ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Melawan Scorpion


__ADS_3

Jangan sombong dulu, kalian lihat istri-istri kalian ada ditanganku"ucap Scorpion.


"Kau memang licik"ucap Alex.


"Hanya banci yang beraninya pada wanita"ucap Zion.


"Ayo kita bertarung satu lawan satu"ucap William.


"Orang sepertimu memang pantas mendekam dipenjara"ucap Gibran.


"Kita lihat aku atau kalian yang akan mati"ucap Scorpion.


Anak buah Scorpion bermunculan dengan jumlah yang lebih banyak,mereka membawa senjata pedang dan tongkat.


"Kita harus berhati-hati jumlah mereka lebih banyak"ucap Alex.


"Mereka membawa pedang dan tongkat"ucap Zion.


"Aku yakin Scorpion sengaja agar kita mati disini"ucap William.


"Kita harus berhasil menumpas mereka semua dan menyelamatkan istri kita"ucap Gibran.


Mereka berempat bertarung melawan anak buah Scorpion. Mereka semua babu hantam, hingga mereka berempat berhasil merebut senjata mereka dan menggunakannya untuk melawan anak buah yang tersisa. Anak buah Scorpion akhirnya tumbang semua.


"Scorpion menyerahlah, anak buahmu sudah habis"ucap Alex.


"Tinggal kau yang akan kami penyetkan"ucap Zion.


"Rasanya ingin sekali menghajarmu"ucap William.


"Aku akan mematahkan tanganmu terlebih dahulu"ucap Gibran.


"Menyerah? aku tak akan pernah menyerah"ucap Scorpion.


Scorpion turun dari atas kandang singa itu.


"Saat aku menekan tombol ini kandang singa itu akan terbuka dan istri kalian akan jadi santapan singa"ucap Scorpion.


"Tidak, jangan lakukan itu"ucap Alex.


"Kau benar-benar biadap"ucap Zion.


"Kami akan melakukan apapun bebaskan mereka"ucap William.


"Mereka tidak bersalah, lepaskan mereka"ucap Gibran.


"Baiklah sekarang buang senjata kalian, lalu angkat tangan kalian ke atas"ucap Scorpion.


Mereka berempat membuang senjata mereka dan mengangkat kedua tangannya. Kemudian anak buah Scorpion bermunculan. Mereka berempat dimasukkan ke dalam sebuah ruangan kaca berbentuk kotak. Dianka, Lara, Rahel dan Siva dilepaskan mereka diantar menghampiri suami mereka.


"Para wanita aku memberimu waktu untuk bercengkrama dengan suami kalian sebelum mereka mati"ucap Scorpion.


Lara mendekati Alex meskipun mereka berdua terhalang kaca.


"Sayang, maafkan semua kesalahanku"ucap Alex.


"Aku sudah memaafkanmu Alex, berjanjilah padaku kau tidak akan meninggalkanku lagi, kita akan membesarkan kedua anak kita hik....hik...."ucap Lara.


"Sayang jika aku mati jagalah dirimu dan anak-anak kita, maafkan aku untuk kedua kalinya tak ada disisimu"ucap Alex.


"Tidak, aku tidak mau mendengar itu, kau harus hidup, kau Alex, kau hebat, kau harus membayar semua kesalahanmu padaku dengan menemaniku seumur hidupmu hik....hik....."ucap Lara.


Alex hanya bisa memegang wajah Lara di kaca itu, dia tak bisa mengusap air matanya.


Dianka mendekati Zion dan langsung menciumnya meskipun terhalang kaca.


"Sayang aku lapar, aku ingin makan masakanmu" ucap Dianka.


"Sayang, mungkin aku tidak akan bisa memasak masakan lagi untukmu"ucap Zion.


"Tidak, lihat Zion junior ada diperutku, dia bergerak-gerak, dia ingin bertemu denganmu Zion"ucap Dianka.


"Sayang jika aku aku mati, jagalah anak kita, kau harus bahagia, aku percaya kau bisa merawat anak-anak kita"ucap Zion.


"I Love You"ucap Dianka.


"I Love You Too"ucap Zion.

