
Gibran dan Lara akhirnya bisa keluar dari hutan belantara setelah berjalan berjam-jam lamanya.
Lara terlihat kelelahan, Gibran langsung menawarkannya untuk naik ke punggungnya.
Dia ingin menggendong Lara dipunggungnya.
Sebagai laki-laki sejati dia tak tega melihat Lara seperti itu.
"Nona Lara ayo naik ke punggungku"ucap Gibran.
"Apa tak merepotkanmu?"tanya Lara.
"Tidak, akan lebih repot jika terjadi sesuatu padamu, ayo naiklah ke punggungku"ucap Gibran sambil berjongkok didepan Lara.
Lara akhirnya mau dan naik ke punggung Gibran.
Dia tak tahu Gibran begitu perhatian dan sangat pengertian.
"Gibran seandainya Alex sepertimu, mungkin aku sudah jadi wanita paling bahagia, bukannya jadi menderita seperti ini"ucap Lara dalam hatinya.
Gibran menggendong Lara sepanjang jalan tanpa lelah. Lara sampai ketiduran dipunggung Gibran.
Gibran senang bisa membantu Lara, entah mengapa itu membuatnya bahagia. Ini pertama kali untuk Gibran dekat dengan seorang wanita.
Dia dulu hanya lelaki yang selalu bekerja dan bekerja sampai lupa mencari pasangan untuknya.
Gibran memutuskan pulang ke rumahnya karena jaraknya lebih dekat. Dia membawa Lara yang sedang tidur dipunggungnya. Sampai dirumah Ibunya kaget melihat Gibran membawa seorang wanita dipunggungnya.
"Gibran siapa wanita dipunggungmu?"tanya Ibu Yuliana.
"Dia ini klienku Bu"ucap Gibran.
"Kirain dia calon mantu Ibu, cantik"ucap Ibu Yuliana.
"Oya Bu, aku akan membawanya ke kamar tamu, kasihan dia kelelahan berjalan berjam-jam"ucap Gibran.
"Baiklah, Ibu akan membuatkan dia masakan yang enak, biar nanti setelah dia bangun langsung makan"ucap Ibu Yuliana.
"Terimakasih Ibuku sayang"ucap Gibran.
__ADS_1
"Sama-sama anakku sayang"ucap Ibu Yuliana.
Gibran membawa Lara ke kamar tamu. Dia membaringkan Lara diranjang. Saat Gibran hendak berdiri Lara menariknya sampai memeluk Lara yang sedang mengigau.
"Alex kenapa kau jahat padaku?"ucap Lara saat mengigau.
"Lara apa yang sudah terjadi sampai kau mengigau begini, apa Alex telah menyakitimu?" ucap Gibran.
Gibran masih diposisi diatas tubuh Lara sambil memeluknya, dia memperhatikan wajah cantik Lara. Jantungnya tak karuan berdekatan dengan Lara sedekat itu.
"Seandainya kita bertemu lebih dulu, aku pasti akan membahagiakanmu Lara. Tapi kau sudah memiliki seorang suami"ucap Gibran.
Gibran kembali berdiri dan menyelimuti tubuh Lara. Dia berjalan keluar dari kamar itu. Gibran ingin Lara beristirahat sampai tubuhnya pulih kembali.
*************
Martin menemui Alex untuk melaporkan hasil pencarian Lara yang menghilang selama 2 hari.
Martin masuk ke ruangan kerja Alex dirumah besarnya. Alex sedang berdiri memilih buku-buku dirak bukunya. Martin langsung menyapa Alex.
"Kak Alex, selamat sore"ucap Martin berdiri didepan meja kerja Alex.
"Sore Martin, gimana? apa kau sudah bisa menemukan Lara?"tanya Alex sambil berjalan ke kursi dan duduk dikursi itu.
"Jalanan itu sepi, jarang orang melintas dijalan itu, apa tidak ada petunjuk?"tanya Alex sambil meletakkan buku dimejanya.
"Tidak Kak Alex, hanya aku curiga ini perbuatan Gengster Kalajengking. Bukannya sebelumnya mereka mengincarmu dan Dianka? aku curiga mereka mengincar Kakak IparĀ juga karena dia istrimu Kak"ucap Martin.
"Bisa jadi yang kau katakan itu benar, mungkin saja Tom Snike mengincar Lara karena dia istriku"ucap Alex.
"Kalau benar karena Gengster Kalajengking kita harus segera menyelamatkan Kakak Ipar"ucap Martin.
"Jangan bertindak gegabah Martin, pastikan dulu
Lara benar-benar ditangan mereka, jangan cari mati jika belum pasti"ucap Alex.
"Baik Kak Alex, aku permisi pergi dulu untuk melanjutkan pencarian"ucap Martin.
"Oke, bawa pengawal sesuai kebutuhanmu"ucap Alex.
__ADS_1
"Beres"ucap Martin.
Martin meninggalkan ruangan kerja Alex. Pikiran Alex tak tenang memikirkan keselamatan Lara.
Dia berdiri dan berjalan menuruni tangga menuju ke dapur. Bau harum masakan itu tercium dari jauh. Alex menghampiri Dianka yang sedang memasak untuknya. Dia langsung memeluk Dianka dari belakang.
"Alex geli, jangan menciumku seperti itu"ucap Dianka kegelian saat Alex menciumi leher belakangnya.
"Dianka sayang kau semakin cantik saat memakai dress cantik seperti ini, pakailah setiap hari, biar aku semakin betah dirumah"ucap Alex.
"Aku memakai dress karena permintaanmu kemarin, kau tahu aku tak suka memakai dress, ini membuatku tak nyaman"ucap Dianka.
"Tapi apa kau suka melakukannya untukku?"tanya Alex.
"Tentu, hanya saja aku terlihat seperti bukan diriku"ucap Dianka.
"Dianka sayang kau sangat cantik sehingga aku selalu ingin mencengrammu dalam pelukanku"
ucap Alex.
"Kau mulai pandai menggombal Alex, padahal dulu kau begitu dingin dan tak tersentuh"ucap Dianka.
"Itu karena aku memiliki kau dan Lara, kalian membuatku jadi lelaki sejati dan ingin dicintai"
ucap Alex.
"Yasudah, acara menggombalnya dilanjutkan nanti, biar aku menyiapkan masakan ini dimeja makan"ucap Dianka.
"Baiklah, aku menunggumu Dianka sayang"ucap Alex.
Alex menunggu Dianka meletakkan masakannya dimeja makan. Setelah selesai mereka makan bersama. Selesai makan, Alex langsung menghampiri Dianka dan membopongnya.
"Alex mau kemana?"tanya Dianka.
"Ke kamar sayang, aku dari tadi terpesona dengan kecantikanmu"ucap Alex.
"Alex, ini masih sore"ucap Dianka.
"Lalu kenapa? tidak ada yang bisa menghentikan keinginanku terhadapmu sayang"ucap Alex.
__ADS_1
"Baiklah, aku memang tak bisa melawanmu untuk yang satu ini"ucap Dianka.
Alex membawa Dianka ke kamarnya. Mereka kembali melakukan hal romantis itu. Alex begitu senang Dianka mau melakukannya dengan penuh cinta.