ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Jack Datang Kembali


__ADS_3

Dianka dirantai satu tangan dan satu kakinya oleh Alex. Dia hanya diam dan merenung diranjang tidurnya. Sudah setengah hari Alex belum mengunjunginya. Dia menahan rasa laparnya dengan mengikat perut bagian atasnya dengan sehelai kain. Dia juga mengigit bibir bawahnya menahan rasa lapar dan mual secara bersamaan.


"Apa Alex tidak akan kesini hari ini,dia benar-benar membuatku kelaparan. Rasanya aku ingin pergi dari tempat ini, tapi Ibuku ada ditangan Alex. Apa yang bisa kulakukan?"ucap Dianka.


Dianka hanya pasrah dengan nasibnya. Dari luar jendela kaca seorang laki-laki pengembara itu melambaikan tangannya pada Dianka. Dia berdiri tepat didepan jendela kaca itu. Tangannya membuka jendela kaca itu dan memanggil Dianka.


"Tuan putri sungguh malang nasibmu, sudah dikurung dimenara, kaki dan tanganmu juga dirantai"ucap Lelaki itu.


"Oya terimakasih atas buah yang kau berikan kemarin, aku belum sempat berterimakasih padamu"ucap Dianka.


"Santai saja Tuan putri,aku suka menolong putri cantik sepertimu"ucap Lelaki itu.


"Siapa namamu?"tanya Dianka.


"Jack"ucap Lelaki itu memperkenalkan namanya.


"Nama yang bagus"ucap Dianka.


"Tuan Putri apa kau sudah makan?"tanya Jack.


"Aku tak ingin merepotkanmu lagi Jack"ucap Dianka.


"Aku senang bisa melayanimu Tuan putri"ucap Jack.


Jack tiba-tiba pergi begitu saja, Dianka merasa aneh padanya, datang dan pergi sesuka hatinya.


Setelah pukul 4 sore, Dianka sudah tak mampu menahan laparnya, dia tertidur lemas diranjang sembari bernyanyi, tak lama dia mulai kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


"Tuan putri bangunlah"ucap Jack.


Jack berada didalam kamar Dianka dan duduk disamping Dianka yang sedang tidak sadarkan diri.


"Tuan putri yang malang bangunlah"ucap Jack.


Mendengar suara Jack memanggilnya Dianka terbangun dan melihat Jack ada disampingnya.


"Jack kenapa kau bisa ada disini"ucap Dianka dengan suara yang lemah.


"Kau tak perlu tahu, aku seorang pengembara tentu bisa kemanapun yang aku mau"ucap Jack.


Jack mengelus rambut Dianka yang sudah lemah.Dianka hanya diam melihat Jack mengelus rambutnya.


"Ayo makan, aku sudah membawakanmu makanan Tuan putri"ucap Jack.


"Semua ini untuk Tuan putri"ucap Jack.


"Jack kenapa kau begitu baik padaku ?"tanya Dianka.


"Suatu saat kau akan tahu Tuan putri, sekarang lebih baik kau makan saja"ucap Jack.


Jack menyuapi Dianka makan karena tangan kanannya dirantai. Dianka memperhatikan wajah Jack yang selalu memakai kaca mata hitam dan topi. Dia merasa ada orang sebaik Jack yang mau peduli padanya.


Setelah Dianka selesai makan, Jack pergi meninggalkan Dianka begitu saja tanpa sepatah katapun.


"Siapa Jack? kenapa dia mau menolongku?apa dia benar-benar baik?"ucap Dianka.

__ADS_1


Dalam pikiran Dianka dipenuhi pertanyaan tentang sosok Jack yang misterius dan aneh. Dia datang dan pergi tanpa Dianka minta.Bahkan memberikan apa yang dibutuhkan Dianka.


***********


Setelah Alex mengantarkan Lara pulang ke rumahnya, dia pergi ke rumah Martin.Didepan pintu rumahnya, Martin sudah menunggu kedatangan Alex. Mereka masuk ke dalam rumah itu. Martin mengajak Alex minum (alkohol) dimini bar miliknya. Alex dan Martin duduk dan minum sambil mengobrol.


"Kak Alex, kenapa kau membohongi Dianka kalau Ibunya masih hidup?"tanya Martin.


"Untuk membuatnya tetap jadi mangsaku, jika tidak, dia akan melawan. Kau tahu kemampuan Dianka seperti apa?dibanding sepuluh pria dia lebih kuat dari mereka"ucap Alex.


"Lalu kenapa kau tidak membunuhnya saja dari pada menyiksanya seperti itu?"tanya Martin.


"Aku ingin dia tersiksa perlahan demi perlahan lalu menderita dan putus asa, disaat seperti itu adalah saat dimana aku senang telah berhasil balas dendam atas semuanya yang dilakukan Giorgio pada keluargaku. Dianka itu kuat tidak seperti Lara. Percuma aku mengirimnya ke ranjang Bos Buya dan Tuan Dien. Bila mengirimnya ke ranjang orang lain lagipun dia akan mampu melawannya. Kau tahu Dianka bukan wanita biasa yang mudah ditaklukan dengan hanya kekerasan. Dia pernah belajar di Pusat Pembunuh Bayaran, jadi takkan mudah membuatnya menderita"ucap Alex.


"Jadi secara tidak langsung kau menipunya?


Kau tak takut termakan ucapanmu sendiri dan justru jatuh cinta dengannya. Dianka itu cantik walaupun diluar keras. Jika dia mau denganku,


dari dulu aku sudah mengambilnya jadi wanitaku"ucap Martin.


"Kau akan mendapatkannya setelah dia hancur sehancur-hancurnya"ucap Alex.


"Kau memang kejam Kak Alex"ucap Martin.


Martin tersenyum dengan ucapan Alex. Dia tahu betul betapa kejamnya Alex. Tapi Dianka bukan wanita yang mudah disakiti hanya dengan kekerasan.


"

__ADS_1


__ADS_2