__ADS_1


Rahel mendekati William, dia sengaja mendekatkan perut buncitnya agar William mengusapnya meskipun dari dalam kaca. William mengusap perut Rahel.


"Sebelumnya hidupku tidak karuan, tapi sejak ada kalian aku punya tujuan hidup"ucap William.


"Sayang jangan menyerah, aku yakin kita akan bebas dari tempat terkutuk ini"ucap Rahel.


"Cantik, kau wanita yang kuat, jagalah anak kita, berikan anak kita yang terbaik"ucap William.


"Tidak aku tak mau dengar, aku ingin kau bersamaku selamanya"ucap Rahel.


"Aku juga maunya begitu, tapi takdirlah yang akan menentukan"ucap William.


Begitupun dengan Siva yang mendekati Gibran, dia menangis melihat wajah Gibran yang melihatnya.


"Om hik....hik....."ucap Siva.


"Siva panggil aku suamiku"ucap Gibran.


"Suamiku hik...hik....."ucap Siva.


"Istriku maafkan aku selama menikah aku belum mengatakan ini, aku mencintamu istriku"ucap Gibran.


"Suamiku aku juga mencintaimu hik....hik...."ucap Siva.


"Jaga dirimu dan bayi kita, istriku"ucap Gibran.


"Tidak, anak kita ingin ayahnya menenemaninya" ucap Siva.


"Istriku maafkan aku"ucap Gibran.


"Ha....ha...ha.....menyenangkan sekali melihat perpisahan ini, kata-kata yang manis saat berpisah membuatku puas mendengarnya"ucap Scorpion.


"Pisahkan mereka, bawa wanita-wanita hamil itu ke tepi"ucap Scorpion.


Anak buah Scorpion membawa keempat wanita hamil itu ke tepi. Kemudian dia mendekati kotak kaca itu.


"Alex, Zion, William dan Gibran kalian semua akan mati menghirup gas beracun, aku akan menyaksikan setiap detik kesakitan kalian begitupun dengan istri kalian, mereka akan melihat setiap detik kematian kalian"ucap Scorpion.


"Aku tidak akan mati, aku akan menebus kesalahanku pada istriku"ucap Alex.


"Aku akan memperjuangan tujuan hidupku"ucap William.


"Aku ingin menghabiskan waktuku bersama istriku"ucap Gibran.


"Mimpi....kalian hanya akan jadi mayat"ucap Scorpion.


Scorpion menjauh dari kotak kaca itu. Lalu dia memencet tombol On dikotak yang dipegangnya.


Gas beracun itu mulai keluar, Alex, Zion, William dan Gibran mulai batuk-batuk.


Ugh....ugh....ugh......ugh........


Mereka berempat mulai batuk dan sulit menghirup oksigen.


Melihat itu istri mereka berteriak.


"Tidaaaak....ak....ak......"ucap Dianka, Lara, Rahel dan Siva.


Dianka mencoba mencari cara, dia melihat anak buah Scorpion yang memegang pistol. Dianka merebut pistol itu dan menghajar anak buah Scorpion. Dia mengambil semua senjata yang dipegang keempat anak buah Scorpion yang didekatnya. Dianka melempar senjata itu pada Lara, Rahel dan Siva.


"Saatnya kita selamatkan suami kita, ambil pistolnya lawan mereka"ucap Dianka.


"Tapi aku belum pernah menggunakan pistol"ucap Lara.


"Alex pernah mengajarimukan, ingat semua cara yang diajarkan Alex saat itu"ucap Dianka.


"Ya"ucap Lara.


"Aku bisa menggunakan pistol, pasti tak jauh beda dari pistol ditempat game"ucap Rahel.


"Aku akan berusaha demi suamiku"ucap Siva.


"Let's go"ucap Dianka.


"Ok"ucap Lara, Rahel dan Siva.


Lara, Rahel dan Siva bertarung melawan anak buah Scorpion yang tersisa. Sementara Dianka menargetkan Scorpion dan kotak tombol yang dipegang Scorpion. Dia menghampiri Scorpion.

__ADS_1


"Dianka kau berani juga masih sama seperti dulu"ucap Scorpion.


