
Flash Back
Robertson adalah ayah kandung William.Tapi dia tak pernah mengakui William sebagai anaknya.
Dari umur 8 tahun William dikurung dipenjara bawah tanah oleh Robertson.Ibunya bernama Catrine.Pernikahan orangtuanya dirahasiakan karena Robertson terpaksa menikahi Maria demi kedudukan dan kekuasaan.Maria anak dari Philip Ferhusen seorang penguasa bisnis kerajaan bawah.Dia menikahi Maria yang memiliki masalah kejiwaan itu dan memiliki anak bernama Sila yang juga memiliki masalah kejiwaan.
Robertson terpaksa sering meninggalkan Catrine untuk bersama Maria.Catrine dilanda kesepian dan sendirian.Roberston jarang menemuinya padahal dia adalah istri pertamanya.Dia sibuk mengurus bisnis kerajaan bawahnya.Hingga pada suatu hari Catrine berselingkuh.Saat Catrine sedang bercumbu dengan selingkuhannya, Robertson pulang ke rumah.Dia sangat marah mengetahui Catrine seranjang tanpa sehelai benang dengan laki-laki lain.Robertson langsung menembak mati laki-laki selingkuhannya Catrine.
"Sa....sa...yang kau sudah pulang"ucap Catrine ketakutan.
"Ternyata begini kelakuanmu dibelakangku"ucap Robertson.
"Sa....yang kau salahfaham"ucap Catrine.
"Salahfaham,lalu bagaimana kau bisa bercumbu mesra dengannya tadi didepanku.Apa bekas cinta disekujur tubuhmu itu belum bisa jadi bukti pengkhianatanmu"ucap Robertson.
"Aku....aku begini karena kesepian.Kau jarang datang menemuiku,kau menikahi wanita lain dan tinggal bersamanya lebih lama.Padahal aku ini istri pertamamu.Apa aku salah ketika aku membutuhkan seseorang yang mampu memahamiku"ucap Catrine.
"Wanita ****** kau memang tak pantas untukku.
Aku melakukan ini semua demi kehidupan kita yang sekarang,kau bahkan bisa mandi uang karena pernikahanku dengan wanita sakit jiwa itu.
Harusnya kau mengerti dan setia padaku bukannya mengkhianatiku seperti ini"ucap Robertson.
"Aku tidak hanya butuh uang,aku juga butuh kasih sayang dan belaianmu sayang.Tapi kau asyik menjalankan bisnis kerajaan bawahmu"ucap Catrine.
"Ini semua karena Philip telah menyerahkan bisnis ini padaku,setelah dia mati aku akan membawamu ke rumah besar itu tapi kau malah berkhianat seperti ini"ucap Robertson.
"Aku tidak bisa menunggu selama itu terus kesepian seperti pajangan diistana ini.Aku ini wanita normal sayang,atau kau yang tak normal?
kau mampu bertahan selama itu,hanya menyentuh Maria sekali saat malam pertama demi memenuhi keinginan Philip memiliki cucu.
Dan kau jarang menyentuhku,apa aku salah seperti ini?"ucap Catrine.
"Catrine kalau bukan demi cinta,aku tak mungkin bolak balik ke rumah ini satu bulan satu atau dua kali.Keluar dari jangkauan Philip itu susah.Tapi kau tak menghargai itu.Sekarang Philip sudah mati,tadinya aku pulang kesini untuk menjemputmu tapi ternyata aku malah melihat siapa dirimu yang sebenarnya"ucap Robertson.
"Apakah Willy anakku atau anak lelaki itu?"tanya Robertson.
"Tentu anakmu Robertson"ucap Catrine.
"Bagaimana aku percaya kalau dia anakku sementara kau berselingkuh selama ini"ucap Roberston.
"Kalau kau tak percaya dia bukan anakmu terus kenapa kau harus menanyakan lagi.Kalau dia anak selingkuhan ku kau akan puas mendengarnya"ucap Catrine.
"Catrine......."ucap Robertson menembak Catrine.
Doooooor....................
Catrine akhirnya meninggal ditangan Robertson.
Mendengar suara ledakan Willy masuk ke kamar Ibunya.Dia melihat Ibunya bersimpuh darah ditubuhnya.Dia juga melihat Robertson masih memegang pistolnya.Willy langsung menghampiri ayahnya dan memukulnya.
__ADS_1
"Ayah jahat.....ayah jahat......ayah sudah membunuh Ibu"ucap Willy.
"Ayah?.....kau bukan anakku"ucap Robertson.
Willy kaget mendengar perkataan ayahnya.Dia langsung berlari ke arah mayat Ibunya.Dia menangis tersedu-sedu.Robertson menyuruh pengawal mengurus dua mayat itu dan membawa Willy ke rumah besarnya.
Willy dikurung diruang bawah tanah yang terletak dibawah rumah besar milik Robertson.Dia tidak bisa kemana-mana hanya berdiam diri diruangan itu.Ruangan itu mirip sel,Willy hanya bisa meratapi nasibnya yang dikurung oleh ayahnya sendiri.
Empat Tahun Kemudian
Willy masih dikurung diruang bawah tanah.Dia bertemu Alex yang tak sengaja masuk ke ruang bawah tanah.Alex kaget melihat Willy dikurung dibawah tanah.Dia mengajak Willy berbicara.
