
Satu Bulan Kemudian
Lara sedang memasak didapur. Dia rajin memasak semenjak Mahira tinggal bersamanya. Apalagi Alex sering berangkat pagi untuk meeting. Lara berusaha memberikan yang terbaik untuk Alex dan Mahira. Saat dia mau membuka kulkas tak sengaja kepalanya terbentur pintu kulkas itu hingga Lara pingsan. Alex yang melihat Lara berbaring didepan kulkas itu langsung membopong Lara menuju ke kamarnya dilantai atas. Alex membaringkan Lara diranjang kamar itu.
"Sayang, kamu kenapa?"ucap Alex.
"Sayang.....sayang....bangun.....bangun......."ucap Alex.
Lara membuka matanya dan melihat Alex berada didepannya.
"Siapa kau, aku dimana?"tanya Lara.
"Sayang aku suamimu"ucap Alex.
"Tidak, suamiku Gibran"ucap Lara.
"Apa dia sudah mengingat kembali ingatannya" batin Alex.
"Sayang aku suamimu"ucap Alex sambil menegang kedua lengan Lara.
"Tidak, lepaskan aku, aku harus pulang"ucap Lara.
"Tidak sayang, rumahmu disini"ucap Alex.
"Tidak lepaskan aku"ucap Lara berusaha melepas tangan Alex darinya.
"Mama....."ucap Mahira yang baru masuk ke kamar itu.
"Mahira....."ucap Lara.
Mahira langsung menghampiri Lara.
"Mama kenapa?"tanya Mahira.
"Mahira kenapa kau ada disini, dimana Papa?" tanya Lara.
"Ini Papa, Ma"ucap Mahira menunjuk Alex sebagai Papanya.
"Bukan sayang, dia orang asing"ucap Lara.
"Sayang aku Alex"ucap Alex.
"Tidak, Alex sudah mati, lagi pula mukamu tidak mirip dengan Alex, pasti kau bohong"ucap Lara.
"Sayang sesuatu terjadi padaku sehingga aku terpaksa harus operasi plastik"ucap Alex.
"Tidak, tidak mungkin, Alex sudah mati"ucap Lara.
"Aku bisa membuktikan kalau aku Alex"ucap Alex.
"Tidak....tidak mungkin"ucap Lara.
"Mahira sayang, Papa mau bicara dulu dengan Mama ya"ucap Alex.
"Iya Pa, Mahira mau main boneka dulu deh"ucap Mahira.
Mahira keluar dari kamar itu, kemudian Alex barulah bicara pada Lara.
__ADS_1
"Aku menikahimu demi balas dendam karena kematian semua anggota keluargaku, aku mengantarkanmu ke ranjang Tuan Pedro, aku yang membuat hidupmu selama ini menderita dengan berbagai penyiksaan dariku, maafkan aku Lara"ucap Alex.
"Kau....kau benar-benar Alex....hik....hik....."ucap Lara sambil menangis.
"Iya sayang, ku mohon maafkan aku, aku akan memperbaiki semuanya ku mohon tetaplah bersamaku, biarkan aku menebus semua kesalahanku"ucap Alex.
"Tidak, Gibran menantiku, pasti dia mencemaskanku"ucap Alex.
Lara melepas tangan Alex dan bangun dari tempat tidur itu. Dia berjalan menuju ke pintu kamar itu, tapi Alex menahannya.
"Lara ku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaikinya, aku masih sah sebagai suamimu"ucap Alex.
"Tidak, suamiku hanya Gibran"ucap Lara.
"Sayang, kau sedang mengandung anakku sekarang, ku mohon jangan tinggalkan aku lagi. Kita akan membesarkan Mahira dan bayi yang sekarang dikandungmu bersama-sama"ucap Alex.
"Apa aku hamil anakmu lagi?"tanya Lara.
"Iya, kau sedang hamil dua bulan sayang"ucap Alex.
"Tidak.....hik...hik....kenapa? kenapa kau selalu memenjarakan hidupku dalam gengamanmu, apa kau tak puas selama ini sudah menyiksaku?" tanya Lara.
"Sayang aku tidak ingin menyakitimu, aku ingin menebus semua kesalahanku dimasa lalu, ku mohon"ucap Alex.
"Alex, bagiku kau sudah mati dan hanya sebuah kenangan. Biarkan aku bahagia bersama Gibran" ucap Lara.
"Sayang, aku mencintaimu, tujuh tahun lamanya aku menebus kesalahanku. Ku mohon biarkan aku juga menebus kesalahanku padamu"ucap Alex.
