ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Sandiwara dan Cinta


__ADS_3

Dianka bangun dari tidur melihat Zion yang tidur disampingnya. Dia memperhatikan wajah Zion yang tampan dan begitu mirip Alex. Tangannya menyentuh rambut Zion. Dia rindu pada Alex, sudah lama semenjak kematiannya, Dianka harus hidup sendirian melewati berbagai kesulitan membesarkan Dafa sekaligus bekerja. Zion terbangun saat tangan Dianka menyentuh rambutnya.


"Kau terpesona ketampananku ya"ucap Zion.


"Siapa juga yang terpesona, itu dirambutmu ada kutu, aku hanya mencoba mengambilnya"ucap Dianka sambil menarik tangannya.


"Oya, kutu apa yang sampai hinggap dirambutku hingga membuatmu tak berkedip memandangku dari tadi"ucap Zion.


"Tidak, aku......."ucap Dianka.


"Dianka seperti apa ayah Dafa, aku penasaran kenapa kau tidak memiliki fotonya"ucap Zion.


"Dia mirip denganmu"ucap Dianka.


"Heh........,mirip denganku. Aku pikir aku adalah pria tertampan didunia ini, ternyata ada duplikatku juga, apa dia operasi plastik hingga mirip denganku"ucap Zion sambil bercanda.


"Dia memang mirip denganmu, matanya, hidungnya, rambutnya, bahkan secara fisik dia terlihat sama denganmu"ucap Dianka.


"Aku jadi penasaran seperti apa dia, kok bisa mirip denganku. Dafa bilang dia sudah meninggal saat kau mengandung Dafa, memangnya dia meninggal kenapa?"tanya Zion.


"Dihukum mati"ucap Dianka lalu meneteskan air matanya.


"Dihukum mati atas kejahatan apa?"tanya Zion.


"Dia seorang mafia, memproduksi berbagai senjata ilegal dan melakukan penyiksaan dan pelecehan terhadap istrinya sendiri hingga berbagai pembunuhan anggota polisi dan pemerintahan"ucap Dianka terlihat sedih.


"Wanita galak sepertimu yang biasa memotong kan lengan orang tak pantas bersedih, aktingmu jadi tidak natural dan tidak enak dilihat. Kalau aku seorang sutradara kau lebih pantas jadi peran Ibu tiri yang jahat he....he....."ucap Zion.


"Kau ini, masih saja meledekku disaat seperti ini dasar monster jahat"ucap Dianka kesal.


"Nah tandukmu mulai keluar, ini baru kau yang sesungguhnya, aku suka kalau kau seperti itu" ucap Zion.


"Tapi jahat sekali dia, tak terbayang lelaki tampan sepertiku melakukan itu semua. Untung aku terlahir di keluargaku. Walau ibuku cerewet dan suka mengatur tapi dia selalu mengajariku untuk tidak melanggar aturan"ucap Zion.


"Apa kau punya saudara kembar atau mungkin saudara yang berada dinegara ini?"tanya Dianka.


"Setahuku tidak, aku dan keluargaku tinggal diluar negeri dari aku masih kecil, tujuh tahun yang lalu aku pergi ke negara ini untuk mendirikan sebuah perusahaan baru dan akhirnya maju sampai sekarang. Aku malah betah disini sampai ibuku marah seperti tadi"ucap Zion.


"Oo.....oya kau kenal Sekretaris Yuma dari mana?" tanya Dianka.


"Dia itu teman masa kecilku, saat aku pergi ke negara ini, aku mengajak dia bersamaku"ucap Zion.


"Tadinya aku berpikir kau Alex karena begitu mirip, tapi dari semua ceritamu, kau bukan Alex" ucap Dianka.

__ADS_1


"Hei, kau rindu padanya. Peluk dan cium aku saja saat kau rindu padanya, aku bersedia sini"ucap Zion.


"Ambil nih pelukan dan ciuman ya"ucap Dianka sambil mencubit Zion.


"Aw........kau ini lebih galak dari singa"ucap Zion kesakitan.


"Lain kali kau minta pelukan atau ciuman aku akan mencubitmu lebih dari ini"ucap Dianka sambil melepas cubitannya.


"Kau ini benar-benar menakutkan, gimana malam pertama denganmu, pasti aku sudah diikat dan dihajar sampai babak belur"ucap Zion.


"Hei Zion, ibumu itu berapa lama disini? haruskah aku bersandiwara dan terus satu kamar dengamu?"tanya Dianka.


"Memang kenapa? bukannya kita memang satu keluarga, sudahlah nikmati sandiwara ini aku akan membayarmu diluar gaji bulananmu"ucap Zion.


"Ah, kalau begitu aku minta 1 milyar"ucap Dianka.


"Hei kau merampokku namanya itu, 100 juta saja udah untung aku memberimu"ucap Zion.


