
Alex pergi ke rumah Martin dengan kemarahan yang belum stabil.Dia bahkan menghajar pengawalnya yang tidak salah apapun cuma karena menghalangi jalannya.Dia masuk ke dalam rumah Martin.Melihat Alex yang penuh emosi,Martin langsung mencoba menenangkannya.
"Kak Alex ada apa?apa ada yang membuatmu marah biar kuhajar orang itu"ucap Martin.
"Dianka......."ucap Alex.
"Memang ada apa dengan Dianka?bukannya dia ada ditanganmu sekarang?"tanya Martin.
"Willam mengambilnya dari tanganku"ucap Alex.
"Kau seperti orang yang patah hati ketika kekasihmu diambil orang"ucap Martin.
"Dianka lebih memilih bersama William dari pada bersamaku"ucap Alex.
"Dulu dia memang setia padamu,bahkan aku ingat betul dia hampir mati ditangan Gengster Kalajengking demi menolongmu.Tapi kini kesabarannya sudah habis untukmu"ucap Martin.
"Kenapa kau bicara seperti itu padaku Martin?" tanya Alex.
"Dia sudah mengabdikan hidupnya untukmu tanpa memikirkan keinginannya sendiri.Tapi kini dia telah lelah karena dendam yang tak habis ujungnya.Aku berkata seperti ini karena aku sendiri juga lelah melihatmu hidup didalam dendam yang tak ada habisnya.Kau malah kehilangan semuanya.Pertama kau kehilangan istrimu Lara,sekarang kau juga kehilangan orang yang mencintaimu Dianka"ucap Martin.
"Mencintaiku?"tanya Alex.
"Kau tidak tahu kalau Dianka mencintaimu,kau benar-benar tak peka Kak Alex.Seharusnya kau tahu itu,kaliankan sudah bersahabat sejak kecil seharusnya kau lebih mengenalnya dan lebih tahu isi hatinya.Saat itu aku menyatakan cinta pada Dianka tapi dia menolakku karena sudah ada seseorang dihatinya,aku tahu orang itu pasti dirimu"ucap Martin.
"Dia itu anak Giorgio,Martin"ucap Alex.
"Memang kenapa jika dia anak Giorgio,kalau dihatimu menginginkannya.Dendam dan cinta yang berjalan beriringan akan membuatmu kehilangan semuanya Kak Alex.Kau pilih dendam dan tuntaskan atau cinta dan perbaiki"ucap Martin.
Alex langsung keluar dari rumah Martin.Dia penuh kebimbangan,dia merasa tak rela kehilangan Dianka.Dia teringat masa kecilnya bersama Dianka dulu.
"Alex ayo kita ambil layangan itu terbang ke padang ilalang"ucap Dianka kecil.
"Ayo Dianka,pegang tanganku kita kejar bersama"
ucap Alex kecil.
__ADS_1
Mereka berlari bersama sambil berpegangan tangan.
"Alex layangannya sudah turun ke bawah"ucap Dianka kecil.
"Ayo kita ambil Dianka"ucap Alex kecil.
Mereka berlari ke arah layangan itu tapi Dianka terjatuh hingga lututnya berdarah.Alex langsung mengendong Dianka dipunggungnya.
"Alex,kau tak apa menggendongku?"tanya Dianka kecil.
"Tidak,.....kita akan terus bersama Dianka sampai kapanpun"ucap Alex kecil.
"Iya,aku akan terus disisimu Alex selamanya" ucap Dianka kecil.
Kenangan masa kecil yang terlintas dipikiran Alex seolah mengingat Dianka yang dulu selalu bersamanya.Kini Dianka benar-benar meninggalkan Alex begitu saja.
**********
Lara penasaran dengan hubungannya dengan Dianka.Dia ingin tahu kenapa Alex menjadikan Dianka mangsanya dan sikap Alex padanya jadi baik.Dia ingin tahu yang sebenarnya.Lara berpikir untuk bertanya pada Ricard.Dia merasa Ricard pasti tahu sesuatu tentangnya dan Dianka.Lara mencoba menghubungi nomor telpon Ricard.
"Hallo Ricard"ucap Lara.
tanya Ricard.
"Ada yang ingin ku tahu tentang Dianka,bisakah kita bertemu untuk membicarakannya?"tanya Lara.
"Bisa,....besok kita bertemu di Taman Kejora"ucap Ricard.
"Baik,terimakasih Ricard"ucap Lara.
"Oke"ucap Ricard singkat.
Lara menutup telpon miliknya setelah berbicara dengan Ricard.Dia harus tahu semuanya dari Ricard.
"Ricard pasti tahu banyak tentang Dianka dan Alex,begitupun dengan hubunganku dengan Dianka yang sama-sama jadi mangsa untuk Alex"
__ADS_1
ucap Lara.
Tak lama Alex masuk ke kamar dengan muka yang murung dan kusut.Lara menghampirinya dengan memberikan senyuman manis untuknya.
Tapi Alex tak menghiraukannya dan langsung berbaring diranjangnya.
"Alex kenapa ya?dia tidak pernah terlihat murung seperti itu.Apa yang sedang terjadi padanya?"
ucap Lara dalam hatinya.
Lara mencoba menghampirinya dan berbaring disamping Alex.Alex hanya diam tak mengeluarkan satu katapun saat Lara disampingnya.
"Alex sayang kau kenapa?apa mau kubuatkan minuman hangat?"tanya Lara.
"............"Alex hanya diam.
Lara memeluk Alex dan mencoba menghiburnya.
"Alex biasanya kau terlihat kuat dan perkasa, kenapa jadi seperti ini?cerita padaku mungkin aku bisa membantu menyelesaikan masalahmu"
ucap Lara.
Alex hanya diam dipelukan Lara.Dia merasa ada benarnya yang dibicarakan Martin.Dia kehilangan orang-orang terdekatnya karena dendam yang tiada habisnya.Pertama dia kehilangan Lara dan sekarang kehilangan Dianka.
"Lara maafkan semua kesalahanku terhadapmu.
Aku membuatmu menderita,membuat hidupmu hancur dan membuatmu kehilangan semuanya"ucap Alex.
"Alex kau kenapa?aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan"ucap Lara.
"Aku tenggelam dalam dendamku sampai menyakiti orang-orang terdekatku,maafkan aku Lara,kau pasti marah,benci dan dendam padaku atas semua perbuatanku padamu"ucap Alex.
"Kau terlambat Alex,pembalasan baru saja dimulai mana mungkin aku membatalkannya" ucap Lara dalam hatinya.
"Iya Alex,aku sudah memaafkanmu"ucap Lara.
__ADS_1
"Terimakasih sayang"ucap Alex.
Setelah itu Alex tidur memeluk Lara yang ada dipelukannya.Dia berharap bisa memperbaiki semuanya.