"Tidak perlu, pergilah jauh dari hidupku itu sudah menebus semua kesalahanmu padaku"ucap Lara.
"Sayang maafkan aku"ucap Alex.
".............."Alex terdiam dengan semua kesalahannya dimasa lalu.
Lara keluar dari kamar itu lalu menuju ke tempat Mahira bermain diruang bermain dilantai atas.
"Mahira ayo ikut Mama"ucap Lara.
"Ikut kemana Ma?"tanya Mahira.
Lara tidak menjelaskan, langsung menarik lengan Mahira turun ke lantai bawah.
"Ma, kita mau kemana?"tanya Mahira.
"Mau pulang"ucap Lara.
"Pulang? ini bukannya rumah Papa ya"ucap Mahira.
"Dia memang Papamu, tapi kita harus pulang ke rumah Papa Gibran"ucap Lara.
"Lalu Papa gimana Ma?"tanya Mahira.
"Biarkan saja, kita harus pulang ke rumah Papa Gibran"ucap Lara.
Lara menarik lengan Mahira keluar dari rumah besar itu. Alex mengejar Lara sambil berbicara padanya.
"Sayang biar ku antar ya, jangan capek-capek dan stress kau sedang hamil"ucap Alex.
__ADS_1
"Tidak perlu"ucap Lara.
"Mama Papa benar, kita ikut mobil Papa aja"ucap Mahira.
"Aku tidak akan memaksamu untuk bersamaku, asalkan biarkan aku mengantarkanmu sayang"ucap Alex.
Lara menghentikan langkahnya lalu bicara pada Alex.
"Baiklah, antarkan aku ke rumah Gibran"ucap Lara.
"Baik sayang"ucap Alex.
Alex mengantarkan Lara dan Mahira ke rumah Gibran. Tapi rumah itu sepi, sekuriti memberitahu Gibran sekeluarga ada di Gedung Mustika sedang mengadakan Pesta Pernikahan. Alex dan Lara menuju ke Gedung Mustika. Sampai digedung itu Lara langsung berlari masuk ke dalam gedung, sementara Alex menggendong Mahira putri kecilnya. Lara berlari, dia berharap pernikahan itu belum berlangsung. Tapi saat dia masuk ke ruangan itu, Gibran sudah bersanding dipelaminan bersama Siva. Acara pernikahan itu sudah berlansung sejak tadi pagi. Gibran telah resmi jadi suami Siva. Lara berjalan menghampiri Gibran dipelaminan.
"Gibran"ucap Lara.
"Lara sayang"ucap Gibran.
"Kau sudah menikah"ucap Lara.
"Aku........"ucap Gibran.
"Om, kakak ini siapa?"tanya Siva.
"Aku istrinya"ucap Lara.
"Apa?...."ucap Siva.
Siva terdiam mendengar ucapan Lara, dia tak percaya Gibran masih punya istri.
"Sayang..."ucap Gibran mau memeluk Lara tapi langsung ditahan Lara.
"Selamat ya, semoga kau bahagia"ucap Lara sambil meneteskan air matanya.
"Sayang, aku......."ucap Gibran bingung berkata apa.
"Aku ikut bahagia, maafkan aku hik...hik...."ucap Lara lalu berbalik arah meninggalkan Gibran.
"Sayang tunggu....."ucap Gibran mengejar Lara.
"Mungkin aku harus membiarkan Om menyelesaikan masalahnya, ini semuakan salahku"batin Siva.
Siva hanya diam melihat pemandangan mengharukan itu.
"Sayang......tunggu"ucap Gibran menarik lengan Lara.
Lara dan Gibran berhadapan saling menatap satu sama lain.
"Lupakan aku, aku tidak menyalahkanmu atas semua ini"ucap Lara.
"Sayang, aku.....aku tidak pernah melupakanmu, aku masih sama seperti dulu, aku selalu mencintaimu"ucap Gibran.
"Aku juga mencintaimu, tapi kini kita tak mungkin bersama lagi. Bahagiakan dia sayang, aku ikhlas" ucap Lara.
Lara meninggalkan Gibran. Meskipun hatinya terluka tapi Lara tak ingin membuat wanita yang bersanding dengan Gibran akan terluka hatinya.
"Sayang......"ucap Gibran berteriak.
__ADS_1
Lara terus berjalan keluar ruangan resepsi pernikahan itu tanpa memperdulikan panggilan Gibran. Dia tahu kini Gibran bukan miliknya lagi. Takdir sudah merubah semuanya. Hanya kenangan manis yang tersisa bersama Gibran yang akan selalu diingatnya.
"