
Zion dan Dianka masih dihotel tempat mereka menginap. Zion sudah bangun duluan memandangi wajah Dianka yang sedang tidur dipelukannya. Dia senang Dianka menjadi miliknya. Tak lama Dianka terbangun dan melihat Zion didepan matanya.
"Selamat pagi sayang"ucap Zion.
"Pagi"ucap Dianka.
"Apa tidurmu nyenyak setelah kita menghabiskan malam bersama?"tanya Zion.
"Jangan dibahas aku malu"ucap Dianka.
"Malu?.....sayang tak usah malu justru aku ingin mengajakmu melakukannya lagi"ucap Zion.
"Apa lagi?.....kau ini gak salah, kita bahkan melakukannya hampir semalaman. Aku ini manusia punya rasa lelah, bukan monster sepertimu"ucap Dianka.
"Sayang kalau lagi marah seperti itu kau cantik deh"ucap Zion.
"Kau kenapa sih?...mulutmu tiba-tiba manis, kau tidak sedang gila kan?"tanya Dianka.
"Gila?....ya aku gila karena semalam kau memberiku hal yang membuatku tak bisa melupakannya seumur hidupku"ucap Zion.
"Zion, kau tidak sedang demam atau mungkin semalam kau overdosis jadi begini"ucap Dianka
"Aku overdosis mencintaimu sayang"ucap Zion.
"Dia ini kenapa sih, kok jadi begini, perasaan semalam gak kejedot apapun sepertinya"ucap Dianka dalam hatinya.
"Zion aku mau mandi badanku kotor"ucap Dianka.
"Ayo mandi bareng sayang"ucap Zion.
"Roman-romannya dia mau minta nambah nih, aduh...."ucap Dianka dalam hatinya.
Dianka hanya tersenyum dan Zion mengangkat tubuhnya lalu membopongnya ke toilet. Mereka akhirnya mandi bersama sambil menyodok bola ke dalam gawang.
Selesai mandi dan berganti pakaian Zion dan Dianka pergi jalan-jalan ke pasar aksesoris dan oleh-oleh.
"Zion topeng ini cocok untukmu jadi kau terlihat monster betulan"ucap Dianka mengambil topeng monster.
"Oya, untuk sayangku aku akan memakainya" ucap Zion sambil mengambil topeng itu.
Zion memakai topeng itu dan menakuti Dianka.
"Wa..wa....wa....."ucap Zion
"Ha.....ha......kau mirip sekali, seperti pakai saja tiap hari, cocok. Apalagi saat pergi ke kantor" ucap Dianka.
"Hei sayang, aku akan memakai topengnya saat kita bercinta"bisik Zion ditelinga Dianka.
"Kau ini ya, selalu ingat itu"ucap Dianka.
"Memangnya kenapa?.....oh lihat topeng ini pantas untukmu, topeng singa sesuai karaktermu"ucap Zion.
"Apa kau bilang tadi?"tanya Dianka.
"Topeng singa pantas untukmu, sesuai karaktermu yang suka mengaung itu"ucap Zion.
"Zion"ucap Dianka menepuk tangan Zion.
"Aw ...aw.....sayang kau mulai kembali galak lagi, apa kau belum minum obat penjinak binatang" ucap Zion.
"Zion semakin lama kau menyebalkan"ucap Dianka.
__ADS_1
Zion langsung melepaskan diri dari Dianka dan berlari meninggalkan Dianka.
"Dah.....sayang kejar coba kalau bisa"ucap Zion.
"Monster jahat aku akan mengejarmu dan menghajarmu ya"ucap Dianka.
Dianka mengejar Zion, saat sedang kejar-kejaran mereka bertemu Alex.
"Alex"ucap Zion dan Dianka.
"Seru sekali"ucap Alex.
Alex menghampiri Zion yang berada didepan Dianka. Dia berdiri disamping Zion dan memegang bahu kirinya.
"Kau sudah mengambil Mangsaku, kau tahu akibatnya"ucap Alex.
"Aku tidak takut, meski kita saudara kembar tapi Dianka adalah milikku"ucap Zion.
"Milikmu?....aku sudah lebih dulu memilikinya sebelum dirimu, kau hanya bayanganku saja"ucap Alex.
"Aku bukan bayanganmu, aku Zion suami Dianka dan dia mencintaiku"ucap Zion.
"Sampai kapanpun Dianka milikku, kau lihat nanti bagaimana caraku mengambilnya darimu"ucap Alex.
"Silahkan, aku akan menunggu seperti apa usahamu itu"ucap Zion.
