ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Pergi Ke Markas Api


__ADS_3

Alex sampai depan Markas Api. Dia melihat markas itu berdiri ditengah danau. Tak ada jalan menuju markas itu. Ada jembatan tapi sistem buka tutup, ketika dibuka akan ada jembatan yang memanjang dari markas dan ketika ditutup jembatan itu tidak ada. Tak lama Zion, William dan Gibran  juga datang ditempat itu.


"Betrand kau ada disini"ucap Zion.


"Iya Zion, istriku diculik Scorpion"ucap Alex.


"Sama, istriku juga diculik"ucap Zion.


"Istriku juga diculik Scorpion"ucap William.


"Jadi penculik itu bernama Scorpion"ucap Gibran.


"Berarti istri kita semua diculik Scorpion"ucap Alex.


"Iya"ucap Zion, Gibran dan William.


"Apa itu Markas Singa Merah?"tanya William.


"Betul, itu markas milik Scorpion"ucap Alex.


"Scorpion?"ucap Zion penuh tanya.


"Ya Scorpion dialah dalang dari bisnis ilegal  itu"ucap Alex.


"Apa?"ucap Gibran kaget.


"Yang dikatakan Betrand itu benar, Scorpion selama ini mengkambing hitamkan Alex untuk melancarkan bisnis ilegalnya"ucap William.


"Berarti Alex tidak sepenuhnya salah"ucap Zion.


"Sebenarnya aku adalah Alex"ucap Alex.


"Apa?"ucap Zion, William, dan Gibran.


"Saat hendak eksekusi mati, aku dibawa ke suatu tempat dan ternyata bukan tempat eksekusi mati tapi justru aku dibawa ke Markas Singa Merah ini.


Scorpion sengaja ingin melenyapkan aku, aku terluka parah ketika melarikan diri dari Markas Singa Merah. Dalam pelarianku aku tak sengaja tertabrak mobil hingga wajahku rusak total, akhirnya Pak Julius yang menolongku membawaku ke rumah sakit. Wajahku dioperasi plastik, kemudian aku diberi identitas yang baru dan dijadikan anaknya Pak Julius hingga sekarang"ucap Alex.


"Jadi Scorpion sengaja ingin menghabisimu agar bukti hilangkan"ucap Gibran.


"Benar, dia takut aku buka mulut mengenai bisnis ilegal miliknya"ucap Alex.


"Tempat ini dikelilingi danau tak ada jalan menuju Markas Singa Merah"ucap Zion.


"Jalan satu-satunya berenang"ucap Alex.


"Kau benar"ucap William.


"Apapun, yang penting istriku selamat, dia sedang mengandung"ucap Gibran.


"Gibran ada yang ingin ku bicarakan padamu" ucap Alex.


"Baiklah"ucap Gibran.


Alex dan Gibran menuju ke pohon besar ditepi danau itu. Mereka mulai berbicara empat mata dibawah pohon itu.


"Gibran, aku dan Lara kembali bersama seperti dulu"ucap Alex.


"Selamat ya, tolong bahagiakan Lara, jangan pernah sakiti dia lagi"ucap Gibran.


"Iya, aku janji akan membahagiakan Lara. Aku memiliki kesalahan yang begitu besar padanya maka dari itu seumur hidupku akan ku lakukan untuk menebus semua kesalahanku"ucap Alex.


"Kalau begitu ayo kita selamatkan istri kita dari Scorpion"ucap Gibran.


"Ayo"ucap Alex.


Alex, Zion, Gibran dan William berenang menuju Markas Singa Merah. Mereka masuk ke lubang saluran pembuangan.

__ADS_1


"Alex akan bermuara dimana lubang saluran pembuangan ini?"tanya Zion.


"Di selokan dekat taman, disana pusat pembuangan dari berbagai pipa berkumpul, ada penutup saluran, kita bisa naik ke atas lewat itu"ucap Alex.


"Apa disaluran ini ada hewan melata?"tanya William.


"Pasti banyak, tempat ini lembab"ucap Gibran.


"Kalian bawa senjata?"tanya Alex.


"Aku bawa diranselku"ucap Gibran.


"Aku bawa"ucap William.


"Aku juga bawa"ucap Zion.


"Hewan melatanya, aligator"ucap Alex.


Baru disebut buaya besar itu muncul dan hendak menerkam mereka berempat. Buaya besar itu mengibaskan ekornya untuk menjatuhkan mereka berempat. Alex dan Zion bertugas menembak buaya besar itu. Sementara William dan Gibran menjadi umpan. William dan Gibran sengaja berlari ke depan agar buaya besar itu mengejar mereka. Lalu Alex dan Zion menggunakan pedang laser untuk membelah buaya itu.


Streeeeeet......streeeeet................


Buaya itu terbelah menjadi menjadi dua bagian.


"Hampir saja kita berakhir diperut buaya itu"ucap William.


"Benar, kita hampir jadi pencuci mulut"ucap Gibran.


"Ayo naik"ucap Alex.


"Oke"ucap Zion, William dan Gibran.


