
Alex membawa Lara ke Panti Asuhan Penuh Cinta. Panti asuhan itu didirikannya untuk menebus semua kesalahannya dimasa lalu. Dia ingin menjadi orang yang lebih baik lagi. Lara senang sekali saat bercengkrama dengan anak-anak panti asuhan. Dia melihat senyuman diwajah anak-anak yatim piatu itu.
"Sayang apa kau senang disini?"tanya Alex.
"Iya, anak-anak ini lucu dan masih polos"ucap Lara.
"Apa kau mau melihat ke ruangan bayi, disana banyak bayi-bayi lucu"ucap Alex.
"Mau sayang"ucap Lara.
Alex mengajak Lara ke ruangan bayi. Disana banyak bayi-bayi diranjang bayi yang tersusun rapi. Lara melihat-lihat bayi yang ada diruangan itu.
"Sayang mereka lucu-lucu dan menggemaskan" ucap Lara.
"Mereka memang lucu tapi orangtuanya telah membuang mereka"ucap Alex.
"Apa orangtuanya membuang mereka?"ucap Lara.
"Bayi-bayi ini ditemukan diberbagai tempat, ada yang di selokan, ditepi sungai, dikebun, ditempat sampah dan diberbagai tempat lainnya"ucap Alex.
"Kasihan mereka, padahal mereka lucu dan belum tahu apa-apa, haruskah mereka disalahkan atas perbuatan orangtuanya"ucap Lara.
"Itu sebabnya sayang, aku ingin tempat ini menampung lebih banyak anak-anak seperti mereka"ucap Alex.
Lara langsung memeluk Alex dengan mesra.
"Sayang aku bangga memiliki suami sepertimu" ucap Lara.
"Iya sayang, kau juga harus tahu kalau aku mencintaimu"ucap Alex.
"Aku juga mencintaimu sayang"ucap Lara.
"Kau mau menggendong mereka?"tanya Alex.
"Aku ingin menggendong bayi yang itu, montok dan cantik"ucap Lara sambil melepas pelukannya pada Alex.
"Oke"ucap Alex.
Lara menggendong bayi yang dipilihnya. Bayi itu terlihat cantik dan montok, Lara bahkan menciumnya berkali-kali.
"Sayang kok dede bayinya yang dicium terus, aku gak dicium juga"ucap Alex.
Cup
Lara langsung mencium pipi Alex, kemudian Alex menarik Lara dan mencium bibir cantiknya.
"Sayang nanti kita punya bayi sendiri ya"ucap Alex setelah melepas ciumannya pada Lara.
"Iya sayang, dia harus tampan dan baik sepertimu"ucap Lara.
"Aku ingin punya bayi kembar, biar bayi yang perempuan mirip denganmu"ucap Alex.
Lara tersenyum dan menyandarkan kepalanya dibahu Alex sambil menggendong bayi ditangannya.
************
Gibran mengendarai mobilnya menuju ke pusat kota. Malam itu dia ingin menemui temannya disebuah club malam. Sampai di Club Roxis, Gibran menemui temannya yang sedang duduk dibar. Gibran duduk disamping temannya itu.
"Sorry gue baru sampai"ucap Gibran.
__ADS_1
"Santai aja bro, gue dah biasa nunggu lo"ucap Edwin.
"Belum apa-apa lo udah mabuk"ucap Gibran.
"Gak asyik kalau ke tempat begini gak mabuk" ucap Edwin.
"Makanya lo nikah biar ada yang ngurusin lo, gak mabuk mulu gini"ucap Gibran.
"Capek kalau punya istri diatur mulu tar gak bisa nongkrong kaya gini"ucap Edwin.
"Dasar lo"ucap Gibran.
Tak lama ada seorang gadis cantik mendekati Gibran.
"Hai Om mau ditemenin?"tanya Siva.
"Temenin nih temen gue, dia baru baru ditinggal istrinya mati"ucap Edwin yang mabuk.
"Senang sekali dapat pelanggan pertama"ucap Siva.
"Maaf Nona aku tidak berniat membookingmu" ucap Gibran.
"Yah sayang sekali padahal aku baru aja dapat pelanggan"ucap Siva.
"Udah cantik temenin dia ngobrol aja"ucap Edwin.
"Ayo Om pindah ke sebelah sana"ucap Siva sambil menarik Gibran pindah ke tempat duduk sepi.
Siva membawa Gibran duduk ditempat yang sepi.