"Yasudah, aku tidak mau bersandiwara lagi, bibirku pegal kalau harus memanggilmu sayang didepan ibumu nanti belum lagi pelukan liarmu itu yang sembarangan tanpa izin, jadi kerugian ku terlalu banyak, kalau mau 1 milyar kalau tidak yasudah cari artis lain saja, biasanya pemeran antagonis sepertiku bayarannya lebih banyak" ucap Dianka.


"Kau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, penipu terselubung dibalik wajah cantikmu dan manis itu. Perasaan belum apa-apa aku sudah rugi duluan"ucap Zion.


"Siapa suruh, mulutmu tidak dijaga, pakai bilang aku istrimu dan Dafa anakmu. Akting itu sulit ya, apalagi untuk berapa episode ke depan, jadi bayaran segitu sesuai dengan aktingku dan Dafa yang senatural mungkin nanti"ucap Dianka.


"Wanita yang pintar mencari alasan, perasaanku mengatakan kau lebih lama tinggal disini, aku gulung tikar"ucap Zion.


*********


Lara sedang menyiapkan perlengkapan dan peralatan Mahira sekolah dikamar Mahira. Besok Mahira mulai sekolah dihari pertamanya. Tak terasa waktu begitu cepat kini Mahira akan bersekolah, Lara tersenyum mengingat semua hal yang dilaluinya saat Mahira bayi hingga sekarang. Gibran masuk ke kamar itu dan menghampiri Lara.


"Sayang kau sedang merapikan keperluan Mahira besok?"tanya Gibran.


"Iya sayang, besok hari pertama Mahira sekolah. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin Mahira belajar jalan sekarang udah mau sekolah"ucap Lara.


"Iya ya, cepet banget rasanya. Apa kita punya anak lagi sayang biar Mahira punya adik?"tanya Gibran.


"Ide bagus sayang, lucu ya punya bayi lagi. Mahira pasti seneng punya dede bayi"ucap Lara.


"Oya sayang sebenarnya, aku ingin membicarakan sesuatu padamu, aku harus ke luar kota untuk menjaga seorang saksi. Apa kau tidak keberatan aku tinggal selama satu minggu ini?"tanya Gibran.


"Tentu tidak, itukan tugasmu sebagai polisi. Aku akan selalu mendukungmu sayang"ucap Lara.


"Makasih ya sayang"ucap Gibran sambil memeluk Lara.

__ADS_1


"Besok kau tetap mengantar Mahira sekolah dihari pertamanyakan?"tanya Lara.


"Pasti dong, besok kita antar Mahira sekolah dihari pertamanya setelah itu aku berangkat ke bandara"ucap Gibran.


Lara hanya mengangguk dengan ucapan Gibran.


Mereka begitu bahagia dengan keluarga kecilnya. Apalagi Mahira kini akan bersekolah, mereka merasa sudah lama bersama dan menghabiskan banyak waktu dengan putri kecilnya.


************


Lara berangkat ke sanggar tarinya setelah selesai mengurus keluarganya. Dia mengendarai mobilnya sendiri. Lara sampai disanggar tari itu lalu dia masuk ke dalam sanggar tari itu. Dia melihat sanggar tarinya masih sepi karena dia datang duluan. Lara duduk diteras sanggar tari itu. Dia melihat Carlos yang baru datang membawa bunga mawar kuning.


"Lara bunga ini untukkmu, orang bilang bunga mawar kuning sebagai simbol persahabatan, keceriaan dan kegembiraan"ucap Carlos memberi bunga mawar kuning itu pada Lara.


"Terimakasih Carlos, padahal kau tak perlu repot-repot"ucap Lara menerima bunga itu.


"Oya yang lain belum berangkat ya?"tanya Carlos.


"Belum"ucap Lara.


"Aku membawa bekal, maukah kau mencicipinya. Aku memasak sendiri bekalku"ucap Carlos.


"Benarkah?....kau bisa memasak?"tanya Lara.


"Aku terbiasa hidup sendiri dari dulu, jadi memasak jadi bagian hidupku"ucap Carlos.


"Wah kau multitalenta"ucap Lara.


"Ambilah, aku membuat dua bekal. Satu untukmu dan satunya untukku"ucap Carlos.


"Baunya enak, pasti rasanya enak"ucap Lara sambil mengambil bekal yang diberikan Carlos.


Lara membuka bekal itu dan mulai memakannya.


"Carlos ini nasi goreng terenak yang aku makan, kau pandai membuatnya, masih hangat lagi"ucap Lara.


"Aku sengaja masaknya dadakan biar masih hangat saat kau makan"ucap Carlos.


Carlos lalu duduk disamping Lara sambil makan juga.


"Istrimu nanti pasti senang punya suami yang pandai memasak sepertimu"ucap Lara.


"Iya"ucap Carlos singkat.

__ADS_1


"Seandainya dia itu kamu Lara, aku hanya bisa memandangmu saja. Tapi itu cukup untukku" ucap Carlos dalam hatinya.


Lara dan Carlos makan bersama diteras itu. Lara senang kini Carlos sudah bisa membuka hatinya dan mau berlatih dengan benar. Selain itu dia merasa memiliki seorang teman.


__ADS_2