
Lara diantar sopir menuju ke kantor untuk bekerja.Ditengah jalan,ban mobilnya pecah satu.Sopir meminta Lara untuk turun.Lara menunggu supir mengganti ban mobilnya.
Datang Gibran menghampiri Lara yang sedang berdiri ditepi jalan raya itu.Dia langsung menanyakan apa yang terjadi sehingga Lara berada ditepi jalan raya.
"Nona Lara kenapa anda berdiri ditepi jalan raya seperti ini?"tanya Gibran.
"Ban mobilku pecah"jawab Lara.
"Bagaimana jika aku mengantarkanmu?"tanya Gibran.
"Bagaimana ya?....(berpikir)....baiklah"ucap Lara.
Lara akhirnya ikut Gibran ke mobilnya.Didalam mobil Lara hanya berdiam diri,Gibran akhirnya mengajak Lara bicara.
"Nona Lara kenapa anda terlihat murung,apa ada masalah?"tanya Gibran.
"Tidak"ucap Lara.
"Apa nona sudah sarapan?"tanya Gibran.
"Sudah"ucap Lara.
"Saya belum sarapan,bisakah kita sarapan sebentar ditepi jalan itu?sepertinya makan mie baso enak"ucap Gibran.
"Baiklah,terserah anda"ucap Lara.
Gibran memarkirkan mobilnya ditepi jalan.Dia mengajak Lara duduk dikursi yang disediakan tukang mie bakso itu.Lara duduk melihat Gibran yang terlihat ramah pada tukang mie bakso itu.
"Pakde beli mie baksonya dua porsi untuk saya dan wanita cantik yang duduk disana"ucap Gibran.
"Oke......,Gibran,apa itu pacarmu?"tanya Pak Somat.
"Bisa aja Pakde,...dia itu kenalan saya"ucap Gibran.
"Jomblo terus,padahal ganteng,kaya,baik,pinter,
polisi lagi.Masa iya belum punya pacar juga"ucap
Pak Somat.
"Belum ketemu jodohnya Pakde"ucap Gibran.
"Jodoh itu dicari,bukan nunggu"ucap Pak Somat.
"Maunya sih cepet Pakde tapi belum ada yang sreg"ucap Gibran.
__ADS_1
"Memang kau naksir dengan wanita cantik itu?" tanya Pak Somat.
"Dia sudah punya suami Pakde"ucap Gibran.
Gibran terus mengobrol dengan Pak Somat yang sedang menyiapkan mie bakso untuknya.
"Kalau jodoh mah gak kemana,kalau dia janda kamu mau dak?"tanya Pak Somat.
"Ah Pakde pertanyaannya terlalu jujur"ucap Gibran.
"Kamukan sebelumnya gak pernah bawa wanita makan disini,baru kali ini kau bawa seorang wanita makan disini.Pasti dia spesial ya?"tanya Pak Somat.
"Lebih lama disini ketahuan Pakde semua dong"ucap Gibran.
"Makanya nikah Gibran,jangan jomblo sepi tiap malam gak ada yang dikelonin"ucap Pakde Somat sambil memberi dua mangkuk mie bakso pada Gibran.
"Oke Pakde makasih wejangannya"ucap Gibran.
"Siap Pak Polisi"ucap Pak Somat.
Gibran membawa dua mangkuk mie bakso menghampiri Lara yang duduk dikursi bawah pohon.
"Nona Lara cobalah mie bakso ini,enak loh"ucap Gibran sambil memberikan mie bakso pada Lara.
"Saya sudah sarapan"ucap Lara acuh tak acuh pada Gibran.
Lara akhirnya menerima mangkuk mie bakso itu.
Mereka makan ditepi jalan itu sambil berbincang.
"Rasanya ternyata enak ya"ucap Lara.
"Itu sebabnya saya sesekali menyempatkan sarapan atau makan siang disini"ucap Gibran.
"Anda seorang polisi tapi masih suka makan ditepi jalan seperti ini"ucap Lara.
"Justru makanan ditepi jalan seperti ini enak dan juga ramah dikantong"ucap Gibran.
"Dia terlihat ramah dan hangat pada siapapun berbeda dengan Alex"ucap Lara dalam hatinya.
Setelah sarapan Gibran mengantar Lara berangkat ke perusahaan milik Alex.Gibran mengantar Lara sampai lobi perusahaan itu.
"Terimakasih sudah diantarkan sampai disini" ucap Lara.
"Sama-sama,sampai jumpa"ucap Gibran.
__ADS_1
Gibran mengendarai mobilnya meninggalkan perusahaan itu.Lara masuk ke dalam perusahaan itu.
**********
Dianka Mengganti seprei diranjang setiap kamar dirumah besar itu.Dia masuk ke kamar Alex,ternyata Alex masih dirumah belum berangkat bekerja.Dianka menghampirinya,Alex terlihat pucat dan lemas.Secara spontan Dianka memegang dahi Alex.
"Panas sekali"ucap Dianka.
"Dianka....kemarilah"ucap Alex.
"Aku akan mengambil obat dan alat kompres untukmu"ucap Dianka.
Dianka mengambil obat dan alat kompres untuk Alex.Dia memberi Alex penurun panas dan mengompres Alex dengan waslap yang dibasahi air.
"Alex kau harus istirahat ya biar obatnya bisa bekerja maksimal"ucap Dianka.
Alex menarik Dianka ke dalam dekapannya.Dia memeluk Dianka dan mengajaknya istirahat bersama diranjang itu.
"Dianka temani aku tidur disini"ucap Alex.
"Tubuhmu panas Alex,apa kau mau makan sesuatu seperti buah melon untuk meringankan panas tubuhmu"ucap Dianka.
"Aku ingin berdua bersamamu Dianka,jangan pergi tinggalkan aku.Istirahatlah disini denganku"
ucap Alex.
"Baiklah,tapi kau harus istirahat Alex"ucap Dianka.
Alex langsung mencium bibir Dianka dengan mesra.Dia menciumnya begitu lama sampai Dianka melepas ciuman itu.
"Alex aku sulit bernafas kau menciumku terlalu lama"ucap Dianka.
"Kita jarang bisa berdua seperti ini Dianka,aku rindu saat kita bersama dulu"ucap Alex.
"Aku.....aku juga merindukan masa itu Alex"ucap Dianka.
"Dianka waktu bisa diputar,aku ingin hidup damai dan tak memiliki dendam yang akhirnya melukai banyak orang"ucap Alex.
"Alex kenapa saat aku kembali dari Pusat Pelatihan Pembunuh Bayaran kau berbeda sekali dari yang ku kenal?"tanya Dianka.
"Aku menjalani hidup yang sulit setelah kau pergi Dianka,ayah merubahku jadi kejam.Aku bahkan tak boleh berbelas kasih pada siapapun.Dia terus memberiku sugesti bahwa dendamku harus dibalas dan dituntaskan"ucap Alex.
"Alex aku berharap kau berubah,berbuat baiklah untuk kedepannya.Tebuslah semua kesalahanmu pada Lara.Aku yakin dengan kebaikan,cinta dan kasih sayang Lara akan bisa memaafkanmu dan bahagia hidup bersamamu"ucap Dianka.
"Terimakasih Dianka sayang"ucap Alex.
__ADS_1
Dianka tidur dalam dekapan Alex.Dia begitu merindukan Alex yang dulu,yang hangat dan periang.Alex yang selalu bersamanya dan tertawa bersamanya.