Alex berjalan ke arah Dianka setelah bicara dengan Zion.
"Dianka, tak kusangka kau melupakanku secepat itu"ucap Alex.
"............."Dianka hanya diam.
"Apa semalam kau bersamanya?"tanya Alex.
"Aku akan mengambilmu kembali Dianka, tunggu saja saat itu tiba"ucap Alex.
Alex berjalan meninggalkan Zion dan Dianka.
Zion menghampiri Dianka dan memeluknya.
"Sayang kau tidak usah takut, aku tidak akan membiarkan Alex melakukan apapun untuk mengambilmu dariku. Sekarang kau sudah jadi milikku, dan aku paling tidak suka ada orang yang mengambil milikku"ucap Zion.
Dianka memeluk Zion erat, dia tak ingin berpisah dengan Zion. Dia sudah merasa nyaman dan bahagia saat bersama Zion.
**********
Lara mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ban mobilnya pecah. Lara turun dari mobil untuk melihat suara yang meletus tadi. Saat dia turun ban mobilnya pecah satu.
"Yah ban mobilnya pecah, tempat ini jauh dari bengkel lagi"ucap Lara.
Lara coba menelpon Gibran tapi belum diangkat.
"Naik taksi online aja deh"ucap Lara.
Baru Lara ingin memesan taksi online, sebuah mobil berhenti didekatnya. Seorang lelaki keluar dari mobil itu, dia adalah Alex.
"Alex"ucap Lara.
"Kenapa mobilmu sayang?"tanya Alex menghampiri Lara.
"..........."Lara hanya diam.
__ADS_1
"Jawab pertanyaanku, bukankah kau istriku?" ucap Alex.
"Istri?.....aku bukan istrimu"ucap Lara.
"Ingat, kita belum bercerai"ucap Alex.
"Apa maumu kenapa kau mengganggu hidupku lagi?"tanya Lara.
"Aku tidak mengganggu hidupmu, tapi aku hanya mengambil apa yang menjadi milikku sebelumnya"ucap Alex.
"Biarkan hidupku tenang, ku mohon bukankah kita sudah saling memaafkan"ucap Lara.
"Tadi sudah ku bilang, aku hanya ingin mengambil milikku"ucap Alex.
"Kau gila...."ucap Lara.
"Salam untuk putri kecilku Mahira, aku belum bertemu dengannya"ucap Alex.
"............"Lara hanya terdiam ketakutan.
"Sampai jumpa lagi sayang"ucap Alex.
Alex masuk kembali ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Lara langsung duduk disamping mobilnya dan hanya diam ketakutan. Tak lama mobil Gibran berhenti didekat Lara. Gibran turun dari mobil dan menghampiri Lara.
"Sayang kau kenapa?"tanya Gibran.
Saat melihat Gibran Lara langsung memeluknya.
"Gibran, Alex masih hidup"ucap Lara.
"Tidak mungkin sayang, dia sudah dihukum mati dan jasadnya sudah dikuburkan"ucap Gibran.
"Aku tidak mungkin salah lihat Gibran, bahkan aku sudah dua kali bertemu dengannya"ucap Lara.
"Sayang mungkin karena akhir-akhir ini kau kecapean jadi berpikir yang tidak-tidak"ucap Gibran.
"Tidak, ini benar"ucap Lara.
"Yasudah, sekarang kita pulang ya"ucap Gibran.
"Iya"ucap Lara.
Gibran akhirnya membawa Lara pulang ke rumah.
Dia tak tahu kenapa Lara sering memikirkan Alex akhir-akhir ini padahal Alex sudah meninggal.
Sampai dirumah Lara hanya diam lalu masuk ke kamarnya. Dia duduk diranjang kamarnya. Gibran menghampirinya dan duduk disamping Lara.
"Sayang lebih baik kita besok jalan-jalan gimana? mungkin kau capek bekerja terus satu minggu ini" ucap Gibran.
"Aku tidak ingin jalan-jalan Gibran"ucap Lara.
"Kalau begitu besok kita berkebun, buah strawberry dikebun sudah mulai panen. Pasti seru memetiknya" ucap Gibran.
Lara langsung tersenyum melihat Gibran yang berusaha menghiburnya.
"Baiklah, aku mau berkebun besok"ucap Lara.
"Nah gitu dong, aku rindu senyumanmu sayang" ucap Gibran.
"Makasih sayang"ucap Lara.
__ADS_1
Gibran hanya mengangguk, dia senang melihat Lara kembali tersenyum dan tidak murung lagi.
"