ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Bersama Alex


__ADS_3

Dianka makan siang bersama Alex di restoran.


Alex terus memandangi wajah Dianka yang sudah lama tak ditemuinya. Dianka sendiri asyik menyantap makan siangnya hingga tak menyadari Alex memandanginya dari tadi.


"Perusahaan besar seperti Sky Blue Group dipimpin oleh seorang wanita seperti Anda, saya sangat kagum"ucap Alex.


"Saya hanya menggantikan sementara, pemimpin sebenarnya suami saya"ucap Dianka.


"Anda sudah memiliki suami?"tanya Alex.


"Sudah, suami saya Zion Carlisle pemimpin Perusahaan Sky Blue Group"ucap Dianka.


"Wah, Zion hebat bisa mendapatkan hati seorang Dianka"ucap Alex.


"Itu karena dia menyebalkan membuat saya jatuh hati padanya"ucap Dianka.


"Apa kalian sudah punya anak?"tanya Alex.


"Sudah, anak kami bernama Dafa"ucap Dianka.


"Saya dengar Anda sebelumnya seorang janda satu anak, berarti Zion bukan ayah biologis anak Anda"ucap Alex.


"Benar, Zion memang bukan ayah biologis Dafa, tapi dia menyayangi Dafa seperti anaknya sendiri"ucap Dianka.


"Lalu kemana suami Anda sebelumnya?"tanya Alex.


"Suami pertamaku sudah meninggal"ucap Dianka.


"Maaf saya jadi membuat Anda teringat suami pertama Anda"ucap Alex.


"Tidak apa-apa"ucap Dianka.


"Saya jadi penasaran seperti apa Dafa"ucap Alex.


"Dia baru berumur 6 tahun masih sekolah TK" ucap Dianka.


"Kebetulan saya tidak memiliki seorang anak, jadi kalau melihat anak kecil saya suka"ucap Alex.


"Oh begitu ya"ucap Dianka.


"Boleh saya bertemu Dafa kapan-kapan?"tanya Alex.


"Silahkan"ucap Dianka.


Setelah berbincang-bincang dengan Alex, Dianka akhirnya memutuskan meninggalkan restoran itu bersama Sekretaris Yuma.


"Dianka lama tak bertemu denganmu, kau masih seperti dulu, cantik dan cerdas. Maafkan aku sudah meninggalkanmu begitu lama. Kau pasti kesulitan merawat Dafa sendirian"batin Alex.


Alex berdiri dan meninggalkan restoran itu juga bersama Sekretaris Sarah.

__ADS_1


************


Nona Zelina mendatangi rumah Gibran untuk turut berduka cita. Dia menemui Gibran yang berada dibalkon rumahnya. Ini kesempatan untuk Nona Zelina mendekati Gibran. Dia merasa sudah saatnya mendapatkan Gibran.


"Selamat sore"ucap Nona Zelina.


"Sore"ucap Gibran.


"Saya turut berduka cita atas meninggalnya istri Anda"ucap Nona Zelina.


"Terimakasih"ucap Gibran.


"Ini pasti berat untuk Anda, saya bisa merasakan itu"ucap Nona Zelina.


"Benar, selama ini hidupku sempurna saat ada Lara disampingku, saat dia pergi rasanya sepi dan sunyi"ucap Gibran.


"Itupun yang saya rasakan saat suami saya meninggal, tapi hidup harus tetap berjalan. Ada Mahira yang harus disayangi dan dijaga dengan baik, kalau Anda tidak keberatan saya akan lebih sering kemari untuk menemani Mahira. Dia pasti kesepian setelah kepergian ibunya"ucap Nona Zelina.


"Terimakasih, maaf jadi merepotkan Anda"ucap Gibran.


"Tidak masalah, saya justru senang bisa membantu dan bersama Mahira"ucap Nona Zelina.


"Aku akan mendapatkanmu Gibran melalui Mahira"batin Nona Zelina.


Nona Zelina menghampiri Mahira dan bermain dengannya. Dia berusaha mendapatkan hati Mahira untuk mendapatkan Gibran.


***********


"Suamiku kau sudah pulang?"tanya Lara.


"Iya sayang"ucap Alex.


Lara bangun dan duduk ditepi ranjang.


"Bunga mawar merah untuk istriku tercinta"ucap Alex memberikan seikat mawar merah itu untuk Lara.


"Terimakasih suamiku"ucap Lara sambil menerima bunga mawar merah itu.


"Apa kau mau jalan-jalan sore?"tanya Alex.


Lara mengangguk, Alex mengajak Lara jalan-jalan sore di alun-alun dekat rumahnya.


"Sayang lihat penjual siomay itu, kau mau?"tanya Alex.


"Iya aku mau"ucap Lara.


Alex membelikan Lara siomay dan mereka makan ditepi alun-alun duduk dipelatarannya.


"Em......rasanya enak"ucap Lara.

__ADS_1


"Lihat punyaku sambalnya banyak, lebih pedas, kau mau coba"ucap Alex.


"Mau"ucap Lara.


Alex menyuapi siomay miliknya ke mulut Lara.


"Em....pedes......"ucap Lara.


"Pastinya sayang, punyaku level 10 pedasnya" ucap Alex.


"Suamiku, apa kita belum punya anak seperti mereka?"tanya Lara saat melihat sepasang suami istri membawa anak mereka.


"Sudah, tapi anak kita ada ditempat yang jauh, suatu saat nanti kita akan bertemu dengannya" ucap Alex.


"Semoga kita segera bertemu dengannya"ucap Lara.


"Sayang apa kau mau punya bayi lagi?"tanya Alex.


"Pasti lucu ya kalau punya bayi"ucap Lara.


"Kalau begitu kita harus membuatnya, biar anak kita yang pertama punya adik"ucap Alex.


"Iya suamiku"ucap Lara.


Alex langsung memeluk Lara dalam dekapannya.


"Lara aku akan menebus semua kesalahanku dimasa lalu, aku akan membahagiakanmu sekarang"batin Alex sambil memeluk Lara.


"Aku mencintai sayang"ucap Alex.


Lara hanya mengangguk, setelah itu mereka pulang ke rumah. Alex mengajak Lara ke lantai atas menuju kamarnya. Dia dan Lara masuk ke kamarnya. Saat didalam kamar itu Alex langsung mencium Lara.


Dia melakukan pemanasan demi pemanasan. Ketika dia mau melanjutkan ke tahap lebih dalam ternyata Lara sedang kedatangan tamu, Alex menyudahinya dan berbaring disamping Lara.


"Suamiku ada apa?"tanya Lara.


"Ada yang sedang bertamu padamu sayang"ucap Alex.


"Benarkah, aku tidak tahu"ucap Lara.


"Aku akan menanti setelah tamunya pulang"ucap Alex.


Lara langsung memeluk Alex dan tidur didadanya.


"Suamiku apa kita dulu saling mencintai?"tanya Lara.


"Awalnya tidak, hanya aku yang mencintaimu, tapi aku tetap berusaha sampai sekarang"ucap Alex.


"Maafkan aku ya suamiku, tapi sekarang aku akan berusaha mencintaimu"ucap Lara.

__ADS_1


"Iya sayang"ucap Alex.


Alex dan Lara tak lama tertidur diranjang itu. Alex terus memeluk Lara dalam dekapannya. Dia takkan menyia-nyiakan waktunya lagi seperti dulu.


__ADS_2