ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Pilih Bersama Yang Mana


__ADS_3

Dianka berada dalam dilema satu sisi ibunya ditawan Alex.Tapi disisi lain Jack adalah satu-satunya orang yang mungkin bisa menyelamatkannya.Dianka berada ditengah-tengah kedua laki-laki itu.


"Dianka cepat datang padaku,jangan buat aku marah"ucap Alex.


"............"Dianka hanya diam.


"Tuan putri datanglah padaku,aku pastikan semuanya akan baik-baik saja"ucap Jack.


"Jack sebaiknya kau mengungkap siapa jati dirimu pada Dianka,kalau kau merasa temannya"ucap Alex.


"Tidak masalah dari kemarin juga aku ingin memberitahu siapa aku pada Dianka"ucap Jack.


"Jack kau tak perlu melakukan itu,aku percaya padamu"ucap Dianka.


Alex langsung menghampiri Dianka dan memeluknya dari belakang.


"Alex lepaskan aku"ucap Dianka.


"Diam dan lihatlah siapa Jack yang sebenarnya Dianka"ucap Alex.


Jack melepas kaca mata,topi beserta wig yang dipakainya.Setelah semua dilepas ternyata Jack adalah William.


"William......"ucap Dianka.


"Dianka inilah aku yang sebenarnya,kau pasti kecewa karena Jack adalah aku"ucap William.


"Bagaimana Dianka?apa kau masih ingin bersamanya?"tanya Alex.


"..........."Dianka hanya diam.


Alex mengeluarkan pistolnya dan bersiap siaga memegang pistolnya dengan tangan kanan sementara tangan kirinya memeluk tubuh Dianka.


"Dianka,Alex menipumu.Ibumu sudah meninggal di Marskas Tengkorak Berdarah sejak saat itu.


Percayalah padaku Dianka,aku akan membebaskanmu"ucap William.


"Dianka apa kau percaya setelah dia menyembunyikan identitas yang sebenarnya padamu"ucap Alex.


".............."Dianka diam dan berpikir.


"Dianka aku punya bukti kalau Ibumu telah meninggal"ucap William.


"William kau begitu menginginkan Dianka.Asal kau tahu,hidup Dianka ada ditanganku karena dia Mangsaku"ucap Alex.


"Kita lihat hidup Dianka ditanganmu atau dia akan memilih hal yang lain untuk hidupnya"ucap William.


Dianka berpikir matang--matang,dia merasa William berkata benar.Alex memang membohonginya supaya dia tetap menjadi tawanannya.Diankapun mengambil pistol yang dipegang Alex dan menyikutnya dengan lengan kanannya.Alex terjatuh dan Dianka berlari ke arah William.


"Dianka....."ucap William sambil membuka kedua lengannya untuk Dianka yang berlari ke arahnya.


"William......"ucap Dianka sambil berlari ke arahnya.


Dianka langsung memeluk William begitupun Willian memeluk erat Dianka dalam pelukannya.


Alex berdiri kembali dengan kemarahan yang sangat besar.

__ADS_1


"Pengawal pisahkan mereka dan ambil Dianka"


ucap Alex.


"Baik Bos"ucap Para pengawal Alex.


Doooor.....doooor.....doooooor.........


William menembaki para pengawal Alex dengan tangan kanannya  mengenai tangan dan kaki mereka sementara tangan kirinya memeluk Dianka.Seketika para pengawal awal Alex dilumpuhkan.Tinggal William dan Alex yang berhadapan.


"Alex,mulai sekarang Dianka milikku dan hidupnya akan bahagia bersamaku"ucap William.


"............."Dianka hanya diam dalam pelukan William.


"Dianka kau hanya mangsa milikku,kembalilah padaku"ucap Alex.


"Alex mulai sekarang aku ingin hidup bersama William.Aku lelah terus memahamimu selama ini.Semua telah ku berikan untukmu bahkan nyawaku untuk melindungimu.Tapi kau malah membuatku kecewa dan menjadikanku mangsa yang setiap hari kau rendahkan seperti budak"ucap Dianka.


"Dianka kau harus kembali padaku jangan buat aku marah,kembalilah"ucap Alex.


"Alex semua sudah berakhir,aku akan membawa Dianka"ucap William.


Doooor...................


William menembak ke langit,memberi tanda supaya anak buahnya membawa mobil masuk ke halaman rumah besar itu.


Beberapa mobil masuk ke halaman rumah besar itu.William membawa Dianka masuk ke dalam mobil bersamanya meninggalkan Alex sendirian.


Mobil-mobil itu pergi dari rumah besar itu.Alex hanya berdiri sendiri diantara para pengawalnya yang terluka.


"Aku akan mendapatkanmu kembali,kau hanya Mangsaku"ucap Alex.