"Dulu aku sudah membunuh ratusan orang dengan tanganku, jadi apa sulitnya sekarang, kehamilanku bukan penghalang untukku menghajarmu"ucap Dianka.


"Buktikan"ucap Scorpion.


Dianka dan Scorpion bertarung satu sama lain. Meskipun perutnya buncit tapi Dianka pantang menyerah demi keselamatan suami dan ketiga suami sahabatnya paling utama. Itu yang membuat kekuatannya membara. Dianka terjatuh dibawah dan Scorpion mendekatinya. Dianka memukul Scorpion hingga kotak tombol itu jatuh ke sampingnya. Dianka mau mengambil kotak tombol itu tapi Scorpion mencekiknya dengan kedua tangannya. Dianka coba melepas tangan Scorpion tapi semakin kuat.


"Kau harus mati Dianka"ucap Scorpion.


Dianka melepas tangannya yang kiri dari tangan Scorpion dan meraih tombol itu meskipun dia kesakitan. Tombol itu berhasil ditekan off olehnya. Gas beracun itu terhenti. Dianka menendang Scorpion mengenai sesuatu yang paling berharga dari Scorpion.


"Aw............."ucap Scorpion kesakitan.


Scorpion kesakitan dan mundur. Barulah Dianka mencari kunci dari kotak kaca itu, dia menemukan kunci itu ada diluar kotak kacanya. Dianka membuka pintu kotak kaca itu.


"Sayang"ucap Zion menghampiri Dianka dengan lemas.


"Sayang"ucap Dianka.


"Tugas kita belum selesai, Scorpion dan anak buahnya masih hidup"ucap Alex.


"Iya"ucap William dan Gibran.


"Aku akan membantu para istri melawan anak buah Scorpion, kalian urus Scorpion"ucap Dianka.


"Oke"ucap Alex, Zion, William dan Gibran.


Mereka berlima keluar dari kotak kaca itu lalu Dianka bertarung membantu para istri yang sudah terjepit. Sementara Alex, Zion, William dan Gibran menghampiri Scorpion.


"Scorpion saatnya kau harus merasakan betapa sakitnya kematian"ucap Alex.


"Aku tidak akan berbelas kasih lagi padamu"ucap Zion.


"Tangan ini dari tadi sudah ingin menghajarmu" ucap William.


"Biasanya aku patuh hukum, tapi tidak kali ini"ucap Gibran.


"Kalian tak tahu malu melawanku berempat sekaligus"ucap Scorpion.


"Kau yang tak tahu malu melawan seorang ibu hamil"ucap Zion.


"Ya"ucap Alex, William dan Gibran.


Mereka berempat menghajar Scorpion bergantian. Scorpion jadi bulan-bulanan keempat jagoan itu. Dia sampai babak belur dan tak bisa bangun lagi. Mereka berempat menghajar Scorpion sampai lemas tak berdaya dan akhirnya pingsan.


"Sayang......."ucap Lara berlari ke arah Alex.


"Sayang......"ucap Alex membuka kedua tangannya berlari ke arah Lara.


Mereka berpelukan dan berciuman.


"Sayang........"ucap Dianka berlari ke arah Zion.


"Sayangku......."ucap Zion berlari ke arah Dianka.


Mereka berpelukan sambil berciuman.


"Sayang........."ucap Rahel berlari ke arah William.


"Sayang......I Love You"ucap William berlari ke arah Rahel.


Mereka berpelukan dan berciuman.


"Suamiku......."ucap Siva berlari ke arah Gibran.


"Istriku........"ucap Gibran berlari ke arah Siva.


Mereka berpelukan dan berciuman.


Mereka semua melepas rindu dan mengungkapkan cinta satu sama lain.


Disisi lain ternyata Scorpion sadar dan bangkit, dia mengambil pistol laras panjang miliknya. Dia menembak ke arah mereka semua. Tapi.......


Doooor...............


Tangan Scorpion ditembak Toni teman Gibran dari kepolisiaan. Polisi datang ke tempat itu dan menangkap Scorpion dan sisa anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2