ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Aku Ingin Punya Anak


__ADS_3

Lara pagi itu bangun dari tidur menuju ke toilet untuk membersihkan tubuhnya dari aktifitas semalam bersama Alex. Saat Lara sedang pergi ke toilet. Alex bangun dan mencari tempat Lara menyembunyikan pil KB miliknya. Dia mencari-cari ke laci dilemari kecil dekat ranjangnya, tapi tidak ada. Alex berpikir sejenak dan coba mencari ke lemari baju milik Lara dan benar dia menemukan pil KB itu. Dia langsung mengambil pil KB itu dan menukarnya dengan pil KB palsu yang sudah disiapkan Alex.


"Lara hanya dengan cara ini kita akan selalu bersama. Aku ingin kita memiliki keturunan dan hidup bersama membesarkan anak kita"ucap Alex.


Selesai menukarkan pil KB itu, Alex kembali tidur.


Lara keluar dari toilet lalu berganti pakaian. Dia mengambil pil KB miliknya dilemari baju miliknya.


Satu pil KB itu ia minum dengan segelas air. Dia tidak ingin mengandung anak Alex.Apalagi dia ingin balas dendam padanya.


Alex pura-pura baru bangun dan mendekati Lara.


Dia langsung mencium pipinya, setelah itu Alex pergi mandi ke toilet.


Lara keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk memasak didapur. Tapi ternyata sudah tersedia berbagai macam masakan dimeja makan.


Seorang pelayan berbicara pada Lara.


"Nyonya, semua ini sudah disiapkan Tuan untuk Anda"ucap Pelayan itu.


"Apa ada yang kurang? biar kami siapkan lagi" ucap Pelayan itu.


"Tidak usah, ini sudah cukup banyak"ucap Lara.


Lara duduk dikursi menunggu Alex turun sambil memainkan handphonenya. Tak lama Alex turun dari tangga dan menghampiri Lara diruang makan. Alex langsung mencium kening Lara dan duduk disampingnya.


"Sayang ayo sarapan"ucap Alex.


"Kau mau makan apa Alex, biar aku ambilkan" ucap Lara.


"Aku ingin makan kebab sapi dan salad buah sepertinya enak dan sehat"ucap Alex.


"Baiklah aku ambilkan untukmu"ucap Lara.


Lara mengambilkan makanan itu untuk Alex.


Alex senang melihat perhatian kecil yang diberikan Lara padanya. Mereka akhirnya sarapan bersama.


Selesai makan Alex mengajak Lara berbincang.


"Sayang hari ini aku ada urusan bisnis jadi kau mau dibawakan apa setelah aku pulang?"tanya Alex.

__ADS_1


"Tidak usah repot-repot, yang terpenting kau pulang dengan selamat, aku sudah senang"ucap Lara.


"Kau memang istri yang baik, aku makin cinta padamu sayang"ucap Alex.


"Cepatlah berangkat nanti kau terlambat"ucap Lara.


"Aku ingin sesuatu yang membuatku bersemangat pagi ini berangkat bekerja"ucap Alex menggoda Lara.


Lara mencoba memahami kemauan Alex,dia langsung mencium bibir Alex. Mendapat ciuman bibir dari Lara, Alex membalasnya dengan mesra.


"Makasih sayang, aku akan segera pulang setelah urusan Bisnisku selesai"ucap Alex setelah berciuman dengan Lara.


Alex meninggalkan rumah besarnya dan mengendarai mobil pribadi miliknya. Sementara Lara masih ada diruang makan.


"Apa aku telpon Martin, siapa tahu aku bisa mengorek informasi darinya"ucap Lara.


Lara langsung menelpon nomor telpon Martin yang sudah disimpannya.


"Hallo Martin"ucap Lara.


"Kakak Ipar, ada apa?"tanya Lara.


"Bisakah kita bertemu, ada yang ingin ku bicarakan"ucap Lara.


"Baik aku akan pergi ke sana"ucap Lara.


Lara berniat menemui Martin di Cafe Cornelia.


Dia tahu Martin adalah adik angkat Alex pasti tahu sesuatu tentang Alex.


***********


Dianka dirantai oleh Alex digudang dirumah besar itu. Setelah kesalahannya bertemu dengan Jack,Alex tidak ingin membiarkan Dianka melihat Jack kembali. Dia mengurung Dianka digudang yang gelap,pengap dan kotor. Hanya ada satu lubang udara berada diatas dinding. Dianka hanya duduk dan diam melihat tubuhnya yang tidak bisa kemana-mana.


"Alex sampai kapan kau akan menyiksaku seperti ini. Kau tak memberiku makan dan mengurungku digudang ini. Apa kalau aku mati sekarat karena kelaparan dan ketakutan kau akan puas?" ucap Dianka.


Tak lama terdengar suara Jack memanggilnya dari luar gudang.


"Tuan putri apa kau dikurung didalam gudang ini?"tanya Jack.


"Jack pergilah, kau bisa dalam bahaya jika tetap disini"jawab Dianka.

__ADS_1


"Aku akan membebaskanmu"ucap Jack.


Dianka hanya diam tak menjawab ucapan Jack.


Pintu gudang terbuka, Jack masuk ke dalam menghampiri Dianka. Dia membuka rantai ditangan dan kaki Dianka.


"Tuan putri ayo kita pergi dari tempat ini"ucap Jack.


"Tapi Jack"ucap Dianka.


Jack langsung memeluk Dianka dengan penuh kehangatan.


"Tuan putri tidak usah takut, aku akan melindungimu dan membebaskanmu dari tempat ini"ucap Jack.


"Jack kau begitu baik padaku, tak ada orang yang perhatian padaku sebelumnya selain darimu"


ucap Dianka.


"Maka menikahlah denganku, aku akan membahagiakanmu Tuan putri"ucap Jack.


Dianka hanya diam tak menjawab ucapan Jack tetapi begitu menikmati pelukan hangat Jack.


"Ayo kita keluar dari sini"ucap Jack.


Dianka mengangguk dan ikut keluar bersama Jack. Sampai diluar gudang, Alex sudah berdiri disana bersama anak buahnya.


"Wah pahlawan bertopeng sudah ada disini"ucap Alex.


Dianka langsung mengkhawatirkan Jack,dia tahu Alex takkan membebaskan Jack begitu saja.


"Jack cepatlah pergi tinggalkan aku"ucap Dianka.


"Tidak, aku akan membawamu pergi dari tempat ini Tuan putri"ucap Jack.


"Jack kau tak mengenal Alex, dia kejam dan bengis, dia bisa membunuhmu Jack"ucap Dianka.


"Lebih baik aku mati dari pada tak bisa membawamu pergi"ucap Jack.


Proooook....proooook.........


"Sepasang kekasih yang tak terpisahkan. Dianka kemarilah, datang padaku. Kau itu MANGSAKU sekarang" ucap Alex mengulurkan tangan kanannya.

__ADS_1


Dianka berjalan dua langkah menuju ke arah Alex tapi Jack memanggilnya.


"Dianka datanglah padaku, aku akan membebaskanmu dari semua penderitaan ini, kau akan bebas dan bahagia"ucap Jack sambil mengulurkan tangan kanannya.


__ADS_2