ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Mau Menikah Denganku


__ADS_3

William menceritakan semuanya pada Dianka tentang masa lalunya.Begitupun tentang pertemuannya dengan Dianka.Baginya bisa bertemu Dianka kembali adalah hal yang menggembirakan untuknya.Dia tak pernah melupakan semua hal tentang Dianka.Selama ini dia berjuang mati-matian agar bisa sukses dan mencari Dianka.Dia ingin bisa bersama Dianka dihidupnya.


"Dianka,aku sudah menceritakan semuanya padamu,apa kau ingat siapa aku?"tanya William.


"Iya,aku ingat sekarang,kau anak kecil itu"ucap Dianka.


"Dianka,jadilah milikku.Aku ingin menghabiskan banyak waktu bersamamu"ucap William.


Dianka berusaha memikirkan keputusannya matang-matang.


"Baik,aku akan menikah denganmu William"ucap Dianka.


"Benarkah?"tanya William.


"Iya benar"ucap Dianka.


William mendekati wajah Dianka, dia ingin mencium bibir cantiknya tapi lagi-lagi Dianka menahan bibir William dengan tangannya.


"William, aku belum bisa melakukan ini sekarang" ucap Dianka.


"Kenapa?...apa kau masih belum bisa melupakan Alex. Dianka aku akan lebih membahagiakanmu dari pada Alex"ucap William.


"Kita akan melakukannya setelah kita menikah nanti"ucap Dianka.


"Aku akan sabar menantinya Dianka, hingga kau mau menjadi milikku seutuhnya"ucap William.


"Terimakasih William"ucap Dianka.


Dianka memberi senyuman manis untuk William. Kini dia benar-benar akan melangkah bersama William dan melupakan Alex dari hidupnya.


***********


Alex menghampiri Lara yang sedang membersihkan make up miliknya.Dia langsung memberikan ciuman dipipi Lara.Kemudian Alex berbaring diranjang.Dia memainkan handphone miliknya,melihat Alex sedang memainkan handphonenya,Lara menghampirinya.


"Sayang"ucap Lara sambil berbaring didada bidang Alex.


"Kenapa sayang?"tanya Alex sambil mengelus rambut Lara dengan tangan kirinya.


"Kau asyik main apa sih?"tanya Lara.


"Ini game terbaru"ucap Alex.


"Boleh aku memainkannya sebentar?"tanya Lara.


"Nih,memang kau bisa sayang"ucap Alex.


Alex memberikan handphonenya pada Lara tanpa ragu.Lara langsung mengambil handphone itu.


"Kau akan mengajariku.Oya sayang terkunci lagi gimana cara bukanya?"tanya Lara.

__ADS_1


"Begini caranya"ucap Alex memperlihatkan Lara password handphonenya.


Lara menghafal password itu,mungkin kapan-kapan dia bisa mengecek handphone milik Alex.


"Seru juga game nya sayang"ucap Lara.


"Tentu,pasti kau sukakan?aku mau tidur ya sayang ngantuk banget"ucap Alex.


"Kok kamu tumben udah mau tidur,biasanya tidurmu malam sayang"ucap Lara tak percaya Alex tidur lebih awal.


"Aku lelah seharian ini ada bisnis diluar yang harus ku urus"ucap Alex.


Alex langsung menutup matanya,tapi Lara meraba dada bidangnya.Lalu mencium bibir Alex.


"Sayang kau mulai menggodaku,aku hari ini benar-benar mengantuk"ucap Alex.


Lara bangun dan melepas pakaiannya.Alex kaget melihat Lara inisiatif duluan.Dia bahkan menelan ludahnya berkali-kali melihat Lara menggodanya.


"Sayang kau kenapa?"tanya Alex.


Lara ingin merajut cinta dengan Alex tapi teringat apa yang telah dilakukan Alex padanya selama ini.Seketika Lara meninggalkan Alex masuk ke toilet. Alex mengikutinya dan berusaha mengetuk pintu toilet itu.


Tuk......tuk........tuk.....


"Sayang kau kenapa?"tanya Alex diluar pintu toilet.


