dan lompat ke balkon kamar Dianka.Dia memandang wajah cantik Dianka yang terlihat dipagi itu memandang ke arahnya.


"Tuan Putri aku melihat cahaya diwajahmu pagi ini,kau lebih bersemangat dari pada hari kemarin"


ucap Jack.


"Itu semua karena bantuanmu Jack,kau telah membukakan rantai ditangan dan kakiku,aku jadi bisa melihat matahari pagi dan menghirup udara yang sejuk"ucap Dianka.


"Aku akan terus membuat cahaya diwajahmu itu bersinar sehingga aku bisa melihatnya setiap hari"ucap Jack.


Dianka hanya memberi senyuman manis pada Jack.Tangan Jack membuka ranselnya,dia mengambil sebuah mahkota yang dibuat dari rangkaian beberapa bunga berwarna-warni.Dia memberikan mahkota bunga itu pada Dianka lewat celah-celah tralis dan memakaikan dikepala Dianka.


"Ini untukmu Tuan putri,kau sangat cantik memakainya"ucap Jack.


"Terimakasih Jack,ini indah sekali"ucap Dianka.


"Yang membuatnya indah adalah orang yang mengenakannya"ucap Jack.


Jack meraih tangan Dianka dan menciumnya.


"Tuan putri aku ingin segera membawamu ke istanaku,takkan kubiarkan ada orang yang menyakitimu lagi"ucap Jack setelah mencium tangan Dianka.


"Maafkan aku Jack,aku tidak bisa pergi dari tempat ini,aku sudah terikat janji,jika tidak orang yang ku sayangi akan dalam bahaya jika aku pergi dari tempat ini"ucap Dianka.


"Suatu saat aku akan membawamu pergi dari sini dan membebaskanmu Tuan putri"ucap Jack.


"Jack ini untukku?"tanya Dianka.


"Ini sarapan pagimu Tuan putri"ucap Jack.


Dianka belum bicara terimakasih,Jack sudah pergi meninggalkannya.


"Terimakasih Jack,kau selalu membantuku dan menemani hari-hari sepiku"ucap Dianka.


************


Lara bangun dari tidurnya,matanya melihat ke sekeliling tapi Alex sudah tidak ada diruangan itu.Lara turun dari ranjang itu dan keluar dari ruangan rawat inap untuk mencari Alex.Tapi dia tak menemukannya.Seorang pengawal Alex datang untuk menjemput Lara pulang ke rumah besarnya.


"Nona Lara,Bos Alex memerintahkan saya untuk mengantarkan anda pulang ke rumah"ucap Pengawal itu.


"Memangnya Alex pergi kemana?"tanya Lara.


"Bos Alex sudah berangkat bekerja pagi tadi"ucap Pengawal itu.


"Alex itu tidak bisa ditebak jalan pikirannya,entah dimana dia sekarang?"ucap Lara dalam hatinya.


Lara akhirnya memutuskan pulang bersama pengawal Alex.


***********

__ADS_1


Alex masuk ke rumah besar yang ditempati Dianka.Dia membawa makanan untuk Dianka.


Kakinya melangkah menaiki tangga menuju ke kamar Dianka.Dia masuk ke kamar Dianka.


Alex langsung marah saat melihat Dianka sudah terbebas dari rantainya.Dia langsung menghampiri Dianka yang sedang tidur diranjangnya.


"Dianka kenapa kau sudah terlepas dari rantai yang ku pakaikan?"tanya Alex.


"Jack...bukan...aku..."ucap Dianka terbata-bata tidak tahu harus menceritakan apa pada Alex.


"Jack?...sudah sedekat itu hubungan kalian sampai kau begitu menghapal namanya"ucap Alex.


Alex mendekati tubuh Dianka dan menarik mahkota bunga yang dikenakannya lalu menginjaknya dengan kakinya.


"Alex jangan,itu pemberian Jack,ku mohon"ucap


Dianka sambil duduk dikaki Alex yang menginjak mahkota bunga itu.


"Sangat berarti sekali mahkota bunga ini,hingga


kau mau bersimpuh dikakiku Dianka"ucap Alex.


"Jack temanku,jika tak ada dia aku sudah mati kelaparan.Selama berhari-hari kau tak datang dan memberiku makan,mana mungkin aku bisa bertahan selama itu"ucap Dianka.


"Ooo...jangan-jangan kau sudah memberi pelayanan ranjang padanya"ucap Alex.


Dianka lansung berdiri dan menampar Alex.


Plaaaaak...


"Alex kaulah yang telah merebut kehormatanku secara paksa hingga aku ha..."ucap Dianka lalu menghentikan ucapannya saat dia mau mengatakan kata "Hamil".


"Bukannya kau juga menikmatinya Dianka"ucap Alex.


Dianka menghampiri Alex dan menjatuhkannya,


dia duduk diatas tubuh Alex dan menarik kerah bajunya.


"Alex kau pikir aku takut padamu,kalau bukan karena ibuku,aku tak mungkin bertahan dirumah ini"ucap Dianka.


"Aku senang akhirnya mangsaku mulai putus asa dan melawan seperti ini"ucap Alex.


Alex memegang tangan Dianka dan dan melepaskan dirinya dari tubuh Dianka lalu dia duduk didepan Dianka.


"Kau takkan pernah bisa melawanku Dianka,lihat sekarang kau lemah dan tak punya kekuatan apapapun"ucap Alex.


"Aku tidak lemah tapi kau mengambil kelemahannya dengan menawan ibuku"ucap Dianka.


"Kata-kata yang bagus,terus melawan permainan ini semakin menyenangkan untukku"ucap Alex.

__ADS_1


__ADS_2