"Kenapa kau ada disini?"tanya Alex.
"Aku dikurung ayahku sendiri"ucap Willy.
"Ayahmu?....siapa?"tanya Alex.
"Ayahku bernama Robertson"ucap Willy.
"Itu ayahku sekarang"ucap Alex.
"Apa?.....dia bukan ayahmu kenapa kau bisa jadi anaknya?"tanya Willy.
"Aku diangkat anak olehnya"ucap Alex.
Willy langsung terdiam mendengar ucapan Alex.
Dia yang anaknya malah dikurung diruangan gelap dan kotor ini sementara Alex yang bukan siapa-siapanya diangkat anak dan diperlakukan baik oleh Robertson.Setelah mengobrol dengan Willy,Alex kembali ke ruang atas.
Dianka bermain petak umpat dengan Alex dan Sila.Tak sengaja saat bersembunyi,dia menemukan ruang bawah tanah tanah itu.Dianka masuk ke dalam ruang bawah tanah itu.Dia melihat seorang anak laki-laki terkurung diruang bawah tanah itu.Dianka menghampirinya dan mengajaknya berbicara.
"Kau pasti sangat tersiksa dikurung disini"ucap Dianka.
"Untuk apa kau harus berkata seperti itu"ucap Willy.
"Apa kau lapar?"tanya Dianka.
"Kau tak usah peduli padaku"ucap Willy.
"Aku akan membawakanmu makanan dan minuman,tunggu aku kembali ya"ucap Dianka.
Dianka pergi ke ruang atas mengambil minuman dan roti untuk Willy.Kemudian dia kembali ke ruang bawah tanah mengantarkan roti dan minuman itu.
"Ambilah,kau harus makan dan minum"ucap Dianka.
"Kau akan dihukum bila memberiku makanan dan minuman tanpa seizin Robertson"ucap Willy.
"Aku akan sembunyi-sembunyi,aku akan kesini tiap hari membawakanmu makanan dan minuman"ucap Dianka.
Hampir setiap hari Dianka mengantarkan makanan dan minuman untuk Willy.Sampai Willy memanggilnya Tuan putri.Dia tak pernah menanyakan nama Dianka,begitupun Dianka tak pernah menanyakan nama Willy.
__ADS_1
Pada suatu hari,Dianka bercerita tentang Willy pada Alex saat mereka beristirahat dibawah pohon setelah latihan bela diri.
"Alex,ada anak kecil sepertinya seusiamu dikurung dibawah tanah,kasihan deh Alex"ucap Dianka.
"Dianka jangan berani mengunjunginya,ayahku akan marah dan menghukummu nantinya,aku tak ingin melihatmu dihukum"ucap Alex.
"Tapi kasihan dia Alex"ucap Dianka.
"Aku tahu,tapi keselamatanmu jauh lebih penting.
Ayo kita memetik buah jeruk disana"ucap Alex.
"Ayo,buah jeruknya banyak yang matang,pasti manis rasanya"ucap Dianka.
"Kau benar,pegang tanganku kita bersama-sama pergi kesana"ucap Alex.
Dianka memegang tangan Alex,mereka bersama-sama pergi ke kebun buah didekat rumah besar itu.
***********
Pada suatu hari Dianka tak sengaja mendengar percakapan Robertson dengan Antony.Dianka berusaha menguping pembicaraan itu.Dia ingin tahu apa yang sedang dibicarakan mereka.
Saat dia menguping,mereka membicarakan Willy.
Dianka langsung kaget dan mendengarkan dengan seksama.
"Antony lenyapkan Willy hari ini juga"ucap Roberston.
"Tapi Tuanku,bukannya dia anak Anda?"tanya Antony.
"Dia hanya anak selingkuhan istriku,melihatnya membuatku teringat pengkhianatan Catrine padaku"ucap Robertson.
"Baiklah aku akan melenyapkannya untuk Anda"ucap Antony.
Mendengar pembicaraan itu,Dianka langsung menuju ke ruang bawah tanah.Dia menamui Willy,dan memberitahu pembicaraan itu padanya.
"Biarlah aku mati jika itu yang diinginkan Robertson"ucap Willy.
"Tidak,kau harus tetap hidup,aku akan membantumu lepas dari sini"ucap Dianka.
"Kau tak perlu menolongku sampai seperti itu"ucap Willy.
"Aku akan mencari kuncinya dulu,nanti aku kembali lagi"ucap Dianka.
Dianka mencari kunci untuk membuka pintu ruangan tempat Willy dikurung.Setelah mendapatkannya,Dianka kembali ke ruang bawah tanah dan membebaskan Willy.Dia membantu Willy keluar dari rumah besar itu sampai ke atas bukit yang jauh dari rumah besar itu.
"Ambilah ini,kau bisa membeli sesuatu dan ini juallah mungkin bisa untuk modalmu bertahan hidup diluar sana"ucap Dianka memberi uang dan sebuah perhiasan yang diambil dari kamar Sila.
"Kau baik sekali padaku,siapa namamu?"tanya Willy.
"Dianka"ucap Dianka.
__ADS_1
"Aku Willy"ucap Willy.
Setelah itu mereka berpisah,Dianka kembali ke rumah besar itu.Sementara Willy memulai hidup barunya dengan uang dan perhiasan yang diberikan Dianka padanya.