Lara menangis didalam toilet itu.Dia merasa hatinya terluka karena mulai memiliki keinginan untuk bersama Alex padahal dia ingin balas dendam padanya.Dia tidak tahu bagaimana caranya agar bisa segera balas dendam dan pergi dari hidup Alex.


Tak lama Lara keluar dari toilet dan mengacuhkan Alex yang menunggunya diluar pintu toilet itu,Lara langsung berbaring diranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.Alex menghampirinya lalu bicara pada Lara.


"Sayang,kenapa tak jadi?apa ada yang salah?"


tanya Alex.


Lara hanya diam dan memejamkan matanya,berusaha tidak mendengarkan ucapan Alex.Karena Lara tak merespon,Alex tidur disampingnya dan memeluk Lara.Dia tidak tahu kalau Lara memikirkan perasaannya yang mulai menerima kehangatan Alex tapi disisi lain dia terluka karena harus membalas semua yang dilakukan Alex padanya.


***********


Pagi itu Lara pergi ke pasar tradisional untuk membeli sayuran segar.Dia berjalan memilih-milih sayuran itu sendiri.Beberapa pedagang menawarinya sayuran yang mereka jual.Lara membeli semua sayuran yang ditawarkan oleh penjual itu karena merasa kasihan pada mereka.Setelah dirasa cukup,Lara keluar dari pasar itu.Dua orang preman pasar menodong Lara.


"Serahkan uangmu"ucap Preman 1 sambil melototi Lara.


"Buruan,jangan bikin kami marah padamu"ucap Preman 2.


"Aku tidak akan memberi kalian uang"ucap Lara.


"Oh,kamu berani menolak keinginan kami"ucap Preman 1.


"Mau cari mati"ucap Preman 2 mengeluarkan pisau.

__ADS_1


"Ngapain kalian masih saja berbuat ulah disini"


ucap Gibran.


"Ampun Pak Polisi,kami cuma tanya saja kok"ucap Preman 1.


"Kami udah tobat gak bikin ulah lagi Pak"ucap Preman 2.


"Bukannya kalian baru saja keluar dari penjara kemarin,mau bikin ulah lagi,apa masih ingin menginap dipenjara lagi"ucap Gibran.


"Gak,ampun Pak Polisi kita tidak akan buat ulah lagi"ucap Preman 2.


"Pergi dari sini sekarang,jangan pernah ada dipasar ini lagi,kalau kalian masih saja menodong,kalian akan lebih lama dipenjara"ucap Gibran.


"Baik Pak Polisi,kami undur diri"ucap Preman 1.


Kedua preman itu meninggalkan tempat itu.Gibran menghampiri Lara dan berbicara padanya.


"Nona tidak apa-apa?"tanya Gibran.


"Tidak,terimakasih sudah menolongku"ucap Lara.


"Sama-sama,namaku Gibran"ucap Gibran memperkenalkan diri.


"Aku Lara,kau berseragam polisi?apa kau seorang polisi?"tanya Lara.


"Ya begitulah,aku hanya polisi tingkat bawah biasa"ucap Gibran.


"Tapi pekerjaanmu sungguh mulia,aku senang bertemu dengan polisi yang melakukan tugasnya dengan benar seperti anda"ucap Lara.


"Anda mau kemana biar saya antar"ucap Gibran.


"Tidak perlu,saya kesini diantar oleh supir pribadi,mobilnya ada diparkiran sana"ucap Lara.


"Baiklah kalau begitu,hati-hati dijalan ya"ucap Gibran.


"Iya,saya pulang dulu,mari"ucap Lara.


"Mari"ucap Gibran.


Lara pergi menuju ke mobil pribadi diparkiran depan pasar tradisional itu.Sementara Gibran masih ditempat itu dan menelpon seseorang.


"Saya sudah bertemu dengan istri Alex"ucap Gibran.


"Terus dekati dia,cari informasi yang dibutuhkan"


ucap Seseorang itu.


"Baik"ucap Gibran.

__ADS_1


Gibran menutup telpon itu dan pergi dari tempat itu.


__ADS_2