ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Generation 2 : Part 32


__ADS_3

Satu bulan berlalu. Semenjak pemerkosaan yang dilakukan Zack pada Mahira, dia jadi pendiam. Bayangan kejadian itu masih membekas dipikirannya. Mahira jadi menutup diri dari semua lelaki. Mahira juga jarang bicara dengan kaum lelaki tanpa ada urusan yang penting.


Pagi itu Mahira mengendarai mobilnya berangkat ke perusahaannya. Di tengah jalan ban mobilnya pecah. Mahira turun dan memeriksanya. Dia berdiri di samping mobilnya. Tiba-tiba di belakangnya berbisik suara yang membuat bulu kuduknya berdiri.


"Apa kau rindu padaku, sentuhanku?" tanya Zack.


Mahira langsung berbalik, melihat Zack di belakangnya.


"Kenapa kau ada di sini? kau masih belum puas membalas dendammu?" tanya Mahira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya aku harus memastikan kau menderita, saat perutmu itu membesar, rasa malumu akan membuatmu menderita seumur hidupmu," jawab Zack.


Mahira langsung memegang perutnya. Dia memikirkan ucapan Zack. Mungkin saja dia akan hamil anak Zack.


"Kau kejam, jika memang di rahimku ada anakmu, aku akan merawatnya, tak peduli ini anak lelaki brengsek sepertimu," ucap Mahira sambil menangis.


"Mahira, aku ingin memberimu penawaran, menikah denganku jadi tahananku seumur hidupmu," ucap Zack.


"Maksudmu? kau ingin aku di penjara dalam pernikahan yang tak ada bedanya dengan hukuman? maaf, aku lebih rela menanggung malu," ucap Mahira.


"Kau lihat saja hidupmu akan hancur, memalukan, seorang pemimpin perusahaan hamil tanpa suami, wanita yang tak memiliki harga diri," ucap Zack.


"Kaulah yang merenggut harga diriku, aku tidak takut," ucap Mahira.


Zack mendekat, mencengkram kedua lengan Mahira.


"Dengar aku! kau akan menderita sampai kau sendiri ingin mati," ucap Zack.


"Lepaskan tanganmu!" ucap Aland yang berdiri di belakang Zack.


Mendengar suara lantang, Zack menoleh ke belakang.


"Siapa kau? berani mencampuri urusanku," ucap Zack.


Aland tak menjawab, dia melepas tangan Zack dan meraih tangan Mahira.


"Ayo Bos kita pergi dari sini," ajak Aland.


"Kau tidak bisa seenaknya membawanya dariku," ucap Zack.


"Kenapa tidak bisa? aku calon suaminya, jadi kau siapa?" tanya Aland.


"Apa? calon suami?" batin Mahira.

__ADS_1


Aland mengajak Mahira meninggalkan Zack. Terlihat Zack sangat marah melihat Aland membawa pergi Mahira.


"Siapa lelaki itu? beraninya mengambil tahananku," ucap Zack.


Aland memasukkan Mahira ke dalam taksi. Dia duduk di samping Mahira dan menyuruh taksi jalan.


"Aland apa maksudmu tadi?" tanya Mahira.


"Bos aku hanya coba menyelamatkanmu dari monster itu," jawab Aland.


"Jangan berpikir ucapanku serius, kau bukan tipeku," ucap Aland.


"Iya, terimakasih," sahut Mahira.


Mobil melaju ke perusahaan. Sampai di perusahaan, Mahira masuk ke ruangannya. Duduk dan masih memikirkan ucapan Zack. Mahira memegang perutnya. Mungkin saja benar kata Zack, bisa saja dia hamil.


"Aku telat satu minggu, apa benar aku hamil anaknya?"


"Zack benar-benar menakutkan, dia ingin membuatku menderita," ucap Mahira.


Tak lama Aland masuk ke ruangannya. Dia membawa kopi untuk Mahira. Baru di letakkan di atas meja, Mahira langsung merasa mual. Dia berlari ke wastafel di ruangannya.


"Hoooeeek ... Hoooeeek ...." Mahira muntah beberapa kali. Dari belakang Aland membawa tissu, memberikannya padanya. Mahira segera menyeka mulutnya.


"Apa Bos sakit?" tanya Aland.


"Tidak, tapi saat mencium bau kopi itu aku mual sekali," ujar Mahira. Dia merapikan pakaiannya lalu kembali ke kursinya.


Aland merasa ada yang aneh, tadi dia melihat Mahira bersama lelaki asing dan sekarang mual hanya karena mencium aroma kopi.


"Siapa lelaki yang tadi?" tanya Aland.


"Aku tidak tahu," jawab Mahira.


"Apa dia ingin menyakitimu?" tanya Aland.


Mahira merasa cara bicara Aland berbeda. Tidak seperti bawahan pada atasannya tapi seperti seorang teman.


"Ini masalah pribadiku, terimakasih ya Aland kau sudah baik padaku," ucap Mahira.


Aland mengangguk. Dia keluar dari ruangan kerja Bosnya. Berjalan masuk ke lift, dia naik ke atap gedung. Di atas Aland menelpon seseorang.


"Hallo Bos."

__ADS_1


"Hallo Doni."


"Ada tugas untukku?"


"Cari tahu Zack Alison dan hubungannya dengan Mahira Celina!"


"Baik Bos."


"Aku ingin tahu secepatnya."


"Siap Bos."


Aland menutup telponnya setelah berbicara dengan anak buahnya. Wajahnya terlihat kesal.


"Mahira tadinya aku berniat membalasmu, tapi justru aku terjebak perasaan yang sama seperti dulu."


***


Lara memasak banyak di dapur. Dia ingin mengundang tamu penting ke rumahnya. Namun dia masih merahasiakan tamu itu dari Alex. Tangannya sibuk memotong sayuran, menyiapkan bumbu dan mengaduk masakannya. Alex masuk ke dapur, menghampirinya.


"Ma, masak banyak buat acara apa?" tanya Alex.


"Ada deh Pa," jawab Lara.


"Udah mulai bikin rahasia dari Papa ya?" ujar Alex.


"Biar surprise Pa," ucap Lara.


"Pa, katanya teman bisnis Papa mau datang ke rumah?" tanya Lara.


"Iya Ma, tapi sore nanti," jawab Alex.


"Siapa sih Pa?" tanya Lara.


"Ada, yang jelas dia tampan dan berkharisma, cocok dijodohkan dengan Mahira," jawab Alex.


"Emang Mahira mau Pa, setelah kematian Chaiden, Mahira sepertinya menutup diri," ucap Lara.


"Iya, itu sebabnya kita harus menjodohkannya," ucap Alex.


Lara berpikir benar kata suaminya. Kalau tidak dijodohkan, kapan Mahira akan mengakhiri masa lajangnya.


"Oke lah Pa, yang penting orangnya baik dan Mahira mau," ucap Lara.

__ADS_1


Alex mengangguk.


__ADS_2