
Lara menanti Alex menjemputnya, tapi sampai malam hari Alex tak kunjung menjemputnya. Dia akhirnya tertidur diruang tamu. Tak lama Alex pulang ke rumah itu. Dia melihat Lara tidur disofa ruang tamu itu. Alex langsung membopong Lara, tapi justru membuat Lara terbangun dari tidurnya.
"Alex kau baru pulang?"tanya Lara.
"Ada urusan bisnis yang harus ku urus Lara, besok pagi baru aku mengajakmu ke kantor ya"ucap Alex.
"Terserah"ucap Lara.
Alex membopong Lara sampai dikamarnya.
Dia membaringkan Lara diranjang kemudian dia melepas pakaiannya didepan Lara.
"Alex kenapa kau melepas bajumu didepanku?" tanya Lara.
Alex langsung mendekati Lara dan menatap matanya.
"Sayang, bukannya kau sudah sering melihatku seperti ini. Apa kau ingin memegangnya supaya kau yakin?"tanya Alex.
Alex mau mencium bibir Lara tapi ditahan oleh tangan Lara yang menutup mulutnya.
"Sayang kenapa? apa kau tidak mau ku cium?"
tanya Alex.
"Kau belum mandi Alex, sisa wanita liar masih tersisa ditubuhmu"ucap Lara..
"Kau cemburu jika aku bersama wanita liar diluar sana?"tanya Alex.
"Untuk apa aku harus cemburu pada pemangsa yang telah menyakitiku"ucap Lara.
"Aku mau mandi, apa kau mau ikut bersamaku sayang?"tanya Alex.
"Tidak, aku lelah menunggumu seharian bersama wanita liar diluar sana"ucap Lara.
"Aku suka kau mulai posesif padaku sayang. Tenang saja, aku takkan tergoda wanita liar diluar sana"ucap Alex.
Alex berjalan masuk ke dalam toilet. Sementara Lara masih duduk diranjangnya.
"Kau bohong Alex, mana mungkin lelaki sepertimu tak memiliki wanita liar diluar sana"ucap Lara.
__ADS_1
"Tapi aku tidak peduli itu, aku hanya ingin kau cepat membusuk dipenjara dan menyesali semua perbuatanmu disana nanti"ucap Lara
Lara menyalakan televisi dikamarnya, dia melihat film romantis. Alex yang baru keluar dari toilet langsung duduk disamping Lara dan ikut nonton film itu.
"Kau suka film romantis?"tanya Alex.
"Suka, tapi hidupku tragis tak sama dengan film romantis itu"ucap Lara.
"Aku akan membuat hidupmu sama dengan di film romantis itu Lara"ucap Alex.
Alex mengambil sebuah kalung berlian dari tas kerjanya dan memakaikannya dileher Lara.
Dia mencium pipi Lara setelah memakaikan kalung berlian itu.
"Kau terlihat semakin cantik setelah memakai kalung berlian itu"ucap Alex.
"Kalung berlian yang berharga tapi wanita yang memakainya sudah tak berharga seperti kalungnya"ucap Lara.
"Sayang aku minta maaf untuk semua kesalahanku,kalau perlu, aku akan meminta maaf setiap hari"ucap Alex.
Lara hanya diam mendengar ucapan Alex.
Malam itu hujan lebat, angin kencang dan suara petir menyambar sangat keras. Lara langsung kaget dan memeluk Alex.
"Kau mulai mau memelukku ya Lara, kalau begitu aku akan memelukmu gantian"ucap Alex.
Alex memeluk erat Lara yang ketakutan karena suara petir yang menyambar begitu keras.
"Rasanya hangat dan nyaman, tapi kenapa ini hanya kiasan. Alex seandainya kau tak kejam dan biadap padaku, mungkin kehangatan ini akan terasa indah"ucap Lara dalam hatinya.
"Sayang kau mau tidur, biar aku menemanimu dan memelukmu supaya kau tak takut lagi mendengar suara petir itu"ucap Alex.
Lara tidur dipelukan Alex sampai pagi. Saat Lara terbangun, Alex sudah tidak ada diranjangnya.Dia mencari Alex, ternyata Alex sedang memerintah pelayan untuk memasakkan masakan kesukaan Lara.
"Alex kau sudah bangun?"tanya Lara.
"Tentu, aku ingin menyiapkan semua yang terbaik untukmu sayang"ucap Alex.
Lara hanya diam tak memberi respon pada ucapan Alex dan kembali ke kamarnya. Dia mandi dan berganti pakaian lalu turun ke ruang makan untuk sarapan bersama Alex.
__ADS_1
"Hari ini sayang mau ikut aku ke kantorkan?"tanya Alex sambil melihat ke arah Lara.
"Tidak ada masalahkan jika aku ikut ke kantormu?"tanya Lara kembali.
"Tentu tidak, justru aku senang sayang ingin tahu pekerjaanku selama ini"ucap Alex.
"Aku memang ingin tahu seperti apa pekerjaanmu yang sebenarnya Alex"ucap Lara dalam hatinya.
"Baguslah kalau begitu"ucap Lara.
Selesai sarapan, Alex dan Lara pergi bersama ke perusahaan milik Alex. Alex menggandeng tangan Lara saat turun dari mobilnya. Mereka berjalan masuk ke dalam perusahaan. Semua karyawan menyapa dan memberi hormat pada mereka berdua.
"Kau lihat sayang, kau begitu dihormati disini sebagai istriku"ucap Alex.
"Karena mereka tidak tahu apa yang telah kau lakukan padaku sebelumnya"ucap Lara menyindir Alex.
"Sayang bisakah kau tidak marah padaku sebentar saja"ucap Alex.
Alex dan Lara masuk ke ruangan kerja Alex. Alex langsung menyuruh Lara duduk dikursi kebanggaannya, yang biasanya digunakan untuknya bekerja.
"Kau pantas duduk disitu sayang, kau terlihat berkuasa jadinya"ucap Alex.
"Jika aku bisa berkuasa, aku ingin kau jadi mangsaku"ucap Lara.
Mendengar ucapan itu, Alex langsung menghampiri Lara dan mencium bibirnya.
"Aku mau jadi mangsamu sayang"ucap Alex.
Lara hanya menatap Alex dengan sinis dan cuek.
Tak lama Alex mendapatkan telpon dari rekan bisnisnya.Alex langsung keluar dari ruangan itu.
"Ini saatnya aku mencari bukti itu, aku harus mulai dari meja ini. Begitu banyak berkas disini"ucap Lara.
Lara mulai membaca satu persatu berkas dimeja itu. Tapi belum juga menemukan bukti itu. Lara mulai mencari ke rak buku diruangan itu. Kemudian dia mencari ke laci dan lemari tempat Alex menyimpan map dan berkas-berkas milik perusahaan.
"Semua berkas ini hanya tentang usaha Alex yang berhubungan dengan besi dan baja. Lalu dimana Alex menyimpan berkas atau mungkin file yang ada kaitannya dengan bisnis ilegalnya"ucap Lara.
"Dia benar-benar penuh rahasia, apa aku masih belum totalitas mendekatinya? dia bahkan tidak pernah cerita tentang bisnis ilegalnya padaku"ucap Lara.
__ADS_1
"Berarti aku belum menjadi orang yang dia percaya. Aku harus bisa jadi orang yang dia percaya untuk bisa mendapatkan bukti itu"ucap Lara.
Lara hanya duduk kembali dikursi itu. Dia sedang memikirkan cara menghilangkan kebenciannya saat dekat dengan Alex, agar Alex jadi percaya dan mau berbagi cerita tentang bisnis ilegalnya.