
Alex pulang ke rumah besarnya malam itu. Dia langsung menuju ke kamarnya. Saat dia masuk ke kamarnya, Lara sedang tidur diranjang kamar itu. Alex menghampirinya.Dia langsung berbaring disamping Lara dan memeluknya. Alex merasa sangat bersalah pada Lara telah menyakitinya selama ini. Karena pelukan itu begitu erat, Lara sampai terbangun dan melihat Alex ada berbaring disampingnya. Lara langsung berbalik dan berhadapan dengan Alex.
"Alex kau sudah pulang?"tanya Lara.
"Iya, aku sudah pulang Lara"ucap Alex.
Alex terus memeluk Lara dan tidak ingin melepas pelukan itu.
"Kau kenapa?"tanya Lara.
"Lara maafkan semua kesalahanku padamu"ucap Alex.
Lara langsung melepas pelukan Alex dan bangun dari tidurnya lalu berdiri.
"Maaf untuk apa? bukannya kau senang atas semua yang terjadi padaku"ucap Lara.
Alex berdiri dan menghampiri Lara lalu berjongkok didepan Lara sambil memeluk kakinya. Dia menyesali semua kesalahannya.
"Lara maafkan aku yang telah membuatmu menderita selama ini. Aku menyesal telah melakukan itu padamu"ucap Alex.
"Maaf, menyesal? bahkan kau tak bisa membuat semua luka ini sembuh seperti semula dan menghidupkan Ardi kembali. Kalau kau bisa melakukan itu, aku akan memaafkanmu"ucap Lara.
"Lara akulah yang bodoh telah menyia-nyiakanmu dan memperlakukanmu seperti hewan peliharaan. Aku tahu kau pasti sangat terluka"ucap Alex.
"Nasi sudah jadi bubur Alex, hatiku sudah sangat sakit hati padamu. Kenapa baru sekarang kau menyadarinya setelah aku menderita begitu banyak?" ucap Lara.
"Lara aku akan menebus semua kesalahanku, ku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya" ucap Alex.
"Apa yang bisa diperbaiki Alex? bahkan hubungan kita sudah hancur dari awal sejak kau menikahiku. Apa mungkin hatiku bisa menerima pisau masuk ke dalamnya setelah mengirisnya sampai terpotong-potong?" ucap Lara.
"Aku.....aku minta maaf Lara"ucap Alex meneteskan air yang tulus.
"Apa aku harus pura-pura memaafkan Alex dan memberinya kesempatan, mungkin dengan begitu aku bisa mendapatkan bukti itu"ucap Lara dalam hatinya.
"Baiklah, aku belum bisa memaafkanmu tapi aku akan memberimu kesempatan Alex"ucap Lara.
__ADS_1
"Aku tidak bisa semudah itu membebaskanmu, kau harus tetap dipenjara Alex" batin Lara.
"Terimakasih Lara, aku janji akan membuatmu bahagia"ucap Alex.
Setelah itu Alex berdiri dan mencium Lara. Mereka mulai melakukan hal yang romantis bersama. Lara berusaha mengambil hati Alex dengan menerima Alex dalam hubungan romantis ini. Meskipun dia dendam pada Alex tapi dia harus bisa membuat Alex jatuh hati padanya.
*************
Dianka duduk diranjang kamar dirumah besar William. Dia sesekali pergi ke wastafel karena merasa mual. Kehamilannya ini membuat Dianka jadi sedikit lemah. Dia tak seenergik seperti sebelumnya. Seorang pengawal William mengetuk pintu kamar Dianka.
Tuk....tuk....tuk.....
Dianka membuka pintu kamarnya, pengawal itu mulai berbicara pada Dianka.
"Nona Dianka segera berdandan dan berganti pakaian yang cantik, Anda ditunggu dikamar Bos William"ucap Pengawal itu.
"Iya"ucap Dianka.
"Saya menunggu diluar"ucap Pengawal William.
Dianka menutup pintu kamarnya. Dia mulai berdandan dan memakai dress yang cantik.
Dia melihat dirinya didepan kaca itu.
"Apa ini pilihan yang tepat? haruskah aku ke ranjang William saat aku sedang mengandung anak Alex? tidak, aku harus memikirkan keselamatan anak tak berdosa ini"ucap Dianka.
Dianka keluar dari kamarnya lalu mengikuti pengawal itu ke kamar William. Setelah didepan kamar William, pengawal itu meninggalkannya.
Dianka masuk ke kamar William. William sedang duduk diranjangnya menunggu Dianka. Dia memanggil Dianka.
"Cantik kemarilah! aku sudah menunggumu dari tadi"ucap William.
Dianka menghampiri William diranjang itu.
Dia hanya menundukkan wajahnya. William menangkap Dianka dan menariknya ke ranjang bersamanya. William mulai melakukan pemanasan padanya. Dianka tak tahan langsung mendorongnya.
__ADS_1
"Kenapa Dianka?......kau sudah tidak gadis, tentu pernah melakukan ini, kenapa harus tegang?"ucap William.
"Kalau kau tahu aku ini tidak gadis kenapa kau menginginkanku? sementara kau bisa mendapatkan banyak gadis diluar sana"ucap Dianka.
"Karena kau berbeda dari wanita lainnya, aku suka kau tangguh dan kuat, tapi kau sangat cantik. Selain itu kau tidak murahan seperti gadis-gadis yang dengan mudah memberikan dirinya padaku"ucap William.
"Bukannya lelaki sepertimu tidak memikirkan hal itu. Apa arti wanita untukmu selain untuk menyenangkanmu diranjang?"ucap Dianka.
"Aku bisa setia padamu jika kau mau? menikahlah denganku dan berada disisiku"ucap William.
"Apa orang sepertimu bisa setia bahkan entah berapa banyak gadis yang sudah kau nodai"ucap Dianka.
William langsung memeluk Dianka dalam dekapannya.
"Aku benar-benar menyukaimu Dianka? sudah lama aku memperhatikanmu"ucap William.
"Aku sedang mengandung anak Alex dan harus melayani William"ucap Dianka dalam hatinya.
Air mata Dianka menetes deras dipipinya. Dia tak bisa membohongi dirinya sendiri.
"William aku tidak bisa, lepaskan aku" ucap Dianka.
Mendengar ucapan Dianka, William marah. Dia tidak peduli dengan perkataan wanita yang dia cintai. Pelukannya semakin erat.
"Aku biasa melenyapkan orang dengan tanganku sendiri tapi sekarang tak berdaya diranjang ini oleh seorang laki-laki"ucap Dianka.
William baru mau mencium Dianka. Tapi Dianka langsung menghentikannya.
"Aku tidak bisa, biarkan aku pergi William"ucap Dianka.
William marah dan mengepalkan tangannya lalu memukulkan tangannya ke samping wajah Dianka. Dianka hanya menutup matanya karena mengira William akan memukulnya. William langsung berdiri memakai baju miliknya kembali. Lalu dia bicara pada Dianka.
"Malam ini aku berbaik hati padamu Dianka tapi aku tak menjamin untuk malam yang lainnya jika kau datang lagi padaku"ucap William.
William langsung keluar dari kamar itu. Tinggal Dianka sendirian dikamar itu. Dianka berpikir untuk menyerahkan dirinya pada Alex, percuma saja jika dia bersembunyi dan berada disisi William tapi harus mengikuti kemauannya.
__ADS_1