
Lara dijemput Ricard untuk pergi ke Club Merdian. Dia disuruh berdandan cantik dan mengenakan dress yang bagus yang telah dibelikan oleh Alex. Tanpa bantahan, Lara mengenakan dress itu. Didalam mobil Ricard bicara pada Lara.
"Nona Lara, jangan tegang, Alex sepertinya hanya ingin mengajak Anda untuk menemaninya minum dan berjudi"ucap Ricard.
"Aku pikir dia akan menjualku atau menyuruhku melayani orang lain"ucap Lara.
"Kau sudah merayunyakan? kalau dia sudah masuk perangkapmu berarti dia tak akan membahayakan keselamatanmu. Kau harus pintar memainkan permainan ini. Buang masalah pribadimu padanya. Dan fokus pada misi awalmu mendekatinya untuk apa? jadi gunakan cara ini untuk bisa mengetahui semua tentang Alex"ucap Ricard.
"Kau benar Ricard, aku terlalu terbawa perasaan, seharusnya aku lebih pintar bermain dalam permainan ini"ucap Lara.
"Orang yang akan bersama Alex malam ini adalah orang-orang Alex, kenalan Alex dan rekan bisnisnya. Cari informasi sebanyak mungkin dari mereka"ucap Ricard.
"Iya, kau benar"ucap Lara.
Ricard mengantarkan Lara ke dalam Club Merdian, mereka masuk ke dalam menuju ruang VVIP. Lara masuk ke ruangan itu. Alex dan beberapa orang sedang minum dan berjudi. Dia langsung memanggil Lara.
"Kemarilah Lara sayangku"ajak Alex.
Lara berjalan menghampiri suaminya yang sedang duduk bersama teman-temannya. Alex langsung menarik lengan Lara dan mendudukkannya dipangkuan Alex.
"Siapa Kak Alex?"tanya Martin.
"Dia kakak iparmu"ucap Alex pada Martin.
"Cantik sekali, pantas menjadi kakak iparku"ucap
Martin.
Martin adalah adik angkat Alex, dia sering bermain judi dan mabuk bersama Alex. Dia sangat menghormati Alex sebagai kakak angkatnya.
Seorang rekan bisnis Alex bernama Borni melihat Lara sampai tak berkedip. Dia memperhatikan kecantikan Lara. Melihat itu Raya salah seorang kenalan Alex menyindir Borni.
"Borni hentikan pandangan matamu dari Lara. Memang kau tak takut Alex akan marah padamu"ucap Raya.
__ADS_1
"Aku hanya melihat saja tidak berniat untuk memilikinya, lagi pula siapa yang berani melawan Alex"ucap Borni.
"Sudah-sudah, ayo kita mulai berjudinya"ucap Martin.
Martin mulai mengocok kartunya dan membagikan setiap kartu pada setiap orang yang ikut berjudi. Alex berjudi sambil memangku Lara dipangkuannya sesekali dia mencium Lara.
"Kak Alex kau sepertinya akan kalah jika terus melakukan hal romantis dengan istrimu.
Sebaiknya kau lebih fokus, Borni mulai memimpin"ucap Martin.
"Lara bermain kartulah untukku, biar aku hanya disini melihatmu bermain"ucap Alex.
"Oke"ucap Lara.
"Saat ini aku akan mengikuti kemauanmu Alex" batin Lara.
Lara bermain kartu sambil dipangkuan Alex. Alex memeluknya erat dan mencium pundaknya sesekali. Tapi Lara cuek dan fokus pada permainan kartu itu. Dia bilang pada Martin, Borni, dan Raya, jika dia menang boleh meminta sesuatu pada mereka. Mereka menyanggupinya.Setelah bermain beberapa lama, Lara akhirnya menang.
Sampai di apatemen milik Alex Lara langsung berbaring karena kelelahan. Alex mendekatinya untuk mengajaknya melakukan hal romantis.
"Alex mau apa?"tanya Lara.
"Aku hanya ingin menghabiskan malam denganmu"ucap Alex.
"Tidak, aku sedang haid. Akhir-akhir ini haidku tidak teratur. Aku sangat kesakitan saat haid"ucap Lara.
"Oke, aku tidak akan menyentuhmu"ucap Alex.
Lara memegangi perutnya karena sakit saat haid hari pertamanya. Alex mengambil alat kompres yang berisi es batu dan meletakkannya diperut Lara.
"Diam, aku akan membantumu. Ini akan meredakan sakit perutmu"ucap Alex mengompres perut bawah Lara dengan alat kompres itu.
"Apa sudah berkurang sakitnya?"tanya Alex.
__ADS_1
"Sedikit"ucap Lara.
"Apa wanita sering sakit seperti ini saat haid?" tanya Alex.
"Ini karena aku minum pil KB yang kebanyakan dan tidak teratur"ucap Lara.
"Kau minum pil KB?"tanya Alex.
"Ya, kalau tidak aku sudah hamil anak dari pemangsaku, aku tidak ingin terlibat hubungan lebih mendalam bersamamu" ucap Lara menyindir Alex.
"..........."Alex hanya diam.
"Hidupku hancur saat kau ajak aku bersamamu. Aku yang sebatang kara ini hanya mendapat pembalasan darimu. Aku tidak bisa mengeluh ataupun mengadu pada siapapun.
Kau menjadikanku mangsamu dan menyiksaku sesuka hatimu. Aku seperti binatang peliharaan yang kau perlakukan sesukamu Alex"ucap Lara
".........."Alex hanya diam.
"Aku ini sudah tidak punya harga diri lagi, aku tak berdaya dan tak punya apa-apa lagi"ucap Lara.
"Kenapa kau jahat padaku Alex?"tanya Lara.
".........."Alex hanya diam.
Lara bangun dan memukul dada Alex berkali-kali.
Alex hanya diam dan membiarkan Lara memukul dadanya.
"Kau jahat, kau jahat, kau jahat.....aku benci padamu hik....hik....."ucap Lara sambil menangis dan memukul dada Alex.
Alex hanya diam dan menerima pukulan itu.
Setelah beberapa lama Lara tertidur karena kelelahan memukul dada Alex dari tadi.Alex membaringkan Lara lalu menyelimutinya dan mencium keningnya.Setelah itu dia berbaring tidur disamping Lara dan memeluknya.
__ADS_1