Ditempat itu, Siva mengajak Gibran mengobrol.
"Jus saja"ucap Gibran.
"Tunggu ya aku ambilkan jusnya"ucap Siva.
"Oke"ucap Gibran.
Siva mengambilkan Gibran jus jeruk kemudian memberikannya pada Gibran.
"Nih Om jusnya"ucap Siva.
"Makasih"ucap Gibran.
Gibran meminum jus jeruk yang diberikan Siva.
"Oya Om kerjanya apa?"tanya Siva.
"Aku seorang polisi"ucap Gibran.
"Pekerjaan Om keren banget"ucap Siva.
"Kamu sendiri kelihatannya masih muda, apa kamu masih sekolah?"tanya Gibran.
"Om tahu aja, Siva udah kelas 3 SMA Om"ucap Siva.
"Kamu masih sekolah kenapa menjajakan dirimu ditempat seperti ini?"tanya Gibran.
"Butuh uang, apa sih yang lebih penting dari uang"ucap Siva.
__ADS_1
Tak lama Gibran merasa pusing dan tubuhnya terasa panas. Siva langsung menghampiri Gibran.
"Om sakit ya, Siva antar pulang ya"ucap Siva.
Gibran mengikuti Siva ke sebuah hotel. Siva membawa Gibran masuk ke kamar hotel yang sudah dibookingnya.
"Ini dimana?"tanya Gibran.
"Om tenang aja pokoknya asyik deh"ucap Siva.
Siva mendekati Gibran dan melakukan pemanasan padanya. Gibran yang terpengaruh minuman yang sudah diberi obat mujarab itu mengukuti keinginannya. Dia mengikuti Siva dalam hangatnya cinta satu malam itu. Gadis remaja itu menyerahkan kehormatannya pada Gibran. Meskipun dia berteriak kesakitan saat kehormatannya itu direnggut Gibran. Tapi dia tetap meneruskan dan menahannya hingga Gibran kelelahan dan tidur disampingnya.
Siva menuju toilet untuk mandi kemudian dia mengenakan pakaiannya kembali. Dia mencari dompet Gibran dan mengambil uang yang ada didompet itu.
"Cuma ada 5 juta"ucap Siva.
"Ada ATM tapi pinnya berapa ya, coba ku cari lagi didompet ini siapa tahu ada petunjuk"ucap Siva.
"A....tanggal lahirnya pasti pinnya"ucap Siva.
Siva mengambil ATM milik Gibran, lalu meninggalkan pesan disebuah kertas yang diletakkan dimeja dekat ranjang hotel. Setelah itu dia keluar dari kamar hotel itu.
***********
Alex palsu menemui Dafa yang sedang bermain bola dilapangan bola bersama teman-temannya.
Kebetulan pengawal Zion dikelabuhi oleh orang suruhan William. Alex palsu itu menghampiri Dafa yang sedang bermain bola dilapangan.
"Dafa, Papa boleh ikut main bola denganmu?" tanya Alex palsu.
"Bunda bilang Dafa gak boleh main sama Papa" ucap Dafa.
"Masa sih, Papakan papamu, masa gak boleh main sama Dafa, ayo kita bertanding pasti seru" ucap Alex palsu.
"Bertanding?.....oke deh"ucap Dafa.
Dafa bermain bola bersama Alex palsu tapi langsung dihentikan Alex.
"Apa kau orang suruhan"ucap Alex menghampiri Alex palsu.
"Siapa kau?"tanya Alex palsu.
"Jangan memanfaatkan anak kecil untuk kepentinganmu"ucap Alex.
"Dafa ini anakku jadi apa salahnya aku main dengannya"ucap Alex palsu.
"Benarkah? kau hanya orang suruhan yang menyamar jadi Alex untuk memanfaatkan Dafa"ucap Alex.
"Om, Papa jahat ya"ucap Dafa pada Alex.
"Dafa jangan percaya perkataan lelaki itu, dia bukan Papamu, hanya mirip Papamu"ucap Alex.
"Jadi dia bohong ya Om"ucap Dafa.
"Iya Dafa"ucap Alex.
Alex menghampiri Alex palsu itu dan berbisik padanya.
"Pergilah, kalau kau masih ingin hidup"ucap Alex.
__ADS_1
Alex palsu itu takut melihat Alex terlihat dingin dan mengancamnya. Apalagi Alex membawa banyak pengawal dibelakangnya.