ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Menjadi Sekretaris Alex


__ADS_3

Lara sedang bersiap untuk ikut bekerja bersama Alex.Dia tampil cantik dan seksi sehingga Alex terus saja menempel dengannya saat sedang merapikan bajunya didepan cermin.Dia ingin tahu banyak tentang pekerjaan Alex,itu sebabnya dia ingin bekerja bersama Alex.


"Sayang,kau akan jadi Sekretaris tercantik dan paling seksi"ucap Alex.


"Kau yakin,bukankah ada wanita yang membuat matamu melihatku wanita tercantik kedua setelah dia"ucap Lara menyindir Alex karena kejadian bekas cinta malam itu.


"Sayang,kau cemburu ya kemarin malam.Pantas kau tidak jadi bersamaku,dan malah tidur begitu saja.Padahal aku ingin melihatmu yang agresif padaku saat kita bersama"ucap Alex berbicara didekat telinga Lara.


"Alex jika kau masih bersama wanita liar itu jangan berani menyentuhku"ucap Lara mengancam Alex.


"Senangnya kau jadi posesif dan cemburu padaku tapi sayang kau tahu aku mencintaimu, mana mungkin ada wanita liar"ucap Alex.


"Kau tidak sedang berbohong Alex,tapi yasudahlah percuma bicara padamu jika kau tetap mengulanginya juga.Aku tak peduli,asalkan jangan berani meminta ku melayanimu jika kau masih seperti itu"ucap Lara.


"Oke....,aku kalah.Sebentar lagi kita kesiangan. Ayo sayang kita berangkat"ucap Alex.


Alex dan Lara akhirnya berangkat bekerja ke perusahaan milik Alex.Lara mendiamkan Alex sepanjang perjalanan.Dia masih kesal padanya karena kejadian malam itu.


Sampai diperusahaan,Alex memilihkan Lara ruang kerja yang baru dan bagus untuknya.


Dia ingin istrinya nyaman bekerja diperusahaannya.


"Gimana sayang kau suka atau mau dirubah lagi?"tanya Alex.


Lara memperhatikan ruang kerjanya yang bagus,luas dan elegant.Dia tak menyangka Alex sudah mempersiapkan ini untuknya.


"Aku suka,sejak kapan kau siapkan ini?"tanya Lara.


"Saat kau bilang mau ikut aku bekerja,saat itu juga aku minta orang untuk menyiapkan ini untukmu"ucap Alex.


Lara langsung mencoba menduduki kursi kerjanya.Dia merasa baru kali ini bisa merasakan bekerja dikantor,sebelumnya hanya penari latar biasa.


"Aku akan pergi ke ruanganku,jika kau butuh sesuatu telpon aku ya sayang"ucap Alex.


Lara hanya mengangguk dengan muka yang acuh pada Alex.Dia melihat Alex keluar dari ruangannya.Ini awal yang baru untuk Lara.Dia ingin lebih tahu banyak tentang Alex dan bisnisnya.Dengan cara ini dia akan tahu pergerakan Alex kemana saja selama seharian bekerja.

__ADS_1


Saat jam istirahat,Lara memutuskan keluar dari kantornya untuk makan siang direstoran yang tidak jauh dari perusahaannya.Dia memilih tempat duduk direstoran itu.Baru duduk sebentar,Gibran datang menghampirinya.


"Lara kita bertemu lagi disini"ucap Gibran.


"Gibran,kau juga ada disini?"tanya Lara.


Gibran duduk dikursi yang satu meja dengan Lara.Dia sengaja ingin bisa dekat dengan Lara.


"Kebetulan tadi aku bekerja disekitar sini,lalu aku menyempatkan makan siang disini"ucap Gibran.


"Kau tidak memakai seragam hari ini?"tanya Lara.


"Karena aku bekerja dilapangan saat ini untuk melakukan penyamaran untuk sebuah kasus "ucap Gibran.


"Aku mau pesan makanan,apa kau juga mau pesan makanan?"tanya Lara.


"Aku pesan yang kau pesan saja"ucap Gibran.


"Oke aku pesan yang sama untuk dua orang"ucap Lara.


"Oya,apa kau sudah menikah?"tanya Gibran.


"Sudah"ucap Lara singkat.


"Kalau boleh tahu siapa nama suamimu?"tanya Gibran.


"Alex Aliando"ucap Lara.


"Pemilik Perusahaan Aliando Group ya"ucap Gibran.


"Kau tahu tentang Alex?"tanya Lara.


"Dia salah satu pebisnis terkaya dikota ini tentu siapa yang tidak tahu.Tapi desas desusnya mengatakan dia memiliki banyak usaha sampingan"ucap Gibran.


"Benarkah?.....usaha sampingan seperti apa?"tanya Lara.

__ADS_1


"Lara,kau istrinya apa tidak tahu usaha sampingannya seperti apa?"tanya Gibran.


"Tidak,....aku hanya tahu dia pengusaha besi dan baja"ucap Lara.


"Harusnya kau mencari tahu seperti apa usaha sampingannya,jangan sampai itu adalah usaha yang melanggar hukum"ucap Gibran.


"............"Lara hanya terdiam,dia tahu usaha sampingan Alex,justru sekarang dia ingin mencari bukti.


"Alex itu bukan orang baik,aku tahu kau orang yang baik.Jika kau memiliki informasi tentang usaha sampingan Alex,kau bisa bercerita padaku,ini kartu namaku"ucap Gibran.


Setelah bicara seperti itu,Gibran pergi meninggalkan tempat itu.Lara memegang kartu nama milik Gibran dan memperhatikannya.


"Dia seorang polisi,apa dia sedang mencari bukti untuk menjerat Alex juga"ucap Lara.


"Haruskah aku bekerjasama dengan Gibran tapi William bagaimana?dia juga menginginkan hal yang sama.Alex begitu banyak yang ingin menjeratmu ke penjara.Jika aku bisa mendapatkan semua buktinya,Alex pasti dipenjara.Entah lewat William ataupun Gibran.Tapi kenapa William sangat ingin Alex dipenjara?apa mereka punya masalah  pribadi?"ucap Lara.


***********


Dianka sedang fitting gaun pengantin ditemani William.Dia melihat ke kaca didepannya.Terlihat gaun pengantin itu begitu cocok ditubuhnya. Sekilas dia teringat Alex,seandainya hidup tak serumit ini.Tak ada dendam dan hidup sederhana,dia dan Alex mungkin bisa menikah dan memiliki keluarga kecil yang bahagia.Tapi semua itu tidak mungkin.Kehidupan telah membuat Dianka harus meninggalkan Alex.


William menghampiri Dianka dan memeluknya dari belakang.


"Sayang,nanti kau akan jadi pengantin tercantik"


ucap William.


"Terimakasih William"ucap Dianka.


"Sayang,apa kau suka gaunnya atau mau pesan yang lain saja?"tanya Wlilliam.


"Tidak perlu,ini juga sudah bagus"ucap Dianka.


"Kau benar,gaun tak penting,yang penting siapa yang memakainya"ucap William.


Dianka berusaha menyakinkan dirinya untuk melangkah bersama William.Dia akan berusaha melupakan Alex dari hidupnya.Kedepan hanya ada dia dan William saja.

__ADS_1


__ADS_2