Akhirnya Dianka terbebas dari tangan Alex.Dan memilih hidup bersama William yang benar-benar mencintainya.


***********


Lara menemui Martin di cafe Cornelia.Dia masuk ke dalam cafe sambil matanya melirik kekanan ke kiri mencari keberadaan Martin.Seorang melambaikan tangan dimeja paling ujung dekat dinding,orang itu adalah Martin yang sudah menunggu Lara dari tadi.Lara menghampiri Martin dan duduk didepannya.


"Martin kau sudah menunggu lama?"tanya Lara.


"Baru saja Kakak Ipar"ucap Martin.


"Apa kau sudah pesan makanan atau minuman?"


tanya Lara.


"Belum Kakak Ipar"ucap Martin.


"Yasudah kita pesan makanan dan minuman dulu sekalian makan siang disini"ucap Lara.


Mereka memesan makanan dan minuman di cafe itu.Setelah pesanan dihidangkan dimeja itu,mereka makan siang bersama.Lara dan Martin menyudahi makan mereka dan mulai berbincang.


"Kakak Ipar kenapa kok tiba-tiba mengajakku bertemu?"tanya Martin.


"Aku hanya ingin mengenal Alex lebih banyak lagi darimu,sebagai istrinya aku ingin tahu dia luar dalam"ucap Lara.

__ADS_1


"Kakak Ipar ingin tahu Kak Alex seperti apa ya?"tanya Martin.


"Iya.....,Martin sudah berapa lama kau bersama Alex?"tanya Lara.


"Sudah lama tapi lebih lama lagi Dianka.Dia tahu banyak tentang Alex"ucap Martin.


"Dianka?........"ucap Lara.


"Ya,kalau kau ingin tahu lebih banyak tentang Alex,Diankalah satu-satunya orang yang tahu segala hal tentang Alex bahkan mereka adalah sahabat dimasa kecilnya"ucap Martin.


"Aku pernah bertemu Dianka,dia selalu bersama Alex dan mengikuti semua perintah Alex"ucap Lara.


"Dia memang tangan kanan Alex"ucap Martin.


"Sudah lama aku tak pernah melihat Dianka,


dimana dia?"tanya Lara.


"Diakan jadi mangsa Kak Alex yang sekarang (Martin keceplosan)"ucap Martin.


"Mangsa Alex yang sekarang?"ucap Lara sambil memikirkan perkataan Martin.


Martin baru sadar kalau dia keceplosan.Segera dia meralat ucapannya.


"Bukan Kak maksudku dia itu sekarang sedang bertugas menangkap mangsa yang ditargetkan Kak Alex"ucap Martin berusaha menyakinkan Lara.


"Apa yang dikatakan Martin tadi tidak mungkin salah,dia mencoba berbohong padaku.Kenapa Dianka jadi mangsa Alex yang sekarang?apa yang sudah terjadi?tadinya aku ingin mengulik info dari Martin,malah mendapatkan fakta seperti ini.Apa hubunganku dan Dianka?kenapa kami sama-sama jadi mangsa Alex"ucap Lara dalam hatinya.


"Oya Martin,selain diperusahaan apakah Alex punya usaha lainnya?"tanya Lara.


"Banyak,memang Kak Lara tak tahu kalau Kak Alex mafia"ucap Martin.


"Tahu,hanya saja tidak tahu dia banyak tentang usahanya itu"ucap Lara.


"Aku sih juga gak begitu tahu banyak,yang tahu banyak ya Dianka,dia yang mengurus semua bisnis kerajaan bawahnya Alex"ucap Martin.


"Kau selalu bersama Alex,apa saja tugas yang diberikan padamu?"tanya Lara.


"Aku hanya tukang pukul dan mencari informasi yang dibutuhkan Kak Alex"ucap Martin.


"Informasi seperti apa?"tanya Lara.


"Tergantung Kak Alex memintanya,bisa apa saja"ucap Martin.


"Apa ada hubungannya dengan bisnis kerajaan bawahnya?"tanya Lara.


"Aku tidak ditugaskan untuk itu.Hanya Dianka yang ditugaskan untuk itu.Aku hanya mencari informasi lawan dari Kak Alex saja"ucap Martin.


"Dianka pasti tahu banyak tentang Alex,tapi dimana aku bisa menemuinya.Martin juga tidak sepenuhnya jujur padaku"ucap Lara dalam hatinya.


"Martin terimakasih atas waktunya,aku mau kembali ke rumah"ucap Lara.


"Baik Kakak Ipar"ucap Martin.


Lara meninggalkan Cafe Cornelia,dia penasaran dengan Dianka.Dia ingin tahu kenapa Dianka jadi mangsa Alex.

__ADS_1


__ADS_2