Mereka berempat naik ke lubang saluran pembuangan menuju ke atas taman. Mereka membuka penutup saluran lalu keluar dari saluran itu.


"Alex Markasnya ada diatas"ucap Zion.


"Belum menghadapi Scorpion kita akan kelelahan menaiki ribuan tangga itu"ucap Gibran.


"Disetiap berapa ribu tangga itu ada pos, disana ada anak buah Scorpion"ucap Alex.


"Benar-benar markas yang sudah diperhitungkan" ucap William.


"Ayo kita beraksi"ucap Zion.


Mereka menaiki tangga ribuan tangga hingga pos pertama. Anak buah Scorpion sudah menunggu mereka. Mereka berempat bertarung satu sama lain hingga anak buah Scorpion tumbang.


"Alex ada berapa pos lagi?"tanya William.


"Dua"ucap Alex.


"Kalau begitu ayo naik ke pos dua"ucap Zion.


"Tunggu"ucap Alex.


"Kenapa harus menunggu?"tanya Gibran.


"Ada bola api yang akan dijatuhkan dari pos dua" ucap Alex.


"Bola api"ucap William.


"Kita harus menghindar dan berhati-hati"ucap Alex.


"Oke"ucap Zion, William dan Gibran.


Mereka berempat kembali menaiki ribuan tangan itu, beberapa bola api berguling ke kanan dan kiri.


Mereka berempat berusaha menghindar meski bola api itu semakin banyak.

__ADS_1


"Gibran awas"ucap Alex mendorong Gibran menghindar dari bola api itu.


"Thanks Alex"ucap Gibran.


"Oke"ucap Alex.


"Bola apinya semakin banyak kita harus lebih cepat dan lebih waspada lagi"ucap William.


Sampai di pos dua mereka berempat melawan anak buah Scorpion. Mereka bertarung satu sama lain hingga anak buah Scorpion tumbang.


"Ayo kita ke pos tiga"ucap Zion.


"Di pos tiga anak buah Scorpion bersenjata, mereka akan menembaki kita sepanjang kita naik ke pos tiga"ucap Alex.


"Berbahaya sekali, kita hanya mengandalkan keberuntungan"ucap William.


"Ada satu cara, kita harus mengacau konsentrasi mereka"ucap Alex.


"Bagaimana caranya?"tanya Zion.


"Di pos ini ada alarm tanda bahaya, kita nyalakan alarm itu, mereka pasti turun ke pos dua, kita tunggu sampai mereka semua turun ke pos dua, untuk sementara kita sembunyi"ucap Alex.


"Kau benar"ucap Gibran.


Alex membunyikan alarm tanda bahaya. Anak buah Scorpion di pos tiga mendengar alarm tanda bahaya itu. Mereka menunggu dan bersiap. Tapi karena tak ada yang naik,mereka turun ke pos dua. Alex, Zion, Gibran dan William keluar dari persembunyiannya diatap pos itu dan menghajar anak buah Scorpion. Mereka saling menembak hingga anak buah Scorpion bertumbangan satu persatu.


"Ayo naik, tapi tetap waspada bisa jadi di pos tiga masih ada yang berjaga"ucap Alex.


"Oke"ucap Zion, William dan Gibran.


Mereka kembali menaiki ribuan tangga itu. Sampai dilantai tiga mereka masih bertarung dengan beberapa anak buah Scorpion.


***********


Lara, Siva, Dianka dan Rahel diikat ditiang, mereka berada diatas kandang singa. Sekali dibuka mereka akan terjatuh ke dalam kandang singa itu.


"Ha...ha.....kalian berempat seperti santapan lezat untuk para singa itu"ucap Scorpion berdiri diantara mereka berempat.


"Kau biadap Scorpion, beraninya dengan wanita hamil seperti kami"ucap Dianka.


"Dianka, sekarang kau tidak bisa apa-apa, lihat dirimu lemah tak berdaya"ucap Scorpion.


"Kami memang lemah tapi suami kami akan membebaskan kami dan menghajarmu"ucap Lara.


"Benarkah? mereka paling mati sebelum sampai disini"ucap Scorpion.


"Kau gila, psikopat"ucap Rahel.


"William ternyata pandai mencari istri bermulut tajam sepertimu"ucap Scorpion.


"Orang sepertimu, tidak pantas hidup, kau sudah menganiaya wanita hamil dan itu melanggar hukum"ucap Siva.


"Anak kecil, Gibran tak mengajarimu sopan santun"ucap Scorpion sambil mencengram pipi Siva.


"Scorpion kau cemeng, tak tahu malu, bodoh, bego, penakut"ucap Dianka mengalihkan Scorpion agar melepas tangannya dari pipi Siva.


Scorpion emosi dia melepas tangannya dari pipi Siva lalu menampar Dianka.


Plaaaaak...............


"Siapa yang berani menampar istriku"ucap Zion.


"Ayo kita habisi dia"ucap Alex.


"Tanganku sudah panas"ucap William.


"Aku takkan membiarkan dia lolos dari jerat hukum"ucap Gibran.

__ADS_1


__ADS_2